Tampilkan postingan dengan label benda angkasa luar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label benda angkasa luar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 April 2010

Ledakan di Duren Sawit

Jumat, 30/04/2010 14:10 WIB
Misteri Ledakan di Duren Sawit
Sejumlah Barang di Rumah Sudarmodjo Lumer
Didit Tri Kertapati - detikNews

Jakarta - Salah satu jejak yang ditinggalkan meteorit (meteor) yang jatuh di bumi adalah tanda terbakar. Di rumah Sudarmodjo yang kejatuhan benda asing luar angkasa, tanda itu juga terlihat.

"Banyak benda-benda yang lumer seperti kain, sarung dan dan sajadah," kata Sudarmadjo di lokasi kejadian, Jl Delima VI Gang 2, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (30/4/2010).

Hawa yang terasa di rumahnya juga terasa panas begitu benda asing mendarat. Namun tidak ada api yang terlihat.

Rumah Sudarmodjo yang bernomor 31 rusak parah. Bangunan di lantai dua runtuh menimpa lantai satu. Untung saat kejadian, rumah itu sedang tak berpenghuni.

Semula, Sudarmadjo mengira rumahnya runtuh akibat ledakan tabung gas. Tapi setelah dicek, tabung gas di rumahnya utuh. Dua rumah di kiri dan kanannya juga ikut rusak, sedangkan tabung gas sama-sama masih utuh.

Polisi memastikan bahwa benda yang merusak ketiga rumah itu berasal dari luar angkasa. Barang bukti yang dikumpulkan adalah debu dan pecahan halus berwarna hitam dan putih.

(nik/nrl)

Rabu, 28 Oktober 2009

Asteroid di Bone Munculkan Kekhawatiran tentang Pertahanan Bumi

Rabu, 28/10/2009 10:38 WIB
Asteroid di Bone Munculkan Kekhawatiran tentang Pertahanan Bumi
Nurul Hidayati - detikNews

Jakarta - Ledakan asteroid di Bone, Sulsel, memunculkan kekhawatiran tentang pertahanan Bumi terhadap pengaruh benda angkasa luar.

Kekhawatiran ini lahir karena asteroid yang jatuh di Bone 8 Oktober lalu tidak terlihat oleh teleskop dan bila ukuran asteroid itu lebih besar, maka akan memicu musibah dahsyat.

Asteroid yang jatuh di laut Bone diperkirakan berdiameter 10 meter. Bila diameternya 20 - 30 meter akan menyebabkan kerusakan ekstensif dan menimbulkan kematian.

Sangat sedikit benda angkasa yang diameternya lebih kecil dari 100 meter bisa dilihat teleskop dan didaftar oleh astronom.

Tim Spahr, direktur Pusat Planet Kecil di Cambridge, Massachusetts, memperingatkan bahwa tak dapat dielakkan bahwa asteroid berukuran kecil lolos dari pengamatan. "Bila Anda ingin menemukan objek paling kecil, Anda harus membangun lebih banyak teleskop yang lebih besar,"ujarnya seperti dilansir The Telegraph edisi 27 Oktober 2009.

"Sebuah survei untuk menemukan semua benda berukuran 20 meter kemungkinan akan menghabiskan biaya miliaran dolar," imbuhnya.

Periset di University of Western Ontario menyatakan, asteroid yang jatuh di Bone menampakkan awan debu yang bersinar seperti bola api. Hal serupa juga disaksikan oleh warga Bone.

Sebuah asteroid atau pecahan komet berdiamater 60 meter dipercaya jatuh di dekat Tunguska Event, yang memicu ledakan dahsyat di atas Rusia pada 1908. Ledakan itu diperkirakan setara dengan 10-15 juta ton TNT, cukup untuk membumihanguskan sebuah kota besar.

Gedung Putih akan mengembangkan kebijakan tentang ancaman benda angkasa luar itu menjelang Oktober tahun depan.

(nrl/iy)