Tampilkan postingan dengan label Gunung Dieng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Dieng. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Juni 2011

Gas CO2 di Gunung Dieng Sebabkan Burung dan Tanaman Sayur Mati

Senin, 30/05/2011 23:58 WIB
Gas CO2 di Gunung Dieng Sebabkan Burung dan Tanaman Sayur Mati
Arbi Anugrah - detikNews

Banjarnegara - Status Gunung Dieng di Propinsi Jawa Tengah dinaikkan dari kondisi waspada ke siaga. Selain itu warga pun diminta untuk menjauhi Kawah Timbang di wilayah Kabupaten Banjarnegara yang mengalami erupsi.

Peningkatan status ini karena semburan gas beracun, karbon dioksida (CO2) semakin tinggi. Bahkan semburan gas beracun pada minggu (29/5) kemarin pukul 5.30 WIB, menyebabkan sejumlah burung-burung, rumput dan tanaman sayur sepanjang 50 meter ke arah selatan kawah mati.

"Gas beracun hanya terpantau melalui alat telemeter laju rendah yang ditanam di sekitar kawah. Alat itu langsung melaporkan hasilnya di pos pengamatan yang merekam adanya semburan gas pada minggu sekitar pukul 5.30-11.00 WIB," kata petugas pos pengamatan kegunungapian Dieng, Suripto, Senin (30/5/2011).

Jejak gas CO2 tak bisa dirasakan melalui panca indra. Yang dikhawatirkan jika semburan gas terjadi pada malam hari. Hal ini dikarenakan pada malam hari dengan kelembapan tinggi maka konsentrasinya gas akan meningkat. Sedangkan pada siang hari sinar matahari dan angin bisa memecah konsentrasi gas CO2.

Sebelumnya aktivitas gempa tektonik secara beruntun dengan kekuatan 1-3 skala richter selain telah memicu semburan gas beracun yang keluar melalui retakan tanah. Gas beracun juga keluar dari retakan tanah yang terjadi akibat gempa jaman dulu dan sudah terbentuk lama.

Empat dusun yang kategorikan sebagai daerah rawan ancaman semburan gas beracun di radius 1 km yaitu Dusun Simbar, Serang, Sumber, dan Kaliputih di Desa Sumberejo, Kecamatan Batur, yang merupakan lokasi terdekat dengan Kawah Timbang juga telah dikosongkan.

(mok/mok)

Gas CO2 di Gunung Dieng Terus Meningkat

Senin, 30/05/2011 21:42 WIB
Gas CO2 di Gunung Dieng Terus Meningkat
Arbi Anugrah - detikNews

Banjarnegara - Setelah ditetapkan menjadi status siaga, Gunung Dieng yang berada di Banjarnegara, Jawa Tengah terus megeluarkan gas CO2 dari Kawah Timbang. Bahkan kondisi ini sudah di atas batas normal.

Berdasarkan pengukuran petugas Quick Respons Team dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Umar Rosadi, pada Senin (30/5/2011) pukul 15.00 WIB diketahui konsentrasi gas CO2 mencapai 0,596 persen volume. Sedangkan pada pagi hari tadi baru mencapai 0,320 persen.

"Meski aktivitas kegempaan mengalami penurunan, namun konsentrasi gas semakin meningkat. Pada angka ini sangat berbahaya bagi manusia, karena batas aman konsentrasi CO2 adalah di bawah 0,5 persen volume," kata umar.

Selain gas karbon dioksida, Kawah Timbang juga mengeluarkan gas-gas lainnya seperti sulfur dan karbon monoksida.

"Namun dari tiga unsur gas yang keluar tersebut, yang paling berbahaya dan mematikan adalah CO2 karena sifatnya yang tidak berwarna dan berasa sehingga tidak dapat terlihat oleh mata," jelasnya.

Oleh karena itu ESDM sudah merekomendasikan wilayah yang berada dalam radius 1 kilometer dari Kawah Timbang tetap diseterilkan.


(mok/mok)

Kamis, 02 Juni 2011

Tak Berbau & Tak Berwarna, Gas Beracun di Dieng Sangat Bahaya

Rabu, 01/06/2011 18:04 WIB
Tak Berbau & Tak Berwarna, Gas Beracun di Dieng Sangat Bahaya foto
Rachmadin Ismail - detikNews
Tak Berbau & Tak Berwarna, Gas Beracun di Dieng Sangat Bahaya
Pengungsi Dieng (Dok. detikcom)
Jakarta - Gas beracun yang muncul di sekitar Kawah Timbang, Gunung Dieng, Banjarnegara, Jateng, cukup berbahaya. Mengapa? Gas yang muncul rupanya tidak berwarna dan tidak berbau. Waspadalah!

Hal ini diungkapkan oleh Menko Kesra Agung Laksono usai rapat bersama Presiden SBY di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Rabu (1/6/2011). Menurut Agung, dengan pertimbangan gas beracun itulah, warga kemudian dievakuasi.

"Evakuasi itu mutlak, karena gasnya tidak berbau dan tidak berwarna," kata Agung.

Rencananya, Agung dan seluruh jajaran di bawahnya yang mengurusi bencana akan menggelar rapat di Banjarnegara, Jawa Tengah, guna membahas masalah ini. Proses evakuasi warga menjadi fokus utama.

"Mereka besok akan dilakukan rapat koordinasi antar instansi di Banjarnegara, dipimpin oleh kepala BNPB. Terutama kalau keadaan lebih parah lagi, evakuasi akan semakin jauh. Sekarang sudah 1000 meter," tambahnya.

Sebelumnya, diketahui telah muncul titik baru semburan gas beracun yang dianggap berbahaya di Kawah Timbang, Gunung Dieng, Banjarnegara, Jateng. Jumlah pengungsi hingga sementara menurut Sekretaris Daerah Pemkab Banjarnegara, Fahrudin Slamet Susiadi, mencapai 1.179 orang. Mereka terbagi ke dalam 17 lokasi di Kecamatan Batur, Wanayasa, Pejawaran, dan Karangkobar.

Pos-pos ini tersebar di Balai Desa Batur, BPK Udin Batur, Pos Sumberejo, BPK Ali Muahor, Pos Dusun Sigeblog, Pos Dusun Genting, Pos Grogolan, Pos Kalianget, Pos Sumberejo, Pos Gunung Alang, Pos Kendaga, Pos Tawang Sari, Pos Tlaga, Pos Wanayasa, Balai Desa Pejawaran, Posko Penusupan, Posko Kec Pejawaran, dan Balai Desa Wanayasa.

Sementara untuk melayani kesehatan para pengungsi, telah disiapkan sebanyak 35 tenaga medis dari Puskesmas terdekat. Para pengungsi yang diperiksa kesehatan adalah warga yang mengungsi di SMAN 1 Batur yaitu sebanyak 47 orang dan Balai Desa Batur sebanyak 113 orang.

Sementara para pengungsi gas beracun Kawah Timbang yang diperiksa kesehatan di SMAN 1 Batur sebagian besar menderita sakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

(mad/anw)