Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amerika Serikat. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Tornado Hantam AS, Sepertiga Kota Hancur

Tornado Hantam AS, Sepertiga Kota Hancur
"Bisa saya katakan sekitar 75 persen kota sudah musnah."
SENIN, 23 MEI 2011, 15:47 WIB
Denny Armandhanu
Kerusakan akibat badai di kota Joplin, Missouri, AS. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

VIVAnews - Badai tornado menerpa kota Joplin, negara bagian Missouri, Amerika Serikat, membuat sepertiga kota tersebut hancur lebur. Belum dikeluarkan jumlah korban tewas, namun diduga korban mencapai puluhan orang.

Dilansir dari laman Associated Press, Senin, 23 Mei 2011, badai terjadi pada Minggu malam waktu setempat. Angin kencang membuat semua yang dilaluinya hancur, beberapa puing bahkan terbawa angin hingga 112 kilometer jauhnya.

Rumah-rumah yang kebanyakan terbuat dari kayu runtuh, mobil-mobil terbalik terbawa angin, dan pohon-pohon tercabut dari akarnya. Jalanan masih sulit diakses karena banyaknya reruntuhan yang menutupi hampir seluruh ruas jalan. Jalur komunikasi juga putus, menyulitkan proses penyelamatan.

"Bisa saya katakan sekitar 75 persen kota sudah musnah," ujar Kathy Dennis dari Palang Merah AS.

Belum ada laporan resmi korban tewas dari pemerintahan lokal kota Joplin. Namun, APmendapatkan kabar sebanyak 24 orang dipastikan tewas. Dikonfirmasi, juru bicara kota Joplin, Lynn Onstot, mengatakan korban diperkirakan lebih dari itu.

"Kami khawatir jumlahnya lebih dari itu, 24 orang hanyalah perkiraan jumlah minimal," ujar Onstot.

Kerusakan akibat badai di kota Joplin, AS.

Onstot mengatakan bahwa badai yang terjadi kemarin lebih parah dibandingkan badai serupa bulan lalu di wilayah selatan AS yang menewaskan 300 orang. Dia mengatakan bahwa badai tornado menghantam sebuah rumah sakit yang dipenuhi pasien, sebuah toko konstruksi, beberapa pusat bisnis dan restoran.

Keith Stammer, kepala tim penyelamat mengatakan bahwa sedikitnya 2.000 gedung rusak di kota berpenduduk 50.000 orang tersebut. Terparah terkena badai adalah rumah sakit St. John Regional Medical Center.

"Jika kau melihat gambar akibat Perang Dunia II, kerusakan akibat badai persis seperti di gambar itu," ujar kepala sekolah Joplin yang runtuh, Kerry Sachetta.

Kerusakan akibat badai di kota Joplin, AS.

• VIVAnews

Senin, 19 Juli 2010

AS khawatir minyak merembes dari dasar

Senin, 19/07/2010 02:26 WIB
AS khawatir minyak merembes dari dasar
BBCIndonesia.com - detikNews
Kebocoran di Teluk Meksiko

Amerika Serikat khawatir minyak akan merembes dari dasar laut dekat sumur minyak di Teluk Meksiko.

Pejabat yang bertanggung jawab atas pembersihan tumpahan minyak, Thad Allen mengatakan jika zat yang dari dasar laut kontinen ditemukan metana ini bisa berarti minyak juga bocor.

Jika hal itu benar terjadi, dia akan memerintahkan British Petroleum untuk menyerahkan rencana membuka lagi sumur yang disumbat agar minyak mengalir ke permukaan.

Namun BP menyatakan memerlukan waktu tiga hari untuk memulai proses ini.

Pada saat itu, kebocoran harian puluhan ribu ton barel minyak yang telah disumbat hari Kamis akan mulai lagi.

Sumur minyak mulai bocor ke Teluk Meksiko setelah anjungan minyak milik BP Deepwater Horizon meledak 20 April lalu menyebabkan 11 pekerja tewas dan anjungan itu tenggelam dua hari kemudian.

BP berharap penyumbat itu bisa tetap dipertahankan sampai sumur alternatif menghentikan kebocoran selamanya.

(bbc/bbc)

http://www.detiknews.com/read/2010/07/19/022645/1402124/934/as-khawatir-minyak-merembes-dari-dasar?881101934

Rabu, 14 Juli 2010

Lubang Besar Menganga di Florida, Satu Mobil Ambles

Selasa, 13/07/2010 16:20 WIB
Laporan dari AS
Lubang Besar Menganga di Florida, Satu Mobil Ambles
Rita Uli Hutapea - detikNews

wtsp.com
Tampa - Sebuah lubang besar (sinkhole) menganga di dekat kampus utama University of South Florida (USF), Tampa, Florida, Amerika Serikat. Bahkan sebuah mobil ambles ke dalam sinkhole di area parkir kompleks kondominium tersebut.

Berdasarkan pantauan detikcom, lubang yang muncul sejak Minggu, 11 Juli waktu setempat itu terus menghiasi pemberitaan media lokal.

Menurut situs berita lokal, 10connects.com, lubang yang mengangga di Jalan 50th, sebelah timur kampus utama USF itu saat ini lebarnya diperkirakan sekitar 25 kaki (7,6 meter). Sedangkan kedalamannya pastinya tidak diketahui namun dipastikan lebih dari 17 kaki (5,2 meter). Lubang tersebut terus bertambah besar bahkan kini mobil yang terperosok ke dalam lubang tersebut sudah tak terlihat lagi.

Sebagian warga yang tinggal di kondominium tersebut memilih meninggalkan kediaman mereka karena mengkhawatirkan lubang yang terus membesar itu. Mereka sementara tinggal di hotel ataupun di rumah teman atau kerabat.

Menurut para pakar sudah terlambat untuk mengangkat mobil tersebut dari lubang. Sebab penggalian ataupun getaran dari alat-alat mesin akan menyebabkan lubang bertambah besar dan akan semakin mengancam struktur tanah di dekatnya.

Bagi warga Florida, kemunculan sinkhole bukanlah hal asing. "Itu sering terjadi di sini," kata Dr. Robert Dardenne, profesor Departemen Jurnalisme dan Studi Media USF.

"Bahkan di sini ada asuransi untuk mengcover kejadian seperti itu," ujar Dardenne kepada detikcom saat berbicang-bincang di kampus USF di St.Petersburg, Senin (12/7/2010). detikcom berada di AS dalam rangka program kunjungan internasional yang disponsori Deplu AS.

Ini bukan pertama kali lubang ataupun sinkhole menelan mobil-mobil di Florida. Pada tahun 1981 silam, sebuah sinkhole sedalam 100 kaki (30,5 meter) muncul di Winter Park dekat Orlando. Sinkhole tersebut menelan sebuah rumah dan sebagian gedung dealer mobil. Helikopter besar dikerahkan untuk mencoba mengangkat beberapa mobil mahal keluar dari sinkhole tersebut, namun kendaraan-kendaraan itu terus terperosok lebih dalam dan tak pernah terlihat lagi.

Menurut 10connects.com, setidaknya 30 sinkhole telah muncul di wilayah Tampa Bay dalam sepekan ini. Kemunculan sinkhole tersebut terkait dengan struktur tanah dan bebatuan di sejumlah wilayah di Tampa.

(ita/nrl)

Rabu, 07 April 2010

Ledakan Tambang Tewaskan 25 Orang di AS

Ledakan Tambang Tewaskan 25 Orang di AS

Montcoal-Sebuah ledakan yang mengguncang tambang batu bara di wilayah terpencil Montcoal, West Virginia, Amerika Serikat (AS), menewaskan 25 pekerja, Selasa, 6 April 2010.

Kecelakaan ini merupakan bencana terburuk dalam dunia pertambangan AS sejak 1984. Tahun 1984, sebanyak 27 orang tewas dalam kebakaran di tambang Emery Mining Corp di Orangeville, Utah, AS.

Tim penyelamat telah menghentikan upaya evakuasi pada Selasa pagi meski disebutkan masih ada empat orang lagi yang diduga terjebak. Ledakan terjadi menjelang Senin malam waktu setempat, 5 April 2010 di tambang Upper Big Branch yang dikelola oleh Performance Coal Company, cabang Massey Energy, di kota Mountcoal yang terletak di sekitar 50 kilometer selatan Charleston.

Presiden Barack Obama telah menelepon Gubernur West Virginia, Joe Manchin, untuk menyampaikan belasungkawa pada keluarga yang ditinggalkan. “Obama berkata pada Manchin bahwa pemerintah federal siap memberikan apapun yang diperlukan dalam upaya penyelamatan,” tulis pernyataan dari Gedung Putih.

Meski penyebab ledakan belum diketahui, aktivitas penambangan di lokasi tersebut memiliki sejarah kelam karena tidak menyediakan ventilasi memadai untuk gas metana yang mudah terbakar.voanews


  • Editor : Satwiko Rumekso
http://www.surya.co.id/2010/04/06/ledakan-tambang-tewaskan-25-orang-di-as.html