Tampilkan postingan dengan label Sumbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumbar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juni 2010

Gempa 7,5 SR Juga Terasa di Bukittinggi Sumbar

Minggu, 13/06/2010 04:35 WIB
Gempa 7,5 SR Juga Terasa di Bukittinggi Sumbar
Rachmadin Ismail - detikNews

Pusat gempa (USGS)
Jakarta - Gempa berkekuatan 7,5 Skala Richter (SR) yang berpusat di kepulauan Nicobar, India, tidak hanya terasa di Aceh. Guncangan yang sama juga terasa di kawasan Bukittingi, Sumatera Barat.

"Gempa di Aceh juga dirasakan sampai Bukittinggi," ujar Eko, salah seorang pembaca detikcom, lewat fasilitas Info Anda, Minggu (13/6/2010) dinihari.

Sementara itu, situs USGS mencatat, gempa ini terjadi di laut dan berada di kawasan Kepulauan Nicobar, India. Gempa ini berpotensi tsunami. Situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan, pusat gempa terjadi di laut dengan kedalaman 21 Km dan arah 420 km Barat Laut Sabang.
(mad/mad)

Rabu, 23 Desember 2009

Gempa 6,1 SR Guncang Sumbar

Rabu, 23/12/2009 08:33 WIB
Gempa 6,1 SR Guncang Sumbar
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta
- Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Sumatera Barat. Pusat gempa berada di kedalaman 10 Km di 1,48 LS - 99,33 BT.

Seperti diinformasikan situs BMKG, Rabu (23/12/2009), pusat gempa berada di 56 km Tenggara Siberut Mentawai, 88 km Barat Laut Sipura Mentawai, 127 Km Barat Daya Padang, 128 km Barat Daya Pariaman, dan 982 km Barat Laut Jakarta.

Gempa ini terjadi pada pukul 08.11 WIB dan tidak berpotensi tsunami. Belum ada laporan korban atau kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
(mad/gah)

Gempa 6,1 SR Guncang Sumbar

Rabu, 23/12/2009 08:33 WIB
Gempa 6,1 SR Guncang Sumbar
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta
- Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Sumatera Barat. Pusat gempa berada di kedalaman 10 Km di 1,48 LS - 99,33 BT.

Seperti diinformasikan situs BMKG, Rabu (23/12/2009), pusat gempa berada di 56 km Tenggara Siberut Mentawai, 88 km Barat Laut Sipura Mentawai, 127 Km Barat Daya Padang, 128 km Barat Daya Pariaman, dan 982 km Barat Laut Jakarta.

Gempa ini terjadi pada pukul 08.11 WIB dan tidak berpotensi tsunami. Belum ada laporan korban atau kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
(mad/gah)

Rabu, 07 Oktober 2009

Sebagian Besar Bangunan Cagar Budaya Sumbar Rusak

Sebagian Besar Bangunan Cagar Budaya Sumbar Rusak
SELASA, 6 OKTOBER 2009 | 22:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Sebagian besar bangunan cagar budaya (BCD) yang terdapat di Sumatera Barat (Sumbar) rusak berat akibat gempa berkekuatan 7,6 SR pada Rabu lalu (20/9) yang menimpa wilayah itu.

"Hasil Tim Survei Kerusakan Benda Cagar Budaya Pasca-gempa Sumbar pada Minggu (4/10) menyebutkan, peninggalan BCB di lima kawasan Kota Padang umumnya rusak berat," kata Koordinator Crisis Center Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Surya Dharma, di Jakarta, Selasa.

Gempa berkekuatan 7,6 skala richter itu telah meluluhrantakkan rumah, infrastrukur, dan bangunan fasiltas umum termasuk bangunan bersejarah yang masuk sebagai BCB di Kota Padang, Sumatera Barat.

Pihaknya mencatat di kawasan Batang Arau, Pasar Mudi, Pasar Malintang, dan Pasar Gadang sebagian besar kondisi BCB mengalami rusak berat, rata-rata sekitar 80 persen.

"Sedangkan di kawasan Pasar Batimpuk, bangunan BCB yang rusak hanya sebagian," katanya.

Dari kelima kawasan yang disurvei tersebut diketahui merupakan daerah yang mempunyai tinggalan bangunan BCB di masa Kolonial Belanda yang berjumlah sekitar 50 unit bangunan.

Tim survei melaporkan, umumnya kerusakan terjadi pada struktur bangunan yang rata-rata memang telah berumur puluhan tahun itu.

Gedung Perpustakaan dan Arsip Nasional Sumbar juga dilaporkan dalam kondisi rusak berat bahkan ambruk.

Bangunan lain yang juga menyimpan berbagai koleksi sejarah yakni Museum Adityawarman mengalami rusak ringan bagian belakang sedangkan Taman Budaya Sumbar rusak di bagian luar.

"Depbudpar bersama Dinas Budpar Sumbar menurunkan tim teknis untuk mensurvei BCB yang ada di Kota Padang sekitarnya, Kota Pariaman sekitarnya, dan Kota Bukittinggi sekitarnya serta mendata kerusakan bangunan akibat terkena gempa berkekuatan 7,6 SR pada Rabu (20/9) lalu," katanya.

Sebelumnya, Depbudpar menyatakan telah membentuk crisis center sebagai salah satu respon menghadapi bencana gempa di Sumbar.

"Crisis center kita bentuk sebagai wadah informasi bagi publik yang berkaitan dengan pariwisata di Sumbar pasca-gempa," kata Surya Dharma.

Ia mengatakan, crisis center itu menyediakan segala macam informasi termasuk mengakomodasi wisatawan yang menjadi korban bencana tersebut.

Crisis center juga menyiapkan diri untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan travel biro dan pemangku kepentingan dalam sektor pariwisata di Sumbar.

"Langkah pertama yang kami lakukan adalah menyiapkan media center dan perangkat telekomunikasi," katanya.

Selanjutnya, pihaknya sesegera mungkin mempelajari situasi yang ada pasca-gempa untuk kemudian melakukan gerakan pemulihan pariwisata pasca-gempa.

"Pada intinya crisis center bidang Kebudayaan dan Pariwisata ini dibentuk sebagai upaya membantu memberikan informasi kepada masyarakat seputar perkembangan kejadian peristiwa tersebut," katanya.

Crisis center Depbudpar di Padang akan dipusatkan di Inna Muara Hotel Padang, Jalan Gereja No.34 Padang, Telefon +62 75135600 dan 35365 (faksimile: 75131163) dan terhubung dengan crisis center di Pusat Informasi dan Humas Depbudpar Jakarta di Gedung Sapta Pesona Lantai II Ruang Press Room , Jalan Merdeka Barat No.17 Jakarta Pusat. Telefon: 3838169 Fax: 3854237 Email: humas@budpar.go.id.

Dalam pembentukan crisis center gempa Sumbar Surya Dharma, Kepala Pusat Informasi dan Humas (Kapusformas) (Hp:081382768082), ditunjuk sebagai koordinator didampingi oleh Burhanudin, Kepala Bidang Informasi dan Publikasi.


JY
Sumber : Ant

http://oase.kompas.com/read/xml/2009/10/06/22380718/Sebagian.Besar.Bangunan.Cagar.Budaya.Sumbar.Rusak

Sabtu, 03 Oktober 2009

Gempa Sumbar 3.000 Orang Terjebak di Reruntuhan

Gempa Sumbar
3.000 Orang Terjebak di Reruntuhan, 715 Meninggal
Jumat, 02 Oktober 2009 20:35 WIB
3.000 Orang Terjebak di Reruntuhan 715 Meninggal

AP

PADANG--MI:Pemerintah mengatakan hampir 3.000 mungkin masih terjebak di bawah reruntuhan, setelah Rabu (30/9), gempa menghancurkan ribuan bangunan di Padang. Setidaknya, 715 orang sudah dinyatakan meninggal.

Di lokasi bekas Hotel Ambacang, tempat sebanyak 100 orang dikhawatirkan terperangkap, "Petugas penyelamat mendeteksi tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan baja, beton bertulang, dan pecahan batu bata dari struktur bertingkat tiga," kata Gagah Prakosa, seorang juru bicara tim penyelamat.

"Kami mendengar suara-suara orang di bawah reruntuhan, tapi karena Anda dapat melihat besarnya kerusakan sehingga sangat sulit untuk menggapai mereka," ujar Prakosa. Suara-suara terdengar setelah 44 jam terjadinya bencana. Ini memberi harapan bahwa banyak kehidupan masih bisa diselamatkan.

Tapi, tim penolong asing yang akan pertama membuat jalan mereka ke lokasi. Para pejabat Indonesia mengatakan, kurangnya peralatan berat menggali menghambat pencarian. "Alat-alat berat dan penyelamat adalah prioritas kami," kata juru bicara Priyadi Kardono dari Departemen Kesehatan.

Kardono mengatakan, hampir 3.000 orang mungkin masih terperangkap di bawah reruntuhan. Ini adalah yang pertama kali pemerintah mengonfirmasi angka yang hilang. Ini menunjukkan bahwa korban tewas bisa mencapai ribuan. (AP/OL-04)

Rabu, 30 September 2009

Gempa Sumbar Hantam Infrastruktur Telekomunikasi?

Rabu, 30/09/2009 18:12 WIB

Gempa Sumbar Hantam Infrastruktur Telekomunikasi?
Wicak Hidayat - detikinet

ilustrasi (ash/inet)


Jakarta
- Gempa 7,6 SR menghantam Sumatera Barat (Sumbar). Jalur telekomunikasi di wilayah itu dikhawatirkan ikut terpengaruh oleh gempa yang terasa hingga ke Malaysia tersebut.

Belum ada konfirmasi dari penyedia jasa telekomunikasi mengenai pengaruh gempa terhadap infrastruktur telekomunikasi, baik seluler maupun telepon tetap. Namun pengamatan di lapangan, yang dilakukan
detikINET, Rabu (30/9/2009), menunjukkan gejala-gejala gangguan.

Sambungan telepon ke wilayah Padang, baik seluler maupun telepon tetap, sangat sulit hingga tidak bisa dilakukan. Kemungkinannya, selain terpengaruh gempa, terjadi kepadatan lalu-lintas telekomunikasi karena banyak pihak yang berusaha menggunakan jalur telekomunikasi.

Detikcom telah mencoba menghubungi lebih dari 15 nomor warga serta pejabat di Sumbar, termasuk Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi. Namun sama sekali tidak ada respons. Yang terdengar cuma suara tut-tut-tut berurutan.

Dicky, warga asal Padang yang menetap di Jakarta, juga mengaku kesulitan mengontak keluarganya di Padang. "Belum bisa nyambung, sibuk semua," ujarnya.

Dalam keadaan bencana, atau kejadian besar lainnya, jalur telekomunikasi kerap mengalami gangguan akibat kepadatan trafik. Ini karena penduduk setempat, maupun masyarakat dari wilayah lain, berusaha untuk melakukan komunikasi.

Tujuan komunikasi itu bisa beragam, mulai dari mencari kabar lebih lanjut soal peristiwa yag terjadi hingga memastikan keselamatan sanak-saudara, kerabat dan kolega mereka di wilayah tersebut.
( wsh / wsh )

Gempa 7,6 SR Landa Sumbar

Rabu, 30/09/2009 17:32 WIB
Gempa 7,6 SR Landa Sumbar

Amanda Ferdina
- detikNews

Sumbar
- Gempa berkekuatan 7.6 SR melanda Sumatra Barat. Gempa terjadi pukul 17.16 WIB.

"Gempa terjadi pada kedalaman 71 km," pesan singkat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika kepada detikcom, Rabu (30/9/2009).

Gempa berlokasi di 0.84 LS-99.65 BT atau 57 km barat daya Pariaman, Sumatra Barat. Belum diketahui apakah gempa berpotensi tsunami.

(amd/nrl)

Gempa 7,6 SR di Sumbar Terasa Hingga Malaysia

Gempa 7,6 SR di Sumbar Terasa Hingga Malaysia
Arifin Asydhad - detikNews

Jakarta
- Gempa 7,6 SR di Sumatera Barat (Sumbar) dan sekitarnya terasa hingga Johor Bahru, Malaysia. Goncangan getaran gempa di Johor Baru sangat kuat.

Qomaruddin, mahasiswa PHD di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Skudai Johor, merasakan getaran gempa sekitar 10 detik. "Saya sedang duduk di depan laptop, tiba-tiba mejaku bergoyang sekitar 10 detik," kata Qomaruddin saat dihubungi
detikcom, Rabu (30/9/2009).

Saat gempa terjadi pukul 18.27 Waktu Johor (17.27 WIB), dia sedang berada di lab kampus UTM di lantai 4. "Istri saya yang tinggal di flat lantai 10 juga merasakan hal yang sama," jelas dia.

Getaran gempa ini membuat sedikit kepanikan di Johor. Terutama bagi para warga yang tinggal di apartemen.
(asy/nrl)

Sabtu, 22 Agustus 2009

Banjir Bandang Landa Sumbar

Sabtu, 22/08/2009 21:01 WIB
Banjir Bandang Landa Sumbar,
Tidak Ada Korban Jiwa
Rachmadin Ismail - detikNews






















Padang - Beberapa wilayah di Sumatera Barat mengalami hujan lebat selama berjam-jam. Akibatnya, banjir bandang pun tidak terhindarkan.

Menurut Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Departemen Kesehatan (Depkes), Rustam Pakkaya, sebagian wilayah di Padang dan Kabupaten Agam mengalami kerusakan.

"Tapi tidak ada korban jiwa," ujarnya saat dihubungi lewat telepon, Sabtu (22/8/2009).

Menurut Rustam, di wilayah Kabupaten Agam, ada beberapa penduduk yang mengungsi. Dikabarkan, banjir bandang di lokasi tersebut dibarengi juga dengan longsor.

"Ada sekitar 16 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi," tambahnya.

Hingga saat ini, proses evakuasi para pengungsi masih dilakukan pemerintah setempat. Kerugian akibat peristiwa ini belum bisa dipastikan.
(mad/mad)