Tampilkan postingan dengan label tanah longsor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanah longsor. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juli 2011

Tanah longsor di Korsel, belasan tewas

Rabu, 27/07/2011 22:16 WIB
Tanah longsor di Korsel, belasan tewas
BBCIndonesia.com - detikNews

Tim penyelamat mengeluarkan seorang korban tewas akibat tanah longsor.

Setidaknya 17 orang tewas dalam bencana tanah longsor di Korea Selatan. Bencana ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan utara di utara negeri itu.

Tim penyelamat menyatakan 12 orang korban tewas di antaranya tertimbun longsor di sebuah hotel di kawasan wisata Chunceon, sebelah timur Seoul.

Pihak berwenang mengatakan sebagian besar korban tewas di Chuncheon adalah mahasiswa yang tengah melakukan kerja sukarela di kawasan tersebut.

Saat ini, ratusan anggota pasukan penyelamat masih menggali lokasi longsor untuk menemukan korban selamat di lokasi bencana.

Sedangkan lima korban tewas lainnya dipastikan berada di sebuah distrik di Seoul.

HUJAN DERAS

Tanah longsor yang terjadi tak lama setelah tengah malam waktu setempat itu menghancurkan berbagai bangunan seperti hotel, restoran dan kedai-kedai kopi di kawasan itu.

"Saya sedang tidur di lantai dua ketika saya mendengar suara gemuruh tanah longsor. Tangga ambruk dan saya terkubur di bawah lumpur," kata seorang mahasiswa yang selamat dari maut kepada kantor berita Yonhap.

Tim penyelamat mengatakan dua orang lagi yang diperkirakan berada di lokasi itu belum ditemukan.

Sementara itu, ratusan rumah warga terendam banjir di Seoul. Badan Meteorologi setempat menyatakan curah hujan deras belum akan berhenti.

Hujan deras juga memutus jaringan telepon selular dan mengakibatkan sejumlah jalan utama tak bisa dilalui.

(bbc/bbc)

Minggu, 20 Juni 2010

88 Orang Tewas dan 48 Hilang dalam Bencana Banjir di China

Minggu, 20/06/2010 00:20 WIB
88 Orang Tewas dan 48 Hilang dalam Bencana Banjir di China
Laurencius Simanjuntak - detikNews

Shanghai
- Banjir dan tanah longsor yang terjadi di bagian selatan China telah menewaskan sedikitnya 88 orang. Tidak hanya itu, 48 orang juga dilaporkan hilang dalam waktu satu minggu.

Seperti dilansir Reuters dari kantor berita Xinhua, Sabtu (19/6/2010), hujan deras memicu banjir bandang, merendam tanaman, mengganggu lalu lintas dan telekomunikasi. Kementerian Urusan Sipil China mengatakan banjir memaksa pengevakuasian 757.000 orang.

Departemen Bantuan Bencana meningkatkan tingkat tanggap darurat setelah banjir mengahantam China. Otoritas juga memperkirakan hujan yang lebih lebat akan turun dalam beberapa hari mendatang.

Banjir terburuk dialami provinsi Fujian, Jiangxi, Hunan, Guangdong, Sichuan dan Guizhou, serta daerah otonom Guangxi. Kerugian ekonomi dari bencana banjir ini adalah US$ 1,47 miliar.

Banjir ini cukup mengherankan. Sebab, hanya beberapa bulan lalu, bagian barat daya China menderita kekeringan terburuk dalam satu abad terakhir.

(lrn/lrn)

Kamis, 17 Juni 2010

46 Orang Tewas di Birma

Kamis, 17/06/2010 16:50 WIB
46 Orang Tewas di Birma
BBCIndonesia.com - detikNews
Burma Tanah longsor dan banjir akibat hujan deras telah menewaskan 46 orang di Birma pekan ini, seperti dilaporkan televisi pemerintah.

MRTV menyebutkan 28 orang tewas di Maungdaw, dan 18 orang tewas di Buthidaung di wilayah perbatasan dengan Bangladesh.

Upaya penyelamatan dan evakuasi para korban oleh petugas, seperti disampaikan laporan televisi.

Tanah longsor juga terjadi di Bangladesh menewaskan sedikitnya 53 orang pada Selasa lalu.

RUMAH RUSAK

Pejabat Burma mengatakan curah hujan sekitar 34cm terjadi di Maungdaw, di perbatasan dengan Bangladesh.

Salah seorang penduduk mengatakan kepada BBC Siaran Birma mereka menyaksikan sekitar 10 rumah rusak akibat banjir lumpur.

Pejabat mengatakan kepada kantor berita reuters, kerusakan hutan merupakan penyebab peristiwa itu.

Sedikitnya 140.000 orang tewas di Burma pada 2008 ketika topan menerjang bagian selatan negara tersebut.
(bbc/bbc)

Jumat, 09 April 2010

200 Orang Tertimbun Tanah Longsor Di Brazil

Jum'at, 9 April 2010 | 01:11 WIB

200 Orang Tertimbun Tanah Longsor Di Brazil

Sekitar 200 orang tertimbun tanah longsor di dekat kota Rio de Janeiro, Brazil, Kamis (8/4). Hujan deras sejak Senin sore lalu membuat puluhan tanah longsor. Sebagian besar korban merupakan warga daerah kumuh yang dibangun di wilayah perbukitan di sekitar Rio de Jeneiro, kota terbesar kedua di Brazil. Petugas mengatakan, jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah karena masih banyak warga yang hilang. Foto: AP Photo

Ratusan rumah tertimbun tanah longsor di kota Niteroi, Rio de Janeiro, Brazil, Kamis (8/4). Sedikitnya 200 orang tertimbun akibat bencana tersebut. Foto: AP Photo/Dana Felipe


http://foto.vivanews.com/read/1910-200_orang_tertimbun_tanah_longsor_di_brazil

Jumat, 02 Oktober 2009

Empat Dusun Tertimbun, 300 Orang Terkubur

Empat Dusun Tertimbun, 300 Orang Terkubur
Petugas penolong mengevakuasi korban tewas yang ditemukan di reruntuhan bangunan pascagempa tektonik di Padang, Sumbar, Kamis (/10).


    JUMAT, 2 OKTOBER 2009 | 21:16 WIB

    PADANG, KOMPAS.com - Empat dusun di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar), tertimbun tanah longsor akibat gempa, Rabu (30/9) sore dan diperkirakan ada 300 orang yang ikut tertimbun. Pantauan di lokasi, Jumat (2/10), empat dusun tertimbun tanah itu hanya nampak tanah memerah dan tidak ada nampak rumah dan bangunan lainnya karena telah tertimbun.

    Empat dusun itu yakni, Pulau Koto, Lubuk Laweh, Sumanak, dan Tandikek. Upaya evakuasi dari tim SAR belum dapat dilakukan dan pencarian serta penggalian hanya dilakukan warga setempat yang luput dari bencana tersebut.

    Informasi di lokasi menyebutkan, upaya pencarian dilakukan warga setempat baru menemukan sembilan jasad korban dari sekitar 62 warga di Sumanak yang tertimbun. Kemudian di dusun Lubuk Laweh baru ditemukan empat jasad korban dari 100 warga yang diduga tertimbun.
    Di empat dusun itu disebutkan sekitar 300 warga masih tertimbun, sedangkan tim SAR dan alat-alat berat belum masuk ke daerah itu untuk membantu evakuasi.

    Data Sarkorlak Penangulangan Bencana Sumbar, menyebutkan, di Kabupaten Padang Pariaman, sampai Jumat siang telah ditemukan 184 korban tewas, 175 korban luka berat dan 500 luka ringan. Selain itu, 10.017 unit rumah di Kabupaten itu terdata rusak berat.

    Informasi dari salah seorang guru SMP Negeri Tandikek, Asmanidar mengatakan, sedikitnya ada 200 orang yang tewas dari dusun Tandikek akibat tertimbun tanah. Warga Balah Air, Kecamatan VII Koto, Pariaman itu mengatakan, gempa yang melanda Sumbar dengan kekuatan besar itu membawa penderitaan yang mendalam bagi masyarakat Pariaman.

    Dari empat rumah keluarga besarnya hanya satu yang tersisa, itu pun sudah retak-retak. "Sejak terjadinya gempa hingga kini kami tidur di sebuah tenda kecil," katanya dengan nada sedih.
    Namun demikian ia masih merasa bersyukur kepada Allah SWT karena semua anggota keluarga besar yang terdiri lima kepala keluarga termasuk yang berada di Kota Padang semuanya selamat.

    "Keponakan saya (anak kakak-Red) bernama Ined selamat dari runtuhan bangunan kantor leasing kendaraan di Padang karena minta izin pulang lebih awal untuk mengobat anaknya yang sakit," kata Asmanidar.

    Ia mengatakan rekan sekantor Ined banyak yang tewas akibat tertimbun runtuhan gedung.
    "Rasanya gempa Rabu sore itu kekuatannya bukan 7,6 Skala Richter mungkin lebih dari itu karena getarannya kuat sekali," katanya dan menambahkan banyak sekali bangunan rumah yang runtuh di Pariaman.

    WAH
    Sumber : ANT

    http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/02/21163781/empat.dusun.tertimbun.300.orang.terkubur