Tampilkan postingan dengan label Gempa Susulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gempa Susulan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Maret 2011

Jepang Kembali Diguncang Gempa Susulan

Jepang Kembali Diguncang Gempa Susulan

Adinda Permatasari
Kamis, 10 Maret 2011 12:11 wib

ilustrasi (Foto: istimewa)
ilustrasi (Foto: istimewa)

TOKYO – Serangkaian gempa susulan mengguncang Jepang pagi ini. Gempa tersebut memicu peringatan terjadinya tsunami. Sehari sebelumnya Jepang diguncang gempa 7,2 skala richter (SR) dan tsunami kecil.

Belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban akibat gempa susulan ini.

Badan Meteorologi Jepang mengatakan, gempa pagi ini merupakan gempa susulan dari gempa yang terjadi kemarin di wilayah yang sama. Getaran gempa dirasakan sampai ratusan kilometer dari Tokyo. Gempa juga memicu terjadinya tsunami kecil.

Gempa-gempa susulan tersebut memiliki kekuatan 6,8 SR yang terjadi pada pukul 06.24 pagi waktu setempat dan 6,1 SR yang terjadi tiga jam lebih awal. Demikian dikutip dari CBS, Kamis (10/3/2011).

Pemerintah langsung menaikan peringatan tsunami setelah kedua gempa kuat itu terjadi di Prefektur Fukushima, Jepang pusat. Namun peringatan tersebut dicabut kembali beberapa saat kemudian.

Gempa susulan tersebut berpusat di 150 kilometer pesisir tenggara Jepang, sekira 440 kilometer tenggara Tokyo. Gempa terjadi di kedalaman antara 8-10 kilometer.

Jepang berada di wilayah Ring of Fire, lengkung gempa dan wilayah volkanis yang merentang di sekitar Lingkar Pasifik dan sekitar 90 persen gempa di dunia terjadi di sana.(rhs)

Selasa, 26 Oktober 2010

BMKG Catat 47 Gempa Susulan di Mentawai

BMKG Catat 47 Gempa Susulan di Mentawai


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sampai Selasa (26/10) pukul 15.00 WIB mencatat telah terjadi 47 gempa susulan berkekuatan 3-6,2 pada skala Richter. Gempa susulan terjadi usai gempa berkekuatan 7,2 skala Richter berkedalaman 10 kilometer dibawah laut dan terjadi di 78 km barat daya Pagai Selatan, Mentawai, Sumatra Barat, Senin (25/10) pukul 21.42 WIB.

BMKG menyebutkan gempa susulan yang terjadi skalanya lebih rendah dibanding gempa pertama dan sangat jarang menimbulkan kembali tsunami. ''Gempa besar pasti diikuti gempa susulan. Berdasarkan pengalaman gempa yang sudah menyebabkan tsunami sangat jarang kembali menimbulkan tsunami,'' tutur Deputi Geofisika BMKG, Prih Harijadi kepada Republika, Selasa (26/10).

Terkait peringatan dini tsunami, Prih menjelaskan diakhiri setelah tsunami di Kepulauan Mentawai terjadi. Peringatan diakhiri 51 menit setelah gempa terjadi.''Gempa yang terjadi di Kepulaua Mentawai langsung disusul tsunami. Sehingga peringatan diakhiri sesudah terjadi tsunami di Kepulauan Mentawai (Pagai),'' tutur Prih.

Berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Kepahiang, kemungkinan gempa menyebabkan tsunami dari sumber gempa ke Padang berdurasi 60 menit sedangkan potensi tsunami dari sumber gempa ke Kepulauan Mentawai (Pagai) berdurasi sekitar 30 menit sesudah gempa.

http://id.news.yahoo.com/repu/20101026/tpl-bmkg-catat-47-gempa-susulan-di-menta-97b2f71.html

Minggu, 25 Juli 2010

Getaran Terasa Hingga Padang, Warga Berhamburan ke Luar Rumah

Minggu, 25/07/2010 01:11 WIB
Gempa Sumut
Getaran Terasa Hingga Padang, Warga Berhamburan ke Luar Rumah
Peta-SumateraBarat-luar.jpg
Yonda Sisko - detikNews

Padang
- Gempa susulan berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan Sumatera Utara pada Sabtu (24/7/2010) pukul 21.59 WIB terasa cukup kuat di kota Padang, Sumatera Barat. Dua kali getaran dalam waktu kurang dari satu menit itu cukup membuat sejumlah warga berlarian ke luar rumah.

Berdasarkan pantauan
detikcom di kawasan Lubuk Minturun dan kawasan Tabing kota Padang, sejumlah warga yang belum tidur saat gempa terjadi memilih untuk sejenak bertahan di luar rumah.

“Takut juga kalau-kalau terjadi gempa susulan. Kami bertahan di luar dulu sambil memantau keadaan. Siapa tahu ada informasi yang perlu segera kami ketahui,” kata Zul (36) warga Lubuk Minturun, Sabtu (24/7/2010).

Menurut Zul, dia sudah khawatir bakal terjadi gempa lagi setelah pagi tadi terjadi gempa di wilayah Sumut dengan magnitude 6 SR.

“Informasinya, kekuatan gempa malam ini lebih kecil dari tadi pagi tapi getarannya kok terasa lebih kuat, ya?” kata Zul.

Kekuatiran yang sama juga dialami oleh Ardinal (40) warga Tabing Padang. Setelah menggoyang Bengkulu dan Sumatera Utara, dia kuatir gempa akan kembali terjadi di Sumatera Barat.

“Ya Tuhan, semoga jangan lagi. Akibat gempa 30 September lalu saja, masih banyak kerusakan yang belum diperbaiki. Secara mental juga masih banyak yang takut. Sulit dibayangkan kalau lagi-lagi kita harus menanggung cobaan sebesar itu,” ujarnya.

Hingga pukul 00.10 WIB, Minggu (25/7/2010) belum ada laporan adanya korban atau kerusakan yang terjadi di kota Padang akibat gempa
tersebut. Situs BMKG mencatat, gempa 5,3 SR di Sumatera Utara dapat dirasakan II-III MMI di Padang Panjang, Sumatera Barat.

(yon/mad)

Khawatir Gempa Susulan, Warga Tidur di Tenda

Sabtu, 24/07/2010 23:14 WIB
Gempa Sumut
Khawatir Gempa Susulan, Warga Tidur di Tenda
peta_sumut.jpg
Khairul Ikhwan - detikNews

Medan
- Gempa yang masih terus terjadi membuat penduduk di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) memilih untuk tidak tidur di dalam rumah. Masyarakat khawatir terjadinya gempa susulan dengan skala besar yang dapat merubuhkan rumah dan menimpa mereka.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofika (BMKG) melaporkan adanya gempa susulan dengan kekuatan 5,3 Skala Richter pada pukul 21.59. Pusat gempa berada sekitar 18 kilometer dari Panyabungan, ibukota Mandailing Natal, di kedalaman 10 kilometer. Lokasinya sama dengan pusat gempa berkekuatan 6,0 yang terjadi pada pukul 09.11 WIB tadi.

Guncangan gempa yang terus terjadi membuat warga tidak berani berdiam di rumah. Beberapa di antaranya memutuskan untuk mendirikan tenda darurat di tanah yang agak lapang, seperti yang ada di Desa tano Tiris, Kecamatan Panyabungan Barat. Tenda model darurat tersebut mampu menampung puluhan orang.

Sejumlah warga menyatakan, mereka tidak berani mengambil resiko tidur di dalam rumah. Rina (29) salah seorang ibu rumah tangga menyatakan, dia khwatir jika gempa besar datang rumahnya bisa ambruk dan menimpa
penghuni rumah.

"Saya dan anak-anak untuk sementara bertahan di luar dulu," kata Rina di Panyabungan Barat, sekitar 530 kilometer dari Medan, ibukota Sumut.

Gempa terakhir yang terjadi malam hari, membuat warga berlarian keluar dari rumah. Tidak ada laporan terjadinya kerusakan akibat guncangan gempa ini. Sementara gempa tadi pagi, membuat sebagian rumah warga mengalami retak dan beberapa fasilitas pendidikan rusak ringan.

(rul/mad)

Sumut Diguncang Gempa Susulan 5,3 SR

Sabtu, 24/07/2010 22:15 WIB
Sumut Diguncang Gempa Susulan 5,3 SR
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta
- Gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Sumatera Utara. Ini adalah gempa kedua setelah pagi tadi terjadi gempa di wilayah yang sama dengan magnitude 6 SR.

Situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa ini berpusat Panyabungan, Sumatera Utara. Gempa terjadi pada kedalaman 10 Km.

Gempa terjadi sekitar pukul 21.59 WIB. Lokasi persis gempa pada 18 Km Barat Laut, Panyabungan. Belum ada laporan kerusakan akibat gempa susulan ini. Namun, akibat gempa tadi pagi, lima anak dilaporkan mengalami luka ringan gara-gara bangunan sekolah runtuh.
(mad/mad)

Minggu, 25 Oktober 2009

Gempa Susulan Kembali Terjadi 10 Menit Kemudian

Minggu, 25/10/2009 04:33 WIB
Gempa NTT
Gempa Susulan Kembali Terjadi 10 Menit Kemudian
Aprizal Rahmatullah - detikNews

wordpress.com
Jakarta - Gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) ternyata tidak hanya sekali. 10 menit kemudian gempa susulan berkekuatan 5,5 Skala Richter kembali mengguncang Waingapu, NTT.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melansir gempa tersebut terjadi pukul 04.04 WIB atau 10 menit kemudian setelah gempa pertama berkekuatan 6,1 SR terjadi.

Gempa kedua ini berlokasi di 10.1 LS-118.75 BT dengan kedalaman 23 km. Pusat gempa berada pada 174 km barat daya Waingapu, NTT. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.
(ape/ape)

Rabu, 30 September 2009

Gempa Susulan 6,2 SR Kembali Guncang Padang

Gempa Susulan 6,2 SR Kembali Guncang Padang


    RABU, 30 SEPTEMBER 2009 | 18:07 WIB

    PADANG, KOMPAS.com - Gempa susulan dengan kekuatan 6,2 Skala Richter (SR) kembali mengguncang Sumatra Barat (Sumbar) pada Rabu pukul 17.38 WIB.

    Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa kedua yang mengguncang Sumbar ini terjadi pada episentrum 0,72 lintang selatan (LS) dan 99,94 BT bujur timur (BT). Pusat gempa itu berada pada 22 km barat daya Pariaman Provinsi Sumbar dengan kedalaman 110 Km.

    Sebelumnya gempa 7,6 SR mengguncang Sumbar dan sekitarnya pada pukul 17.16 WIB.
    Gempa tersebut terjadi pada titik kordinat 0,84 LS dan 99,65 BT dengan pusat berada pada 57 Km barat laut Pariaman Provinsi Sumbar berkedalaman 71 Km.

    WAH
    Sumber : ANT

    http://regional.kompas.com/read/xml/2009/09/30/1807342/gempa.susulan.62.sr.kembali.guncang.padang