Tampilkan postingan dengan label Status Awas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Status Awas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

Gunung Karangetang Naik Status Menjadi Awas

Gunung Karangetang Naik Status Menjadi Awas
PVMBG merekomendasikan agar penduduk di Kampung Kinali, Winangun dan Mini dievakuasi.
JUM'AT, 18 MARET 2011, 16:36 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews - Aktivitas Gunung Karangetang di di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara naik drastis hari ini, Jumat 18 Maret 2011. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akhirnya menaikkan status gunung itu.

"Terhitung tanggal 18 Maret 2011, pukul 16:45 WITA, status Gunung Karangetang naik, dari Siaga ke Awas," kata Kepala PVMBG, Surono, Jumat sore.

PVMBG merekomendasikan agar penduduk di Kampung Kinali, Winangun dan Mini dievakuasi ke tempat yang aman. "Supaya aman dari luncuran awan panas ke Kali Nanitu, Kali Pangi dan Kali Beha Barat," tambah Surono. "Waspadai banjir lahar di semua sungai yang berhulu di Puncak Gunung Karangetang."

Ditambahkan dia, tim tanggap darurat PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM, sejak 14 Maret 2011 telah berada di Gunung Karangetang.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api PVMBG, M Indrasto mengatakan, hari ini Karangetang mengeluarkan awan panas dan guguran lava. Menurut Indrasto, sampai pukul 12.00 siang sudah ada enam kali guguran awan panas.

Gunung api Karangetang merupakan gunung api paling aktif di lndonesia dengan seringnya mengalami kejadian erupsi setiap tahun. Karakteristik erupsinya berupa erupsi eksplosif tipe strombolian dan vulkanian serta pertumbuhan kubah lava yang sering diikuti oleh kejadian awan panas guguran.

Bahaya Karangetang umumnya diakibatkan oleh awan panas guguran, guguran lava pijar dari kubah lava dan bahaya sekunder berupa lahar. Risiko bahayasemakin tinggi karena pulau Gunungapi memiliki jarak antara batas pantai dengan pusat erupsi hanya lebih kurang 4 Km yang di dalamnya terdapat banyak pemukiman.

Kejadian erupsi terakhir pada 6 Agustus 2010 telah menyebabkan 4 korban jiwa yang diakibatkan oleh awan panas guguran dari kubah lava yang terjadi secara tiba - tiba pada malam hari. (umi)

• VIVAnews

Selasa, 23 November 2010

Status Awas, Bromo Ditutup untuk Wisatawan

Selasa, 23/11/2010 19:53 WIB
Status Awas, Bromo Ditutup untuk Wisatawan
Budi Hartadi - detikSurabaya



Surabaya - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) sebagai pengelola Gunung Bromo menutup tempat wisata dari wisatawan. Penutupan ini dilakukan setelah mendapat rekomendasi mengenai peningkatan status Bromo menjadi Awas.

"Dari rekomendasi pengamat di Gunung Bromo, radius 3 kilometer dari kawah kita sterilkan," kata Kasub Pengelolaan Data dan Humas BB TNBTS, Nova Elina, saat dihubungi detiksurabaya.com melalui telepon genggamnya, Selasa (23/11/2010).

Secara terpisah, Kepala Pos Pengamatan Gunung Bromo, M. Syafi'i, meminta kepada wisatawan dan warga untuk tidak masuk ke wilayah kaldera (lautan Pasir) dengan radius antara 2,5-3 kilometer dari kawah Bromo.

"Petugas sudah kita siapkan untuk memantau wisatawan dan warga agar tidak mendekat ke lokasi kaldera," ujar Syafi'i.

Selain menyiapkan petugas agar wisatawan dan warga tidak masuk ke lokasi kaldera, pihaknya juga telah membuat rambu-rambu peringatan di pintu masuk ke arah Bromo.

Sementara, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Alam (PVMBG) melalui situsnya meminta masyarakat yang tinggal di sekitar gunung untuk tenang, Masyarakat diminta tidak terpancing dengan isu-isu tentang letusan Gunung Bromo.

PVMBG juga meminta pemerintah daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Bromo di Desa Ngadisari, Cemoro Lawang, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo atau dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.

(bdh/bdh)