Minggu, 03 Oktober 2010

Hujan Angin Sisakan Genangan Air dan Pohon Tumbang

Minggu, 03/10/2010 14:56 WIB

Hujan Angin Sisakan Genangan Air dan Pohon Tumbang

Nurvita Indarini - detikNews


Jakarta - Angin kencang yang menyertai hujan deras di Jakarta pada Minggu siang ini berlalu. Namun sebagian wilayah Jakarta masih diguyur hujan. Sejumlah genangan air dan pohon tumbang di seputaran Jakarta pun bermunculan.


"Genangan air ada di Kemang, seputaran Codefin setinggi 20 cm. Ada juga di depan RS Duren Sawit setinggi 30 cm," ujar petugas Traffic Management Center (TMC) Briptu Seno, Minggu (2/10/2010) pukul 14.30 WIB.

Genangan air setinggi 30 cm juga tercipta di bawah jembatan baru Kalibata. Selain itu di Jalan Haji Nawi, Pondok Indah, pun terlihat genangan air dengan ketinggian 30 cm. Sedangkan genangan dengan ketinggian 40 cm terdapat di Jalan RE Martadinata, Ancol.

Di Jl Cirendeu Raya arah ke Lebak Bulus pun banyak genangan. Demikian pula di Raden Inten sampai Kali Malang dan di Jalan MT Haryono arah ke Pancoran, terdapat banyak titik genangan air.

Sedangkan data pohon tumbang yang didapat TMC antara lain pertigaan lampu merah Lebak Bulus, sebelum Gandaria City dari arah Permata Hijau, Bunderan Pondok Indah, depan Masjid Al-Munawar Perdatam, setelah lampu merah Cengkareng, Semanggi bawah arah Slipi, dan di depan sekolah Santa Ursula Jakarta Pusat.

"Di sekitar daerah yang banjir dan pohon roboh terdapat kepadatan lalu lintas," kata Seno.


(vit/fay)


PT Kereta Api Beri Santunan Rp 2,275 Miliar Untuk Korban Meninggal

Minggu, 03/10/2010 14:15 WIB
Tabrakan KA di Pemalang
PT Kereta Api Beri Santunan Rp 2,275 Miliar Untuk Korban Meninggal
Whery Enggo Prayogi - detikFinance


Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberikan dana santunan sekitar Rp 2,275 miliar bagi 35 orang korban meninggal dunia dalam kecelakaan tabrakan kereta api di Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu kemarin (2/10/2010).

Menurut Kepala Humas KAI Sugeng Priyono, setiap ahli waris korban yang meninggal akan mendapatkan santunan sebesar Rp 5 juta. Santunan ini di luar klaim asuransi dari PT Jasa Raharja (Persero) sebesar Rp 60 juta.

"Kalikan saja Rp 60 juta kali 35 orang. Kali Rp 5 juta juga. Kami upayakan agar sudah dapat diterima saat korban dimakamkan," ujar Kepala Humas KAI Sugeng Priyono ketika dikonfirmasi
detikFinance di Jakarta, Minggu (3/10/2010).

Sementara untuk penumpang yang mengalami cacat tetap akan mendapatkan santunan maksimal Rp 50 juta dan biaya rawat inap Rp 25 juta.

Berdasarkan data terakhir yang disampaikan perseroan tercatat 35 orang meninggal dunia, 34 orang dirawat. Hingga kini korban rawat inap tinggal 25 orang.

"Sisanya sudah pulang semua. Untuk yang dirawat, itungannya tidak segitu (Rp 50 juta untuk cacat permanen, Rp 25 juta untuk biaya rawat inap). Ini hanya plafon." tegasnya.

Evakuasi korban dan pembersihan lokasi kecelakaan memang telah tuntas pada pukul 09.00 tadi pagi. Jalur III yang menjadi titik kecelakaan telah bersih dan dapat beroperasi kembali.

"Dari hasil evakuasi, korban lebih banyak yang patah tulang. Juga seperti yang disampaikan, mungkin banyak yang terjepit. Masih ada satu korban yang belum teridenfikasi," ucap Sugeng.

Total jumlah korban yang masih dirawat, tersebar di berbagai kota mulai dari Pemalang, Solo, Semarang serta Surabaya.

Sabtu (2/10/2010) kemarin memang terjadi kecelakaan maut ini terjadi pukul 03.00 WIB dini hari, tepat 500 meter sebelum kedua kereta memasuki Stasiun Petarukan, Pemalang. KA Senja Utama ke arah Semarang yang tengah menunggu disalip, justru diseruduk sangat keras dari belakang oleh KA Argo Angggrek jurusan Surabaya.

Dugaan sementara, kejadian tersebut disebabkan kelalaian masinis KA Argo Anggrek yang tidak menggubris sinyal dari Kepala Stasiun KA terdekat. Akibatnya, KA Argo Anggrek salah jalur dan menghantam KA Senja Utama di jalur 3 Stasiun Petarukan.

Namun pihak KAI belum dapat menegaskan hal tersebut. "Kita belum sampai ke sana, karena kita baru selesai evekuasi. Belum sampai ke SDM," imbuhnya.
(wep/epi)

Sabtu, 02 Oktober 2010

Magnitude 5.4 - BANDA SEA

10-degree Map Centered at 5°S,130°E

globe showing location of 10-degree map10-degree map showing recent earthquakes
Legend with age and magnitude scale

Magnitude 5.4 - BANDA SEA

Magnitude 5.4 - BANDA SEA

2010 October 02 11:29:06 UTC

  • This event has been reviewed by a seismologist.
Magnitude5.4
Date-Time
Location6.531°S, 128.776°E
Depth251 km (156.0 miles)
RegionBANDA SEA
Distances320 km (200 miles) SSE of Ambon, Moluccas, Indonesia
320 km (200 miles) WNW of Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, Indonesia
695 km (430 miles) NNW of DARWIN, Northern Territory, Australia
2430 km (1510 miles) E of JAKARTA, Java, Indonesia
Location Uncertaintyhorizontal +/- 16.3 km (10.1 miles); depth +/- 10.1 km (6.3 miles)
ParametersNST= 56, Nph= 61, Dmin=321.7 km, Rmss=1.07 sec, Gp= 32°,
M-type=body wave magnitude (Mb), Version=6
Source
  • USGS NEIC (WDCS-D)
Event IDus2010bxa8
http://earthquake.usgs.gov/earthquakes/recenteqsww/Quakes/us2010bxa8.php

Gempa 5,6 SR Goyang Ambon, Tak Berpotensi Tsunami

Sabtu, 02/10/2010 18:43 WIB

Gempa 5,6 SR Goyang Ambon, Tak Berpotensi Tsunami
Moksa Hutasoit - detikNews


AFP

Jakarta - Gempa berkekuatan 5,6 SR menerpa kawasan Ambon. Namun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak akan menimbulkan gelombang tsunami.


Berdasarkan informasi yang didapat dari situs BMKG, gempa ini terjadi tepat pukul 18.29 WIB. Lokasi gempa berada pada 6.74 LS - 128.82 BT dengan kedalaman 238 km.

Sedangkan pusat gempa berada di 309 km Barat Laut MALUKU, 353 km Tenggara Ambon-Maluku atau 413 km Timur Laut Dili-Timor Leste.

(mok/mok)


http://www.detiknews.com/read/2010/10/02/184302/1453903/10/gempa-56-sr-goyang-ambon-tak-berpotensi-tsunami

Asisten Masinis KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama Juga Diperiksa Polisi

Sabtu, 02/10/2010 12:21 WIB

Kecelakaan KA di Pemalang
Asisten Masinis KA Argo Anggrek dan KA Senja Utama Juga Diperiksa Polisi
Ken Yunita - detikNews

Jakarta - Hingga kini, masinis KA Argo Anggrek, yang menyeruduk KA Senja Utama di Stasiun Petarukan, masih diperiksa di Polres Pemalang. Sementara masinis KA Senja Utama masih dalam perjalanan dari Semarang.


"Masinis Argo Anggrek sudah diamankan dan masih dalam penyidikan, kalau yang Senja Utama masih di perjalanan, dia dari Semarang," ujar petugas Polsek Pemalang, Sugeng, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/10/2010).

Selain mereka berdua, polisi juga memeriksa sejumlah pihak yang terkait dalam kecelakaan yang menewaskan puluhan orang tersebut. Salah satunya adalah pimpinan perjalanan kereta api dari Stasiun Petarukan.

"Asisten masinis Argo Anggrek dan asisten Senja Utama juga akan diperiksa. Pokoknya semua yang terkait, kan untuk mengetahui bagaimana kejadian yang sebenarnya," katanya.

KA Argo Anggrek menabrak KA Senja Utama yang sedang berhenti di Stasiun Petarukan, Pemalang, sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Gerbong terakhir KA Senja Utama hancur dan sebuah gerbong lagi terguling.

Data terakhir menyebutkan, akibat kejadian itu 34 orang tewas. Tidak tertutup kemungkinan, jumlah korban masih terus bertambah karena masih banyak korban yang terjepit di gerbong KA naas itu.
(ken/djo)


Jumat, 01 Oktober 2010

Puluhan Gempa Goyang Aceh Selama September

Puluhan Gempa Goyang Aceh Selama September


Liputan6.com, Banda Aceh: Badan Geofisika Stasion Mata Ie setempat, Kamis (30/9), menyatakan sedikitnya 83 gempa menggoyang Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, selama September ini. Dari 83 gempa, hanya dua kali yang guncangannya terasa kuat. Kepala Seksi Teknisi Gempa Stasiun Geofisika Banda Aceh Eridawati menyebutkan, gempa susulan dalam skala kecil sering terjadi pascagempa.

Alat pencatat gempa atau seismograf mencatat, terjadi gempa setiap saat. Karena itu, dia mengimbau agar warga waspada terhadap gempa dalam skala yang lebih besar. Hari ini gempa bumi berkekuatan 5.3 skala Richter menggoyang Banda Aceh [baca: Gempa 5.3 SR Goyang Banda Aceh].

Gempa tektonik di kedalaman 10 kilomter barat daya ini, dirasakan warga Banda Aceh dan Sabang. Meskipun tidak menimbulkan guncangan besar, sejumlah warga Aceh Besar dan Banda Aceh berlarian keluar rumah dan toko untuk menyelamatkan diri. Namun, warga yang berada di atas Kendaraan tidak merasakan guncangan gempa.(IDS/ANS)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20101001/tid-puluhan-gempa-goyang-aceh-selama-sep-c237b35.html