Senin, 30 Agustus 2010

Pengungsi Letusan Gunung Sinabung Tembus 20 Ribu Jiwa

Minggu, 29/08/2010 23:41 WIB
Pengungsi Letusan Gunung Sinabung Tembus 20 Ribu Jiwa
Khairul Ikhwan - detikNews

Foto: Khairul Ikhwan (detikcom)
Jakarta - Pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, mencapai 20 ribu jiwa. Diperlukan bantuan makanan tambahan untuk para pengungsi.

Berdasarkan data yang diperoleh detikcom dari posko utama pengungsian di Karo, Sumut, Minggu (29/8/2010), pukul 22.00 WIB, sebanyak 20.908 pengungsi mencari perlindungan ke posko pengungsian.

Pengungsi tersebut terbagi ke dalam 17 lokasi pengungsian. Jumlah posko dengan pengungsi terbanyak di Los Singgamanik (4.000 pengungsi), Jambur Lige (2.500 pengungsi), disusul Jambur Adil Makmur (2.665 pengungsi), Jambur Teras Barastagi (2.191 pengungsi), dan Los Pekanbuah Tigabinanga (1.813 pengungsi).

Berikut adalah data pengungsi akibat letusan Gunung Sinabung per 29 Agustus 2010 pukul 22.00 WIB.

1. Jambur Lige, 2.500 pengungsi
2. Jambur Adil Makmur, 2.665 pengungsi
3. Jambur Tuah Lopati, 1.025 pengungsi
4. Jambur Sempakata, 905 pengungsi
5. Jambur Dalihan Natolu, 1.025 pengungsi
6. Jambur Taras Berastagi, 2.191 pengungsi
7. Klasis Kabanjahe, 500 pengungsi
8. Jambur Pulungen, 1.000 pengungsi
9. Los Pekanbuah Tigabinanga, 1.813 pengungsi
10. Gedung KNPI, 460 pengungsi
11. Los Singgamanik, 4.000 pengungsi
12. Los Perbesi, 500 pengungsi
13. Los Tj, Pulo, 650 pengungsi
14. Los Siabang-abang, 500 pengungsi
15. Los Kutabuluh, 1.000 pengungsi
16. Los Tongkoh, 100 pengungsi
17. Gedung KKR Simpang Ketepul, 74 pengungsi

(van/her)

34 Desa Berada dalam Zona Bahaya Letusan Gunung Sinabung

Minggu, 29/08/2010 23:03 WIB
34 Desa Berada dalam Zona Bahaya Letusan Gunung Sinabung
Khairul Ikhwan - detikNews


Jakarta
- Sebanyak 34 desa yang tersebar di empat Kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) berada dalam zona bahaya letusan Gunung Sinabung. Sebagian besar penduduk desa tersebut sudah dievakuasi menuju lokasi-lokasi pengungsian.

Data yang diperoleh dari Posko Utama Penanggulangan Bencana Hingga Minggu (29/8/2010) malam, menyebutkan, keseluruhan desa tersebut terbagi dalam tiga zona bahaya letusan.

Zona pertama disebut sebagai Siaga I. Kawasan ini berada dalam radius enam kilometer dari pusat letusan Gunung Sinabung. Terdapat 12 desa dalam zona tersebut. Yakni Desa Sigarang-garang, Sukanalu, Bekerah, Simacem, Gamber, Sukameriah, Kutarakyat, Kutagunggung, Naman, Kutambelin, Kebayaken dan Desa Guru Kinayan.

Sementara zona kedua disebut daerah rawan I, yang lokasinya sudah lebih dari enam kilometer. Terdapat 10 desa yang masuk zona ini. Yakni Desa Silandi, Berastepu, Kuta Tengah, Sukandebi, Sukatepu, Ndeskati, Gungpinto, Payung, Perbaji dan Desa Nardinding.

Sementara zona ketiga disebut Rawan II. Terdapat 12 desa yang masuk dalam zona tersebut. Yakni Desa Ujung Teran, Cinta Rakyat, Torong, Ujung Payung, Rimo Kayu, Batukarang, Kuta Tonggal, Cimbang, Temburun Tiganderet, Tanjung Morawa dan Desa Kutambaru.

Sebagian besar penduduk desa-desa tersebut, sudah dievakuasi dan ditempatkan pada lokasi-lokasi penampungan pengungsian yang terdapat di Kecamatan Kabanjahe, Berastagi dan beberapa daerah lainnya.

Hingga saat ini jmumlah warga yang mengungsi akibat meletusnya gunung Sinabung tersebut mencapai 18.665 jiwa. Angka ini diperkirakan akan terus naik jika situasi tidak kunjung membaik.

(rul/her)

Minggu, 29 Agustus 2010

Pengungsi Kelaparan, Warga Blokir Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo

Minggu, 29/08/2010 12:05 WIB
Gunung Sinabung Meletus
Pengungsi Kelaparan, Warga Blokir Pendopo Rumah Dinas Bupati Karo
Khairul Ikhwan - detikNews








Medan
- Ratusan pengungsi korban letusan Gunung Sinabung, memblokir jalan menuju pendopo rumah dinas Bupati Karo di Jl Veteran, Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara, karena kesal belum juga mendapatkan bantuan makanan, Minggu (29/8/2010). Para pengungsi sempat beradu mulut dengan petugas kepolisian yang mencoba menenangkan massa.

Kedatangan ratusan warga tersebut, dimaksudkan untuk meminta pemerintah daerah setempat segera memberikan bantuan makanan. Sebagian dari mereka ada yang sudah dua malam di pengungsian, namun mengaku belum mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah setempat.

"Sampai sekarang, tak satupun bantuan makanan dikirimkan dari posko penangulangan bencana. Anak kami sudah kelaparan. Tidak ada perhatian. Katanya pagi mau diantar, tapi tidak diantar juga," kata salah seorang pendemo.

Para pengungsi merasa kesal, sebab lokasi pengungsian mereka hanya beberapa kilometer saja dari pendopo rumah dinas Bupati Karo yang kini dijadikan posko penanggulangan bencana, namun ternyata bantuan tak kunjung sampai.

Aksi ini sempat diwarnai adu mulut dengan petugas yang coba menenangkan para pengungsi. Para pengungsi akhirnya membubarkan diri setelah dijanjikan bantuan akan segera disalurkan. Mereka mengancam akan datang lagi bila hingga sore ini janji makanan tidak juga diberikan.

(rul/anw)


Belum Dievakuasi, Penduduk Desa Kuta Gugung Panik & Bingung

Minggu, 29/08/2010 02:07 WIB
Gunung Sinabung Meletus
Belum Dievakuasi, Penduduk Desa Kuta Gugung Panik & Bingung
Irwan Nugroho - detikNews


Jakarta
- Seratusan warga Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), hingga kini masih menunggu bantuan evakuasi. Kalau pun mengungsi sendiri, mereka tidak tahu di mana tempat yang aman.

"Kita belum tahu mau mengungsi kemana, menunggu arahan. Tapi hingga saat ini belum ada bantuan yang datang," kata salah satu warga Kuta Gugung, Terkelin Sembiring, kepada
detikcom, Minggu (29/8/2010), sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut Terkelin, warga takut terhadap bahaya gas beracun yang mungkin tersembur dari letusan gunung Sinabung. Sebab, tekanan angin saat ini mengarah ke desanya yang berada di lereng.

"Masker tadi dibagikan, namun hanya sebagian saja yang sudah dapat. Kalau masker sebagai orang awam mungkin sudah tahu antisipasinya, namun yang kami butuhkan adalah koordinasi untuk evakuasi," imbuh dia.

Mengenai kondisi di puncak Gunung Sinabung sendiri, kata Terkelin, saat ini diliputi kabut tebal. Larva pijar yang sebelumnya tampak menyembur dari puncak gunung berketinggian 2.400 Mdpl itu kini tidak lagi terlihat.

Gunung Sinabung meletus tepat pukul 00.08 WIB barat. Gunung ini sudah terlihat menunjukkan aktivitas sejak Jumat (27/8), kemarin berupa asap tebal yang muncul dari puncak gunung.
(irw/irw)

Tidur Panjang Sejak Abad 17, Meletusnya Gunung Sinabung Catat Sejarah

Minggu, 29/08/2010 06:45 WIB
Tidur Panjang Sejak Abad 17, Meletusnya Gunung Sinabung Catat Sejarah
Irwan Nugroho - detikNews








Jakarta
- Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) bak bangun dari tidur panjangnya. Setelah meletus sekitar 410 tahun lalu, gunung ini tidak menunjukkan tanda-tanda aktif. Namun, kini gunung tersebut meletus kembali.

"Ini seperti kertas putih yang akan kita tulis sejarahnya bahwa tanggal 29 Agustus lembaran baru Gunung Sinabung tercatat. Gunung Sinabung meletus kembali sejak tahun 1.600," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono, Minggu (29/8/2010).

Karena tidak aktif selama ratusan tahun, gunung yang berketinggian 2.400 meter di atas permukaan laut itu digolongkan bertipe B. Contoh lain dari gunung tipe tersebut adalah Gunung Merbabu yang berdampingan dengan Gunung Merapi di Yogyakarta serta Gunung Sibayak di Sumut.

Menurut Surono, gunung tipe B adalah gunung api yang tidak mempunyai karakter meletus secara magnetik. Berdasarkan prioritas ancaman, gunung tipe B tidak dipantau. Akan, tetapi ia membantah Gunung Sinabung lepas sama sekali dari pengamatan.

"Kalau tipe B itu tidak dipantau, namun ada penyelidikan tidak rutin," katanya.

Sejak meletus pada pukul 00.10 tengah malam tadi, lanjut Surono, PVMBG mengubah tipe gunung tersebut menjadi tipe A dengan status awas. Gunung itu selanjutnya akan dipantau setiap hari selama 24 jam.

Apakah akan terjadi letusan susulan? "Kami tidak bisa mengetahui seperti apa. Kami tidak mengenali sebelumnya bagaimana aktivitas Gunung Sinabung ini. Makanya kami kirim tim untuk mengetahui karakter gunung itu," tukas Surono.
(irw/irw)


2 Kemiripan Gunung Sinabung dan Krakata

Minggu, 29/08/2010 06:03 WIB
2 Kemiripan Gunung Sinabung dan Krakatau
Djoko Tjiptono - detikNews



Jakarta - Gunung Sinabung di Karo, Sumatera Utara, meletus pada pukul 00.10 WIB, Minggu (29/8/2010) dini hari tadi. Gunung yang telah lama menunjukkan tanda-tanda tidak aktif ini rupanya mempunyai kemiripan dengan Gunung Kratakau di Selatan Sunda.

"Sesungguhnya Gunung Sinabung masih menyimpan potensi ledakan. Ada kemiripan situasi Gunung Sinabung sekarang dengan Gunung Krakatau sebelum meletus," kata Staf Khusus Presiden Bidang Penanganan Bencana dan Sosial, Andi Arief, kepada
detikcom, Minggu (29/8/2010).

"Intensitas hujan yang tinggi, dan air hujan masuk ke kawah Sinabung sehingga berubah menjadi uap bertekanan tinggi. Hal itu memicu letusan freatik atau uap air, disertai abu vulkanik," katanya.

Nah, lanjut Andi, hal yang sama juga terjadi ketika Gunung Krakatau hendak meletus tahun 1883 lalu.

"Kalau kita lihat beberapa sumber bacaan terjadinya letusan Krakatau 1883 hampir mirip, dimana air laut masuk kawah," imbuhnya.

Kemiripan kedua, dinding Gunung Sinabung pun mulai runtuh, karena tekanan uap air mendidih bertekanan tinggi. Sebelum meletus, uap air Gunung Krakatau juga mendidih bertekanan tinggi dan meletup meruntuhkan dinding Kratakau.

Uniknya, letusan Gunung Krakatau juga terjadi pada tanggal 26, 27, dan 28 Agustus tahun 1883. "Mudah-mudahan hanya kemiripan saja," katanya.
(djo/irw)

Debu Gunung Sinabung Mulai Dirasakan di Deli Serdang

Minggu, 29/08/2010 04:04 WIB
Debu Gunung Sinabung Mulai Dirasakan di Deli Serdang
Khairul Ikhwan - detikNews

Foto: reuters

Medan
- Hujan debu yang bersumber dari Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) mulai menyebar ke kabupaten tetangganya, Deli Serdang. Beberapa kawasan di kabupaten tersebut mulai merasakan dampak.

Debu tersebut antara menyebar di desa Rumah Pilpil, Bandar Baru dan Bukum, Kecamatan Sibolangit yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Gunung Sinabung. Para pengendara yang melintas di Jalur Lintas Sumatera sebelah timur, merasakan langsung efek debu tersebut.

Hendra Nasution (32) salah seorang pengendara sepeda motor yang berangkat dari Medan menuju Karo, menyatakan dia terpaksa berhenti untuk memasang sapu tangan sebagai ganti masker untuk penutup mulut.

"Karena kencang, abu masuk ke mulut dan mata. Kalau tidak pakai helm yang ada kacanya, pasti kesulitan melintas di daeh Sibolangit. Ya, kecuali sangat pelan jalan motornya," kata Hendra di Brastagi, Karo, Minggu (29/8/2010) dinihari.

Debu yang mencapai Deli Serdang ini, tidak sampai menjadi kabut dan menghalangi pandangan. Secara kasat mata, tidak begitu terlihat pada malam hari, namun cukup mengganggu pernapasan.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo meletus pada pukul 00.10 WIB. Gunung itu kini telah berstatus awas.
(rul/irw)