Tampilkan postingan dengan label Gempa Cilacap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gempa Cilacap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2011

Gempa Cilacap Terasa di Mana-mana Karena Cukup Dalam & Kuat

Selasa, 26/04/2011 14:41 WIB
Gempa Cilacap Terasa di Mana-mana Karena Cukup Dalam & Kuat
Nurvita Indarini - detikNews

Jakarta - Cilacap, Jawa Tengah, digoyang gempa berkekuatan 6,3 SR pada siang ini. Meski tidak ada kerusakan dan tidak berpotensi tsunami, namun gempa ini dirasakan di banyak kota di Jatim, Jateng, Jabar, dan Jakarta. Hal ini karena gempa cukup dalam dan cukup kuat.

"Ini karena gempanya cukup dalam yakni 20 km dan juga magnitude besar maka wilayah penyebarannya energinya semakin luas," ujar petugas Informasi Dini Gempa Bumi dan
Tsunami BMKG, Ali Imron, saat dihubungi detikcom, Selasa (26/4/2011).

Dia menjelaskan, gempa ini dirasakan di Pangandaran dengan 3-4 MMI, di Cilacap 2-3 MMI, Bogor 2-3 MMI, Yogyakarta 3 MMI dan Jakarta Selatan 2 MMI. MMI adalah Modified Mercally Intensity. Merupakan skala gempa yang dirasakan oleh manusia.

Skala MMI sangat subyektif dan biasa digunakan jika tidak ada seismograf alias pengukur gempa. Dalam MMI, dikenal skala 1 hingga 12. Pada skala 1 MMI, gempa tidak terasa. Sedangkan di skala 2 MMI, gempa dirasakan oleh orang yang berada di bangunan tinggi.

Pada skala 3 MMI, getaran dirasakan seperti ada kereta yang melintas. Di skala 4 MMI, getaran gempa dirasakan seperti ada benda berat yang menabrak dinding rumah sehingga benda yang tergantung bergoyang-goyang. Pada level tertinggi MMI, yakni di skala 12, bangununan sudah hancur akibat getaran.

Menurut Ali, hingga pukul 14.20 WIB belum ada laporan adanya gempa susulan.

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (26/4/2011) menginformasikan, gempa 6,3 SR terjadi pukul 13.39 WIB. Pusat Gempa terjadi di 120 km barat daya Cilacap.


(vit/nrl)


Gempa Cilacap Diduga Terpicu Gempa Pangandaran 2006

Senin, 04/04/2011 11:27 WIB
Gempa Cilacap Diduga Terpicu Gempa Pangandaran 2006
Nurvita Indarini - detikNews
Gempa Cilacap Diduga Terpicu Gempa Pangandaran 2006
Warga mengungsi
Jakarta - Gempa yang disusul tsunami di Pangandaran pada 2006 lalu masih menyisakan pergerakan-pergerakan lempeng di sekitarnya. Diduga, gempa berskala 7,1 SR di Cilacap dini hari tadi terpicu gempa Pangandaran 2006 lalu yang berkekuatan 6,8 SR.

"Saya menduga ini terpicu seismik 2006. Seismik informasi masih berlangsung sampai sekarang dan beberapa tahun ke depan. Namun aktivitas ini tidak selalu memicu gempa," ujar ahli gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (4/4/2011).

Dia menambahkan, titik pusat gempa ini berdekatan dengan titik gempa Pangandaran 2006. Meski demikian, gempa Cilacap berbeda dengan gempa Pangandaran.

"Lokasi gempa tadi pagi memang berdekatan dengan gempa Pangandaran. Lokasinya tepat di bagian paling atas gempa susulan 2006," sambung peraih doktor ilmu bumi dari Universitas Nagoya, Jepang, ini.

Irwan menganalisa, gempa Cilacap dini hari tadi terjadi sebagai tahapan dari postseismic gempa Pangandaran 2006. Deformasi pasca gempa 2006 diduganya masih berlangsung hingga kini.

"Gempa tadi pagi berbeda dengan gempa Pangandaran karena gempa Pangandaran pada 2006 terjadi di bidang kontak antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Sedangkan gempa tadi terjadi di dalam lempengnya atau disebut sebagai interplate," terang Irwan.

Dugaan gempa Cilacap terjadi di dalam plate adalah karena sudut gempanya yang curam. Menurut Irwan sudutnya sekitar 34 derajat. Sedangkan gempa Pangandaran, sudut gempanya sekitar 12 derajat.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat gempa mengguncang di Cilacap tadi pagi adalah tepat. Sebab gempa terjadi di lautan dengan skala lebih dari 6,5 SR dan memiliki kedalaman yang dangkal.

"Pada saat gempa Pangandaran, mekanisme gempanya adalah sesar naik atau thrust. Sedangkan yang tadi pagi sesar turun. Ini mekanismenya berbeda," sambung Irwan.

Gempa di Cilacap juga dirasakan warga di kota-kota lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, Kebumen, Purworejo, Denpasar, Bandung dan Bogor, menurut Irwan bukanlah hal yang aneh. Karena gempa terjadi di dalam lempeng, maka lempeng itu efektif merambatkan gelombang. Karena itulah gempa terasa sampai jauh.

Gempa terjadi pada hari ini pukul 03.06 WIB di 293 km barat daya Cilacap atau 10.01 LS dan 107.69 BT. Pusat gempa berada kedalaman 10 km. Atas gempa ini BMKG sempat merilis potensi tsunami. Namun 1,5 jam setelah gempa peringatan tsunami dicabut. Peristiwa ini sempat membuat warga Cilacap panik. Mereka beramai-ramai menjauhi pantai dan menuju daerah yang lebih tinggi.


(vit/nrl)

Sejumlah Kota di Jabar & Jateng Rasakan Gempa 6,3 SR

Selasa, 26/04/2011 13:58 WIB
Sejumlah Kota di Jabar & Jateng Rasakan Gempa 6,3 SR
Nala Edwin - detikNews

Jakarta
- Gempa yang berpusat 120 km barat daya Cilacap, Jateng, dirasakan hingga di Jakarta dan kota-kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sejumlah pekerja di bangunan bertingkat di Ibukota merasakan goyangan gempa berkekuatan 6,3 SR itu, Selasa (26/4/2011). Sejumlah pembaca detikcom lewat Info Anda juga merasakan gempa itu. Berikut sebagian kesaksian mereka:

Di Tasikmalaya terasa guncangan gempa barusan pukul 13.56 (Tanti)

Banjarnegara, Jateng, merasakan gempa beberapa detik (Bowo)

Sukabumi, baru saja diguncang gempa (Sha)

Sekitar pukul 13.45 kami merasakan gempa dan hal ini dibenarkan teman saya. Lokasi saya di Cikini, Jakarta Pusat (Wahyu Wardono)

Cilacap digoyang gempa, entah dari mana titik gempa tersebut (Makmun).

Terjadi gempa bumi di Bumireja, Kedungreja, Cilacap, Jawa Tengah sekitar pukul 13:45 WIB. (Wawan S)

Baru saja terjadi gempa cukup besar terasa di Kabupaten Cilacap! (Putra Jaya)

13.45 WIB getaran gempa terasa menggetarkan. Terutama bagi yang bekerja di gedung bertingkat akan terasa sekali. (Triyo)

Gempa bumi terasa di daerah Baturraden Purwokerto. Gempa terjadi hanya beberapa detik tapi getarannya lumayan. (Abriono)

(nrl/vta)

Selasa, 05 April 2011

Gempa Cilacap Diduga Terpicu Gempa Pangandaran 2006

Senin, 04/04/2011 11:27 WIB
Gempa Cilacap Diduga Terpicu Gempa Pangandaran 2006
Nurvita Indarini - detikNews
Gempa Cilacap Diduga Terpicu Gempa Pangandaran 2006
Warga mengungsi
Jakarta - Gempa yang disusul tsunami di Pangandaran pada 2006 lalu masih menyisakan pergerakan-pergerakan lempeng di sekitarnya. Diduga, gempa berskala 7,1 SR di Cilacap dini hari tadi terpicu gempa Pangandaran 2006 lalu yang berkekuatan 6,8 SR.

"Saya menduga ini terpicu seismik 2006. Seismik informasi masih berlangsung sampai sekarang dan beberapa tahun ke depan. Namun aktivitas ini tidak selalu memicu gempa," ujar ahli gempa dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (4/4/2011).

Dia menambahkan, titik pusat gempa ini berdekatan dengan titik gempa Pangandaran 2006. Meski demikian, gempa Cilacap berbeda dengan gempa Pangandaran.

"Lokasi gempa tadi pagi memang berdekatan dengan gempa Pangandaran. Lokasinya tepat di bagian paling atas gempa susulan 2006," sambung peraih doktor ilmu bumi dari Universitas Nagoya, Jepang, ini.

Irwan menganalisa, gempa Cilacap dini hari tadi terjadi sebagai tahapan dari postseismic gempa Pangandaran 2006. Deformasi pasca gempa 2006 diduganya masih berlangsung hingga kini.

"Gempa tadi pagi berbeda dengan gempa Pangandaran karena gempa Pangandaran pada 2006 terjadi di bidang kontak antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Sedangkan gempa tadi terjadi di dalam lempengnya atau disebut sebagai interplate," terang Irwan.

Dugaan gempa Cilacap terjadi di dalam plate adalah karena sudut gempanya yang curam. Menurut Irwan sudutnya sekitar 34 derajat. Sedangkan gempa Pangandaran, sudut gempanya sekitar 12 derajat.

Peringatan tsunami sempat dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat gempa mengguncang di Cilacap tadi pagi adalah tepat. Sebab gempa terjadi di lautan dengan skala lebih dari 6,5 SR dan memiliki kedalaman yang dangkal.

"Pada saat gempa Pangandaran, mekanisme gempanya adalah sesar naik atau thrust. Sedangkan yang tadi pagi sesar turun. Ini mekanismenya berbeda," sambung Irwan.

Gempa di Cilacap juga dirasakan warga di kota-kota lainnya seperti Jakarta, Yogyakarta, Kebumen, Purworejo, Denpasar, Bandung dan Bogor, menurut Irwan bukanlah hal yang aneh. Karena gempa terjadi di dalam lempeng, maka lempeng itu efektif merambatkan gelombang. Karena itulah gempa terasa sampai jauh.

Gempa terjadi pada hari ini pukul 03.06 WIB di 293 km barat daya Cilacap atau 10.01 LS dan 107.69 BT. Pusat gempa berada kedalaman 10 km. Atas gempa ini BMKG sempat merilis potensi tsunami. Namun 1,5 jam setelah gempa peringatan tsunami dicabut. Peristiwa ini sempat membuat warga Cilacap panik. Mereka beramai-ramai menjauhi pantai dan menuju daerah yang lebih tinggi.

(vit/nrl)