Tampilkan postingan dengan label Mojokerto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mojokerto. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Desember 2010

Banjir di Mojokerto Meluas

Senin, 06/12/2010 22:39 WIB
Banjir di Mojokerto Meluas
Tamam Mubarrok - detikSurabaya



Banjir di Mojokerto meluas/Tamam Mubarrok
Mojokerto - Banjir yang melanda Kabupaten Mojokerto makin meluas. Banjir mulai meluas di wilayah utara Kabupaten Mojokerto. Akibatnya puluhan kelurahan di beberapa kecamatan terendam air.

Data yang dihimpun detiksurabaya.com, desa yang terendam di Kota Mojokerto adalah Desa Gatoel, Desa Meri, Desa Kuwung dan Desa Gunung Gedangan, Desa Panggreman dan Desa Ngaglik dan beberapa desa di Kecamatan Puri. Seperti Desa Kenanten, Desa Banjaragung, Desa Medali. Sementara di Kecamatan Mojoanyar yakni berada di Desa Gayaman, Desa Jabon, Desa Ngumpak dan Desa Gebang Malang.

Banjir terparah berada di Kelurahan Kuwung. Pasalnya, ketinggian air mancapai pusar orang dewasa, bahkan sejumlah pengendara motor yang nekat terseret arus air sangat deras.

Dari pantauan detiksurabaya.com, warga mulai mengungsi di tempat-tempat yang aman. "Saya tidak sempat mengemasi barang-barang, air datangnya sangat cepat," kata Arifin (32), warga Kelurahan Kuwung kepada detiksurabaya.com, Senin (6/12/2010).

Luapan air pada pukul 18.25 WIB yang semula hanya menggenangi ruas jalan dan mengalir ke Kelurahan Kuwung, kini banjir juga menggenangi Terminal Kertajaya Kota Mojokerto. Akibatnya semua aktivitas di terminal dihentikan dan akibat arus air yang deras, sebagian pagar terminal roboh.

Sementara hingga pukul 21.00 WIB banjir semakin meluap, arus lalu lintas dari arah Surabaya dialihkan ke kota untuk mengurangi kepadatan. Sempat juga terjadi adu mulut antara sopir truk gandeng bermuatan tebu dengan anggota Satlantas Polres Mojokerto. Pasalnya sopir truk enggan dialihkan karena jaraknya agak jauh dari lokasi tujuan.

(fat/fat)


Mojokerto Banjir, Kendaraan di By Pass Arah ke Jombang Mengular

Senin, 06/12/2010 18:33 WIB
Mojokerto Banjir, Kendaraan di By Pass Arah ke Jombang Mengular
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Mojokerto - Banjir mengepung wilayah Kabupaten Mojokerto. Rumah warga di sejumlah desa maupun jalan raya terendam.

Desa yang terendam adalah Desa Tangunan, Desa Kenanten di Kecamatan Puri dan sejumlah desa di Kecamatan Mojoanyar. Ketinggian air di atas lutut orang dewasa. Bahkan ruas jalan Desa Kedung Udi, Kecamatan Trawas juga tertimbun tanah.

Luapan air mengenangi jalan utama antara Mojokerto dan Pasuruan tepatnya di Kenanten, Kecamatan Puri. Dan menyebabkan antrean panjang kendaraan roda dua ataupun roda empat.

Banjir diduga karena hujan deras yang mengguyur Mojokerto sejak kemarin dan pada hari ini, Senin (6/12/2010), hujan kembali turun. Hujan turun sejak pukul 14.00 WIB. Informasi yang dihimpun, air di Desa Kenanten terus meningkat. Begitu pula di sejumlah desa di Kecamatan Mojoanyar.

Meski ruas jalan dan sejumlah rumah dikepung air, belum ada warga yang mengungsi. Namun demikian unit Tagana dan PMI Mojokerto sudah berada di lokasi yang terendam banjir. Ini untuk mengantisipasi jika ada yang mengungsi.

"Banjir seperti ini hampir setiap tahun tapi tahun ini yang lebih parah," kata salah satu warga Desa Kenanten, Taufik kepada detiksurabaya.com.

Air juga mengenangi jalan utama Mojokerto-Jombang sehingga kepadatan tak bisa dihindari, Pukul 18.25 Wib. Kepadatan yang terparah di jalur by pass Jampirogo, kemacetan hingga 4 Km. Arus dialihkan ke dalam kota untuk mengurai kepadatan.
(wln/wln)

Sabtu, 06 November 2010

8 Desa di Mojokerto Terendam Banjir

Jumat, 05/11/2010 18:56 WIB
8 Desa di Mojokerto Terendam Banjir
Tamam Mubarrok - detikSurabaya



Banjir di Mojokerto meluas/Tamam M
Mojokerto - Setelah diguyur hujan hampir 5 jam, banjir yang melanda Mojokerto sebelah utara makin meluap. Bila semula banjir hanya di dua desa Kecamatan Jetis yakni Desa Bendo dan Desa Kaliasin, kini banjir meluap ke Kecamatan Dawarblandong.

Banjir yang melanda Kecamatan Dawarblandong disebabkan karena Sungai Bendo dan Sungai Lamong yang tidak mampu menampung debit air, akibatnya 9 desa terendam banjir.

Ke-8 desa itu yakni Desa Gunung, Desa Balong, Desa Gunungan, Desa Banyulegi, Desa Ngarus, Desa Pulorejo, Desa Puloklanting dan Desa Sepat. Banjir terparah
di Desa Gunung, 20 kepala rumah tangga terpaksa harus mengungsi ke tempat-tempat yang aman.

"Kita pilih mengungsi, karena cuaca masih hujan," kata salah seorang warga, Sugiato kepada detiksurabaya.com di lokasi, Jumat (5/11/2010).

Sementara tak hanya rumah-rumah warga yang tenggelam, banjir yang bercampur dengan lumpur ini juga menggenangi beberapa masjid, sekolah dan belasan kandang ternak ayam.

Sementara beberapa petugas Polsek Dawarblandong membantu warga yang pengungsian. "Sementara ini dari Polsek Dawarblandong hanya bisa membantu mengevakuasi," kata Kapolsek Dawarblandong, AKP Suharsono Kepada wartawan di lokasi.

Hingga pukul 18.20 WIB hujan masih mengguyur kawasan Mojokerto sebelah utara. Kondisi ini dikhawatirkan sejumlah warga karena takut terjadi banjir susulan yang lebih besar.


(fat/fat)

Sabtu, 20 Maret 2010

Sungai Lamong Meluap, Dusun Balong Banjir

9/3/2010 11:39 WIB
Sungai Lamong Meluap, Dusun Balong Banjir


Endro Mukti Wibowo - Mojokerto, Akibat luapan Sungai Lamong Bengawan Solo, Dusun Balong, Desa Banyulegi, Kecamatan Blandong, Mojokerto Jatim terendam banjir.

Pantauan
ELSHINTA di lokasi, Selasa (9/3) siang ini, air menggenangi rumah warga dengan ketinggian antara 50 - 80 sentimeter.

Menurut Kepala Dusun Balong, Jari bahwa banjir terjadi sejak tadi malam. Hujan dengan intensitas cukup tinggi membuat Sungai Lamong Bengawan Solo meluap.

"Banjir mulai masuk sejak 22.00 WIB tadi malam dan merendam sekitar 22 rumah", ujar Jari.

Banjir itu menurut Jari, cukup mengagetkan warga, karena datang dengan tiba-tiba. "Apalagi terjadi saat malam, saat warga hendak beristirahat".
(heh)

Minggu, 04 Oktober 2009

Balita di Mojokerto Menderita Gizi Buruk

Balita di Mojokerto Menderita Gizi Buruk
SELASA, 29 SEPTEMBER 2009 | 20:48 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Ingki Rinaldi

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Seorang balita laki-laki bernama Deni Prasetyo (13 bulan) yang tinggal di Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto diketahui menderita gizi buruk. Berat badannya pada Selasa (29/9) diketahui hanya sekitar lima kilogram, atau jauh di bawah standar berat badan rata-rata anak seusianya yang 11,5 kilogram.

Deni yang merupakan anak pertama pasangan Sumarni (33) dan Sutaji (40) diketahui sudah mulai sakit-sakitan sejak dilahirkan. Sulasminingsih (38), salah seorang bibi Deni mengungkapkan bahwa kemenakannya itu memang relatif tidak beroleh asupan gizi yang cukup selama dalam masa pengasuhan.

Sutaji, saat dihubungi menyatakan bahwa anaknya itu tidak memiliki kelainan selama berada dalam kandungan. Menurut Sutaji, Deni lahir dengan bobot normal 3,7 kilogram.

Namun, selama dalam masa pengasuhan, Deni kemudian sakit-sakitan dengan penyakit diare serta muntaber yang kerap menyerangnya.

Deni bahkan tercatat sudah dua kali dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari, dua kali di RSUD RA Basoeni Gedeg, dan satu kali di RSI Hasanah Mojokerto. Sutaji menambahkan, selama ini Deni diberi susu formula dari sejumlah merek susu untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

http://kesehatan.kompas.com/read/xml/2009/09/29/20483032/balita.di.mojokerto.menderita.gizi.buruk...