JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Kepolisian Resor Jakarta Pusat masih melakukan pengembangan terhadap penyelidikan pasca-robohnya bangunan toilet tambahan di Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Kebon Kacang, Jakarta Pusat, kemarin.
Kepala Polres Jakarta Pusat Kombes Hamiddin pun mengatakan bahwa dalam penanganan kasus ini, pihaknya juga bekerja sama dengan Polda Metro Jaya.
Polres Jakarta Pusat masih berkonsentrasi mengembangkan keterangan dan kesaksian para saksi mata yang langsung menyaksikan peristiwa yang menelan 3 korban tewas dan 14 korban luka-luka.
"Kasus ini ditangani bersama Polda Metro Jaya dan kami sampai saat ini masih memeriksa saksi yang melihat langsung, yaitu 5 rekan kerja korban dan 7 saksi mata yang ada di sana," kata Hamiddin, kepada Kompas.com, Kamis (24/12/2009) pagi.
Setelah memperoleh keterangan dari para saksi mata, pihak kepolisian akan meminta keterangan ahli konstruksi mengenai kelaikan bangunan. Keterangan mengenai perizinan juga akan digali dari pihak Pemda DKI Jakarta.
"Baru nanti kami akan mengarah kepada siapa yang bertanggung jawab, dengan memeriksa kontraktor, mandor, atau pengawasnya. Kami juga harus lihat UU Konstruksi. Kalau pidananya, bisa dijerat dengan Pasal 359 dan 360," ungkapnya.
Untuk sementara, robohnya bangunan toilet, yang proses evakuasinya sudah dinyatakan selesai sejak kemarin sore, diasumsikan karena kelalaian dalam proses pengerjaan.
Sementara itu, mengenai adanya warga yang kehilangan anggota keluarga, mereka diminta untuk melaporkan. Kemudian di lokasi kejadian, Hamiddin mengatakan bahwa Pemda DKI Jakarta akan membongkar bangunan yang tidak berizin. "Bangunan ilegal, yang tidak berizin, katanya akan dibongkar, terutama bangunan-bangunan tempel," ujar Hamiddin.
Bencana#BC# silih berganti tidak saja terjadi di Indonesia tetapi juga di berbagai belahan dunia. Ummat manusia perlu berkaca diri atas apa yang sudah dan akan dilakukan....
Kamis, 24 Desember 2009
Polisi Masih Kembangkan Keterangan Saksi
Rabu, 23 Desember 2009
Satu Korban Selamat Berhasil Dievakuasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang korban runtuhnya bangunan toilet baru di Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Kebon Kacang, Jakarta Pusat, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, Rabu (23/12/2009) pukul 13.05. Korban selamat itu adalah Amin, seorang petugas lori di pusat perbelanjaan tersebut.
"Iya, Pak Amin. Selamat, Alhamdulillah," kata Riko, seorang petugas keamanan di Metro Tanah Abang, yang juga tetangga korban. Riko sempat melihat kondisi Amin yang langsung dibawa ke ambulans dan dilarikan ke RSUD Tarakan.
Putiri Amin, Ida, sebelumnya sempat histeris saat tiba di lokasi saat mengetahui ayahnya masih terimpit reruntuhan bangunan. Menurut Riko, Amin terjepit besi di bagian pinggangnya.
Sementara itu, Frans Hodden, Kepala Bidang Penanggulan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta mengatakan, proses evakuasi mengalami hambatan karena banyaknya besi bangunan yang harus dipotong untuk mengevakuasi korban.
Hingga pukul 13.00, sebanyak 10 orang telah berhasil dievakuasi, 3 orang meninggal dunia dan 7 orang dalam keadaan selamat. Masih terdapat beberapa korban yang masih dievakuasi.
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/12/23/12595980/satu.korban.selamat.berhasil.dievakuasi