Tampilkan postingan dengan label 9 SR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 9 SR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2011

Jepang Merevisi Kekuatan Gempa Menjadi 9 SR

Jepang Merevisi Kekuatan Gempa Menjadi 9 SR
Sebelumnya Badan Meteorologi Jepang mengumumkan kekuatan gempa 8,8 SR.
MINGGU, 13 MARET 2011, 16:26 WIB
Nur Farida Ahniar

VIVAnews- Badan Meteorologi Jepang merevisi kekuatan gempa yang terjadi pada Jumat, 11 Maret 2011 menjadi 9,0 skala richter. Bukan 8,8 richter seperti yang sebelumnya diumumkan.

Dalam laman NHK, Badan Meteorologi Jepang melakukan koreksi setelah menganalisa gelombang seismik dan berdasarkan data lainnya. Kekuatannya setara dengan gempa bumi yang terjadi di Sumatera, Indonesia pada 2004 yang memicu tsumani besar di Samudera Hindia.

Badan itu mengatakan zona gempa sepanjang 500 kilo meter dan lebarnya 200 kilo meter. Getarannya berlangsung lebih dari 5 menit.

Menurut kantor tersebut, hanya ada 4 gempa tercatat dengan besaran lebih dari 9 skala richter. Gempa terbesar terjadi di Chili yaitu 9,5 skala richter pada 1960 yang menewaskan lebih dari 1.600 orang. Gempa ini juga memicu tsunami di Jepang, yang membuat 142 orang tewas. Sedangkan gempa di Sumatera berkekuatan 9,1 skala richter. Tsunami raksasa ini menewaskan lebih dari 200 ribu orang.

Seperti diketahui, gempa utama terjadi pada Jumat, 11 Maret 2011 pukul 14.46 waktu setempat. Badan Survei Geologi AS menilai gempa pertama berkekuatan 8,9 skala richter.(umi)

• VIVAnews

Senin, 26 Juli 2010

Gempa 9 SR Bisa Tenggelamkan Pesisir Sumbar

Gempa 9 SR Bisa Tenggelamkan Pesisir Sumbar
Gempa akan menyebabkan daratan di kawasan pesisir turun 1,5 meter.
SENIN, 26 JULI 2010, 15:16 WIB
Umi Kalsum
Peta Gempa Sumatra (esdm.go.id)

VIVAnews - Gempa 9 Skala Richter yang diduga berada di segmen Mentawai, Sumatera Barat bila terjadi bisa megubah wajah Kota Padang dan sejumlah daerah yang berada di pesisir pantai barat.

“Gempa ini akan menyebabkan daratan di kawasan pesisir turun hingga 1,5 meter sedangkan Mentawai akan naik hingga 2 meter,” ujar Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Sumbar Ade Edwar pada VIVAnews, Senin 26 Juli 2010.

Kondisi ini akan mengancam sejumlah kawasan yang terbilang rendah di Sumbar yang berada di pesisir pantai. Tercatat enam daerah di Sumbar berhadapan langsung dengan Samudera Hindia.

Di Padang, sejumlah kawasan seperti Lubuk Buaya, Tabing, dan kawasan Bungus yang sering terkena banjir rob (air laut pasang) dikhawatirkan hilang. “Sejumlah daerah di garis pantai yang berhadapan langsung dengan samudera (Hindia) paling terancam, bisa terendam dan hilang,” kata Ade.

Ironisnya, potensi gempa yang berada di segmen Mentawai kemungkinan besar menyebabkan tsunami setinggi 2 meter dan menghantam kawasan pesisir pantai barat Sumbar. Potensi gempa di segmen Mentawai berada di laut dangkal sehingga potensi tsunami cukup besar.

Gelombang tsunami diprediksi akan menyapu kawasan hingga radius dua kilometer dari bibir pantai. Sebanyak 600 ribu penduduk mendiami kawasan bibir pantai ini yang tersebar di 637 dusun di tujuh kabupaten, Kota Padang, Pasaman Barat, Agam, Kota Pariaman, Kabupaten Pariaman, dan Mentawai.

Persiapan Sumbar menghadapi bencana besar ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak dari dalam negeri maupun asing. Sumbar telah memiliki alat pemantau gempa dan gelombang tsunami yang terpasang di perairan Mentawai.

Buoy Tsunami Early Warning Sytem ini juga dilengkapi dengan enam sirene tsunami yang terpasang di kawasan pesisir barat Sumbar. Sirene tsunami yang ada Sumbar ini berfungsi sesuai dengan Standard Operasi Prosedur.

“Saat terjadi gempa besar, kita mempunyai waktu 15 menit untuk membunyikan sirene yang ada sebagai tanda peringatan tsunami bagi warga,” ujar Ade. Untuk lebih akurat, Sumbar berniat memasang satu CCTV lagi di perairan Mentawai. Sebelumnya, satu unit CCTV telah dipasang di perairan Pantai Padang.

Laporan: Eri Naldi | Padang

• VIVAnews