Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2011

Dalam Hitungan Detik, Banjir Bandang Hancurkan Puluhan Rumah di Wonosobo


Dalam Hitungan Detik, Banjir Bandang Hancurkan Puluhan Rumah di Wonosobo

Arbi Anugerah - detikNews
Senin, 19/12/2011 13:09 WIB

Wonosobo - Dalam hitungan detik, banjir bandang dan bencana tanah longsor meluluhlantakan puluhan rumah di tepian Sungai Ngesong Dusun Sidorejo, RT 1 dan 2, RW 8, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Air bercampur lumpur terjadi secara tiba-tiba dan merobohkan rumah serta menyeret puluhan warga.

"Cuma 2 detik, air setinggi rumah bertingkat merobohkan rumah saya," kata Romadhon, warga yang selamat saat ditemui wartawan di tempat pengungsian Balai Desa Sitieng, Senin (19/12/2011).

Menurut dia, saat kejadian hujan turun dengan deras sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (18/12/2011) kemarin. Dia bersama kedua orangtuanya, Mustamid (52) dan Tuminah (46) berinisiatif keluar rumah.

"Saat itu tidak seperti biasanya, suasananya sangat tenang tapi tiba-tiba blurr!!! Air beserta lumpur hitam langsung menerjang rumah sehingga membuat tembok rumah menimpa bapak saya. Dalam sekejap langsung hilang terseret arus sungai," uangkapnya.

Rumahnya yang berjarak 2 meter dari pinggir kali membuat ayahnya langsung terseret derasnya arus sungai. Sementara ibunya yang tepat berada di depannya terkena bongkahan batu.

"Saat itu posisi saya di tengah di antara kedua orangtua saya. Ayah saya terseret arus sedangkan saya selamat karena saya sempat lari ketika kejadian, namun bapak saya tidak sempat lari," jelasnya.

Dia menuturkan, semua barang berharga yang ada di rumahnya hanyut tersapu banjir bandang dan longsor dan hanya tersisa pakaian yang melekat di tubuhnya.

"Ibu dan saya sempat pingsan setelah lelah mencari bapak saya yang hanyut. Hanya tersisa pakaian yang ada dibadan. Pakaian ini saja saya dapat dikasih oleh kawan," tuturnya.

Saat ini ibunya dirawat di RSU Wonosobo karena luka di bagian kakinya. Sedangkan dia masih menunggu kabar tentang nasib bapaknya yang hanyut.

(anw/anw)

Selasa, 09 November 2010

Gempa Yogya Dirasakan di Wonosobo, Purworejo, Magelang, dan Klaten

Selasa, 09/11/2010 14:46 WIB
Gempa Yogya Dirasakan di Wonosobo, Purworejo, Magelang, dan Klaten
Arifin Asydhad - detikNews


Jakarta - Gempa 5,6 SR mengejutkan warga Yogyakarta sekitar pukul 14.03 WIB. Gempa yang berpusat di 125 KM barat daya Bantul itu juga dirasakan sejumlah kota yang melingkari Yogyakarta. Antara lain di Wonosobo, Purworejo, Magelang, dan Klaten.

"Gempa menguncang Wonosobo pukul 14.05 WIB," kata Rofiudin lewat infoanda, Senin (9/11/2010).

Gempa yang sama juga dirasakan warga di pesisir selatan Jawa Tengah. "Gempa bumi berskala kecil baru saja terjadi di pesisir selatan Jawa Tengah. Gempa terasa di Kebumen, Purworejo, sampai Yogya," kata Afidz.

Guncangan gempa juga dirasakan di Magelang. Ichsan, warga Jalan Perintis Kemerdekaan Magelang, merasakan guncangan itu sekitar 5 detik.

"Gempa yang terjadi sekitar pukul 14.03 WIB sangat terasa di Magelang, tapi saya merasakan lumayan besar tapi cuma sekitar 5 detik. Sementara cuaca di Magelang sedang hujan," kata dia.

Ganjar, yang juga warga Magelang, juga merasakan hal yang sama. "Pengungsi di balai latihan kerja tempuran Magelang lari berhamburan keluar dari gedung akibat gempa yang terjadi dengan durasi sekitar 5 detik," ujar dia.

Di Klaten, gempa ini dirasakan sangat kuat. Bahkan, lampu terlihat bergoyang akibat gempa itu. "Baru saja terjadi gempa di wilayah Wedi, Klaten , lumayan besar. Meja TV sama lampu yang menggantung sampai bergoyang kenceng. Warga pada lari berhamburan keluar rumah karena takut," kata Sardini.


(asy/nrl)

Sabtu, 21 Agustus 2010

Gempa Yogyakarta Terasa Hingga Wonosobo

Sabtu, 21/08/2010 19:19 WIB
Gempa Yogyakarta Terasa Hingga Wonosobo
Luhur Hertanto - detikNews

Jakarta
- Goncangan gempa 5SR yang terjadi di Bantul, tidak cuma dirasakan oleh warga kota Yogyakarta. Namun juga warga Wonosobo, Temanggung dan Magelang.

"Saya dapat informasi dari teman di Wonosobo dan Temanggung, goncangan gempa juga mereka rasakan," kata Nurbanuhito, warga Magelang, kepada detikcom, Sabtu (21/8/2010).

Berdasar informasi yang diperoleh dari teman-temannya, Nur mengatakan bahwa meski sudah tidak dirasakan adanya goncangan namun kecemasan masih sangat terasa. Warga yang berhamburan keluar rumah sejak terjadinya gempa pada pukul 18.42 WIB, hingga ini belum berani masuk rumah.

"Terutama yang di Yogyakarta, masih trauma dengan gempa 2006 yang lalu itu," ujar Nur.

Berdasar informasi di situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, pusat gempa berada pada kedalaman 10 km dari permukaan tanah. Koordinat tepatnya adalah 8.03 Lintang Selatan dan 110.39 Bujur Timur, atau 15 km di bagian tenggara Bantul.

(lh/lh)