Tampilkan postingan dengan label Islandia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islandia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Mei 2011

Gunung Berapi Paling Aktif di Islandia Meletus

Minggu, 22/05/2011 06:39 WIB
Gunung Berapi Paling Aktif di Islandia Meletus
Suci Dian Firani - detikNews

Reykjavik - Gunung berapi paling aktif Islandia, Grimsvton, meletus pada Sabtu waktu setempat dan mengeluarkan asap putih sepanjang 15 km di udara. Namun para ahli memprediksi letusan tersebut tidak menyebabkan gangguan terhadap lalu lintas udara.

"Ini bisa menjadi letusan besar, tetapi tidak mungkin seperti tahun lalu," kata geolog Islandia Met Office, Hjorleifur Sveinbjornsson mengacu pada letusan April 2010 di bawah gletser Eyjafjallajokull. Demikian seperti dilansir Reuters, Minggu (22/5/2011),

Letusan gunung berapi tahun lalu menyebabkan kekacauan lalu lintas udara selama berhari-hari, setelah memuntahkan abu ke udara dan menyebabkan kekhawatiran kecelakaan akibat kemungkinan kerusakan mesin pesawat.

"Kami mengharapkan letusan Grimsvotn tidak mempengaruhi lalu lintas udara ke dan dari negara manapun," kata direktur komunikasi Islandia, Gudjon Arngrimsson.

Namun, gambar website media lokal menunjukkan awan tebal asap putih seperti awan jamur di sekitar pegunungan.

"Grimsvotn adalah gunung api yang sangat kuat, jadi kita melakukan pemantauan secara seksama, bahkan jika beberapa letusan terakhir tidak berbahaya," kata geofisik Universitas Islandia, Pall Einarsson, seperti dikutip di situs koran Morgunbladid.

Morgunbladid mengutip dari petani di daerah selatan gletser yang mengatakan abu yang sudah mulai jatuh di pemukiman.

Sveinbjornsson mengatakan, tim ilmuwan telah terbang keluar ke daerah itu untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut. Dia mengatakan, tidak ada orang yang terancam oleh gunung berapi, karena daerah terdekat sejauh 100 km adalah daerah pertanian yang tak berpenghuni.

(lrn/lrn)

Sabtu, 17 April 2010

Italia Tutup Udara Delapan Jam

Italia Tutup Udara Delapan Jam
Sabtu, 17 April 2010 | 06:32 WIB
www.dailymail.co.uk

ROMA, KOMPAS.com - Wilayah udara di Italia utara akan ditutup selama delapan jam pada Sabtu (17/4/2010) karena berlalunya awan abu vulkanik dari gunung berapi yang meletus di Islandia, demikian pengumuman dari otoritas penerbangan sipil.

"Wilayah udara akan ditutup antara 0400 GMT dan 1200 GMT Sabtu," kata otoritas ENAC.

Editor: bnj | Sumber : ANT, AFP

http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/04/17/06325525/Italia.Tutup.Udara.Delapan.Jam

Abu Vulkanik Batalkan Ratusan Penerbangan di Inggris

Abu Vulkanik Batalkan Ratusan Penerbangan di Inggris
Kamis, 15 April 2010 | 14:55 WIB
AP
Foto ini diperoleh dari Icelandic Coast Guard hari Rabu yang menunjukkan awan vulkanis dari letusan gunung berapi di gletser Eyjafjalla.
TERKAIT:

LONDON, KOMPAS.com — Lebih dari 250 penerbangan ke dan dari Bandara Heathrow dan Gatwick di London dibatalkan, Kamis (15/4/2010), akibat abu vulkanik letusan gunung berapi di Islandia.

Lebih dari 150 penerbangan ke dan dari Heathrow dan 108 penerbangan ke dan dari Gatwick, termasuk banyak penerbangan trans-Atlantik, dibatalkan, serta bandara Aberdeen, Edinburgh, dan Glasgow di Skotlandia ditutup.

Operator bandara BAA mengatakan, "Mengikuti saran pembatasan dari Kantor Met, Jawatan Lalu Lintas Udara Nasional (NATS) telah menerapkan pembatasan bagi wilayah udara Inggris pada pagi ini sebagai akibat dari abu vulkanik yang melayang di seluruh Inggris Raya dari Islandia." Pembatasan diterapkan karena abu vulkanik itu dapat merusak mesin pesawat.

Abu juga telah menghentikan penerbangan di Norwegia dan Swedia utara pada hari Kamis, kata para pejabat penerbangan di sana.

Penulis: EGP | Editor: aegi | Sumber : AFP

http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/04/15/1455216/Abu.Vulkanik.Batalkan.Ratusan.Penerbangan.di.Inggris

Jumat, 16 April 2010

Hujan Abu dari Islandia Meneror Langit Eropa

Hujan Abu dari Islandia Meneror Langit Eropa
Asap dan hujan abu bisa mengganggu pandangan pilot dan merusak mesin pesawat
KAMIS, 15 APRIL 2010, 20:21 WIB
Renne R.A Kawilarang
Kepulan asap dari sebuah gunung di Islandia (AP Photo/CH2 TV, via APTN)

VIVAnews - Kepulan asap yang disertai hujan abu hasil ledakan gunung di Islandia telah meneror sebagian langit Eropa. Sejumlah negara di Eropa bagian barat untuk sementara waktu membatalkan banyak jadwal penerbangan komersil, Kamis 15 April 2010.

Asap dan hujan abu itu berasal dari ledakan gunung di kawasan gletser Eyjafjallajokull, Islandia, Rabu 14 April 2010. Gunung itu telah meletus dua kali dalam sebulan terakhir. Dalam jangka waktu 24 jam, asap letusan mengarah ke timur Islandia, menuju Inggris dan dataran Eropa.

Menurut peneliti, asap dan hujan abu dari letusan gunung tidak saja mengganggu pandangan pilot, namun juga bisa merusak mesin pesawat selama penerbangan.

Tidak mau membahayakan keselamatan para penumpang dan awak pesawat, pihak berwenang di Inggris, Prancis, Belgia, dan Belanda hari ini memutuskan membatalkan banyak jadwal penerbangan komersil di seluruh bandara. Langkah serupa diikuti oleh Denmark, Irlandia, Swedia, Finlandia, dan Swiss.

Pembatalan jadwal penerbangan hari ini sudah membuat susah puluhan ribu calon penumpang, yang menumpuk di berbagai bandara utama di Eropa.

Di Inggris, Otoritas Penerbangan Sipil menyatakan bahwa larangan terbang pesawat komersil diberlakukan setidaknya hingga pukul 18 Kamis waktu setempat (tengah malam WIB) dan menunggu perkembangan berikut. Di Irlandia, pihak berwenang menutup semua layanan penerbangan selama delapan jam, seperti yang dilakukan Denmark, Norwegia, Swedia, dan Finlandia.

Selain mengeluarkan asap dan hujan abu, letusan itu juga melelehkan lapisan es di Eyjafjallajokull sehingga menyebabkan naiknya permukaan air sungai hingga setinggi tiga meter. Kendati tidak ada laporan korban jiwa, sekitar 800 warga di dekat kawasan gletser itu telah mengungsi.

Pihak berwenang mengungkapkan bahwa ledakan kali ini 10 atau 20 kali lipat lebih kuat dari ledakan pertama bulan lalu sehingga berisiko tinggi menimbulkan banjir dari kawasan gletser.

Sementara itu, pengamat cuaca di Islandia mengaku tidak bisa memastikan sampai kapan gunung itu mengeluarkan asap dan hujan abu. "Ini bisa saja terjadi dalam beberapa hari atau pekan. Seberapa jauh itu mengganggu perjalanan udara tergantung pada cuaca," kata Einar Kjartansson dari Kantor Meteorologi Islandia. (Associated Press)

• VIVAnews