Tampilkan postingan dengan label Pencemaran Laut Timor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencemaran Laut Timor. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Juli 2010

Saksi Kunci Pencemaran Laut Timor Diamankan Australia

13/11/2009 - 10:37

Saksi Kunci Pencemaran Laut Timor Diamankan Australia

(istimewa)

Saksi kunci pencemaran minyak di Laut Timor, Gab Oma(33), Rabu (4/11) diamankan Australia bersama delapan orang nelayan Indonesia asal Oesapa Kupang, NTT.

Teripang yang ditangkap itu hanya 20 ekor dalam wilayah perairan Indonesia pada titik koordinat 11,37 LS-124,27 BT.

Namun patroli AL Australia tetap menuduh para nelayan tersebut mencuri teripang dalam wilayah perairan Australia.

Bogas bersama delapan orang nelayan lainnya dibebaskan oleh patroli AL Australia, karena hanya menangkap ikan.

Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Australia itu merupakan sebuah bentuk penculikan, karena Gab Oma bersama nelayan yang lain masih berada dalam wilayah perairan RI.

Penangkapan teripang menjadi alasan penangkapan para nelayan tersebut.

Menurut YPTB,Gab Oma ditangkap karena merupakan salah seorang saksi kunci pencemaran minyak mentah di Laut Timor akibat meledaknya ladang minyak Montara di Blok Atlas Barat pada 21 Agustus lalu.

Apalagi Selain itu Gab Oma dan temannya-temannya sedang mengambil gambar dengan menggunakan video pada ponsel mereka.

Serta membawa pulang contoh air laut dari sepuluh titik dan contoh tumpahan minyak untuk dicocokkan dengan yang ada di ladang minyak dan gas Montara.

Contoh minyak mentah yang didapat serta rekaman melalui kamera telepon genggam soal pencemaran minyak bagai "aliran anak sungai di atas Laut Timor".

Kemudian dipublikasikan lagi oleh media televisi di Australia sehingga membuat heboh masyarakat di negeri Kanguru.

Partai oposisi dan Partai Hijau di parlemen Australia juga terus menekan pemerintah Federal (Australia) untuk mengungkap secara jelas jumlah tumpahan minyak di atas Laut Timor.

Tumpahan minyak tersebut sudah dirasakan dampaknya oleh masyarakat di pantai selatan Pulau Timor, Rote Ndao dan Sabu di NTT.

Testimoni yang disampaikan Gab Oma itu, diduga kuat sebagai awal penculikan atas dirinya di wilayah perairan Indonesia oleh patroli AL Australia pada Rabu (4/11) dini hari.

Berapa pun banyaknya teripang yang ditangkap nelayan Indonesia, bukanlah sebuah persoalan bagi Australia,karena lokasi tangkapan itu dalam wilayah perairan Indonesia.

Australia sudah melanggar kedaulatan NKRI dengan seenaknya menangkap nelayan Indonesia di wilayah negara lain.

Kupang,Sabtu 7 Nopember 2009

Leo - Yayasan Peduli Timor Barat

http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/11/13/180179/saksi-kunci-pencemaran-laut-timor-diamankan-australia/

Penanganan Pencemaran Laut Timor Memasuki Titik Terang

Penanganan Pencemaran Laut Timor Memasuki Titik Terang

Penanganan Pencemaran Laut Timor Memasuki Titik Terang
Pencemaran laut timor/ilustrasi. (ANTARA/Eric Ireng)
Kupang (ANTARA News) - Penanganan pencemaran Laut Timor akibat tumpahan minyak dari ladang minyak Montara di Blok Atlas Barat pada 21 Agustus 2009, mulai memasuki titik terang.

Hal ini mulai tampak setelah tim nasional penanganan tumpahan minyak di Laut Timor merumuskan tiga hal terkait dengan penyelesaian masalah dimaksud pada Selasa (2/2) di Jakarta, kata pemerhati masalah Laut Timor Ferdi Tanoni di Kupang, Rabu.

Tanoni yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) mengemukakan hal tersebut ketika dikonfirmasi terkait hasil pertemuan tim nasional yang dihadirinya bersama unsur terkait lainnya di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta.

Pertemuan yang dipimpin Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Soenaryo itu dihadiri pula unsur-unsur dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta pihak terkait dari Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti Bupati Rote Ndao, Ketua Posko Penanggulangan Pencemaran Minyak di Laut Timor untuk NTT dan Ketua YPTB.

Tanoni menjelaskan, tiga hal yang dirumuskan itu adalah mengkaji dampak lingkungan dan sosial ekonomi akibat tumpahan minyak di Laut Timor melalui survei lanjutan, serta menghitung seluruh biaya operasional penanggulangan kerugian lingkungan dan sosial ekonomi akibat tumpahan minyak.

Rumusan berikutnya adalah memformulasikan hasil analisis dan dukungan data lainnya guna penyusunan klaim ganti rugi akibat kebocoran Montara Well Platform (MWP) kepada pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini perusahaan pengebor yang akan dikoordinasikan oleh tim nasional.

"Ini sebuah langkah maju dan telah menuju pada suatu titik terang penyelesaian masalah pencemaran minyak di Laut Timor secara menyeluruh," kata Tanoni yang juga penulis buku "Skandal Laut Timor, Sebuah Barter Ekonomi Politik Canberra-Jakarta" itu.

Tanoni yang juga mantan agen imigrasi Kedutaan Besar Australia itu mengaku sempat bersitegang dengan Dirjen Perhubungan Laut Soenaryo, karena menuduhnya sebagai provokator dalam membesar-besarkan masalah pencemaran minyak di Laut Timor.

Ia mengaku bahwa selama ini dirinya yang mengirim surat kepada pemerintah federal Australia di Canberra serta pemerintah Indonesia di Jakarta terkait dengan masalah pencemaran minyak di Laut Timor.

"Saya yang selama ini membuat surat-surat kepada pemerintah Indonesia dan Australia, dan juga selalu bersama-sama dengan nelayan dan petani rumput laut setempat yang menderita akibat tumpahan minyak yang hingga saat ini belum pernah mendapat perhatian serius dari tim nasional," kata Tanoni polos.

Ia menambahkan, kehadirannya dalam pertemuan dengan tim nasional tersebut untuk menyamakan persepsi tentang kebenaran pencemaran minyak di Laut Timor dan langkah-langkah lanjutan penanggulangan dan tuntutan ganti rugi terhadap operator ladang Montara, PTTEP Australasia melalui pemerintah federal Australia.

Menurut dia, sudah merupakan tanggung jawab pemerintah federal Australia untuk membela kepentingan masyarakat Timor bagian barat NTT yang selama perang dunia kedua telah mengorbankan puluhan ribu nyawa untuk membendung lajunya pasukan Jepang yang hendak menguasai Australia dari arah utara. (*)
http://www.antaranews.com/berita/1265162603/penanganan-pencemaran-laut-timor-memasuki-titik-terang

Tim Nasional Investigasi Pencemaran Laut Timor

Tim Nasional Investigasi Pencemaran Laut Timor


Investigasi yang akan dilakukan terkait kerugian ekonomis, ekologis dan dampak terhadap kehidupan ikan dan biota di laut Timor. "Kita sudah sepakat melakukan investigasi secara bersama dengan Timnas penangulangan laut Timor," kata Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) Ferdi Tanoni di Kupang, Senin (19/7).

Ferdi mengaku baru selesai mengikuti pertemuan dengan Tim Nasional Penanggulangan Pencemaran Laut Timor yang diketuai Menteri Perhubungan Fredi Numbery.

Dalam pertemuan tersebut, menurut dia, YPTB meminta kepada Ketua Timnas penanggulangan pencemaran laut Timor agar Kementerian Lingkungan Hidup tidak mengeluarkan angka ganti rugi (kompensasi) yang selalu berubah-ubah sebelum diadakan investigasi menyeluruh di Laut Timor.

Ferdi juga mendesak tim nasional untuk memastikan berapa luas wilayah perairan Indonesia yang tercemar dari sekitar 90.000 kilo meter persegi Laut Timor yang tercemar itu. "Berapa besar kerusakan lingkungan, orang yang terkena dampak dan ancaman minyak terhadap biota laut," katanya.

Atas pernyataan dan permintaan YPTB itu, tambahnya, maka disepakati dengan Ketua Timnas untuk tidak mengeluarkan angka-angka ganti rugi yang belum jelas, karena hanya akan membingungkan masyarakat.

Selain itu, akan dilakukan investigasi menyeluruh dan komprehensif terhadap dampak kerugian ekologis dan ekonomis serta ancaman terhadap kesehatan manusia," katanya.

YOHANES SEO

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/07/19/brk,20100719-264529,id.html