Tampilkan postingan dengan label Warga Panik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warga Panik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Desember 2010

Gempa Padang Bersumber di Patahan Semangko

Gempa Padang Bersumber di Patahan Semangko
Gempa 4,2 SR membuat panik warga Padang. Mengapa gempa kecil bisa terasa kuat?
JUM'AT, 3 DESEMBER 2010, 11:19 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews -- Gempa dengan kekuatan 4,2 skala Richter dirasakan kuat di Kota Padang Sumatera Selatan, Jumat 3 Desember 2010 pukul 10.11 Waktu Indonesia Barat.

Gempa membuat sejumlah warga panik. Ada yang sampai jatuh dari motor atau panci rebusan air tumpah. Gempa juga memacetkan jalan di sekitar Pasaraya Padang.

Mengapa gempa dengan kekuatan kecil bisa terasa kuat?

Staf Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang, Amarizal mengatakan gempa berada di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Sehingga kekuatannya sampai 4 MMI.

"Di Patahan Semangko atau Sumatera," kata dia di Padang, Jumat 3 November 2010.

Sumber gempa, tambah dia, ada di sekitar jalur Singkarak. Meski terasa kuat, gempa tidak berpotensi tsunami.

"Gempa dirasakah lebih kuat di arah Singkarak. Di sama dikenal sebagai jalur gempa, selalu digoyang gempa," tambah dia.

Diungkapkan Amarizal, selain potensi gempa di lautan, Sumatera Barat juga berpotensi gempa di darat. "Karena dilewati patahan Semangko."

Untuk diketahui, Patahan Semangko adalah bentukan geologi yang membentang di Pulau Sumatera dari utara ke selatan, dimulai dari Aceh hingga Teluk Semangka di Lampung. Patahan inilah membentuk Pegunungan Barisan, suatu rangkaian dataran tinggi di sisi barat pulau ini. Patahan Semangko berusia relatif muda dan paling mudah terlihat di daerah Ngarai Sianok dan Lembah Anai di dekat Kota Bukittinggi.

Patahan ini merupakan patahan geser, seperti patahan San Andreas di California.

Laporan: Eri Naldi | Padang, umi

• VIVAnews

Sabtu, 19 September 2009

Bali Terguncang Gempa, Warga Panik

Bali Terguncang Gempa, Warga Panik
Ilustrasi Kulit Bumi Retak

    SABTU, 19 SEPTEMBER 2009 | 06:54 WIB

    BADUNG, KOMPAS.com — Sekitar pukul 07.05 Wita, warga Bali berhamburan keluar rumah karena gempa. Mereka merasakan gempa dua kali dengan skala besar dibandingkan pada 2 September lalu.

    Sejumlah warga memukul kentongan sebagai tanda waspada adanya gempa. Berdasarkan keterangan dari BMKG Denpasar, gempa berkekuatan 6,4 SR di 101 km tenggara Nusa Dua dengan kedalaman 34 km.

    Namun, belum ada laporan adanya kerusakan materi. Hanya, beberapa barang ringan di lemari, misalnya, sempat jatuh. Anak sekolah berhamburan dan beberapa di antaranya diinfokan diliburkan.


    AYS

    http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/19/06544861/bali.terguncang.gempa.warga.panik