Tampilkan postingan dengan label Jember. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jember. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Mei 2011

Gempa 6,1 SR di Blitar Panikkan Warga Jember

Selasa, 17/05/2011 08:04 WIB
Gempa 6,1 SR di Blitar Panikkan Warga Jember
Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta
- Gempa yang berpusat di 170 Km arah tenggara Blitar, Jawa Timur, juga dirasakan oleh warga yang tinggal di Jember. Gempa sempat membuat masyarakat di wilayah tersebut panik.

Muhammad Hazim, warga Desa Yosoradi, Kecamatan Sumber Baru, Jember, menuturkan, gempa terasa pada pukul 07.14 WIB, Selasa (17/5/2011). Ia sedang menonton televisi saat gempa terjadi.

"Saya sedang nonton televisi, panik juga. Anak-anak saya kumpulkan. Tapi untungnya cuma sebentar, paling cuma 10 detik," kata Hazim saat dihubungi detikcom.

Meski panik, Hazim mengaku tidak sampai lari keluar rumah ketika gempa terjadi. Ia keluar dari rumah ketika gempa situasi sudah mulai tenang. "Saya lihat tetangga-tetanga saya pada keluar," kata dia.

Menurut Hazim, gempa yang terjadi pagi hari ini tidak menimbulkan kerusakan bangunan maupun jatuhnya korban. "Dampaknya nggak begitu parah," tutur Hazim.

Sementara itu, BMKG melansir gempa Blitar berkekuatan 6,1 SR. Pusat gempa berada di 170 km arah tenggara Blitar dengan kedalaman 25 Km.

(irw/fjr)


Kamis, 27 Januari 2011

Cuaca di Jember Mendung Akibat Abu Vulkanik Gunung Bromo

Kamis, 27/01/2011 09:36 WIB
Cuaca di Jember Mendung Akibat Abu Vulkanik Gunung Bromo
Rois Jajeli - detikSurabaya



File detiksurabaya.com
Surabaya - Gunung Bromo masih terus menyemburkan abu vulkanik. Bahkan, abu dari gunung eksotik di Probolinggo itu, sampai pagi ini mengganggu aktifitas warga di kawasan Jember dan Bondowoso.

Seperti yang disampaikan Yusri (32), warga Wuluhan Jember. Yusri menceritakan, abu vulkanik Gunung Bromo itu masih tampak di sekitar rumahnya. Bahkan, teras rumahnya yang sudah disapu, ternyata 30 menit kemudian muncul lagi dengan ketebalan tipis.

"Sampai sekarang masih terasa. Pagi tadi saya menyapu teras, sekitar setengah jam lagi ternyata sudah menumpuk lagi," ujar Yusri, saat berbincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (27/1/2011).

Yusri menerangkan, atap rumahnya juga tak terlihat merah lagi, namun terlihat putih kecoklat-coklatan.

"Saya keluar dari rumah mengendarai sepeda motor. Baru saya pakir beberapa menit, sudah terlihat bintik-bintik abu menempel di kendaraan saya," tuturnya.

Menurutnya, banyak warga sekitar yang bepergian ke luar rumah dengan mengenakan masker, tapi juga ada yang tidak. Dia mengaku matanya terasa pedih, ketika berkendara tidak menggunakan kaca mata. Sedangkan, bagi pengendara yang helmnya ada tutup kacanya, matanya tidak terlalu pedih.

"Nggak ada imbauan dari petugas kecamatan. Ya kesadaran masyarakat sendiri menggunakan masker," ujar Yusri, yang rumahnya jaraknya sekitar 30 Km dari Kota Jember.

Ia menambahkan, hingga saat ini cuaca di kampung halamannya terlihat mendung, dan sinar matahari tak sepenuhnya bersinar. "Ya mendung, tapi bukan mendung awan. Mendungnya karena abu dari Gunung Bromo dan terlihat petang. Mungkin abu dari Gunung Bromo ini terbawa angin," jelasnya.

Dampak abu Gunung Bromo juga terasa di Bondowoso. Ahmad Erfan (29) warga Dabasah Kecamatan Bondowoso ini mengaku, sejak dua hari lalu hingga sekarang masih terkena dampak abu Bromo.

"Sejak dua hari lalu sangat terasa sekali. Kalau pagi ini sudah akan berkurang. tapi sepeda motor atau kendaraan baru diparkir beberapa menit sudah kelihatan abu yang seperti abu gosok," ujar Erfan.

(bdh/bdh)

Sabtu, 14 November 2009

Tower Radio di Jember Roboh Diterjang Hujan Angin

Sabtu, 14/11/2009 18:55 WIB
Tower Radio di Jember Roboh Diterjang Hujan Angin
Ryma S - detikSurabaya



Foto: Ryma S
Jember - Hujan deras disertai angin kencang melanda Jember, Sabtu (14/11/09) sore. Akibat angin kencang itu, tower Radio Mutiara roboh. Akibatnya, bangunan Hotel Lestari dan dua ruko rusak.

Menurut pemilik toko Tiga Jaya, Indawati, peristiwa itu terjadi saat hujan deras sekitar pukul 14.30 WIB. "Tadi hujan dan angin sangat keras, tiba-tiba terdengar suara gemuruh itu. Ternyata tower radio ambruk," ujar Indawati.

Gudang tokonya yang bersebelahan dengan Hotel Lestari kata dia rusak berat. Sebuah mobil yang diparkir juga terkena robohan tower.

Puncak tower itu roboh dan melintang di jalan masuk menuju GOR PKPSO Kaliwates, Jember.

Indawati berharap ada penggantian kerugian yang diakibatkan peristiwa itu.

Selain tower radio yang roboh, beberapa baliho iklan juga roboh seperti yang terjadi pada papan reklame Telkomsel di jalan Jawa. Papan reklame itu roboh dan melintang di jalan.

Dari dua peristiwa itu tidak ada korban jiwa ataupun korban luka. Pihak-pihak yang mengalami kerusakan masih menghitung kerugian yang diderita mereka.

(bdh/bdh)

Minggu, 01 November 2009

Banteng Liar Masuk ke Perkampungan Warga

Minggu, 05/07/2009 16:26 WIB
Banteng Liar Masuk ke Perkampungan Warga
Ryma S - detikSurabaya



Ilustrasi/Istimewa

Jember
- Warga Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember dikagetkan dengan kedatangan seekor banteng liar, Minggu (5/7/2009). Banteng jantan berwarna hitam itu, saat ini berada di sebuah gudang tembakau di desa tersebut.

Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) III di Jember masih menunggu tim dari Taman Safari Prigen, yang akan menangkapnya dengan tembak bius.

Menurut Kepala Seksi V BKSDA Jember, Adnan Aribowo, banteng itu masuk ke pemukiman warga sejak pagi hari. Banteng itu ditengarai berasal dari hutan lindung milik Perhutani di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan yang berjarak sekitar 15 kilometer dari Desa Balung Lor.

"Warga panik melihat banteng itu, akhirnya mengejarnya dan mengusirnya. Untungnya, ia masuk gudang ini dan tidak bisa keluar," kata Adnan.

Beruntung banteng itu masuk gudang, sehingga tidak lagi mengagetkan dan mengganggu warga. Gudang tembakau itu mempunyai pagar tembok keliling. Pintung gerbang gudang itu kemudian ditutup. "Sekaligus kita lokalisir di sini, sambil menunggu petugas dari TSI," imbuhnya. Tak ayal, banteng yang berada di gudang itu menjadi tontonan warga sekitar.

Petugas dari BKSDA secara pelan-pelan memberikan makanan berupa rumput dan air kepada banteng liar itu. Banteng hanya bisa mondar-mandir dalam gudang itu. Warga melihat dari balik pagar.
(bdh/bdh)