Tampilkan postingan dengan label Sampah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sampah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 April 2015

Sampah Perangkat Elektronik

http://www.theguardian.com/environment/2015/apr/19/worlds-mountain-of-electrical-waste-reaches-new-peak-of-42m-tonnes?CMP=edit_2221

Selasa, 12 Oktober 2010

Sampah & Kayu Gelondongan Cemari Teluk Cendrawasih

Senin, 11/10/2010 16:24 WIB
Banjir Wasior
Sampah & Kayu Gelondongan Cemari Teluk Cendrawasih foto
Mega Putra Ratya - detikNews




Papua
- Perairan di pinggiran Teluk Cendrawasih, Papua Barat, yang semula jernih dan biru kini menjadi keruh dan berlumpur setelah banjir bandang. Sampah-sampah rumah tangga dan potongan kayu mengotori teluk itu.

Pengamatan detikcom, Senin (11/10/2010), sampah-sampah dan potongan kayu berserakan di sekitar 300 meter dari Pelabuhan Wasior, Kab Teluk Wondama, Papua Barat.

Beberapa warga tampak memungut dan memilih barang-barang yang kemungkinan masih bisa mereka gunakan. Ada seseorang yang terlihat menggotong daun pintu. Air dan lumpur di pinggiran teluk setinggi dengkul orang dewasa.

"Air pantai ini menjadi keruh karena lumpur akibat banjir kemarin. Hari-hari biasanya sebelum ada bencana, walaupun air itu mengalir dari sungai ke pantai tetapi air tetap jernih dan biru. Kalau hujan deras, menjadi kotor lagi dan keruh karena lumpur terbawa ke bibir pantai," kata kapten kapal, Yanus, kepada detikcom.

Setelah jarak 300 meter, air Teluk Cendrawasih tampak berwarna biru. Gelombang air terus mengalir ke pinggiran teluk itu.

Korban banjir Wasior kini menjadi 147 orang meninggal dunia dan 123 orang hilang.

Wasior dikenal sebagai daerah yang rawan banjir bandang. Tercatat tiga kali banjir bandang berkekuatan besar menghempas pemukiman penduduk di distrik itu.

Banjir bandang paling besar terjadi pada tahun 1955. Banjir serupa juga terjadi pada tahun 2008. Namun, banjir bandang pada tahun 2008 ini tidak separah yang baru saja terjadi di tahun 2010.

(aan/nrl)

Sabtu, 16 Januari 2010

Pantai Kuta Dijejali Sampah

Pantai Kuta Dijejali Sampah
Sabtu, 16 Januari 2010 17:56 WIB
Pantai Kuta Dijejali Sampah

ANTARA/Nyoman Budhiana

DENPASAR--MI: Pantai Kuta, Bali, dijejali tumpukan sampah yang terbawa arus air laut, akibat dampak hembusan angin barat sejak Desember lalu.

"Petugas kebersihan kami telah berupaya melakukan pembersihan tumpukan sampah yang mengotori pantai tujuan wisatawan mancanegara dan domestik itu," kata Ketua Unit Satgas Pantai Kuta I Gusti Ngurah Tresna di Kuta, Sabtu (16/1).

Ia mengatakan, dampak angin barat yang berembus sejak pertengahan Desember 2009 hingga sekarang menyebabkan sampah yang dibawa arus air laut itu berjejal menumpuk di pantai tersebut.

"Kami telah mengerahkan petugas satgas dan para pedagang sejak pagi hingga sore hari untuk membersihkan sampah itu. Namun kami mengakui kewalahan untuk menangani tumpukan sampah pada musim sekarang," katanya.

I Gusti Ngurah Tresna mengatakan, dalam pembersihan sampah di sepanjang Pantai Kuta pihaknya mengerahkan 33 orang dari petugas satgas pantai dan seribu orang pedagang yang berjualan di pantai berpasir putih itu.

"Pada musim ini kami membersihkan sampah mulai pagi hingga sore berkisar lima sampai enam kali sehari. Sedangkan pada musim biasa hanya dilakukan pagi dan sore hari," katanya.

Ia mengatakan, untuk menyingkirkan tumpukan sampah itu, pihaknya juga menggunakan tiga unit alat berat (loader) dan satu truk sampah. Sampah itu terdiri dari bekas kemasan air minum, kotak rokok, plastik, dahan dan ranting berukuran besar hingga kecil, potongan kayu, akar pohon yang mengering, batang pohon pisang, juga sampah bekas rumah tangga.

Ayu Wulandari, wisatawan asal Jakarta mengaku sangat terganggu dengan keberadaan sampah, karena untuk melakukan aktivitas di pantai ini merasa tidak nyaman lagi. Selain bau amis juga bau sampah menyengat hidung. (Ant/OL-01)