Tampilkan postingan dengan label Langit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Langit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Januari 2011

Ribuan Burung Mati Jatuh dari Langit

Ribuan Burung Mati Jatuh dari Langit


Liputan6.com, Arkansas: Kawanan burung yang diperkirakan ada sekitar 1.000 ekor ditemukan mati tanpa sebab di negara bagian selatan AS, Arkansas, dan jatuh dari langit pada saat malam Tahun Baru.

Seperti dilansir situs NHK, Selasa (4/1), pihak berwenang mengatakan bahwa mereka mendapat sebuah panggilan dari warga kota Beebe City pada Malam Tahun Baru, Jumat (31/12), yang melaporkan bahwa ada kawanan burung berjatuhan dari langit. Jalan-jalan dan halaman belakang rumah warga setempat ditutupi dengan lebih dari 1.000 burung, yang diyakini burung hitam dan sebagian besar sudah mati.

Pihak berwenang juga mengatakan kemungkinan kawanan burung itu mati terkena petir atau hujan es, karena di bagian tubuh burung-burung itu ditemukan luka-luka. Beberapa hari sebelumnya, puluhan ribu ikan juga ditemukan mati di sungai yang berjarak 160 km dari Beebe City. (Vin)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20110104/twl-ribuan-burung-mati-jatuh-dari-langit-deaf2f6.html

Senin, 03 Januari 2011

Tahun Baru, Seribu Burung Jatuh dari Langit

Tahun Baru, Seribu Burung Jatuh dari Langit
Sebanyak lebih dari 1.000 burung hitam berguguran jatuh ke tanah dari langit.
MINGGU, 2 JANUARI 2011, 16:22 WIB
Ismoko Widjaya, Denny Armandhanu

VIVAnews - Kejadian aneh membuat pusing tim penyidik terjadi di kota Beebe, negara bagian Arkansas, Amerika Serikat. Sebanyak lebih dari 1.000 burung hitam berguguran jatuh ke tanah dari langit, sampai saat ini peneliti masih belum memastikan penyebab matinya burung-burung ini.

Komisi Perikanan dan Perburuan Arkansas, seperti dilansir Associated Press, Minggu, 2 Januari 2011, mengatakan bahwa kasus itu bermula pada Jumat 31 Desember 2010 tengah malam atau saat malam pergantian tahun. Burung-burung hitam ditemukan berjatuhan di area seluas 1,5 kilometer di kota itu.

Pengamatan udara oleh komisi ini menunjukkan bahwa burung-burung berjatuhan hanya di luas area itu. Hingga saat ini, telah lebih dari 1.000 burung yang ditemukan tergeletak di tanah.

Tim penyidik dibentuk untuk menyelidiki apa penyebab kematian burung berwarna hitam ini. Petugas satwa, Robby King, telah mengumpulkan sebanyak 65 bangkai burung untuk dikirimkan ke pusat pengujian perternakan di kota Madison, negara bagian Wisconsin.

Komisi ornitologi (ilmu burung) Karen Rowe mengatakan, peristiwa serupa acapkali terjadi di beberapa tempat di dunia. Namun tidak ada penjelasan yang pasti mengenai penyebabnya. Rowe mengatakan, pada burung-burung hitam itu terdapat luka fisik yang terlihat.

Dia mengungkapkan beberapa penjelasan mengenai penyebab matinya burung-burung itu. Namun masih perlu dilakukan lagi pengujian untuk memastikannya. "Kawanan burung ini mungkin saja tersambar petir atau terkena hujan es di ketinggian," ujar Rowe.

Dia juga mengatakan, kemeriahan tahun baru yang dirayakan warga dengan menyalakan kembang api besar di daerah itu juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Kemungkinan kembang api itu membakar burung-burung atau membuat mereka stress lalu mati.

Dia menampik dugaan bahwa burung-burung itu diracun, karena kematian sekawanan burung itu terjadi di udara. "Karena yang mati hanya burung hitam dan yang sedang terbang," ujarnya.

Saat ini, departemen kebersihan kota Beebe tengah bekerja keras untuk membersihkan atau melenyapkan bangkai-bangkai burung yang masih tercecer di jalan. Mereka mengenakan pakaian tertutup dan masker untuk mencegah kuman dan bakteri terhirup. (hs)

• VIVAnews