Tampilkan postingan dengan label Aktivitas Bromo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aktivitas Bromo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Desember 2010

Pasca Meletus, Aktivitas Bromo Kembali Menurun

Selasa, 21/12/2010 09:20 WIB
Pasca Meletus, Aktivitas Bromo Kembali Menurun
Zainal Effendi - detikSurabaya



File: detiksurabaya.com
Probolinggo - Pasca meletus, aktivitas Gunung Bromo hari ini kembali menurun. Amplitudo gempa tremor mendatar selama 6 jam terakhir mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Senin (21/12/2010) gunung eksotik di Probolinggo ini hanya tercatat 15-30 milimeter.

"Aktivitasnya terus menunjukkan penurunan pasca terjadinya dua kali letusan yang terjadi Minggu (19/12) dan Senin dini hari (20/12)," kata petugas Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Bromo di Cemorolawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, M Syafii saat dihubungi detiksurabaya.com.

Bahkan gempa tektonik, kata Syafii, tidak terjadi. Hal ini menunjukkan penurunan aktivitas. Meski menurun, pihaknya tetap mewaspadai karena Bromo masih mengeluarkan asap sulfura disertai pasir yang mengarah ke arah timur.

"Meski menurun, sampai saat ini masih terpantau terus mengeluarkan abu disertai material pasir dan terkadang kerikil panas yang jatuh disekitar kawah," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, material vulkanik yang dikeluarkan Gunung Bromo semalam terlihat bak kembang api yang terjadi hampir lima menit lamanya. Selain itu, pasca diturunkan status dari awas menjadi siaga, Bromo mengalami 2 kali letusan dahsyat.


(ze/fat)

Sabtu, 27 November 2010

Aktivitas Bromo Meningkat, Tim Tanggap Darurat Tambah Personel

Sabtu, 27/11/2010 16:32 WIB
Aktivitas Bromo Meningkat, Tim Tanggap Darurat Tambah Personel
Zainal Effendi - detikSurabaya



Foto: Budi Sugiharto
Probolinggo - Mengantisipasi kondisi terburuk, polisi menyiapkan petugas untuk mengevakuasi warga. Selain itu juga menyiapkan polisi wisata yang dikhususkan bagi wisatawan.

"Tujuannya agar cara berkomunikasinya lancar sehingga tidak menghambat jika
terjadi kondisi terburuk saat melakukan evakuasi," kata Kapolres Probolinggo, AKBP Zulfikar kepada wartawan di Kantor Taman Wisata Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Cemorolawang, Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Probolinggo, Sabtu (27/11/2010).

Zulfikar menambahkan, pos polisi wisata diperuntukkan untuk melakukan sosialisasi dan melakukan pendataan. "Polisi wisata ini juga melakukan pendataan wisatawan asing sehingga memudahkan proses evakuasi saat kondisinya memburuk," imbuhnya.

Seiring makin tingginya aktivitas Gunung Bromo, Tim Tanggap Darurat menambah
jumlah personel pengamanan baik TNI maupun Polri. Bila sebelumnya jumlah polisi yang bersiaga sebanyak 100 petugas, akan ditambah menjadi 25 orang. Sedangkan dari TNI ditambah menjadi 30 prajurit, sehingga totalnya 130.

Sementara Dandim 0820 Probolinggo kembali mengimbau kepada warga agar tetap
tenang jika nanti saat dilakukan evakuasi. "Jika nanti saat kondisi terburuk dan harus dilakukan evakuasi, maka dalam prosesnya kita minta warga tetap tenang. Tetap kedepankan faktor keselamatan," harapnya.


(ze/fat)