Tampilkan postingan dengan label Korsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korsel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Juli 2011

Korban Hujan Badai di Korsel Bertambah

Korban Hujan Badai di Korsel Bertambah

Upaya penyelamatan melibatkan ribuan petugas pemadam kebakaran, tentara, dan petugas SAR

JUM'AT, 29 JULI 2011, 11:54 WIB
Renne R.A Kawilarang, Indrani Putri

VIVAnews - Jumlah korban tewas akibat hujan badai yang mengguyur Korea Selatan sejak Kamis, 28 Juli 2011, meningkat menjadi sedikitnya 57 jiwa. Pusat Penanggulangan Bencana Korsel juga melaporkan bahwa masih banyak korban yang dinyatakan hilang atau terjebak, sehingga angka ini bisa membengkak lagi.

Menurut stasiun berita
CNN pada Jumat 29 Juli 2011, hujan yang disebut-sebut paling deras sepanjang sejarah Korsel itu mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di beberapa daerah di Korsel. Badai juga turut merendam stasiun, tempat-tempat usaha, dan jalan raya sehingga kegiatan lalu lintas sempat terganggu.

Korban dilaporkan paling banyak jatuh akibat tanah longsor. Dilansir dari LA times, longsor menelan 17 korban tewas di Seoul, 13 korban tewas di Chuncheon termasuk 10 mahasiswa yang sedang rapat di sebuah motel dan 26 lain dilaporkan terluka.

Hujan badai ternyata turut menyapu ranjau darat yang selama ini tersimpan di bawah tanah. Militer Korsel sekarang sedang berusaha mengumpulkan kembali separuh dari 93 ranjau yang tersapu ombak. Masyarakat dihimbau untuk waspada karena 10 ranjau dinyatakan tidak diketahui keberadaannya.

Upaya penyelamatan terus dilakukan ribuan pemadam kebakaran, tentara, dan petugas penyelamat sejak Kamis. Mereka menggunakan alat-alat berat dan sekop untuk menyisir daerah yang terdampak guna mencari korban hilang. Lebih dari 700 rumah dan 4000 kendaraan masih tergenang banjir.

Pihak berwenang Seoul menyatakan para pengungsi banjir kini sudah tertampung di tempat penampungan darurat. Presiden Korsel Lee Myung-bak telah menghimbau mereka untuk tetap tenang. "Tetaplah mengambil tindakan menyeluruh dan tetaplah kontak dengan pemerintah," katanya.

Hujan badai mengguyur Seoul dan sekitarnya sejak Rabu dengan curah hujan 50 milimeter per jam. Pada Jumat, curah hujan diperkirakan akan meningkat dua kali lipat.

• VIVAnews

Rabu, 27 Juli 2011

Tanah longsor di Korsel, belasan tewas

Rabu, 27/07/2011 22:16 WIB
Tanah longsor di Korsel, belasan tewas
BBCIndonesia.com - detikNews

Tim penyelamat mengeluarkan seorang korban tewas akibat tanah longsor.

Setidaknya 17 orang tewas dalam bencana tanah longsor di Korea Selatan. Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan utara di utara negeri itu.

Tim penyelamat menyatakan 12 orang korban tewas di antaranya tertimbun longsor di sebuah hotel di kawasan wisata Chunceon, sebelah timur Seoul.

Pihak berwenang mengatakan sebagian besar korban tewas di Chuncheon adalah mahasiswa yang tengah melakukan kerja sukarela di kawasan tersebut.

Saat ini, ratusan anggota pasukan penyelamat masih menggali lokasi longsor untuk menemukan korban selamat di lokasi bencana.

Sedangkan lima korban tewas lainnya dipastikan berada di sebuah distrik di Seoul.

HUJAN DERAS

Tanah longsor yang terjadi tak lama setelah tengah malam waktu setempat itu menghancurkan berbagai bangunan seperti hotel, restoran dan kedai-kedai kopi di kawasan itu.

"Saya sedang tidur di lantai dua ketika saya mendengar suara gemuruh tanah longsor. Tangga ambruk dan saya terkubur di bawah lumpur," kata seorang mahasiswa yang selamat dari maut kepada kantor berita Yonhap.

Tim penyelamat mengatakan dua orang lagi yang diperkirakan berada di lokasi itu belum ditemukan.

Sementara itu, ratusan rumah warga terendam banjir di Seoul. Badan Meteorologi setempat menyatakan curah hujan deras belum akan berhenti.

Hujan deras juga memutus jaringan telepon selular dan mengakibatkan sejumlah jalan utama tak bisa dilalui.

(bbc/bbc)

Rabu, 16 Maret 2011

Korsel akan Kirim 52 Ton Boron untuk Stabilkan Reaktor Nuklir Jepang

Rabu, 16/03/2011 12:10 WIB
Korsel akan Kirim 52 Ton Boron untuk Stabilkan Reaktor Nuklir Jepang
Nograhany Widhi K - detikNews

Korsel akan Kirim 52 Ton Boron untuk Stabilkan Reaktor Nuklir Jepang
Reaktor unit 4 Fukushima No 1 (NHK)

Seoul - Korea Selatan (Korsel) akan mengirimkan 52,6 ton cadangan boronnya untuk menstabilkan reaktor nuklir Jepang yang lumpuh. Boron ini akan dicampur dengan air laut untuk membatasi kerusakan reaktor nuklir.

Pejabat Kementerian Ekonomi Korsel menyatakan akan mengirimkan 52,6 ton dari 310 ton cadangan boronnya, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (16/3/2011).

Pengiriman boron oleh Korsel ini merespon permintaan Jepang sebelumnya, yang meminta material utama ini untuk menghentikan reaksi fisi nuklir. Cadangan boron Jepang sendiri sebagian besar sudah terpakai untuk PLTN Fukushima yang bermasalah setelah gempa.

Boron digunakan sebagai material utama dalam batang reaktor untuk menghentikan atau memperlambat reaksi fisi pada reaktor nuklir. Jepang mencampurkan boron dengan air laut dalam reaktor saat keadaan darurat.

Menurut Wikipedia, boron adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki memiliki lambang B dan nomor atom 5. Boron tidak pernah ditemukan bebas dalam alam.

Selain meminta boron pada Korsel, Jepang juga berancang-ancang akan meminta bantuan langsung militer AS untuk mengatasi krisis nuklir ini.

(nwk/fay)