Tampilkan postingan dengan label Hujan Deras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hujan Deras. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Januari 2011

Hujan Deras Landa Medan, Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Terendam Banjir

Kamis, 06/01/2011 09:13 WIB
Hujan Deras Landa Medan, Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Terendam Banjir
Khairul Ikhwan - detikNews

Medan - Hujan deras yang mengguyur Medan sejak Rabu (5/1/2011) malam hingga Kamis (6/1/2011) pagi mengakibatkan rubuan rumah terendam banjir. Banjir terparah terjadi di kawasan bantaran Sungai Deli dan Sungai Babura.

Ketinggian air di kawasan Sungai Deli, terutama di Kelurahan Aur, Kampung Baru dan kelurahan Sei. Mati mencapai 1 meter. Sementara di bantaran Sungai Babura mencapai 45 cm. Namun di beberapa tempat, terutama yang berada persis di tepian sungai air terlihat hingga bubungan atap rumah warga.

Warga Kelurahan Aur, Irwansyah, mengatakan, banjir tidak hanya akibat hujan deras namun juga akibat Sungai Deli meluap dan tidak dapat menampung debit air.

"Kalau hanya hujan deras di Medan, tinggi air di rumah tidak sampai satu meter. Tapi ini akibat hujan deras di daerah hulu sungai juga," kata Irwansyah.

Banjir tidak hanya menggenangi pemukiman warga di kawasan bantaran sungai. Sejumlah kawasan juga terendam banjir seperti di Kecamatan Sunggal, Maimun, Polonia, Marelan dan Kecamatan Tuntungan. Ketinggian air di pemukiman warga rata-rata 30 cm.

Sejumlah jalan protokol seperti Jl. Krakatau Ujung, Jl. Keretaapi dan Jl. Letda Sujono juga sempat terendam banjir pada Rabu malam. Air mulai surut menjelang Kamis pagi.


(rul/nrl)


Hujan Deras Landa Medan, Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Terendam Banjir

Kamis, 06/01/2011 09:13 WIB
Hujan Deras Landa Medan, Ribuan Rumah di Lima Kecamatan Terendam Banjir
Khairul Ikhwan - detikNews

Medan - Hujan deras yang mengguyur Medan sejak Rabu (5/1/2011) malam hingga Kamis (6/1/2011) pagi mengakibatkan rubuan rumah terendam banjir. Banjir terparah terjadi di kawasan bantaran Sungai Deli dan Sungai Babura.

Ketinggian air di kawasan Sungai Deli, terutama di Kelurahan Aur, Kampung Baru dan kelurahan Sei. Mati mencapai 1 meter. Sementara di bantaran Sungai Babura mencapai 45 cm. Namun di beberapa tempat, terutama yang berada persis di tepian sungai air terlihat hingga bubungan atap rumah warga.

Warga Kelurahan Aur, Irwansyah, mengatakan, banjir tidak hanya akibat hujan deras namun juga akibat Sungai Deli meluap dan tidak dapat menampung debit air.

"Kalau hanya hujan deras di Medan, tinggi air di rumah tidak sampai satu meter. Tapi ini akibat hujan deras di daerah hulu sungai juga," kata Irwansyah.

Banjir tidak hanya menggenangi pemukiman warga di kawasan bantaran sungai. Sejumlah kawasan juga terendam banjir seperti di Kecamatan Sunggal, Maimun, Polonia, Marelan dan Kecamatan Tuntungan. Ketinggian air di pemukiman warga rata-rata 30 cm.

Sejumlah jalan protokol seperti Jl. Krakatau Ujung, Jl. Keretaapi dan Jl. Letda Sujono juga sempat terendam banjir pada Rabu malam. Air mulai surut menjelang Kamis pagi.


(rul/nrl)


Minggu, 02 Januari 2011

Belasan Rumah di Lamongan Ambruk Diterjang Angin

Minggu, 02/01/2011 16:50 WIB
Belasan Rumah di Lamongan Ambruk Diterjang Angin
Eko Sudjarwo - detikSurabaya

Foto: Eko Sudjarwo


Lamongan - Hujan deras disertai angin kencang di Lamongan membuat belasan rumah di Lamongan ambruk, Minggu (2/1/2011) sore. Rumah-rumah yang roboh itu ada di tiga desa di Kecamatan Sekaran. Ketiga desa tersebut adalah Desa Manyar, Desa Jugo dan Desa Kudikan.

Data yang dihimpun detiksurabaya.commenunjukkan dari tiga desa, sekitar 15 rumah roboh. Dari ketiga desa yang terparah adalah Desa Manyar. Di desa ini setidaknya 8 rumah roboh diterjang angin kencang, 2 sarana pendidikan rusak.

Sementara di Desa Kudikan ada 4 rumah roboh, Desa Jugo ada 3 rumah roboh dan
1 sarana pendidikan rusak yakni gedung madrasah. Selain 15 rumah yang ambruk, ratusan rumah juga rusak. Kerusakan yang terjadi juga bervariasi mulai dari kerusakan ringan hingga kerusakan berat.

Salah seorang saksi mata warga Desa Manyar, Toni mengungkapkan, saat kejadian di desanya sedang berlangsung hujan deras disertai angin kencang. Angin itu terlihat berputar-putar di desanya.

"Angin kencang tersebut berputar-putar sangan kencang dan berlangsung setidaknya selama 10 menit," kata Toni kepada detiksurabaya.com.

Angin yang berlangsung selama kurang lebih 10 menit tersebut, kata Toni, langsung menerjang rumah-rumah yang ada di desanya sehingga langsung ambruk. "Seketika kami langsung lari menyelamatkan diri," katanya.

Beberapa orang juga mengalami luka tertimpa bangunan rumah yang roboh. "Banyak yang luka meski tidak parah akibat tertimpa bangunan yang roboh," jelasnya.

Sementara Kapolsek Sekaran, AKP Aliyarman kepada wartawan di lokasi kejadian
mengatakan, dari data yang masuk di kepolisian ada setidaknya 3 korban luka akibat tertimpa bangunan yang roboh tersebut. "Semuanya hanya korban luka ringan dan kini sudah dirawat," katanya.

Saat ini, semua warga yang ada di 3 desa bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa dari angin kencang.
(fat/fat)

Jumat, 31 Desember 2010

Hujan Deras Sambut Malam Tahun Baru di Riau

Jumat, 31/12/2010 20:01 WIB
Hujan Deras Sambut Malam Tahun Baru di Riau
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews










ilustrasi


Pekanbaru - Menyambut malam tahun baru 2011 di Riau tak semeriah tahun sebelumnya. Malam tahun baru kali ini kelabu. Hujan deras mengguyur secara merata di Riau.

Sore hari, sejumlah pedagang terompet dan makanan sudah berjejer di jalan protokok seperti Jalan Sudirman termasuk Jalan Diponegoro di Pekanbaru ibukota Provinsi Riau. Para pedagang ini tentulah mengharapkan tumpahnya lautan manusia dalam menyabut pergantian tahun.

Tapi tampaknya, apa yang diharapkan para pedagang ini akan sia-sian saja. Hujan deras yang terus mengguyur usai waktu maghrib, sampai pukul 19.30 WIB belum ada tanda-tanda untuk berhenti. Hujan deras serta angin kencang mengeruhkan suasana kota dalam menyabut malam tahun baru.

"Berharap bisa berjualan di malam ini, eh hujan tak berhenti-berhenti. Malah tambah deras saja. Jualan terompet belum banyak yang laku ini bang," kata Hadi Ismanto, pedagang terompet di kawasan Jl Sudirman Pekanbaru dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (31/12/2010).

Pantauan detikcom, kondisi hujan deras ini juga membuat suasana penyambutan malam tahun baru di Hotel Aryaduta, Jl Diponegoro sedikit kacau.

Hidangan makan yang telah tersediakan di halaman belakang hotel, terpaksa dibubarkan. Kursi-kursi yang ada di pelataran terpaksa dipindahkan ke dalam ball room. Acara penyambutan malam tahun baru terpaksa dipindahkan ke dalam ruangan.

Selain itu, suasana kota juga tampak sepi. Padahal biasanya, kawasan Jl Sudirman merupakan kawasan terpadat dan macet saat menyambut pergantian tahun. Kali ini jalan-jalan di kota tampak sepi. Pedagang terompet juga banyak yang bubar.


(cha/anw)


Minggu, 28 November 2010

Awas Kabel Menjuntai di Pasar Minggu Akibat Hujan Angin

Minggu, 28/11/2010 17:22 WIB
Awas Kabel Menjuntai di Pasar Minggu Akibat Hujan Angin
Andri Haryanto - detikNews

Foto: Andri Haryanto/detikcom
Jakarta - Hujan deras, petir dan angin kencang menumbangkan pohon dan menimpa tiang listrik. Akibatnya, kabel listrik sempat menjuntai ke jalanan dan menghambat kendaraan.

Pantauan detikcom, Minggu (28/11/2010), tiang listrik miring ini ada di samping Kantor Kecamatan Pasar Minggu, Jl Ragunan, Jakarta Selatan. Tiang ini disangga 2 tangga agar tidak roboh.

Beraneka kabel listrik di tiang ini pun sempat menjuntai ke jalanan. Kabel disangga dengan dua bambu, agar kendaraan bisa lewat di bawahnya.

"Tiangnya miring karena pohon tumbang ditambah tadi angin besar," kata Korlap Jaringan PLN Duren Tiga, Heru Sriyanto kepada detikcom.

Pohon yang dimaksud adalah pohon di halaman Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian. Memang ada pohon patah menyisakan 1,5 meter batang utama di atas tanah.

Petugas kantor Ditjen itu tampak mengangkuti dahan-dahan patah ke atas mobil pick up. Sementara, batang pohon berdiameter 50 cm masih tergeletak di halaman kantor itu.

Sedangkan tiang listrik yang miring, tiang ini tidak tercabut pondasinya. Namun pangkal tiang tampak keropos. Petugas PLN kini sedang menggali lubang baru untuk menyangga tiang lebih kuat.

"Listrik di Ragunan padam untuk sementara waktu. Belum tahu sampai kapan pengerjaannya," kata Heru.

Pantauan lalu lintas pukul 17.15 WIB tampak tidak terlalu ramai setelah hujan sore ini. Kendaraan hanya berjalan lambat melewati kabel yang tergantung. Sebagian warga juga memelankan kendaraan untuk melihat apa yang terjadi.


(fay/nvt)

Sabtu, 27 November 2010

Hujan Deras Jakarta, Atap Bangunan Lepas

Hujan Deras Jakarta, Atap Bangunan Lepas
Di Jakarta Timur dilaporkan jarak pandang hanya sekitar 4 sampai 5 meter.
SABTU, 27 NOVEMBER 2010, 15:17 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews - Hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir berlangsung hampir setengah jam di Jakarta. Di Jakarta Timur dilaporkan jarak pandang sangat terbatas.

Informasi dari Traffic Management Center Polda Metro Jaya, Sabtu 27 November 2010, hujan deras terjadi sejak sekitar pukul 14.00 WIB.

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa titik. Wilayah yang mengalami hujan deras antara lain di Jalan Tol Cikampek mengarah ke Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Di lokasi ini dilaporkan jarak pandang hanya sekitar 4 sampai 5 meter. Pengemudi kendaraan bermotor di ruas tol diminta waspada.

Hujan lebat juga dilaporkan terjadi di Jalan Raya TB Simatupang, Jalan Sudirman, Kawasan Mega Kuningan, Pancoran, Jalan HR Rasuna Said, hingga Jalan Denpasar. Semua lokasi berada di Jakarta Selatan.

Bahkan di beberapa titik sempat terjadi pohon tumbang dan ada pula yang hanya ranting-ranting jatuh ke ruas jalan. Pohon tumbang di Jalan Denpasar dilaporkan menimpa satu unit mobil.

Dilaporkan pula, hujan yang disertai angin kencang ini mengakibatkan atap sebuah bangunan lepas dan jatuh ke ruas Jalan HR Rasuna Said ke arah Mampang, Jakarta Selatan. Belum diketahui ini merupakan atap dari bangunan apa.

Hingga kini arus lalu lintas di beberapa titik menjadi macet. Meski demikian, kemacetan ini tidak terpantau padat karena hujan terjadi bukan di hari kerja. (umi)

• VIVAnews

Rabu, 03 November 2010

Hujan Deras, Kali Kuning Banjir Lahar Dingin Merapi

Rabu, 03/11/2010 18:08 WIB
Hujan Deras, Kali Kuning Banjir Lahar Dingin Merapi
Ken Yunita - detikNews



Jakarta - Hujan deras mengguyur kawasan Sleman, Yogyakarta, khususnya sekitar Gunung Merapi. Hujan membawa lahar Merapi dan membanjirkannya ke Kali Kuning. Kali Kuning berada di sisi timur Kaliurang.

"Kita belum dapat laporan pasti, tapi mestinya iya karena sekarang hujan deras," kata Kepala Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo kepada detikcom, Rabu (3/11/2010).

Karena kondisi itu, Subandriyo pun mengimbau agar warga menghindari badan-badan sungai. Karena bisa jadi, banjir lahar akan membuat sungai meluap dan menyapu bantaran sungai.

"Jangan di badan-badan sungai, hindari dulu," kata Subandriyo.

Bahaya banjir lahar dingin dijelaskan oleh vulkanolog Dr Eko Teguh Paripurno dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (28/10/2010). "Kalau curah hujan besar dan turun di aliran sungai yanga ada endapan hasil letusan gunung api atau piroklastik, bisa jadi ada banjir lahar dingin," katanya.

Namun berbahaya tidaknya banjir lahar dingin tergantung pada banyaknya endapan yang ada dan seberapa besar curah hujannya. Saat banjir lahar maka saat itu ada campuran material yang dikeluarkan gunung dengan air. Hasilnya adalah seperti aliran lumpur.

"Bahaya kalau sungainya nggak cukup menerima sehingga luber keluar dan menabrak infrastruktur jalan, jembatan, rumah orang," terang staf pengajar Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta ini.

Sementara itu, daerah rawan bencana di Merapi sejak pukul 14.00 WIB diperluas hingga 15 km karena saat ini wedhus gembel terus menerus dimuntahkan oleh gunung paling aktif di Indonesia itu. Meski kekuatan awan panas tidak sebesar 26 Oktober lalu, namun jarak luncurnya jauh lebih panjang.

Pada 26 Oktober, awan panas meluncur sejauh 7,5 km, namun sore ini, awan panas menerjang hingga 9 km. Warga diminta terus waspada.


(ken/nrl)

Jumat, 22 Oktober 2010

Pohon Tumbang di Jl Dr Supomo, Manggarai-Pancoran Nyaris Tak Bergerak

Jumat, 22/10/2010 17:57 WIB
Pohon Tumbang di Jl Dr Supomo, Manggarai-Pancoran Nyaris Tak Bergerak
Didit Tri Kertapati - detikNews



Jakarta - Hujan deras yang disertai angin menerpa Jakarta sejak tadi sore. Di Jl Dr Supomo, tepatnya depan Balai Sudirman, Jakarta Selatan, sebuah pohon tumbang. Akibatnya kemacetan parah terjadi dari Manggarai menuju Pancoran.

"Ada pohon besar tumbang di depan Balai Sudirman. Arah Manggarai menuju Pancoran tidak bergerak," ujar pengguna jalan, Elang, kepada detikcom, Jumat (22/10/2010) pukul 17.45 WIB.

Pohon tumbang tersebut melintang di tengah jalan sehingga pengendara tidak bisa melaju di lajur mengarah ke Pancoran. Sementara dari arah sebaliknya juga terjadi kemacetan.

"Dari Pancoran ke Manggarai cuma bisa satu jalur saja," jelas Elang. Di kawasan itu hujan turun sangat deras disertai angin kencang.

Pohon tumbang juga terlihat di Pancoran, tepatnya depan MBAU. Dua lajur tidak bisa dilalui.

Hujan juga melahirkan genangan. Misalnya saka di depan Gedung Wika Cawang, terdapat genangan 25-35 cm yang berimbas pada kemacetan lalu lintas di jam pulang kantor ini. Jl Margonda, Depok, di depan SPBU juga tergenang.

(ddt/nrl)

Hujan Deras, Pohon Tumbang dan Billboard Roboh di Jakarta

Jumat, 22/10/2010 18:17 WIB
Hujan Deras, Pohon Tumbang dan Billboard Roboh di Jakarta
Nograhany Widhi K - detikNews

Jakarta - Hujan deras sejak sekitar pukul 17.00 WIB di Jakarta, Jumat (22/10/2010) ini membuat pohon di beberapa ruas jalan tumbang. Papan reklame (billboard) juga ikut roboh.

Demikian informasi yang dihimpun dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.

"Ada 4 titik jalan untuk pohon tumbang," ujar petugas TMC Polda Metro Jaya Bripda Riza ketika dihubungi detikcom hari ini pukul 18.00 WIB.

4 Titik itu yaitu:

1. Jalan Ngurah Rai, Jakarta Timur, tepatnya depan kantor PPP
2. Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat
3. Jalan MT Haryono, tepatnya di depan Wisma Aldiron
4. Jalan Dr Sahardjo, tepatnya di depan Balai Sudirman

"Di Dukuh Atas, Jl Jenderal Sudirman arah Semanggi, tepatnya di sekitar Patung Jenderal Sudirman ada papan reklame roboh," kata Riza.

Untuk genangan air, TMC Polda Metro masih menerima informasi di depan Depnakertrans, Jl Gatot Subroto.

Riza menambahkan, kemacetan memang terjadi di mana-mana, selain karena ini hari Jumat, hujan dan pohon tumbang juga memperparah kemacetan.

"Rata-rata padat. Tendean, Pancoran arah Cawang, Tol Wiyoto Wiyono (Priok)depan Polda, Tol Dalam Kota, HR Rasuna Said (Kuningan), Tegal Parang, Casablanca ke arah Pondok Kopi," kata dia.

Dia berpesan agar masyarakat, terutama pengendara sepeda motor lebih berhati-hati.

"Karena musim hujan, pengendara motor sediakan jas hujan dan nyalakan lampu, jangan berteduh di fly over dan dekat pohon karena nanti khawatir pohon tumbang. Hati-hati buat masyarakat," tandas dia.


(nwk/fay)

Depok Hujan Deras, Jl Margonda Banjir Selutut

Jumat, 22/10/2010 17:14 WIB
Depok Hujan Deras, Jl Margonda Banjir Selutut
Nala Edwin - detikNews

Jakarta - Hujan deras disertai angin kencang mulai mengguyur kawasan Depok, Jawa Barat dan Pamulang, Tangerang Selatan. Hal ini menyebabkan genangan air dan menimbulkan kemacetan lalu lintas.

"Depok hujan deras disertai petir," kata Budiman, warga Depok kepada detikcom, Jumat (22/10/2010).

Hujan deras di kawasan ini juga membuat genangan air di Jl Margonda. Hal ini membuat lalu lintas padat. "Jalan Margonda Raya Depok, di depan Optik Melawai banjir selutut orang dewasa. Ada beberapa kendaraan mogok terkena banjir," kata Joe warga Depok lainnya.

Hujan juga turun di daerah Pamulang dan Pondok Labu. Hujan deras di kawasan Pamulang menyebabkan kawasan perumahan Reni Jaya tergenang air.

"Pamulang hujan deras, Kompleks Reni Jaya tergenang banjir 50-100 cm," kata Rully Yanuar, salah soerang warga Pamulang.

Sementara itu, di daerah Mampang dan Warung Buncit mulai diguyur hujan deras. Mendung tebal menggantung di daerah ini. Angin kencang pun sempat membuat daun-daun pepohonan di kawasan itu berguguran. Suara petir pun terdengar berkali-kali.


(nal/vit)

Hujan Hari Kamis di Jakarta, 17 Pohon Tumbang dan 1 Orang Tewas

Jumat, 22/10/2010 14:38 WIB
Hujan Hari Kamis di Jakarta, 17 Pohon Tumbang dan 1 Orang Tewas
Hery Winarno - detikNews

Jakarta - Sedikitnya 17 pohon tumbang dan 6 pohon sempal di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akibat hujan deras disertai angin kencang pada Kamis (21/10). 1 Penumpang Kopaja tewas.

"Ada banyak pohon tumbang. Di Jakarta Selatan, ada 6 pohon tumbang. Jakarta Timur, ada 11 pohon tumbang, dan 6 pohon sempal," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Pemprov DKI Jakarta, Catarina Suryowati, di Balaikota Jakarta Pusat, Jumat (22/10/2010).

Untuk wilayah Jakarta lainnya, kata dia, tidak ada pohon yang tumbang. "Kebetulan angin semalam mengarah ke Jakarta Timur dan Jakarta Selatan," ujar dia.

Menurut dia, ada 2 mobil rusak dan 1 pagar rumah rusak tertimpa pohon.

"1 Korban meninggal dunia. Itu penumpang Kopaja. Kebetulan Kopajanya sedang ngetem tiba-tiba tertimpa pohon tumbang. 3 Luka dan 1 meninggal dunia. Kita belum dapat identitasnya, baru laporan ada korban meninggal," papar Catarina.

Catarina mengatakan, korban yang meninggal dunia akan mendapat laporan. Keluarga korban bisa mengirim surat ke Dinas Pertamanan, foto dan identitas, surat keterangan dari polisi dan surat kepemilikan rumah maupun mobil.

"Tahun ini asuransi PT Bumi ...apa, saya lupa. Maksimal yang diberikan 10 juta untuk korban meninggal dunia. Kalau luka atau cacat nanti dihitung, termasuk juga kerusakan entah mobil atau rumah," kata Catarina.

(aan/nrl)

Selasa, 17 Agustus 2010

Banjir 60 cm, Jalan Kemang Ditutup

Selasa, 17/08/2010 16:48 WIB
Banjir 60 cm, Jalan Kemang Ditutup
Nala Edwin - detikNews

Jakarta
- Hujan deras menyebabkan genangan air setinggi 60 cm di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Akibatnya jalan menuju Kemang ditutup.

"Ditutupnya pas di lampu merah Kemang," kata Aiptu Kasno petugas TMC Polda Metro Jaya, Selasa (17/8/2010).

Kasno menjelaskan, genangan air di Kemang dapat membuat mobil mogok jika melintasi daerah tersebut. Lalu lintas dari Kemang dialihkan melalui Jl Antasari.

"Banjirnya tinggi kalau dipaksakan mobil bisa mogok," katanya.

Genangan air juga tejadi di berbagai kawasan di Jakarta Selatan seperti Jl Dharmawangsa, Jl Fatmawati dan juga di daerah Pondok Indah.

(nal/fay)

Minggu, 16 Mei 2010

Diguyur Hujan Deras, Pohon Bertumbangan di Palembang

Sabtu, 15/05/2010 22:18 WIB
Diguyur Hujan Deras, Pohon Bertumbangan di Palembang
Taufik Wijaya - detikNews

Jakarta
- Hujan deras mengguyur Palembang, Sumatera Selatan pada Sabtu (15/5/2010) malam ini. Hujan yang datang sejak pukul 19.30 WIB hingga kini, pukul 22.00 WIB membuat pohon-pohon di Kota Palembang bertumbangan.

Pantauan detikcom, hujan deras itu disertai angin kencang dan petir membuat pengendara motor harus menepi. Tampak di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Jalan Veteran, Jalan Ahmad Yani, ratusan sepeda motor terparkir di depan rumah toko.

Hujan ini pun membuat sebagian jalan-jalan tersebut tergenang atau berlumpur akibat debu jalan yang tersiram air hujan. Sementara jalanan dipenuhi ranting dan pohon yang jatuh akibat tertiup angin.

Padahal dari pagi hingga sore tadi, udara di Palembang begitu panas. Selama musim kemarau ini, sudah dua kali hujan turun deras. Dua hari lalu, hujan deras juga mengguyur Palembang yang membuat sebagian Palembang tergenang air, seperti Jakabaring, Kertapati, Kenten Sako, dan Kalidoni.

(tw/nwk)

Sabtu, 19 Desember 2009

Sabtu, 05/12/2009 12:39 WIB
Diguyur Hujan Deras, Pekanbaru Banjir
Chaidir Anwar Tanjung - detikNews


Jakarta
- Hujan deras yang mengguyur semalaman membuat sejumlah kawasan di Pekanbaru menjadi banjir. Arus lalu lintas pun menjadi macet.

Sabtu (5/12/2009), terlihat pemandangan arus lalu lintas macet di Jl Subrantas,
Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Terjadi tumpukan kendaraaan dikawasan yang merupakan jalur padat dari pintu masuk kota sebelah barat.

Jalan Subrantas ini panjangnya lebih 7 km sampai menghubungkan ke Kabupaten Kampar. Beberapa titik di jalan ini terjadi kemacetan karena badan jalan tergenang air.

Kawasan paling macet terjadi dipertigaan Subrantas dengan JL Arengka II. Dipertigaan ini air menggenang lebih 30 cm. Malah sebagian air menggenangi ruko disekitar pertigaan ini.

"Tadi malah ketinggian air lebih 50 cm, dan airnya mengalir deras. Ini karena parit tidak berfungsi akibat sambah menumpuk di slokan," kata Imran (37) pemilik toko kelontong kepada detikcom.

Selain ini genangan air juga masih terlihat di perempatan Subrantas dengan Jl Soekarno Hatta. Diperempatan ini arus lalu lintas cukup padat karena di sana ada pasar. Air juga menggenangi badan jalan.

Kemacetan diperparah karena sebagian mobil ada yang mogok di tengah jalan. Warga setempat terlihat membantu mobil yang mogok untuk didorong ke tepi jalan. Banjir juga terlihat di Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru. Rumah warga di kawasan Sigunggung juga terlihat tergenang air.Siang ini tampak warga membersihkan kotoran yang sempat masuk ke rumah warga.
(cha/mpr)