Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2012

Tornado Kembali Terjang Amerika, Kerusakan Parah


Tornado Kembali Terjang Amerika, Kerusakan Parah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 04/04/2012 11:58 WIB
Foto: AFP
Texas, Badai tornado kembali menerjang wilayah Amerika Serikat. Tornado-tornado ganas menghantam wilayah padat penduduk Dallas-Fort Worth di Texas pada Selasa, 3 April waktu setempat. Sejauh ini belum ada laporan korban namun tornado ini telah menimbulkan kerusakan parah.

Banyak rumah rusak berat dan bahkan mobil-mobil pun terlempar ke udara. Ahli meteorologi Dinas Cuaca Nasional Jesse Moore mengatakan, sebanyak 10 sampai 12 serangan tornado pada Selasa sore waktu setempat telah menimbulkan kekacauan di wilayah berpenduduk sekitar 6,3 juta jiwa itu.

Ratusan rumah dan tempat-tempat usaha rusak berat akibat tornado ini. "Kami melihat atap-atap rumah beterbangan, rumah benar-benar hancur, truk-truk terlempar," kata Moore.

"Ini benar-benar hari dengan cuaca buruk bagi Texas utara," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/4/2011).

Bahkan sebuah tornado menyebabkan truk-truk di Flying J Truck Plaza di Dallas, terangkat ke udara seperti mainan. Demikian dikatakan seorang sopir truk Michael Glennon.

Dikatakan Moore, serangan badai kini bergerak ke timur menuju Oklahoma, Arkansas dan Louisiana dengan potensi angin kencang dan tornado-tornado lainnya.

Akibat tornado ini, sekitar 400 penerbangan terpaksa dibatalkan di Bandara Internasional Dallas-Fort Worth, bandara tersibuk ke-8 di dunia. Akibatnya ribuan penumpang pesawat terlantar.

Musim tornado di AS telah dimulai sejak awal tahun ini. Sejauh ini dilaporkan 57 orang tewas akibat tornado-tornado sepanjang 2012 ini. Sebelumnya pada tahun 2011, tercatat 316 nyawa melayang akibat tornado mematikan pada 27 April di lima negara bagian AS dan 161 orang tewas di Joplin, Missouri akibat tornado dahsyat pada 22 Mei lalu.

(ita/nrl)

Sabtu, 03 Maret 2012

Satu Kota Kecil di Amerika Lenyap Diterjang Tornado


Satu Kota Kecil di Amerika Lenyap Diterjang Tornado

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 03/03/2012 11:35 WIB
Foto : Reuters

Indiana, Badai tornado kembali menerjang sejumlah wilayah di Amerika Serikat. Bahkan sebuah kota kecil di negara bagian Indiana musnah dihantam tornado dahsyat yang terjadi pada Jumat, 2 Maret waktu setempat.

"Laporan-laporan lewat telepon menyebutkan Marysville lenyap," kata Mayor Chuck Adams, juru bicara kepolisian di Clark County, Indiana seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (3/3/2012). Marysville merupakan kota kecil dekat perbatasan Tennessee.

"Saya belum bisa mengkonfirmasi kerusakan apapun di sana -- kami saat ini hanya mencoba berkonsentrasi pada daerah-daerah yang lebih padat penduduk dan kami dibanjiri telepon," tuturnya.

Badai tornado ini menyebabkan banyak rumah rata dengan tanah, sekolah-sekolah dan tempat usaha pun hancur dihantam tornad
o. Bahkan mobil-mobil dan truk saling berlemparan ke udara. Begitu pula pohon-pohon yang bertumbangan.

Sementara itu diberitakan, setidaknya 6 orang tewas akibat tornado yang menerjang wilayah-wilayah AS tengah ini. Lima orang lainnya dilaporkan tewas namun angka tersebut belum dikonfirmasi resmi.

Sebelumnya 13 orang tewas akibat tornado di enam negara bagian AS sejak beberapa hari lalu.
Badan Cuaca Nasional AS (NSW) menyatakan telah meneria 74 laporan serangan tornado di 7 negara bagian pada Jumat malam waktu setempat. Tornado-tornado lainnya diramalkan akan kembali menghampiri hingga Sabtu dini hari waktu setempat di empat negara bagian.

"Ini situasi yang berbahaya," demikian peringatan NSW.

Puncak musim tornado di negara-negara bagian selatan biasanya pada Maret hingga Mei. Sementara di negara-negara bagian selatan biasanya pada akhir musim semi hingga awal musim panas.

(ita/ita)

Kamis, 07 Juli 2011

VIDEO: Badai Pasir Raksasa Landa Amerika

VIDEO: Badai Pasir Raksasa Landa Amerika

Badai pasir 'Habub' memiliki ketinggian mencapai 8.000 hingga 10.000 kaki.

KAMIS, 7 JULI 2011, 07:04 WIB
Eko Huda S

VIVAnews - Sebuah badai pasir raksasa melanda kawasan Phoenix, negara bagian Arizona, Amerika Serikat, Selasa 5 Juli 2011 malam waktu setempat. Badai yang dikenal dengan nama 'Habub' ini menimbulkan tumbangnya pepohonan dan kerusakan lainnya.

Berdasarkan data dari radar, ketinggian badai pasir itu mencapai 8.000 hingga 10.000 kaki. Badai ini disertai dengan tiupan angin kencang.

Kecepatan badai mencapai 112 km/jam. Radius badai kali ini hingga 48 km. Habub kali ini menyebabkan jarak pandang sangat terbatas. Sehingga, Bandara Internasional Sky Harbour ditutup akibat badai ini.

Badai Habub ini biasa terjadi antara bulan Mei hingga September. Badai kali ini merupakan badat terbesar yang pernah terjadi di Arizona.

Lihat videonya
di sini.

• VIVAnews

Senin, 16 Mei 2011

Amerika Diserang Ribuan Tenggeret

Amerika Diserang Ribuan Tenggeret
Tenggeret terakhir kali memenuhi langit AS 13 tahun lalu.
JUM'AT, 13 MEI 2011, 15:47 WIB
Eko Huda S

VIVAnews -- Jika di Indonesia baru saja 'diserang' ulat bulu, di Amerika Serikat lain lagi ceritanya. Negara Paman Sam ini sedang menerima serangan 'pasukan' tenggeret.

Para ahli menyebut, tenggeret yang menyerang AS ini sebagai Brood XIX. Serangga bersayap ini kembali muncul setelah 13 tahun tak menampakkan diri di langit AS. Kini, tenggeret-tenggeret itu mulai keluar. Saat 'penyerangan' itu, telah tiba.

'Tentara' bermata merah ini telah mencapai wilayah selatan AS. Memaksa para petani melindungi tanaman mereka dengan jaring-jaring yang kuat.

"Ada jutaan di pepohonan," kata Greta Beekhuis, seorang warga di kawasan Pittsboro, Carolina Utara, kepada USA Today sebagaimana dilansir oleh laman daylimail.com, Kamis 12 Mei 2011. "Suara tenggeret dapat didengar di mana-mana."

"Ketika saya keluar dari rumah ke toko untuk membeli barang, saya berlari melewati ribuan tenggeret. Mereka dimana-mana. Udara terasa sesak dengan kehadiran mereka."

Dilaporkan, tenggeret-tenggeret ini menetas secara massal di wilayah Carolina Selatan, Georgia, Mississippi, Carolina Utara, dan Arkansas. Tapi sekarang, serangga ini tengah menuju ke utara. Mereka keluar untuk berkembang biak.

Sebenarnya, tenggeret tidaklah berbahaya bagi manusia. Gangguan yang mungkin muncul adalah suara mereka yang bising, kekuatannya bisa mencapai 120 desibel.

Mereka bergemuruh, berdengung memenuhi udara hanya untuk satu bulan, selama proses reproduksi. Pejantan tenggeret akan mengeluarkan suara bergemuruh dan melengking ketika tiba masa kawin. Suara keras mereka dikeluarkan dengan menggosokkan keki-kaki mereka secara bersamaan.

Meskipun orang awam merasa terganggu dengan kemunculan tenggeret ini, tidak demikian bagi para peneliti. Bagi mereka, tenggeret-tenggeret ini justru sangat tertarik untuk diteliti. Karena tidak akan mendapatkan kesempatan lagi hingga tahun 2024 mendatang.

Para ilmuan menyebut tenggeret yang menyerang AS sebagai indukan besar dari selatan atau Brood XIX. "Mereka memiliki mata merah, tidak menyengat, tidak menggigit," kata ahli hortikultura dari UT Agricultural Extention, Carol Reese kepada the Jackson Sun.

"Tenggeret ini menakutkan ketika berdengung, tapi sebenarnya mereka tidak berbahaya."

Steve Frank, asisten profesor di Departemen Entomologi N.C. State University, kepada the Herald Sun mengatakan: "Ide binatang keluar secara massal adalah kejadian yang sangat menarik."

"Ini secara umum mengisyaratkan untuk memperbanyak predator kita. Pertama mungkin meningkatkan burung dan predator lainnya."

Brood XIX terakhir kali memenuhi langit AS pada tahun 1998 silam. Mereka adalah varietas tenggeret terbanyak di dunia. Muncul dari dalam tanah setiap 13 hingga 17 tahun sekali untuk kawin, tergantung jenis masing-masing.

Secara keseluruhan, dikenal 15 jenis indukan, sebagai grup keturunan. Sebanyak 12 jenis muncul setiap 17 tahun dan tiga jenis lagi muncul tiap 13 tahun.

Saat proses berkembang biak, tenggeret betina meletakkan telur-telur mereka di kulit pohon selama enam atau delapan minggu.

"Bayi yang lahir belakangan akan memiliki kesempatan hidup yang lebih bagus, karena predator mereka telah memakan tenggeret lain."

Tenggeret Brood XIX ini memiliki panjang sekitar satu inchi, mereka makan dengan cara menghisap sari yang ada di batang pohon.

Binatang ini tidak membunuh pohon dewasa dan tanaman yang besar yang mereka mangsa. Tapi, tanaman yang lebih muda bisa rusak karena dijadikan tempat bagi larva-larva tenggeret dalam jumlah yang sangat banyak. (umi)

• VIVAnews