Tampilkan postingan dengan label tsunami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tsunami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2011

Gempa 7,1 SR, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami

Minggu, 10/07/2011 08:57 WIB
Gempa 7,1 SR, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami

Laurencius Simanjuntak - detikNews

Tokyo - Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk pantai Pasifik di wilayah utara Jepang, setelah gempa 7,1 SR menghantam wilayahnya. Peringatan itu dikeluarkan Badan Meteorologi Jepang, Minggu (10/7/2011).

Seperti dilansir AFP, Badan Meteorologi mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur Iwate, Miyagi, dan Fukushima, setelah gempa 7,1 SR mengguncang pulau besar Honshu pada 09.57 waktu setempat atau 00.57 GMT.

Badan Geologi AS, yang juga memperkirakan kekuatan gempa sebesar 7,1 SR, mengatakan gempa di lepas pantai itu berpusat di kedalaman 6,2 mil. Wilayah gempa itu secara umum sama denga area gempa 9 SR yang mengguncang Jepang dan menyebabkan tsunami pada 11 Maret lalu.

(lrn/lrn)

Selasa, 29 Maret 2011

Ancaman Tsunami Kembali Landa Jepang Pagi Ini

Ancaman Tsunami Kembali Landa Jepang Pagi Ini
Gempa berkekuatan 6,5 skala richter dengan ancaman tsunami guncang wilayah timur Jepang.
SENIN, 28 MARET 2011, 06:45 WIB
Bayu Galih

VIVAnews - Gempa berkekuatan 6,5 skala richter kembali mengguncang wilayah timur Jepang, pada Senin pagi waktu setempat. Badan Survey Geologi Amerika Serikat kemudian mengingatkan adanya kemungkinan bahaya tsunami.

Seperti dikutip dari AP, tidak ada laporan mengenai kerusakan atau korban jiwa. Tapi Badan Meteorologi Jepang mengumumkan kemungkinan tsunami setinggi 0,5 meter di prefektur Miyagi.

Peringatan tsunami dikeluarkan Badan Survey Geologi AS sekitar pukul 07.23 pagi waktu Jepang, setelah gempa terjadi di sekitar perairan timur Honshu, Jepang. Gempa diperkirakan berada di kedalaman 5,9 kilometer.

Sebelumnya, gempa besar berkekuatan 9 skala richter memicu tsunami dan menghantam Jepang pada 11 Maret lalu. Akibat hantaman tsunami itu, Jepang pun dilanda bencana nasional yang menimbulkan korban sekitar 18 ribu jiwa.

Akibat gempa dan tsunami itu gedung reaktor nuklir pembangkit listrik retak. Itulah yang kemudian memicu bocornya nuklir dan menimbulkan radiasi di sekitar reaktor. Bahaya radiasi itu mencemaskan banyak orang.

• VIVAnews

Minggu, 20 Maret 2011

Korban Tewas dan Hilang Akibat Tsunami di Jepang 21.381 Orang

Minggu, 20/03/2011 23:13 WIB
Korban Tewas dan Hilang Akibat Tsunami di Jepang 21.381 Orang
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Korban Tewas dan Hilang Akibat Tsunami di Jepang 21.381 Orang
foto: detikcom

Jakarta - Jumlah warga Jepang yang dilaporkan tewas dan hilang karena gempa dan tsunami terus bertambah. Hingga malam ini korban tewas dan hilang karena gempa dan tsunami di Jepang melampaui 21.000 jiwa.

Seperti dikutip detikcom dari AFP, Minggu (20/3/2011), Kepolisian Nasional Jepang menyebutkan 8.450 orang telah dikonfirmasi tewas dan 12.931 orang lainnya dinyatakan hilang. Total korban tewas dan hilang hingga saat ini 21.381 orang.

Daerah perfektur Miyagi dilaporkan paling banyak korban tewas. Korban tewas di kawasan ini mencapai 5.053 orang. Kepolisian wilayah Miyagi bahkan memperkirakan masih ada 10.000 warga lainnya hilang.

Perfektur Iwate juga tak kalah parah. Sebanyak 2.650 warga dilaporkan tewas. Fukushima, tempat terjadinya kecelakaan PLTN juga kehilangan 691 orang warganya karena tsunami di Jepang.

Gempa dan tsunami di Jepang awal bulan ini menjadi bencana alam paling mematikan di Jepang sejak gempa Kanto pada tahun 1923 yang menewaskan lebih dari 142.000 orang.

(van/ahy)


Selasa, 15 Maret 2011

Tsunami Menyapu Natori dari Peta

Tsunami Menyapu Natori dari Peta
"Dulu di sini ada rumah-rumah. Sekarang, semua lenyap. Lenyap. Tak ada apa-apa lagi."
SELASA, 15 MARET 2011, 10:47 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews - Gempa 9 Skala Richter yang memicu gelombang 'dinding air' tsunami di Jepang diyakini telah menewaskan lebih dari 10 ribu orang. Tak cuma itu, Tsunami juga telah membuat sejumlah desa dan kota kecil di dekat pusat gempa, Sendai, Prefektur (setingkat provinsi) Miyagi, seolah tinggal nama di peta.

Tiga hari setelah gempa dahsyat 11 Maret lalu, wartawan CBS News, Ben Tracy, mendatangi Natori, sebuah kota pertanian kecil di kawasan Sendai. Dan dia melihat betapa kota kecil ini tinggal puing-puing, seperti tempat sampah raksasa. Kota ini juga sudah kosong melompong. Sekitar 74 ribu warga yang sebagian besar adalah petani, ada yang mengevakuasi diri, banyak juga yang hilang dan tewas.

Ketika masuk ke pedesaan ini, Tracy menyaksikan beberapa titik api masih menyala. Reruntuhan bangunan berserakan dimana-mana. Mobil-mobil darurat adalah satu-satunya jenis kendaraan yang melintas di jalan dan seorang lelaki adalah satu-satunya manusia yang bertahan hidup di situ.

Semua menghilang. Begitu juga dengan tempat tinggal mereka, yang rata dengan tanah.

"Dulu di sini ada rumah-rumah. Sekarang, semua lenyap," kata orang itu. "Lenyap, tak ada apa-apa lagi."

Sopir si wartawan CBS, Ikuo Hirai, membawa mobil melintasi jalan yang dulu biasa dia lalui saat membawa keluarganya bertamasya ke pantai. Dia seperti tak percaya pada apa yang dia lihat di sepanjang jalan.

"Tsunami," kata dia.

Apa yang terjadi pada penduduk di sini saat tsunami datang menerjang?

"Mereka tidak dapat menyelamatkan diri," kata Hirai.

Tsunami seperti menyapu Natori hilang dari peta. Ratusan orang hilang, beberapa di antaranya dikhawatirkan telah tewas. Tidak ada lagi tanda kehidupan di kota ini.

Di jalan itu juga di Natori, belum lama ini para tentara mendengar informasi bahwa seseorang terkubur di reruntuhan. Orang itu adalah salah satu yang dilaporkan hilang. Mereka akhirnya menemukannya dan membawa jenazahnya ke rumah duka.

"Menyedihkan," kata Hirai.

Toh demikian, Hirai menyimpan keyakinannya bahwa suatu saat kota ini dapat dibangun kembali, meski mulai dari titik nol lagi. (kd)

• VIVAnews

Senin, 14 Maret 2011

Tsunami-hit Sendai faces uncertain futur

Tsunami-hit Sendai faces uncertain future

March 13, 2011 -- Updated 0734 GMT (1534 HKT)
Click to play
Search for survivors in Sendai
STORY HIGHLIGHTS
  • Sendai is a city of around 1 million people; only 80 miles from 8.9 magnitude quake epicenter
  • Tsunami has left widespread devastation of city's suburbs and surrounding region
  • Disaster will greatly damage fishing and farming industries near city
  • May cause more migration of young people from the city and Miyagi prefecture

(CNN) -- While rescue efforts continue in Sendai, the city that lies just 80 miles (130 kilometers) east of the earthquake epicenter, the long-term future of the metropolis and surrounding area looks uncertain.

Kyung Lah has reported from the outskirts of the city on Sunday morning describing the shell-shocked population organizing themselves to clear roads, clean up and assist official efforts in searching for missing people, while fearing more aftershocks and tsunamis.

But even when a semblance of normality returns to the city of around one million people the disaster could compound the problems facing the region; namely the flight of young people to larger cities and a rapidly ageing population.

"A trend across Japan has been moving out of the rural areas to Tokyo," says CNN correspondent Kyung Lah.

Survivor describes earthquake
Residents watched as water rushed in
Families searching for loved ones
Major aftershock in Sendai, Japan

"The area (around Sendai) has experienced a brain drain and economic drainage (as young people leave the area). It was already struggling to keep ahead and to keep the local industries going; agriculture and fishing. The last thing that this community needed was for its infrastructure to be wiped out."

The tsunami's destruction: Before and after

The capital of Miyagi prefecture, Sendai is the largest city in northern Japan, less than a two-hour bullet train ride away from Tokyo.

The city lies on the flat, coastal plain between the Ohu Mountains and the Pacific Ocean. Most the eastern suburbs of the city hit by the tsunami are low lying with hills in the city center only around 40 meters (140 feet) high.

While far from the country's manufacturing heartland that lies to the south and west of Tokyo, Sendai is a regional hub with six universities around the city, which have helped develop the region's technological industries.

Miyagi prefecture has tried to diversify its industries away from agriculture and fishing to attract and keep a younger and educated workforce.

The regional government also has been trying to make the area's traditional industries of farming and fishing more attractive to a younger population, but across Japan approximately three fifths of farmers are over 65.

The destruction of fishing and agriculture infrastructure may compound the difficulties the industries face, although there may be a shorter term boost, says analysts, from the Japanese government greatly increasing public spending to rebuild.

For those currently in the city there are more immediate problems of water, food and fuel supplies.

Schools and hospitals in Sendai have been turned into shelters, and volunteers were handing out bottles of water, CNN's Kyung Lah reported from the city.

"Somehow we can hang in there," says Yasue Schumaker, a native of Sendai who has been living in Hawaii for 15 years, but in the city caring for her mother.

"We don't' have any water, electricity or gas. They've just announced that it could take days to get gas for everybody. We definitely need water and food. I don't think people have enough food or water. People prefer to stay in the car as they're feeling aftershocks. It's very cold."

Dean Irvine contributed to this report

http://edition.cnn.com/2011/WORLD/asiapcf/03/13/japan.quake.sendai/index.html?section=cnn_latest

Sabtu, 12 Maret 2011

Tsunami Rusak Rumah dan Jembatan di Jayapura

Tsunami Rusak Rumah dan Jembatan di Jayapura

Liputan6.com, Jayapura: Tsunami kiriman gempa di Jepang merusak beberapa bangunan rumah dan jembatan yang ada di kampung Tobati, yang berlokasi di tengah teluk Youtefa, Papua. Seperti diwartakan Antara, Sabtu (13/3), tsunami menerjang Tobati sekitar pukul 21.30 WIT. Belum ada laporan korban jiwa hingga tulisan ini disusun.

"Beberapa rumah dan jembatan di kampung Tobati rusak parah, bahkan ada beberapa yang hancur total akibat gelombang tsunami semalam. Yang paling parah terkena terjangan tsunami adalah pemukiman dan jembatan di jalur laut," kata Sekretaris Jemaat gereja kampung Tobati, Marcelino Hababuk.

Ia juga mengatakan, saat mendengar akan ada tsunami menuju Jayapura, warga kampung Tobati langsung bergegas menuju gereja setempat, yang berlokasi di atas perbukitan pulau itu. "Tiga kali kami melihat air naik turun, dimulai sekitar pukul 20.30 WIT, puncaknya hingga akhirnya menghancurkan rumah dan jembatan kampung," ujarnya.

Menurutnya, ada sebuah rumah di kampung Enggros--letaknya bersebelahan dengan Tobati--yang tak berbekas karena disapu tsunami. Kini, warga Tobati sedang berusaha memperbaiki rumah dan jembatan yang rusak.

Sebelumnyam pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah V Jayapura mengeluarkan peringatan terjadinya tsunami di wilayah perairan Papua bagian utara yang mencakup Jayapura, Sarmi, Biak, Serui dan daerah sekitarnya Jayapura, Sarmi, Biak, Serui dan daerah sekitarnya [baca:Warga Pesisir Jayapura Mulai Mengungsi].(MEL)

http://id.berita.yahoo.com/tsunami-rusak-rumah-dan-jembatan-di-jayapura-20110311-171918-708.html

Sabtu, 25 Desember 2010

Major quake triggers tsunami in western Pacific

Major quake triggers tsunami in western Pacific


SYDNEY (AFP) – A powerful 7.3-magnitude earthquake struck near the western Pacific nation of Vanuatu early Sunday, triggering a small tsunami on the sixth anniversary of the Indian Ocean disaster.

The shallow quake generated a tsunami, the Hawaii-based Pacific Tsunami Warning Center said, but it cancelled a regional warning after the wave measured only 15 centimetres (six inches) higher than normal in Vanuatu.

"Sea level readings confirm that a tsunami was generated," the centre said in its bulletin.

"This tsunami may have been destructive along coastlines of the region near the earthquake epicentre," it said, but cancelled the warning when no destructive wave hit.

The US Geological Survey said the quake was 12.3 kilometres (7.6 miles) deep, and its epicentre was 145 kilometres (90 miles) west of Isangel, on the island of Tanna in the Vanuatu archipelago.

The USGS revised its initial readings for the magnitude and distances involved, after first recording the quake at 7.6. Two aftershocks of 5.6 and 5.5 magnitude came in the 90 minutes afterwards, it said.

The quake struck at 12:16 am on Sunday (1316 GMT Saturday), and the initial tsunami warning covered Vanuatu, Fiji and the French Pacific territory of New Caledonia. There were no reports of damage or casualties.

Jackie Philip, a member of staff at the Melanesian Port Vila Hotel in the Vanuatu capital, said the hotel was busy with late-night Christmas revellers when the quake struck.

"Some of us, we ran outside and stood and watched the sea for a few minutes but nothing happened. There is no damage and no injuries," he said, adding that no tsunami warning had been given on local radio.

Vanuatu, which lies between Fiji and Australia and north of New Zealand, is part of the "Pacific Ring of Fire" -- an ocean-wide area alive with seismic and volcanic activity caused by the grinding of enormous tectonic plates.

Sunday's quake came on the sixth anniversary of the Boxing Day tsunami, which was triggered by an undersea quake off Indonesia and killed more than 220,000 people around the Indian Ocean.

After the disaster, which came with little or no warning for millions of people in the firing line, regional governments deployed a string of monitoring buoys in the Indian and Pacific Oceans to keep track of any abnormal waves.

In August, a major 7.5-magnitude earthquake off Vanuatu generated a small tsunami and sent thousands of frightened people running for the hills.

In September last year, Samoa in the Pacific suffered its worst natural disaster when three rapid-fire quakes of up to 8.1 magnitude unleashed waves as high as 15 metres (50 feet) that flattened villages and tourist resorts.

The seismic catastrophe claimed 143 lives in Samoa, 34 in the US-administered territory of American Samoa and another nine in Tonga.

http://news.yahoo.com/s/afp/20101225/wl_afp/vanuatuquake