Tampilkan postingan dengan label PMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PMI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Januari 2011

PMI Kerahkan 20 Satgana & 1 Ambulans

Senin, 10/01/2011 02:32 WIB
Banjir Lahar Dingin
PMI Kerahkan 20 Satgana & 1 Ambulans
Ramadhian Fadillah - detikNews



Banjir Lahar Dingin (Parwito)
Jakarta - Banjir lahar dingin mulai merendam rumah warga di Magelang sejak Minggu (9/1) malam. PMI Kabupaten Magelang pun mengerahkan puluhan personelnya beserta satu unit ambulans PMI ke lokasi bencana banjir lahar dingin.

"20 personel Satgana PMI Kabupaten Magelang dikerahkan ke dua lokasi terparah, yaitu Dusun Ngemplak di Kecamatan Mungkit dan Dusun Sirahan Kecamatan Salam. Kami segera membantu evakuasi warga ke lokasi pengungsian yang aman," ujar Arief Setyohadi, Staf Sumber Daya PMI Kabupaten Magelang, dalam rilis yang dikirimkan PMI, Senin (10/1/2011).

Menurut Arief, Kali Putih dan Kali Pabelan meluap parah, membawa lumpur dan material vulkanik yang bisa membahayakan para warga. Jalan-jalan utama sudah berubah jadi sungai berlumpur. Ada puluhan warga Dusun Sirahan, Kecamatan Salam yang terjebak di rumahnya ketika banjir lahar dingin menerjang malam tadi.

"Relawan PMI berhasil jangkau mereka dan membantu evakuasi ke lokasi aman dengan menggunakan jalinan tali yang kami bentangkan sepanjang jalur evakuasi," ucapnya.

Selain upaya evakuasi, PMI Kabupaten Magelang juga telah mendistribusikan makanan berupa biskuit kepada sekitar 600 orang warga Dusun Ngempak yang kini tinggal di pengungsian di Balai Desa Ngrajek.

Tercatat, banjir lahar dingin di Magelang mencapai ketinggian hingga 2 meter dan mengakibatkan kerusakan yang cukup parah di wilayah Ngempak, Kecamatan Mungkit. Hampir seluruh rumah warga terendam banjir lahar dingin.

Dikabarkan, sebanyak enam dusun di desa Ngluwar, Kecamatan Ngluwar yang berada di bantaran Kali Blongkeng (hulu sungai Kali Putih) juga terkena dampak dan akses transportasinya terputus karena jalan tertutup banjir lahar dingin.

Lokasi tersebut adalah Dusun Sirahan, Dusun Glagah, Dusun Gemampang, Dusun Gebayan, Dusun Trayem dan Dusun Sabrang Kali. Bencana ini juga mengakibatkan kerusakan parah bangunan Puskesmas dan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang.

(rdf/rdf)


Senin, 08 November 2010

PMI Lebih Lincah Tangani Bencana

"PMI Lebih Lincah Tangani Bencana"
Koordinasi tanggap darurat pemerintah dianggap masih kedodoran.
SENIN, 8 NOVEMBER 2010, 19:31 WIB
Arfi Bambani Amri, Suryanta Bakti Susila

VIVAnews - Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santosa mengamini kritik sejumlah kalangan bahwa koordinasi tanggap darurat bencana kedodoran. Namun demikian, saat ini sudah lebih baik dibanding dalam penanganan bencana sebelum-sebelumnya.

"Koordinasi masih kedodoran, memang begitu. Ke depan, semakin terlatih agar lebih baik," kata Priyo di DPR, Senin 8 November 2010.

Sejumlah kalangan mendesak ketidaksigapan pejabat terkait tanggap darurat bencana menjadi pertimbangan dalam reshuffle kabinet. Namun menurut Priyo, hal itu sepenuhnya kewenangan presiden. "Apakah berujung padareshuffle atau tidak," katanya.

Priyo mengakui kritik memang layak diberikan mengingat Palang Merah Indonesia jauh lebih lincah bergerak di lapangan.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Irgan Chairul Mahfiz menilai ketidaksigapan menteri terkait dalam menangani bencana seharusnya menjadi salah satu bahan pertimbangan perombakan kabinet atau reshuffle.

"Saat ini terkesan Presiden seolah-olah sendirian mengurus persoalan Bencana. Sesuatu yang harusnya dapat ditangani sebelumnya oleh para menteri," kata Irgan. (umi)

• VIVAnews

Rabu, 07 April 2010

PMI Kirim 30 Satgana ke Lokasi Gempa

Rabu, 07/04/2010 11:34 WIB
Gempa 7,2 SR di Aceh
PMI Kirim 30 Satgana ke Lokasi Gempa
Fitraya Ramadhanny - detikNews

Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Simeulue, NAD, menerjunkan 30 personel Satuan Siaga Bencana (Satgana) ke Kecamatan Teupah Selatan yang merupakan daerah terparah akibat akibat gempa 7,2 SR tadi pagi.

"PMI Kabupaten Simeulue telah mengerahkan 30 personil Satgana ke sana. Ini juga ditambah dengan sekitar 20 orang anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat)," kata Komandan Satgana PMI Kabupaten Simeulue Irwansyah, dalam rilis kepada detikcom, Rabu (7/4/2010).

Gempa yang terjadi pada pukul 05.15 WIB pagi tadi sempat memutus akses komunikasi selama beberapa jam. Namun kini jalur komunikasi sudah berfungsi kembali meski listrik masih padam di beberapa wilayah di sana.

Gempa ini sempat dinyatakan berpotensi Tsunami sebelum akhirnya status ini dicabut pada pukul 07.40 WIB. Kepala Sub Divisi Respon Bencana Markas Pusat PMI, Rukman Bai, juga menambahkan saat gempa baru terjadi, dilaporkan banyaknya warga yang menyelamatkan diri ke bukit-bukit.

"Sudah banyak masyarakat di sana yang menyelamatkan diri ke bukit-bukit, mungkin khawatir pada potensi tsunami yang sempat diumumkan tadi pagi,” ucap Rukman.

Sejak kejadian, tercatat sudah terjadi 5 kali gempa susulan. Intensitasnya hanya dalam kisaran 5 SR.

(fay/lh)

http://www.detiknews.com/read/2010/04/07/113443/1333707/10/pmi-kirim-30-satgana-ke-lokasi-gempa?991102605