Tampilkan postingan dengan label Cilacap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cilacap. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2011

Gempa 5,3 SR Guncang Cilacap

Jumat, 01/07/2011 22:09 WIB
Gempa 5,3 SR Guncang Cilacap
Moksa Hutasoit - detikNews


Jakarta - Gempa 5,3 SR menguncang Cilacap, Jawa Tengah. BMKG memastikan gempa ini tidak menimbulkan gelombang tsunami.

Berdasarkan informasi dari situs BMKG, Jumat (1/7/2011), gempa 5,3 SR ini terjadi tepat pukul 21.33 WIB. Lokasinya berada di 8.73 LS - 108.66 BT. Tingkat kedalaman gempa adalah 25 Km.

Lokasi persinya berada di 118 km sebelah barat daya Cilacap atau 158 sebelah barat daya Purwokerto.

Seorang pembaca
detikcom, Zaren menuturkan jika gempa ini terjadi selama 30 detik. "Terjadi gempa kecil di Cilacap sekitar 30 detik," tulis Zaren melalui fasilitas Info Anda.

(mok/mok)

Jumat, 29 April 2011

Cilacap Digoyang Gempa 6,3 SR, Terasa Hingga Jakarta

Selasa, 26/04/2011 13:51 WIB
Cilacap Digoyang Gempa 6,3 SR, Terasa Hingga Jakarta
Nurvita Indarini - detikNews

Jakarta - Gempa menggoyang Cilacap, Jawa Tengah, dengan kekuatan 6,3 SR. Gempa ini berada di kedalaman 24 km.

Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (26/4/2011) menginformasikan, gempa terjadi pukul 13.39 WIB. Pusat Gempa terjadi di 120 km barat daya Cilacap.

Daerah Sukabumi, Ciamis, Yogyakarta hingga Jakarta merasakan goyangan gempa.


(vit/nrl)


Selasa, 05 April 2011

Getaran Gempa Cilacap Terasa Sampai Jakarta

Getaran Gempa Cilacap Terasa Sampai Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Gempa 7,1 Skala Richter yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, Senin dinihari terasa sampai wilayah Jakarta dan sekitarnya. Guncangan gempa tersebut terasa terutama mereka yang sedang berada di gedung bertingkat di Jakarta dan berlangsung dalam waktu sekitar dua menit.

Sementara dari Cilacap dilaporkan, sejumlah warga Desa Kalikudi, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, yang merasakan gempa tersebut segera keluar rumah dan memukul kentungan. "Guncangan gempa sangat kencang," kata seorang warga, Tadiwirya (75).

Sementara itu di Kota Cilacap, warga mulai memadati alun-alun setempat. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cilacap, Wasi Ariadi belum bisa dihubungi terkait gempa tersebut.

Gempa tersebut, terasa juga sampai Sukabumi, Jawa Barat. "Saya merasakan gempa itu saat sedang menemani suami nonton bola di ruang tengah, tiba-tiba ada getaran yang cukup kencang tetapi tidak lama, dan lampu gantung pun bergerak," kata warga Kampung Benteng Kidul, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Dina Nurlela (21).

Dina menambahkan, dirinya pun sempat panik khawatir ada gempa susulan dan rumahnya ambruk akibat gempa tersebut. Sementara itu informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan kerusakan akibat gempa itu.

Selain itu, pihaknya saat ini sedang melakukan pemantauan dan menunggu laporan dari satuan pelaksana penanggulangan bencana (Satlak PB) yang ada di daerah. Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa terjadi di 293 km barat daya Cilacap atau 10.01 LS dan 107.69 BT dengan kekutan 7,1 SR dengan kedalaman 10 km berpotensi tsunami.

Atau 293 kilometer Barat Daya Cilacap, Jawa Tengah, 303 kilometeri Barat Daya Tasikmalaya, Jawa Barat, 306 kilometer Barat Daya Ciamis, Jawa Barat, 334 kilometer Barat Daya Purwokerto, Jawa Tengah, dan 437 kilometer Tenggara Jakarta.


http://id.berita.yahoo.com/getaran-gempa-cilacap-terashttp://id.berita.yahoo.com/getaran-gempa-cilacap-terasa-sampai-jakarta-20110403-160935-087.htmla-sampai-jakarta-20110403-160935-087.html


Kamis, 04 November 2010

Hujan Abu Merapi Capai Cilacap

Kamis, 04/11/2010 01:14 WIB
Hujan Abu Merapi Capai Cilacap foto
Moksa Hutasoit - detikNews




Jakarta - Abu vulkanik Gunung Merapi semakin jauh berterbangan. Warga yang tinggal di Cilacap, dekat dengan Ciamis sudah bisa merasakan abu vulkanik Merapi.

"Abu nya sudah sampai di sini, tipis kaya kabut," ujar Enha warga Majenang, Kabupaten Cilacap kepada detikcom, Kamis (4/11/2010). Wilayah yang ditinggali Enha berbatasan dengan Ciamis, Jawa Barat.

Menurut Enha, abu ini mulai dirasakan sejak pukul 20.00 WIB. Jika keluar rumah, kondisi jalanan seperti diselimuti kabut tipis.

Di aspal dan lantai rumah, abu ini juga mulai terlihat. Begitu juga dengan kaca-kaca kendaraan.

"Tipis, tapi sampai sekarang masih berlangsung," jelas Enha.

Namun belum ada warga yang sampai harus menggunakan masker saat keluar rumah. Enha juga menceritakan, kondisi Cilacap tidak diguyur hujan.

Sore tadi, Merapi kembali melontarkan awan panas (wedhus gembel). Bukan cuma sekali, secara beruntun awan panas menyembur dari puncak Merapi.

Berikut kronologi letusan seperti dilansir website ESDM;

- 11.11-13.19 WIB terjadi awan panas beruntun dengan durasi maksimum 2 menit. Sementara cuaca dalam keadaan kabut dan hujan, sehingga pandangan tidak bisa bebas ke puncak Merapi.

- 13.27 WIB dan 13.30 WIB terjadi 2 kali gempa vulkanik dangkal (VB).

- 14.00-14.03 WIB terjadi guguran besar material secara beruntun sebanyak 4 kali dengan durasi maksimum 1 menit.

- 14.04-14.27 WIB terjadi rentetan awan panas dengan durasi maksimum 5 menit dengan jarak luncur diperkirakan mencapai 10 km, sehingga diputuskan untuk memperluas daerah aman hingga di luar radius 15 Km.

- Pukul 14.44 WIB terjadi awan panas besar selama 1,5 jam.

- Pukul 16.23 WIB aktivitas mulai reda.

- Pukul 17.30 WIB dilaporkan bahwa awan panas mencapai 9 km dan menuju ke aliran Kali Gendol.

Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi ESDM memperingatkan aktivitas Merapi hingga saat ini masih tergolong tinggi. Status aktivitas Merapi masih tetap pada tingkat Awas (level 4). Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar soal Merapi.


(mok/mok)

Sabtu, 26 Juni 2010

Tiang Rumah di Kebumen Pun Bergoyang

GEMPA 6,3 SR
Tiang Rumah di Kebumen Pun Bergoyang
Laporan wartawan KOMPAS Madina Nusrat
Sabtu, 26 Juni 2010 | 18:00 WIB

CILACAP, KOMPAS.com - Gempa 6,3 skala Richter yang berpusat di 118 kilometer barat daya Tasikmalaya, Sabtu (26/6/2010) pukul 16.50, juga dirasakan warga Cilacap, Kebumen dan Banyumas, Jawa Tengah.

Sejumlah warga di Kebumen dan Cilacap sempat berhamburan keluar rumah karena guncangan gempa dirasakan cukup kencang. "Genting rumah saya sampai berderit dan kayu-kayunya sempat bergoyang," kata Dasir (40), Kepala Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen.

Guncangan gempa di Desa Karangduwur dirasakan cukup kencang karena desa ini berada di kawasan pesisir Kebumen, dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap. "Ada hampir satu menit kami merasakan guncangan gempa," lanjut Dasir.

Di Cilacap, warga juga berhamburan keluar rumah karena khawatir akan terjadi tsunami. Sachri (45), warga Kecamatan Cilacap Selatan, mengaku, tiang penyangga rumahnya pun sampai bergoyang akibat guncangan gempa. "Lumayan keras guncangannya," ucapnya.

Di Banyumas, guncangan gempa memang tak sehebat yang dirasakan di Kebumen dan Cilacap, sehingga tak menimbulkan kepanikan warga. Namun sejumlah perabotan rumah tangga sempat bergerak ketika guncangan terjadi.

Editor: yuli

Gempa Terasa Sampai Cirebon dan Cilacap

GEMPA 6,3 SR
Gempa Terasa Sampai Cirebon dan Cilacap
Sabtu, 26 Juni 2010 | 17:31 WIB

CIREBON, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan 6,3 skala Richter yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (26/6/2010) sekitar pukul 16.50 WIB, tidak hanya menggemparkan warga Jakarta tapi juga Cirebon, Cilacap dan sekitarnya.

Warga yang merasakan gempa sekitar 10 detik tersebut sempat keluar rumah dan menyaksikan air kolam dan bergoyang. "Saya merasakan gempa karena sedang duduk di dalam rumah, setelah saya melihat kolam airnya bergoyang," kata seorang warga Jalan Pembangunan Cirebon, Zahrawan.

Sementara, petugas Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan, gempa tersebut berlokasi di 8,37 lintang selatan dan 107,98 bujur timur. "Lokasi gempa berada sekitar 118 kilometer barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan kedalaman 34 kilometer," katanya.

Menurut dia, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Sementara itu sejumlah warga di Kabupaten Cilacap mengaku dikejutkan dengan adanya gempa tersebut.

"Guncangan gempa tersebut terasa sangat kencang," kata Amron (30), warga Jalan Wilis, Kelurahan Sidanegara, Cilacap Tengah.

Warga lainnya, Siti Maryam (50), mengatakan, dua orang cucunya berteriak ketakutan saat terjadinya gempa tersebut. Selain di Cilacap, guncangan gempa tersebut juga dirasakan hingga Purwokerto.

Seorang warga Purwokerto, Amin (30) mengatakan, guncangan gempa tersebut dirasakan sangat kuat di sekitar tempat tinggalnya.

Editor: yuli | Sumber : ANT

Minggu, 04 Oktober 2009

Korban Gempa Tasikmalaya di Cilacap Masih Tidur di Tenda

Korban Gempa Tasikmalaya di Cilacap Masih Tidur di Tenda
Warga di Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengungsi di tenda-tenda darurat, Rabu (2/9). Gempa yang terjadi pukul 14 . 55 berkekuatan 7,3 skala Richter dan berpusat di kedalaman 30 kilometer di bawah dasar Samudra Indonesia, atau 142 kilometer barat daya Kabupaten Tasikmalaya, terasa di sejumlah tempat di Indonesia dan mengakibatkan sejumlah rumah warga desa setempat hancur. Warga mengungsi di sejumlah tenda darurat karena masih trauma atas musibah ini.


    SABTU, 3 OKTOBER 2009 | 19:41 WIB

    CILACAP, KOMPAS - Ratusan jiwa warga Kabupaten Cilacap yang menjadi korban guncangan gempa berkekuatan 7,3 skala Richter yang berpusat di perairan Tasikmalaya pada 2 September lalu, masih tidur di tenda dan rumah kerabatnya terdekat. Mereka belum memperoleh bantuan perbaikan rumah hingga saat ini, meskipun curah hujan di sekitar Cilacap sudah mulai meningkat.

    Berdasarkan datan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Cilacap, tercatat ada 258 rumah roboh, 962 rumah rusak berat, dan 2.345 rumah rusak ringan. Kerusakan pada infrastruktur, antara lain satu balai desa roboh, empat balai desa rusak berat, enam balai desa rusak ringan, 11 sekolah rusak berat, 10 sekolah rusak ringan, sebuah tempat ibadah roboh, enam tempat ibadah rusak berat, dan empat bangunan pasar roboh. Total kerugian mencapai Rp 21,809 miliar.

    Setidaknya 10 keluarga korban gempa di Dusun Pasir Garu, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, misalnya, sampai Sabtu (3/10), masih bertahan di tenda dan rumah semi permanen yang mereka bangun dari puing-puing rumah mereka yang roboh.

    Nidah (70) salah satunya mengaku, sangat berharap bantuan perbaikan rumah dapat segera dikucurkan agar dia bersama seorang anak dan cucunya dapat menjalani kehidupannya kembali dengan nyaman. Hingga sekarang, Nidah bersama anak dan cucunya tidur di tenda dan rumah semi permanen yang dibangun dari puing-puing rumahnya yang roboh akibat gempa.

    Dia mengaku, lebih sering tidur di rumah semi permanen yang didirikan anaknya itu, dibandingkan di tenda. Jika tidur di tenda, katanya, terasa sangat panas, meski sekarang sudah mulai turun hujan.

    "Tapi kalau tidur di dalam rumah pun tidak nyaman, karena seng yang dipasang tidak rapat. Kalau hujan turun, selalu kena tampias air hujan," katanya.

    Tetangganya, Ngadinem (45) juga berharap agar bantuan perbaikan rumah dapat segera disalurkan. Dengan demikian, dia bersama suaminya dapat segera mendirikan rumah, mengantisipasi datangnya musim hujan.

    Untuk mendirikan rumah sendiri, Ngadinem mengaku, tidak sanggup karena hingga sekarang dia belum bekerja lagi sebagai buruh tani. Hal itu karena belum ada sawah di desanya yang mulai tanam padi. Sementara dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari bersama lima anaknya, dia bertumpu pada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Cilacap.

    "Bantuan makanan sampai sekarang masih lancar," ucapnya.

    Namun tak demikian halnya dengan korban gempa di Desa Cinyawang, Kecamatan Patimuan. Sejak dua minggu lalu, bantuan makanan untuk lebih dari 100 jiwa korban gempa di desa itu sudah berhenti. Seperti yang diutarakan Nabsiah (40), sejak tak ada lagi bantuan, kini dia hanya bisa berharap bantuan bahan makanan dari saudara dan tetangganya yang rumahnya tidak roboh.

    Kepala Desa Cinyawang, Tusiman mengatakan, warga yang rumahnya roboh dan rusak akibat gempa sudah lama menanyakan bantuan perbaikan rumah agar mereka bisa kembali hidup dengan nyaman. "Kalau meminta mereka mendirikan sendiri, sepertinya tidak mungkin. Sebab, mereka pun hanya buruh tani yang upahnya sangat kecil," katanya.

    MDN

    Rabu, 02 September 2009

    Gempa Tasikmalaya - Cilacap

    Rabu, 02/09/2009 19:39 WIB
    Gempa Juga Mengobrak-abrik Sebagian Wilayah Cilacap
    Arbi Anugrah - detikNews
    Cilacap - Gempa berkekuatan 7,3 scala richter juga memporak-porandakan sebagian wilayah Cilacap, Jawa Tengah. Ratusan penduduk rusak ringan dan berat. Beberapa di antaranya bahkan ambruk dan tak bisa lagi dihuni.

    Data yang di terima dari Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana (BPPD) Cilacap, Asifudin, ratusan rumah dan bangunan yang hancur dan rusak itu tersebar di di 11 kecamatan di Kabupaten Cilacap.

    Di kecamatan Kampung laut 6 rumah dan 2 balai desa roboh. Di Desa Panikel dan Desa Kleces, 22 rumah rusak berat dan 16 rumah rusak ringan. Sedangkan di Kecamatan Cipari puluhan rumah roboh, Kecamatan Kedungreja puluhan rumah roboh dan pasar Tambakreja rata dengan tanah.

    Di kecamatan Jeruklegi 1 rumah roboh, Kecamatan Patimuan 2 rumah roboh, Kecamatan Sidareja 17
    rumah roboh, 30 rumah rusak ringan serta terdapat 1 buah musala roboh. Kecamatan Wanareja 1 rumah roboh dan 24 rumah rusak berat.

    Kecamatan Gandrungmangu 22 rumah rusak berat, Kecamatan Cilacap Tengah tembok bangunan kelurahan Donan roboh. Di Kecamatan Kawunganten 14 rumah roboh, 4 rusak berat, 10 rusak ringan dan 2 pasar
    roboh.

    Saat gempa terjadi, warga masyarakat cilacap panik dan berhamburan keluar rumah. Meski demikian,
    hingga kini belum ada laporan mengenai korban jiwa. Hanya ada 1 korban luka akibat rumah yang roboh.

    Sementara itu, aktivitas nelayan di Pantai Penyu nampak normal. Gelombang laut di pantai tersebut tidak berbeda dari biasanya.

    (djo/djo)