Tampilkan postingan dengan label Surabaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Surabaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Desember 2010

Gempa 5,8 SR Membuat Pekerja Di Gedung Bertingkat di Surabaya Panik

Selasa, 21/12/2010 12:15 WIB
Gempa 5,8 SR Membuat Pekerja Di Gedung Bertingkat di Surabaya Panik
Johansen Halim - detikSurabaya

Surabaya - Gempa Yogya pukul 10.59 WIB terasa hingga Surabaya. Gempa berkekuatan 5,8 SR ini membuat panik para pekerja di lantai 21 Graha Pena.

"Saya sedang ada di gedung lantai 12 Graha Pena, gempanya terasa, tetapi tidak
terlalu keras," ujar Ayub Dahana (20), seorang karyawan televisi lokal kepada detiksurabaya.com, Selasa (21/12/2010).

Akibat getaran gempa yang terasa cukup keras tersebut, ujar Ayub, beberapa rekannya yang berada di lantai 20 dan 21 sempat panik, dan mereka banyak yang berlarian untuk turun ke lantai dasar.

"Gempanya hanya sekitar 2 menit. Memang di lantai 12 tidak terlalu keras, tapi kata
teman-teman saya di lantai 20 dan 21 gempanya sangat terasa, akibatnya banyak orang yang panik lalu berlarian turun," ujar Ayub.

Selain terasa di Gedung Graha Pena yang berada di Jalan Ahmad Yani, imbas gempa Yogya juga dirasakan oleh para pekerja di Gedung Bumi Mandiri Jalan Basuki Rahmat.

"Terasa 2 menit lamanya getaran," kata Deasy Prastyo, karyawan D-Net kepada detiksurabaya.com yang saat kejadian berada di kantornya lantai 6.
(bdh/bdh)

Gempa Yogya Terasa Hingga Surabaya

Selasa, 21/12/2010 11:27 WIB
Gempa Yogya Terasa Hingga Surabaya
Budi Sugiharto - detikSurabaya



Surabaya - Diduga gempa imbas dari Yogjakarta, getaran yang cukup lama terasa hingga di Surabaya. Terutama dirasakan karyawan yang bekerja di perkantoran gedung berlantai tinggi.

Seperti yang dirasakan Deasy Prastyo, salah satu karyawan D-Net kepada detiksurabaya.com. Dia dan teman-temannya mengaku merasakan getaran yang cukup kuat pukul 11.03 WIB, Selasa (21/12/2010). Kuatnya getaran itu hingga membuat air teh di dalam gelas ikut bergoyang.

"Terasa 2 menit lamanya getaran," kata Deasy Prastyo kepada detiksurabaya.com yang saat kejadian berada di kantornya lantai 6 Jalan Basuki Rahmat Surabaya.

Deasy menduga getaran gempa itu akibat Gunung Bromo yang belakangan ini mengalami aktivitas vulkanik. Meski getaran cukup lama, Deasy dan teman-temannya tidak panik. Selain perkantoran D-Net, karyawan yang berkantor di Bumi Mandiri Jalan Basuki Rahmat ikut merasakan getaran gempa.
(fat/fat)

Sabtu, 07 November 2009

Penderita Gizi Buruk di Surabaya Meningkat 72 Persen

Penderita Gizi Buruk di Surabaya Meningkat 72 Persen
SABTU, 7 NOVEMBER 2009 | 13:44 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Jumlah penderita gizi buruk di RSUD Dr Soewandhi Surabaya hingga akhir Oktober meningkat 72 persen dari 196 menjadi 269 pasien pada tahun ini. Direktur RSUD Dr M Soewandhi, dr Lilian Anggreny, di Surabaya, Sabtu (7/11), mengatakan, umumnya pasien gizi buruk datang ke RSUD Dr M Soewandhi bukan karena keluhan gizi buruk, tetapi ada penyakit lain, seperti radang paru-paru, TBC, demam tinggi, atau radang tenggorokan.

"Setelah kami periksa lebih lanjut, ternyata selain menderita radang paru-paru, mereka juga terkena gizi buruk. Umumnya, balita yang terkena gizi buruk datang dengan kondisi yang sudah sangat parah," katanya. Hingga saat ini jumlah balita yang meninggal karena gizi buruk sudah mencapai 14 anak, padahal sepanjang tahun 2008 hanya ada lima balita.

Kurangnya perhatian orangtua pada buah hati mereka dipandang sebagai salah satu penyebab meningkatnya kasus gizi buruk di Surabaya. "Mayoritas penderita gizi buruk, orangtuanya bermata pencaharian tidak tetap, ada yang bekerja sebagai penjual di pasar, tukang rombeng, anak nelayan, atau tukang jahit sepatu," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dr Esty Martiana Rachmie mengatakan, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kasus gizi buruk saat ini telah menjadi fokus utama dari kegiatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

ABI

Editor: Abi

Sumber : ANT

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/07/13441198/penderita.gizi.buruk.di.surabaya.meningkat.72.persen