Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Australia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2011

Earthquake shakes Australia, New Zealand

Earthquake shakes Australia, New Zealand


BRISBANE, Australia – Moderate earthquakes rattled parts of Australia and New Zealand on Saturday, including the devastated city of Christchurch where power was cut to thousands of homes, officials said.

No major damage was reported from either quake, and no tsunami warning was issued.

The magnitude-5.2 quake that struck Christchurch was far less powerful than one that leveled office blocks and homes in the New Zealand city on Feb. 22, killing at least 169 people and devastating the downtown area.

Energy supplier Orion said Saturday's quake cut power to about 20,000 homes and businesses in the city, but officials were working quickly to restore service. No other damage was reported.

Christchurch has been hit by scores of aftershocks since the February disaster.

Eighteen minutes before New Zealand's earthquake Saturday, a magnitude-5.2 quake hit about 80 miles (125 kilometers) southeast of the Australian coastal city of Townsville in Queensland state, at a depth of about 6 miles (10 kilometers) below the ocean floor.

"It scared my daughter enough that she jumped on the couch with me and my windows were rattling," Townsville local government councilor Natalie Marr said.

Australian Broadcasting Corp. reported from Queensland that residents of several towns and cities along the coast felt the quake.

http://news.yahoo.com/s/ap/20110416/ap_on_re_as/as_australia_earthquake;_ylt=AhPjNfvVOQ0HpW.sKFUb1ShvaA8F;_ylu=X3oDMTJrZzBuc2l2BGFzc2V0A2FwLzIwMTEwNDE2L2FzX2F1c3RyYWxpYV9lYXJ0aHF1YWtlBHBvcwM1BHNlYwN5bl9tb3N0X3BvcHVsYXIEc2xrA2VhcnRocXVha2VzaA--

Minggu, 16 Januari 2011

Korban Banjir Waspadai Hiu di Tengah Kota

Korban Banjir Waspadai Hiu di Tengah Kota


Getty Images

VIVAnews - Setelah melihat buaya dan ular masuk wilayah pemukiman, kekhawatiran korban banjir di negara bagian Queensland, Australia, bertambah. Kini, seorang warga mengaku telah melihat hewan predator lain, yaitu seekor ikan hiu.

Anggota dewan kota Goodna, Ipswich, Paul Tully, seperti dilansir harian Brisbane Times, Kamis 13 Januari 2011, mengatakan bahwa salah seorang warganya, Steve Bateman, mengaku melihat seekor ikan hiu banteng berenang di depan sebuah toko yang tergenang banjir.

Namun, pengakuan Bateman di Kota Goodna ini belum dapat dikonfirmasi karena dia tengah mengungsi entah kemana. Tully mengatakan bahwa dia memercayai Bateman dengan mengatakan bahwa Bateman bukanlah pria yang suka berbohong.

“Dia bukan tipe seorang pembohong. Dia mengatakan telah melihat hiu berenang di dekat pusat pertokoan dan saya memercayainya,” ujar Tully.

“Hiu di jalan utama Goodna mungkin adalah sesuatu yang tidak pernah terjadi sebelumnya,” lanjut Tully lagi.

Bateman, ujar Tully, mengaku melihat hiu jenis banteng. Hiu jenis ini banyak ditemukan di perairan dangkal dan hangat sepanjang pantai, dan dikenal karena kelakuannya yang tidak dapat diprediksi, terkadang agresif. Karena laporan Tully, polisi menyarankan warga untuk menjauhi banjir.

Direktur Seaworld Australia, Trevor Long, mengatakan bahwa kemungkinan ditemukannya hiu banteng di lokasi banjir bukan tidak mungkin. Dia mengatakan bahwa hiu banteng memiliki toleransi yang tinggi pada air tawar, menyebabkan mereka dapat melahirkan di sungai Brisbane.

Long mengatakan bahwa yang dilihat oleh Bateman kemungkinan adalah anak hiu banteng yang panjangnya bisa mencapai 1,5 meter. Anak-anak hiu banteng biasanya mencari makan di sungai, setelah dewasa mereka mencari makan di laut.

“Mereka adalah binatang yang sensitif, mereka akan kabur jika mendengar suara atau percikan air,” ujar Long.

“Tidak perlu dikhawatirkan, tapi perlu dicatat bahwa mereka berenang ke permukaan pada malam hari untuk mencari makan, jadi saya pasti menghindari perairan tersebut,” lanjut Long lagi.

Sebelumnya di kota Rockhampton, Queensland, minggu lalu, warga melihat penampakan buaya dan ular di lokasi banjir. Penampakan mereka membuat khawatir, karena lokasi banjir hingga mencapai pemukiman warga dan tempat pengungsian.

http://id.news.yahoo.com/viva/20110113/twl-korban-banjir-waspadai-hiu-di-tengah-cfafc46.html

Rabu, 12 Januari 2011

Diterjang Banjir Dahsyat, Australia Kebanjiran Bantuan

Rabu, 12/01/2011 15:08 WIB
Diterjang Banjir Dahsyat, Australia Kebanjiran Bantuan
Rita Uli Hutapea - detikNews



Reuters
Jakarta - Tawaran bantuan dan dukungan mengalir dari seluruh dunia untuk negara bagian Queensland, Australia yang tengah dilanda bencana banjir. Negara-negara seperti Indonesia, Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya serta Afrika telah menawarkan bantuan.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd kepada Nine Network, Rabu (12/1/2011).

"Kami kebanjiran ungkapan dukungan dari seluruh dunia, tawaran bantuan materiil," kata Rudd. "Jadi ini telah menarik perhatian dunia," imbuh mantan Perdana Menteri (PM) Australia itu.

Pemerintah Indonesia telah menyumbang bantuan sebesar US$ 1 juta untuk mengatasi bencana banjir dahsyat di Queensland tersebut.

Kota-kota di negara bagian Queensland telah diterjang banjir sejak Desember 2010 lalu. Sejauh ini sudah 12 orang yang tewas akibat banjir terburuk di negeri Kangguru itu. Kota terbesar ketiga di Australia, Brisbane hari ini terendam banjir yang terjadi sekali dalam seabad.

Ribuan orang telah mengungsi ke pusat-pusat evakuasi. Akibat banjir ini, sekitar 100 ribu rumah mengalami pemadaman listrik.

Ini merupakan banjir terburuk di Brisbane, kota yang didiami sekitar 2 juta jiwa, sejak tahun 1893 silam.

"Kita tengah menghadapi banjir sekali dalam 100 tahun," kata perdana menteri Queensland Anna Bligh seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (12/1/2011).

Dikatakan Bligh, sebanyak 3.585 orang terpaksa mengungsi ke 57 pusat evakuasi di berbagai penjuru Queensland. Ribuan orang lainnya telah meninggalkan rumah mereka dan kini tinggal di rumah-rumah keluarga dan teman-teman mereka.


(ita/nrl)

12 Orang Tewas, Ribuan Orang Mengungsi

Rabu, 12/01/2011 13:11 WIB
Banjir Dahsyat di Australia
12 Orang Tewas, Ribuan Orang Mengungsi
Rita Uli Hutapea - detikNews



Reuters
Brisbane - Korban jiwa terus berjatuhan akibat banjir yang melanda negara bagian Queensland, Australia. Sejauh ini sudah 12 nyawa melayang dan besar kemungkinan korban jiwa bakal terus bertambah. Sebab saat ini ada sekitar 67 orang yang hilang akibat banjir dahsyat ini.

Kota terbesar ketiga di Australia, Brisbane hari ini terendam banjir yang terjadi sekali dalam seabad tersebut.

Ribuan orang telah mengungsi ke pusat-pusat evakuasi. Akibat banjir ini, sekitar 100 ribu rumah mengalami pemadaman listrik.

Ini merupakan banjir terburuk di Brisbane, kota yang didiami sekitar 2 juta jiwa, sejak tahun 1893 silam.

"Kita tengah menghadapi banjir sekali dalam 100 tahun," kata perdana menteri Queensland Anna Bligh seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Rabu (12/1/2011).


"Kita menghadapi kedatangan jumlah air yang masiv ke dalam sistem sungai kita yang akan membanjiri ribuan properti," imbuh Bligh.

Dikatakan Bligh, sebanyak 3.585 orang terpaksa mengungsi ke 57 pusat evakuasi di berbagai penjuru Queensland. Ribuan orang lainnya telah meninggalkan rumah mereka dan kini tinggal di rumah-rumah keluarga dan teman-teman mereka.

(ita/nrl)

Banjir di Australia, 10 Korban Tewas, 78 Warga Dilaporkan Hilang

Rabu, 12/01/2011 04:26 WIB
Banjir di Australia, 10 Korban Tewas, 78 Warga Dilaporkan Hilang
Aprizal Rahmatullah - detikNews



Foto: AFP
Brisbane - Banjir yang melanda Brisbane, Australia membuat ribuan orang mengungsi. 10 orang korban dinyatakan tewas sementara 78 lainnya hilang.

Para pekerja dievakuasi secara massal setelah sungai Brisbane meluap. Pejabat setempat mengatakan ada 6.500 properti di daerah pusat kota yang bakal terendam. Banjir hebat ini merupakan musibah terbesar sejak 1893.

"Air sedang dalam perjalanan," kata Wali Kota Brisbane Campbell Newman seperti dikutip dari AFP, Rabu (12/1/2011).

"Hari ini (banjir) sangat signifikan, besok (hari ini) lebih buruk, dan Kamis akan sangat berpengaruh bagi warga dan sektor bisnis," tambah Newman.

Eksodus pengungsi menggunakan bus, kereta api dan mobil terus bergerak sehari setelah banjir bandang menghancurkan kota bukit dari Toowoomba, 125 kilometer (80 mil) dari Great Dividing Range, Australia Barat .

Di kota Brisbane sendiri warga panik dan kocar-kacir menyelamatkan diri dan barang-barang dari rumah mereka. "Pada supermarket lokal kami, semua hal penting yang terjual habis," kata pengacara Paul Betros Brisbane

"Tidak ada roti, susu, baterai, air kemasan, roti telah terjual dan tokonya telah ditutup," terangnya.


(ape/did)


Selasa, 11 Januari 2011

Ibukota di Australia Timur Siaga Banjir

Ibukota di Australia Timur Siaga Banjir
Ketinggian air banjir yang terjadi di Brisbane besok bisa mencapai lebih dari lima meter
SELASA, 11 JANUARI 2011, 15:36 WIB
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu

VIVAnews - Kesiagaan melanda penduduk Brisbane, Australia, saat banjir bandang diperkirakan terjadi di ibukota negara bagian Queensland itu Rabu esok. Mereka ramai-ramai beli kebutuhan pokok dan mengungsi, sementara aliran listrik mulai dimatikan, layanan transportasi diberhentikan, dan karyawan kantor dipulangkan lebih cepat.

Berita mengenai bahaya banjir bandang diumumkan oleh Menteri Besar Queensland Anna Bligh, seperti dilansir harian Herald Sun, Selasa 11 Januari 2011. Dia mengatakan bahwa banjir besar akan melanda Brisbane pada Rabu esok. Selain Brisbane, Kota Ipswich juga akan terkena imbasnya.

“Ipswich dan Brisbane akan menghadapi ancaman yang terbesar dan ujian yang terberat selama lebih dari 35 tahun,” ujar Bligh. Dia pun teringat pada banjir besar di Brisbane tahun 1974.

Brisbane merupakan kota terbesar di Australia timur. Jumlah penduduk Brisbane sebanyak lebih dari dua juta jiwa dan dinilai sebagai terpadat ketiga di Australia. Genangan air awal pekan ini mulai terlihat di sejumlah wilayah di Brisbane.

Bligh memperingatkan, ketinggian air banjir yang bakal melanda Brisbane besok bisa mencapai lebih dari lima meter. Bligh juga menjelaskan bahwa dinding air yang terbentuk akibat arus deras yang sebelumnya menghantam kota Toowoomba akan menghantam 32 daerah pemukiman dan sebagian pusat bisnis Brisbane.

“Saat ini kita tengah berada pada pengalaman yang menakutkan. Pada saat seperti ini kita semua harus tenang dan bersabar,” ujar Bligh.

Walikota Brisbane, Campbell Newman, mengatakan bahwa lebih dari 6.500 rumah akan terkena dampak paling parah luapan banjir dari sungai Brisbane besok. Sementara 16.500 rumah lainnya akan terkena sebagian dari banjir.

Dia menyerukan kepada penduduk untuk segera mengungsi ke tempat penampungan yang disediakan pemerintah. Diduga bendungan Wivanoe, yang terletak 80 km dari pusat kota Brisbane, tidak akan kuat menampung arus banjir. Pemerintah, ujar Newman, telah bersiap-siap untuk mengevakuasi lebih dari 3.000 orang dari daerah yang diduga akan tertimpa banjir terparah.

“Terdapat air dalam jumlah besar yang sedang menuju kemari,” ujar Newman.

Listrik-listrik dilaporkan telah dimatikan di beberapa daerah pemukiman warga. Dilaporkan, warga mulai membeli bahan-bahan makanan untuk keluarganya selama di penampungan nanti. Menurut pemantauan Herald Sun, beberapa supermarket kehabisan roti, air botolan dan sayur-sayuran serta berbagai bahan makanan pokok lainnya.

Beberapa pertokoan dan perkantoran di pusat bisnis Brisbane mulai memulangkan para karyawannya. Rumah sakit Royal Brisbane juga membatalkan beberapa operasi ringan.

Transportasi darat di beberapa wilayah dikabarkan hanya akan beroperasi sampai sore nanti, sementara di beberapa bagian lainnya transportasi diberhentikan karena banjir yang mulai meninggi.

• VIVAnews

Rabu, 05 Januari 2011

Korban Banjir Australia Rentan Disantap Buaya

Korban Banjir Australia Rentan Disantap Buaya
Banyak warga melihat ular maupun buaya di genangan air.
SELASA, 4 JANUARI 2011, 15:35 WIB
Renne R.A Kawilarang, Denny Armandhanu

VIVAnews - Banjir bandang di negara bagian Queensland, Australia bagian timur laut, sejak Minggu kemarin telah menewaskan sedikitnya tiga orang. Mereka tersapu arus deras luapan sungai.

Namun, bukan itu saja ancaman yang mengintai penduduk setempat. Queensland memiliki banyak ular dan buaya lapar, yang siap memangsa warga yang terjebak banjir.

Menurut kantor berita Associated Press, ancaman-ancaman ini menambah berat tugas penyelamat dan proses evakuasi korban banjir, terutama di kota Rockhampton. Akses jalan yang terputus di daerah ini membuat penduduk terjebak di genangan air. Di daerah tepian sungai Fritzroy, sebanyak 500 orang diungsikan saat air mencapai ketinggian pinggang orang dewasa.

Luapan sungai ini membuat habitat alam yang berada di dalamnya bebas berkeliaran ke sekeliling warga. Walikota Rockhampton, Brad Carter, Selasa 4 Januari 2011, sudah banyak warga yang mengaku melihat ular dan buaya di genangan air banjir.

Carter mengatakan bahwa penampakan ini terhitung lebih sering dibandingkan hari biasa karena binatang-binatang tersebut berkeliaran untuk mencari daratan kering. Dia juga mengatakan bahwa petugas telah memperingatkan warga mengenai hal ini.

“Saya kira tidak akan menjadi ancaman jika warga menghindar dari air, tapi jika mereka masuk ke dalam air, maka keselamatan mereka tidak dijamin,” ujar Carter.

Pekerja penyelamat binatang, Wendy Hilcher, mengatakan bahwa berita buaya dan ular yang mulai muncul membuat usahanya dan kelompoknya untuk menyelamatkan binatang peliharaan yang tertinggal menjadi sulit.

“Bukan hanya masalah keamanan untuk menuju tempat ini, namun yang terdapat di dalam air juga masalah besar. Jika terlalu berbahaya, maka kami akan pergi dari sana,” ujar Hicher.

Banjir yang terjadi di Queensland sejak Minggu, 2 Januari 2011, menggenangi wilayah seluas negara Prancis dan Jerman itu , yaitu 850.000 kilometer persegi. Lebih dari 20 kota di Queensland terisolasi dan diyatakan sebagai daerah bencana. Sebanyak 200.000 orang menderita karena rumah mereka tergenang banjir.

Sebagian besar dari mereka sudah diungsikan ke tempat pengungsian dengan menggunakan helikopter. Banijr juga memutus akses jalan dan merusak lahan-lahan pertanian. Di daerah Rockhampton sendiri, air masih terus meninggi dan puncaknya diperkirakan terjadi pada Selasa tengah malam.(umi)


• VIVAnews

Senin, 03 Januari 2011

Badai baru menuju Australia

Minggu, 02/01/2011 21:35 WIB
Badai baru menuju Australia
BBCIndonesia.com - detikNews

Daerah Rockhampton di Queensland, Australia sudah tergenang

Biro Meteorologi Australia memperkirakan, badai besar mengancam terjadinya banjir bandang baru di negara bagian Queensland, Australia, yang sudah tergenang air.

Badan itu memperkirakan hari Minggu (2/1) malam akan terjadi "angin merusak, hujan sangat deras, banjir bandang dan hujan es besar" di sejumlah tempat di negara bagian tersebut.

Akses ke lebih dari 20 kota terputus atau tergenang banjir di kawasan yang lebih luas dari Prancis atau Jerman itu, dan 200.000 orang terkena dampaknya.

Sementara itu, seorang wanita tersapu banjir ketika sedang mengemudikan mobilnya di jalan dan dia menjadi korban tewas pertama dalam bencana banjir besar ini.

Paling tidak dua orang lain dilaporkan hilang.

Di sejumlah tempat air mulai surut, tetapi di Rockhampton, sebuah kota berpenduduk 77.000 orang, ketinggian air belum mencapai puncaknya.

Air banjir bisa mencapai sembilan meter pada hari Senin (3/1) dan mencapai puncaknya di ketinggian 9,4 meter pada hari Rabu, demikian menurut Biro Meteorologi Australia.

(bbc/bbc)


http://www.detiknews.com/read/2011/01/02/213541/1537664/934/badai-baru-menuju-australia?881101934

Rabu, 29 Desember 2010

Seribu warga diungsikan karena banjir Australia

Rabu, 29/12/2010 16:48 WIB
Seribu warga diungsikan karena banjir Australia
BBCIndonesia.com - detikNews

Banjir di Australia

Banjir terburuk di Australia timur laut dalam beberapa dasa warsa ini

Banjir terburuk di Australia timur laut dalam beberapa dasa warsa ini menyebabkan kekacauan di kawasan itu.

Sekitar 1.000 orang di Queensland dievakuasi, termasuk seluruh penduduk di kota Theodore.

Pemerintah mengumumkan Theodore dan dua kota lain di kawasan itu sebagai daerah bencana. Sementara, ramalan cuaca menyebutkan banjir masih belum mencapai puncaknya.

Kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai satu miliar dollar Australia termasuk kerugian besar akibat tergenangnya tanaman bunga matahari dan kapas.

Sejumlah helikopter militer Black Hawk mengevakuasi 300 warga Theodore dimana setiap bangunan di kota itu, selain kantor polisi, telah tenggelam akibat banjir.

Wali Kota Theodore Maureen Clancy mengatakan beberapa polisi masih berjaga-jaga.

"Dapat dipastikan air masih akan naik. Ketinggian air seperti rekor baru sekarang ini tidak tahu sampai mana nantinya," kata wali kota.

Sungai kota itu naik lebih dari 50 sentimeter di atas rekor tertinggi sebelumnya, kata juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Queensland Bruce OGrady kepada ABC News, Australia.

Di Bundaberg, Queensland selatan, penduduk di beberapa kawasan diberitahukan agar meninggalkan rumahnya karena permukaan Sungai Burnett naik ke tingkat berbahaya.

Ketinggian permukaan sungai diperkirakan mencapai 7,5 meter sekitar 0,3 meter lebih tinggi dari rekor sebelumnya tahun 1954.

Di Emerald, Central Highlands banjir memaksa penutupan jembatan utama, memutuskan kota dari daerah sekelilingnya, kata media Australia.

Wali Kota Rockhampton Brad Carter memperingatkan bahwa kotanya dan daerah sekelilingnya yang terpencil akan terputus dari kota sekelilingnya akhir pekan ini.


(bbc/bbc)


http://www.detiknews.com/read/2010/12/29/164840/1535390/934/seribu-warga-diungsikan-karena-banjir-australia?881101934


Selasa, 28 Desember 2010

Banjir melanda Australia

Selasa, 28/12/2010 16:10 WIB
Banjir melanda Australia
BBCIndonesia.com - detikNews

Banjir di Queensland

Banjir di Queensland telah merusak tanaman bunga matahari dan kapas

Banjir di Australia timur laut memaksa warga mengungsi dari perkotaan dan menutup 300 jalan.

Di Theodore, 300 warga diterbangkan oleh helikopter setelah air menenggelamkan sejumlah bangunan.

Banjir juga menyebabkan kerugian ratusan juta dollar karena rusaknya tanaman bunga matahari dan kapas.

Pemerintah negara bagian Queensland mengumumkan zona bencana alam di beberapa daerah.

Ibu kota Queensland, Brisbane mencatat rekor bulan Desember terbasah dalam 150 tahun ini. Siklon Tasha yang menghantam Queensland hari Sabtu juga membawa hujan deras terhadap negara bagian itu.

MASIH AKAN DATANG

Juru bicara Badan Penanggulangan Bencana Queensland Bruce OGrady mengatakan kepada televisi ABC, sungai di Theodore mencatat rekor dalam ketinggiannya permukaannya dengan angka lebih dari 50cm.

"Kami tidak dapat mencapai kawasan itu. Badan Penanggulangan Bencana mengisyaratkan ketinggiannya akan naik lagi," katanya.

Kota-kota di pedalaman seperti Chinchilla dan Dalby tergenang air. Sedangkan kota Warra dan Alpha dan Jericho juga dinyatakan sebagai daerah bencana.

Queensland Para pejabat mengatakan, meskipun hujan mereda di beberapa derah, banjir masih akan datang karena air akan mengalir ke laut.

"Volume air yang akan datang masih sangat besar. Saya kira itulah masalahnya. Kami tidak tahu apa yang akan dihadapi," kata Walikota Western Downs Ray Brown kepada televisi Australia ABC.

Presiden pelobi petani AfForce, Brent Finlay mengatakan banjir dapat menimbulkan kerugian sampai US$403 juta akibat kerugian tanaman.

"Banjir ini menghancurkan. Tanaman akan banyak rusak padahal petani baru saja bangkit setelah musim kekeringan," kata Finlay.

Di New South Wales, sekitar 175 orang yang bermalam di pusat pengungsian telah kembali ke rumah masing-masing.

Namun 800 orang di kota Urbenville dan Bonalbo diperkirakan masih terputus dengan dunia luar dalam 24 jam mendatang.


(bbc/bbc)

Selasa, 21 Desember 2010

Cuaca Ekstrim Melanda Eropa dan Australia

Cuaca Ekstrim Melanda Eropa dan Australia
Inggris menilai cuaca dingin saat ini terparah dalam seratus tahun terakhir.
SELASA, 21 DESEMBER 2010, 21:34 WIB
Renne R.A Kawilarang, Syahid Latif, Denny Armandhanu

VIVAnews - Warga bumi akhir-akhir ini mengalami perubahan cuaca yang tidak biasa. Setelah Asia dilanda hujan terus menerus, sejumlah negara Eropa kini mengalami musim dingin ekstrim.

Peristiwa menarik terjadi di Australia. Tak begitu jauh dari garis katulistiwa, sebagian wilayah di timur Australia dalam beberapa hari terakhir mengalami cuaca dingin, bahkan sampai bersalju.

Bagi kalangan publik dan pengamat setempat, perubahan cuaca ini terbilang tak biasa. Sejumlah wilayah di Australia, seperti di New South Wales dan Victoria, umumnya menikmati musim panas di akhir tahun. "Ini agak di luar situasi normal," kata Dmitriy Danchuk, pengamat cuaca dari Biro Meteorologi Australia, seperti dikutip harian The Sydney Morning Herald.

Biasanya, suhu pada akhir Desember sekitar 30 derajat celsius. Tahun ini, suhu bisa mencapai hampir nol derajat celcius, dengan hujan salju. Di wilayah New South Wales dan Victoria, salju turun pada Minggu, 19 Desember 2010, setebal 10 sampai 30 sentimeter.

“Pagi hari terasa tenang, sangat damai, dan semuanya terselimuti salju tebal putih,” ujar manajer hotel Kosciuszko Chalet di Charlotte Pass, Michelle Lovius, seperti dilansir dari laman The Telegraph, Senin, 20 Desember 2010.

Di sejumlah bagian New South Wales, temperatur mencapai 4 derajat celsius. Menurut stasiun berita Weather Channel, ini adalah suhu terdingin di bulan Desember sejak 54 tahun terakhir. Sementara itu, di gunung Hotham dan Buller di Victoria, salju mencapai ketebalan hingga empat inci.

Suhu dingin bahkan mencapai Kota Sydney. Biasanya suhu paling rendah di kota itu hanya 13 derajat celcius. Dalam beberapa hari terakhir, suhu di Sydney mencapai 9,8 derajat celsius dengan kecepatan angin di daerah pesisir 100 kilometer per jam.

Menurut ahli cuaca di badan prakiraan cuaca Australia, Terry Ryan, cuaca tak biasa pada tahun ini terjadi akibat udara bertekanan rendah di laut selatan, yaitu dari perairan Antartika di Kutub Selatan. Ini menyebabkan cuaca dingin ekstrim yang sedang melanda Eropa terbawa hingga ke Australia. “Setiap dua atau tiga tahun kita pasti mendapatkan cuaca dingin seperti ini,” ujarnya.

Dia mengatakan kemungkinan salju di bulan Desember sangat kecil. Sebelumnya, salju dan udara hangat diperkirakan meliputi pegunungan Victoria pada Desember ini.

Ryan mengatakan, natal terdingin di Australia terjadi empat tahun lalu, saat tingkat mercury mencapai 14,5 derajat, yang membuat salju di pegunungan.

Perubahan cuaca aneh ini belum sampai mengganggu aktivitas penduduk setempat. Mereka memanfaatkan cuaca dingin, dan turunnya salju untuk bermain seluncur dan ski. "Kalau ini akibat dampak pemanasan global, maka saya justru menyukainya. Saya mau pergi main ski," ujar seorang warga Sydney seperti ditulis harian The Sydney Morning Herald.

Badai salju di Eropa

Situasi sebaliknya justru melanda sejumlah negara di Eropa. Dalam beberapa pekan terakhir, mereka mengalami musim dingin ekstrim. Badai salju terus turun, dan suhu udara turun drastis.

Kondisi ini mengganggu rutinitas warga di sana dan melumpuhkan sistem transportasi, yang sedang sibuk melayani jutaan calon penumpang dalam rangka libur Natal dan Akhir Tahun.

Kedutaan Besar Inggris di Jakarta mengungkapkan jadwal penerbangan di Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Swiss, dan Inggris sendiri masih lumpuh. Transportasi di darat pun terganggu karena salju tebal menutup jalan sehingga membahayakan keselamatan berkendara.

"Jalan-jalan di Luksemburg dan Belgia tutup. Banyak kendaraan berat yang tersendat di jalan A30 dan A31 di Prancis bagian timur. Pihak berwenang Prancis menyarankan pengemudi kendaraan berat agar mencari rute alternatif," demikian ungkap siaran pers Kedubes Ingggris.

Bandara tersibuk se-Eropa, Heathrow, kemungkinan menunda banyak layanan penerbangan selama beberapa hari. Pengelola bandara di Inggris itu hanya membolehkan penerbangan tertentu hingga pukul 6 pagi, Rabu 22 Desember 2010 waktu setempat. Lembaga prakiraan cuaca mengkhawatirkan salju masih turun untuk beberapa hari ke depan.

Selain Heathrow, bandara di London lainnya, Gatwick, juga terganggu jadwal penerbangannya. Bandara itu tak beroperasi hingga pukul 6 pagi, Selasa 21 Desember 2010 waktu setempat. Di Birmingham, layanan komunikasi di bandara setempat Senin malam macet. Situs internetnya sementara tak menyajikan jadwal penerbangan.

Gangguan layanan transportasi juga melanda di sejumlah bandara di Inggris dan negara-negara Eropa lainnya. Di ibukota Belgia, Brussels, bandara setempat tutup hingga Rabu pagi, 22 Desember 2010, karena pihak pengelola masih kesulitan membersihkan tumpukan salju.

Sementara itu, gangguan layanan juga melanda kereta cepat Eurostar. "Eurostar tidak bisa mengoperasikan banyak kereta seperti biasa," demikian ungkap Kedubes Inggris.

Terparah satu abad terakhir

Badan prakiraan cuaca Inggris menilai cuaca dingin saat ini adalah yang terparah dalam lebih dari seratus tahun terakhir. Para ahli memperkirakan cuaca ekstrim ini berkaitan pemanasan global. Dengan iklim yang hangat membuat udara lebih lembab, yang dapat memicu badai salju yang lebih parah. Namun teori ini pun masih diperdebatkan.

Menurut kantor meteorologi Inggris, cuaca dingin ekstrim di Inggris dan kawasan barat dan tengah Eropa terkait pusat tekanan angin rendah yang berhembus dari Amerika melalui Lautan Atlantik hingga Baltik.

Pengamat meteorologi, CS Yuen, menilai situasi itu muncul akibat perbedaan tekanan udara berasal dari kawasan Arktik di Kutub Utara, hingga ke selatan. "Menurut Indeks Osilasi Arktik - yaitu indeks yang mengukur efek perbedaan tekanan - perubahan pertukaran massa udara ini akan berlanjut hingga beberapa pekan ke depan," tulis Yuen dalam analisis singkat di harian The Wall Street Journal.

Perbedaan tekanan udara dari kedua kutub membuat cuaca ekstrim di belahan utara dan selatan bumi itu masih belum dipastikan. Yang jelas, gempa bumi, gelombang panas, banjir, letusan gunung berapi, angin topan, badai salju, longsor, dan kekeringan mendominasi pemberitaan media sepanjang 2010.

Tercatat lebih dari seperempat juta orang di dunia meninggal akibat fenomena alam itu, atau lebih banyak dibandingkan korban tewas akibat serangan terorisme sepanjang 40 tahun terakhir.

"Ini terlihat seperti bencana terus-menerus terjadi, seperti ombak yang tak putus," kata Kepala Badan Manajemen Keadaan Darurat AS, Craig Fugate, seperti dikutip The Huffington Post, Senin 20 Desember 2010.

Manusia pun dinilai ikut andil membuat bencana alam menjadi semakin mematikan. Konstruksi rapuh membuat makin banyak nyawa melayang saat terjadi gempa bumi, angin topan, atau diterjang arus sungai.

Contoh sempurna adalah gempa bumi yang mengguncang Haiti pada Januari 2010. Lebih dari 220 ribu orang tewas akibat konstruksi buruk. Manusia juga turut berkontribusi dalam bencana terkait perubahan iklim, seperti gelombang panas dan banjir.(np)

• VIVAnews