Tampilkan postingan dengan label Hujan Angin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hujan Angin. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Desember 2010

Hujan Angin di GBK, Tenda Pedagang Roboh dan Kaos Timnas Beterbangan

Selasa, 28/12/2010 17:43 WIB
Hujan Angin di GBK, Tenda Pedagang Roboh dan Kaos Timnas Beterbangan
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Angin kencang tiba-tiba berhembus di wilayah Stadion GBK, Senayan. Pukul 17.15 WIB, angin membuat para pedagang yang biasa mangkal di Senayan kocar kacir.

Pantauan detikcom, Selasa (28/12/2010), pedagang aksesoris timnas harus berlarian mengejar baju dagangannya yang terhembus angin sampai ke jalan-jalan. Sementara beberapa tenda makanan dan minuman penjual makanan roboh.

Setelah angin kencang yang berhembus selama 5 menit itu, hujan pun turun selama 15 menit. Orang-orang mencari perlindungan dari hujan di pinggir-pinggir naungan atap stadion.

Tetapi uniknya dua orang wanita bule tampaknya tidak khawatir atas hujan angin itu. Walaupun harus berbasah-basahan, mereka tetap santai berjogging mengelilingi stadion dengan mengenakan pakaian tanktop.

Alhasil 'ulah' mereka menarik perhatian orang-orang yang berteduh di sekitar stadion utama. Mereka bersiul-siul sambil sesekali mengomentari wanita berkulit putih itu.


(mad/asy)

Minggu, 03 Oktober 2010

Hujan Angin Sisakan Genangan Air dan Pohon Tumbang

Minggu, 03/10/2010 14:56 WIB

Hujan Angin Sisakan Genangan Air dan Pohon Tumbang

Nurvita Indarini - detikNews


Jakarta - Angin kencang yang menyertai hujan deras di Jakarta pada Minggu siang ini berlalu. Namun sebagian wilayah Jakarta masih diguyur hujan. Sejumlah genangan air dan pohon tumbang di seputaran Jakarta pun bermunculan.


"Genangan air ada di Kemang, seputaran Codefin setinggi 20 cm. Ada juga di depan RS Duren Sawit setinggi 30 cm," ujar petugas Traffic Management Center (TMC) Briptu Seno, Minggu (2/10/2010) pukul 14.30 WIB.

Genangan air setinggi 30 cm juga tercipta di bawah jembatan baru Kalibata. Selain itu di Jalan Haji Nawi, Pondok Indah, pun terlihat genangan air dengan ketinggian 30 cm. Sedangkan genangan dengan ketinggian 40 cm terdapat di Jalan RE Martadinata, Ancol.

Di Jl Cirendeu Raya arah ke Lebak Bulus pun banyak genangan. Demikian pula di Raden Inten sampai Kali Malang dan di Jalan MT Haryono arah ke Pancoran, terdapat banyak titik genangan air.

Sedangkan data pohon tumbang yang didapat TMC antara lain pertigaan lampu merah Lebak Bulus, sebelum Gandaria City dari arah Permata Hijau, Bunderan Pondok Indah, depan Masjid Al-Munawar Perdatam, setelah lampu merah Cengkareng, Semanggi bawah arah Slipi, dan di depan sekolah Santa Ursula Jakarta Pusat.

"Di sekitar daerah yang banjir dan pohon roboh terdapat kepadatan lalu lintas," kata Seno.


(vit/fay)


Selasa, 14 September 2010

Jakarta Hujan Angin, Jarak Pandang Terbatas

Selasa, 14/09/2010 17:25 WIB
Jakarta Hujan Angin, Jarak Pandang Terbatas
Nurul Hidayati - detikNews

Jakarta - Hujan deras, disertai angin kencang plus petir menyambar, menghiasi Jakarta pada Selasa (14/9/2010) sore ini. Saking derasnya hujan, jarak pandang menjadi terbatas.


Angin yang kencang juga menyebabkan pejalan kaki yang memakai payung tidak kuat memegangi pelindung hujan itu. Di Jl Warung Buncit, Jaksel, sejumlah payung beterbangan. Beberapa satpam di gedung Aldevco Octagon bahkan berlari-lari mengejar payung tersebut.

Cuaca yang kurang bersahabat ini merata di Jakarta seperti di Jl TB Simatupang, Jl Gatot Subroto, Pondok Indah, dan tol Jagorawi. BMKG memprakirakan cuaca ekstrem ini akan terjadi beberapa hari ke depan.

Genangan telah muncul di sejumlah kawasan. TMC Ditlantas Polda Metro Jaya melaporkan, genangan 10-25 cm terlihat di belakang Stasiun Tj Barat menuju Depok. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

Genangan juga terpantau di Jl Haji Nawi, di Jl Wijaya samping gedung PTIK genangan mencapai 20 cm, dan Jl Mampang Prapatan.

(nrl/ndr)

http://www.detiknews.com/read/2010/09/14/172535/1440558/10/jakarta-hujan-angin-jarak-pandang-terbatas?881103605

Sabtu, 19 Desember 2009

Hujan Angin Robohkan Papan Reklame dan Pohon di Tol Cikopo

Sabtu, 19/12/2009 01:19 WIB
Hujan Angin Robohkan Papan Reklame dan Pohon di Tol Cikopo
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Dua buah papan reklame dan beberapa pohon roboh di dekat gerbang Tol Cikopo. Hal ini terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut.

"Ada dua papan yang roboh, pohon juga beberapa roboh. Saya tadi melintas dari arah Cikampek," kata Slamet Widodo, melalui fasilitas Info Anda, Sabtu (19/12/2009) dini hari.

Slamet melintas di gerbang tol Cikopo pada pukul 23.00 WIB. Saat itu, belum ada petugas yang melakukan evakuasi terhadap papan dan pohon.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dari arah Cikampek sempat tersendat. Tidak ada yang terluka dalam peristiwa ini meski pohon rubuh ke arah bahu jalan.

"Saya tadi hanya lewat. Masih dibiarkan saja di jalan soalnya hujan," tutupnya.

(mad/mad)

Sabtu, 14 November 2009

Tower Radio di Jember Roboh Diterjang Hujan Angin

Sabtu, 14/11/2009 18:55 WIB
Tower Radio di Jember Roboh Diterjang Hujan Angin
Ryma S - detikSurabaya



Foto: Ryma S
Jember - Hujan deras disertai angin kencang melanda Jember, Sabtu (14/11/09) sore. Akibat angin kencang itu, tower Radio Mutiara roboh. Akibatnya, bangunan Hotel Lestari dan dua ruko rusak.

Menurut pemilik toko Tiga Jaya, Indawati, peristiwa itu terjadi saat hujan deras sekitar pukul 14.30 WIB. "Tadi hujan dan angin sangat keras, tiba-tiba terdengar suara gemuruh itu. Ternyata tower radio ambruk," ujar Indawati.

Gudang tokonya yang bersebelahan dengan Hotel Lestari kata dia rusak berat. Sebuah mobil yang diparkir juga terkena robohan tower.

Puncak tower itu roboh dan melintang di jalan masuk menuju GOR PKPSO Kaliwates, Jember.

Indawati berharap ada penggantian kerugian yang diakibatkan peristiwa itu.

Selain tower radio yang roboh, beberapa baliho iklan juga roboh seperti yang terjadi pada papan reklame Telkomsel di jalan Jawa. Papan reklame itu roboh dan melintang di jalan.

Dari dua peristiwa itu tidak ada korban jiwa ataupun korban luka. Pihak-pihak yang mengalami kerusakan masih menghitung kerugian yang diderita mereka.

(bdh/bdh)