Tampilkan postingan dengan label Fukushima. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fukushima. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Maret 2011

Ratusan Manula Koma dan Tewas di Fukushima

Ratusan Manula Koma dan Tewas di Fukushima
Sebagian besar dari mereka dalam keadaan koma dan lainnya meninggal.
JUM'AT, 18 MARET 2011, 18:19 WIB
Denny Armandhanu

VIVAnews - Petugas penyelamat menemukan ratusan orang tua atau manula di beberapa lokasi di Fukushima, Jepang, paska ledakan nuklir di pembangkit listrik wilayah tersebut. Beberapa di antara mereka telah tewas karena kedinginan dan kelaparan.

Mereka ditemukan di beberapa rumah sakit dan panti jompo yang ditinggalkan pengurusnya untuk mengamankan diri. Di sebuah rumah sakit, delapan kilometer dari instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Dai-ichi, petugas menemukan 128 manula ditinggalkan oleh perawat rumah sakit tersebut.

Seperti dimuat oleh laman Sydney Morning Herald, Jumat, 18 Maret 2011, sebagian besar dari mereka dalam keadaan koma, 14 di antaranya ditemukan tewas.

Sementara itu, di sebuah panti jompo, 11 manula ditemukan meninggal kedinginan karena minyak tanah untuk pemanas habis. Sebanyak 47 manula lainnya di panti jompo ini telah tewas sebelumnya diterjang tsunami.

Hampir seperempat warga Jepang berada di atas usia 65 ke atas. Penyakit-penyakit seperti hypotermia, dehidrasi, dan masalah pernafasan paling sering menimpa para manula di tempat penampungan. Sebagian dari mereka kehilangan obat-obatan akibat tersapu arus.

Tidak hanya manula, anak-anak juga dikabarkan menderita. Organisasi Save the Children yang mengunjungi Ishinomaki, Nobiru, dan Onagawa, melaporkan anak-anak di wilayah ini dalam keadaan yang mengkhawatirkan.

"Pemandangannya sangat menyedihkan, di beberapa tempat di Onagawa, tidak ada lagi yang tersisa," ujar ketua misi Save the Children, Ian Woolverton.

"Di beberapa tempat di Ishinomaki, kami menemukan anak-anak berkumpul di sekeliling lampu minyak tanah," tuturnya.

Kelompok ini bertemu dengan Kazuki Seto, 8, di pusat penampungan tidak jauh dari Sendai. "Kami sangat khawatir dan takut nuklir akan meledak. Itulah mengapa kami tidak main di luar," ujarnya.

Menurut laporan pemerintah Jepang, angka kematian akibat gempa dan tsunami mencapai 10.000 hingga 15.000 orang. Telah dikonfirmasi, 5.175 orang tewas dan 2.285 luka-luka. Sementara itu, 8.913 lainnya masih dilaporkan hilang. (art)

• VIVAnews

Minggu, 13 Maret 2011

Reaktor Nuklir di Fukushima Kembali Bermasalah

Minggu, 13/03/2011 05:15 WIB
Reaktor Nuklir di Fukushima Kembali Bermasalah
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Reaktor Nuklir di Fukushima Kembali Bermasalah
Foto: Reuters/Kyodo
Jakarta - Operator reaktor nuklir di Fukushima, Jepang, mengalami masalah baru. Satu lagi pendingin reaktor nuklir tidak bekerja. Untuk membantu mengatasi itu, Amerika Serikat mengirim dua ahli nuklir ke Jepang.

Seperti dikutip detikcom dari AFP, Minggu (13/3/2011), operator reaktor nuklir mengeluhkan tidak bekerjanya sistem pendingin reaktor di Fukushima, Jepang. Kejadian ini sebelumnya telah mengakibatkan ledakan di reaktor nuklir nomor 1 di tempat yang sama.

"Semua fungsi untuk menjaga kadar air pendingin di reaktor nomor 3 di pembangkit Fukushima 1 telah gagal ," kata juru bicara Tokyo Electric Power.

Karenanya Komisi Pengaturan Nuklir AS (NRC) telah mengirim dua pakar ke Jepang. Para ahli mencoba menyelesaikan krisis reaktor yang sempat meledak setelah terjadinya gempa dan tsunami di Jepang.

"Kami memiliki beberapa orang yang paling ahli di bidang ini, kami siap untuk membantu dengan cara apapun," kata NRC, Gregory Jaczko, dalam sebuah konferensi pers.

NRC adalah sebuah lembaga independen yang diamanatkan oleh Kongres AS untuk mengatur pembangkit listrik komersial nuklir dan bahan nuklir lainnya. Dua ahli yang dikirm merupakan bagian dari tim bantuan AS untuk mengatasi bencana tsunami di Jepang.

Sebelumnya diberitakan reaktor nuklir nomor 1 telah meledak kemarin Sabtu (12/3) karena masalah serupa. Akibatnya terjadi kebocoran 'kecil' , zat caesium radioaktif mulai terdeteksi di lingkungan sekitar reaktor Fukushima.

Semua warga dievakuasi ke tempat yang aman. Hal ini karena peningkatan tingkat radiasi menjadi 1.000 kali skala normal. Sampai saat ini lebih dari 100 ribu warga sudah dievakuasi.


(van/van)