Tampilkan postingan dengan label Awan Panas Merapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Awan Panas Merapi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 November 2010

Awan Panas Merapi Hanguskan Tiga Rumah

Awan Panas Merapi Hanguskan Tiga Rumah


REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN--Awan panas Gunung Merapi kembali menebarkan amarah. Tiga rumah di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta dikabarkan terbakar karena terjangan awan panas.

Awan panas (wedhus gembel) ini akibat letusan Merapi yang terjadi sekitar pukul 17.00 pada hari ini (3/11). Kepala Desa Kepuharjo, Heru Suprapto, dalam SMS-nya kepada wartawan yang siaga di posko utama, mengatakan rumah tersebut semuanya terletak di Dusun Jambu.

Rumah itu masing-masing milik Ny Sugi (50) yang terletak sekitar lima kilometer dari puncak Gunung Merapi, milik Sriyanto alias Tiwul (anggota SAR Sleman), dan milik Woko (juga di dusun yang sama). Tak dijelaskan tingkat kerusakan yang terjadi.

Pada letusan pertama Selasa pekan lalu, awan panas ini paling jauh hanya merusak rumah-rumah di kawasan Kaliadem dan Kinahrejo, yang jaraknya sekitar 4 km dari puncak Merapi. Heru menambahkan Tim SAR (search and resque) masih mencari tahu apakah ada korban dalam insiden terakhir ini. Menurut Heru, kemungkinan itu kecil karena semua warga di daerah tersebut telah diungsikan ke barak.

http://id.news.yahoo.com/repu/20101103/tpl-awan-panas-merapi-hanguskan-tiga-rum-97b2f71.html

Merapi Tak Henti Semburkan Awan Panas, Daerah Rawan Diperluas Hingga 15 Km

Rabu, 03/11/2010 16:58 WIB
Merapi Tak Henti Semburkan Awan Panas, Daerah Rawan Diperluas Hingga 15 Km video foto
Ken Yunita,Nurvita Indarini - detikNews










Jakarta
- Sejak pukul 11.04 WIB, Merapi tidak berhenti mengeluarkan awan panas dan terus meningkat pada sejak pukul 16.09 WIB. Karena dianggap berbahaya, daerah rawan di kawasan gunung paling aktif di Indonesia itu diperluas dari 10 km menjadi 15 km dari puncak Merapi.

"Diperluas karena adanya awan panas besar dimulai pukul 11.04 WIB yang lama, namun sejak pukul 16.09 WIB hingga 16.35 WIB, belum berhenti," kata Kepala Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM Dr Surono.

Hal itu disampaikan pria yang kini akrab disapa Mbah Rono itu dalam pesan singkat kepada detikcom, Rabu (3/11/2010).

Sementara itu Kepala BPPTK Subandriyo mengatakan, penetapan daerah rawan sejauh 15 km dari puncak Merapi itu ditatapkan sejak pukul 14.00 WIB. Daerah aman dimundurkan, Hargobinangun di Sleman dinilai masih aman.

"Saya kira Hargobinangun cukup aman," kata Subandriyo.

Sebelumnya, pengungsi di Kepuharjo dan Glagaharjo panik dan lari tunggang langgang karena munculnya awan panas hitam. Gugusan awan panas bergerak dari puncak Gunung Merapi menyusuri Kali Gendol.

Melihat kejadian ini, pengungsi panik dan langsung diungsikan ke pos pengungsian Wukirsari yang lebih jauh.

Kepanikan ini terjadi menyusul terjadinya letusan pada sekitar pukul 15.15 WIB, Rabu (3/11/2010). Beberapa saat kemudian, gugusan awan panas yang menyembur dari puncak Gunung Merapi meluncur turun dan bercampur dengan debu vulkanik bersamaan dengan hujan deras.


(ken/nrl)

Sabtu, 30 Oktober 2010

Awan Panas Merapi ke Arah Magelang

Awan Panas Merapi ke Arah Magelang
Radius awan panas dan abu mencapai 20 km.
SABTU, 30 OKTOBER 2010, 02:36 WIB
Edwan Ruriansyah
Aktivitas gunung merapi dilihat dari Turgo, Sleman (Antara/ Wahyu Putro)

VIVAnews - Gunung Merapi kembali menyemburkan awan panasnya. Bahkan, kali ini letusan lebih parah.

Sekitar pukul 23.45 WIB, Jumat 29 Oktober 2010, Merapi mengeluarkan dentuman keras disertai semburan awan panas besar. Menurut laporan tvOne, Balques Manisang, awan panas menyapu ke segala arah.

Tim evakuasi menyerukan agar warga mengungsi, waspada dan mencari tempat aman sekitar 10 km. Ternyata semburan awan panas lebih jauh.

Semburan dari puncak Merapi ini terjadi selama 22 menit ke arah barat daya menuju Pakem, Kali Boyong dan Kali Krasak. Warga semakin panik karena radius awan panas dan abu mencapai 20 km.

Sampai Sabtu dini hari, 30 Oktober 2010, awan panas masih terus keluar. Suasana di sekitar jangkauan letusan sangat hiruk pikuk dan kacau. Karena warga coba mengungsi sejauh mungkin menggunakan kendaraan yang ada.

Menurut keterangan Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam, Andi Arief, abu vulkanik malam ini sampai ke kilometer 19 di Kaliurang. "Arah muntahan Merapi ke arah barat (Magelang dan sekitarnya)," kata Andi Arief dalam akun twitter-nya.

• VIVAnews

Jumat, 29 Oktober 2010

Awan Panas Masih Menjadi Ancaman Pascaletusan Merapi

Awan Panas Masih Menjadi Ancaman Pascaletusan Merapi


Awan Panas Masih Menjadi Ancaman Pascaletusan Merapi

Sleman (ANTARA) - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Minertal Sukhyar mengatakan pascaletusan Gunung Merapi pada Selasa (26/10) masih ada ancaman lagi luncuran awan panas dan lahar dingin saat terjadi hujan di puncak.

"Sampai hari ini (Jumat) masih tercatat adanya luncuran awan panas sejak pagi, mengarah ke Kali Gendol dengan jarak luncur sejauh empat kilometer," katanya di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta memang belum mendapatkan adanya indikator visual terbentuknya kubah lava baru seperti kebiasaan Gunung Merapi selama ini.

"Sesuai kebiasaan Merapi, setelah terjadinya letusan eksplosif memang diikuti dengan terbentuknya kubah aktif, awan panas yang meluncur dan guguran material dari puncak," katanya.

Ia mengatakan jika ancaman eksplosif tidak ada lagi, maka tinggal menunggu pertumbuhan kubah lava baru.

"Melihat akibat letusan eksplosif pada Selasa lalu, memang terjadi `direct blast` yang mengarah langsung ke lereng Merapi," katanya.

Sukhyar mengatakan kekuatan awan panas punya daya rusak yang besar menerjang apa saja di sepanjang lereng.

"Wajar saja jika di lereng selatan Merapi terlihat kerusakan cukup parah dan menghancurkan Dusun Kinahrejo hingga menewaskan warga. Awan panas itu terdiri atas debu, gas, pasir, panas, dan kecepatan tinggi," katanya.

http://id.news.yahoo.com/antr/20101029/tpl-awan-panas-masih-menjadi-ancaman-pas-cc08abe.html

Selasa, 26 Oktober 2010

Sirine Berbunyi, Hujan Abu Makin Pekat, Bau Belerang Menyengat

Selasa, 26/10/2010 18:52 WIB
Awan Panas Merapi
Sirine Berbunyi, Hujan Abu Makin Pekat, Bau Belerang Menyengat
Bagus Kurniawan - detikNews



Sleman - Semburan awan panas (wedhus gembel) Gunung Merapi membuat warga Kaliurang, Kabupaten Sleman panik. Sirine early warning system (EWS) berbunyi meraung-raung. Sementara hujan abu semakin pekat dan bau belerang semakin menyengat.

Merapi mulai memuntahkan awan panas sekitar pukul 17.02 dan 17.30 WIB, Selasa (26/10/2010). Hingga pukul 18.45 WIB, semburan wedhus gembel masih terjadi.

Debu vulkanik yang menyembur sebelumnya juga telah beterbangan di daerah Kaliurang, sekitar 5 KM dari puncak Merapi. Dengan turunnya wedhus gembel, hujan debu semakin pekat. Bau belerang juga semakin menyengat.

Sejak diketahui wedhus gembel keluar dari puncak Merapi, alat EWS langsung berbunyi. Mendengar bunyi alarm itu, warga pun berebut dan berlari menuju angkutan-angkutan evakuasi. Petugas SAR yang telah siaga di Kaliurang kemudian membagikan masker, karena debu makin pekat dan bau belerang makin menyengat.

Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan. Sebagian besar warga diungsikan ke posko pengungsian di Desa Hargobinangun, Pakem.

Sementara itu, sebelum wedhus gembel meletup, hujan deras sempat mengguyur Yogyakarta dan Sleman. Saat erupsi terjadi, puncak Merapi juga masih tertutup kabut dan suasana sangat gelap.


(asy/gah)