Tampilkan postingan dengan label Garut. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Garut. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2011

Senin, 24/10/2011 09:38 WIB 

Banjir Bandang di Garut, 1 Tewas 5 Luka-luka

Mansur Hidayat - detikNews

Garut 
- Terjadi banjir bandang di kawasan Gunung Legok Burak, petak 142, hutan Mandala Giri, Desa Simpang Kecamatan Cikajang Garut. Kejadian ini mengakibatkan satu orang tewas, sementara lima orang masih dirawat di rumah sakit karena luka-luka.

Banjir bandang ini terjadi pada Minggu (23/10/2011) kemarin sekitar pukul 16.30 WIB. Hingga pagi ini tercatat 5 orang warga Kampung Cijoho, Desa Wangunjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut Jawa Barat, masih dirawat di Puskesmas Pakenjeng setelah terluka akibat sempat terseret banjir bandang tersebut.

Tidak hanya itu, seorang warga benrama Sopian (40) juga ditemukan meninggal dunia. Jenazah akan segera dikebumikan pihak keluarga setelah ditemukan malam tadi.

Sopian saat itu sedang berteduh di sebuah gubuk bersama 5 warga lainnya masing-masing, Adin (60), Mamar (60)th, Nia (27), Sariman (30) dan Iim (30).

"Kelima warga berhasil menyelamatkan diri pada saat terseret banjir bandang, ada pun Sopian sempat terbawa arus air beberapa puluh meter dari gubuk yang dipergunakan 6 orang warga berteduh ", ujar Kapolsek Cijakang, Kompol Basori, kepada wartawan, Senin (24/10/2011).

Menurut Basori, banjir bandang tersebut selain diakibatkan curah hujan tinggi yang turun di kawasan gunung Mandala Giri, juga karena adanya bendungan jebol dikawasan tersebut.

"Mungkin bendungan yang dibuat warga untuk menampung air tidak kuat sehingga jebol saat volume air yang turun sangat tinggi " ungkap Basori.

Kata Basori, kawasan hutan gunung Mandala Giri saat ini sudah dibuka menjadi areal pertanian dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).

"Selama musim kemarau, petani membuat bendungan untuk menampung air agar dapat mengairi lahan pertanian," pungkasnya.
(mad/mad) 

Sabtu, 27 Agustus 2011

Gunung Papandayan di Garut Berstatus Siaga

Sabtu, 13/08/2011 05:41 WIB

Gunung Papandayan di Garut Berstatus Siaga

Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - Gunung Papandayan yang terletak di Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut, Jawa Barat, dinaikkan statusnya ke level Siaga/Level III. Sebelumnya gunung berapi itu dalam level Waspada/Level II.

"Status gunung Papandayan dinaikkan dari Waspada/Level II menjadi Siaga/Level III," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, kepada detikcom, Sabtu (13/8/2011).

Menurut Surono, keputusan tersebut diambil setelah mempelajari data-data visual Gunung Papandayan. Di antaranya penyebaran tembusan gas di Kawah Walirang, Kawah Manuk dan Kawah Balagadama dan instrumental. Lalu, meningkatnya gempa bumi vulkanik serta tektonik lokal dan deformasi.

"Maka terhitung sejak tanggal 13 Agustus 2011, pukul 04.00 WIB, statusnya dinaikkan," kata Surono.

Gunung Papandayan mempunyai ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut itu (dpl). Lokasinya berada di sekitar 70 Km sebelah tenggara Kota Bandung, Jawa Barat.

(irw/did)

Senin, 31 Agustus 2009

Hutan Lindung Terbakar

30 Hektar Hutan Lindung Terbakar
Ilustrasi


SENIN, 31 AGUSTUS 2009 | 17:36 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Kebakaran hutan lindung blok Cirompang gunung Putri Garut, sejak Senin (31/8) siang mencapai 30 hektare lebih.

Kepala Dinas Kehutanan setempat Ir Eddy Muharam didampingi Kepala Seksi Pengawasan Hutan, Suroto, Senin, menyatakan, terjadinya peristiwa tersebut diduga kuat akibat pembakaran semak belukar pada lahan milik penduduk, yang dijadikan lahan berkebun.

"Lahan milik penduduk itu, letaknya bersebelahan dengan pinggir kawasan hutan lindung yang banyak terdapat pohon pinus bahkan termasuk wilayah Cagar Alam (CA)Kamojang," katanya.

Hingga sore sejumlah aparat Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat di Garut, masih berada di lokasi kejadian, yang terus berupaya keras melakukan pemadaman agar kobaran apinya tidak semakin meluas.

"Adanya sumber api sekecil apapun pada kawasan hutan berketinggian ribuan meter diatas permukaan laut ini, dapat menimbulkan kobaran api sangat besar, terutama di musim kemarau yang kering kerontang dengan tiupan angin kencang," ungkap petugas BKSDA setempat, Sobari, menambahkan.

Kawasan yang termasuk hutan lindung gunungapi Guntur tersebut setiap musim kemarau panjang kerap terjadi kasus kebakaran.

Terutama pada hutan sekitar lereng gunung api, selama ini bisa diakibatkan pecahnya bebatuan tertimpa sangat panasnya sengatan sinar matahari kemudian memercikan api, kerap menjadi sumber kobaran api pada rumput alang-alang kering sekitarnya.

Sementara itu, penyebab lainnya juga bisa akibat bekas api unggun yang belum sepenuhnya padam karena di wilayah lereng gunung ini masih sarat dilakukan penambangan pasir dan batu, juga terdapat beberapa tenda untuk istirahat.

Namun menurut kepercayaan masyarakat, yang bermukim di kaki gunung api Guntur itu selama ini menyebutkan, jika sering terjadi kebakaran di gunung itu sebagai pertanda akan segera turun hujan.

"Sehingga banyak sumber di sekitarnya menyebutkan, terdapat kemungkinan sengaja dibakar agar segera turun hujan," katanya.


BNJ
Sumber : Antara

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/08/31/17365540/30.hektar.hutan.lindung.terbakar