Tampilkan postingan dengan label Badai Lee. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Badai Lee. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 September 2011

Badai Lee Mendekat, AS Mulai Siaga


Badai Lee Mendekat, AS Mulai Siaga

Sejumlah negara bagian sudah mengumumkan status siaga.

SABTU, 3 SEPTEMBER 2011, 08:15 WIB
Bayu Galih
VIVAnews - Badai Lee mulai mendekati kawasan Gulf Coast Amerika Serikat sejak Jumat waktu setempat. Angin kencang disertai hujan kini dirasakan sejumlah kota besar di kawasan Gulf Coast, seperti Miami, New Orleans, dan Houston, akibat badai tropis ini.

Seperti dikutip dari laman CNN, Badai Lee ini menyebabkan angin bertiup kencang, hingga 65 mil per jam atau sekitar 104 kilometer per jam saat badai ini 'menyentuh' daratan Amerika Serikat.

Negara bagian Lousiana pun sudah menyatakan diri dalam keadaan siaga, seperti yang diumumkan oleh Gubernur Bobby Jindal. Di LaFourche dan Grand Isle yang juga terletak di negara bagian Lousiana, bahkan sudah menyiapkan persiapan evakuasi. Selain itu, walikota New Orleans juga mengumumkan status siaga.

"Ini akan menjadi badai yang bergerak pelan. Ini juga akan menyebabkan banyaknya hujan," kata Jindal.

Sementara itu, di Terrebonne, pejabat terkait sudah menyiapkan sejumlah lokasi tempat masyarakat menumpukkan karung pasir untuk mencegah terjadinya banjir.

"Tak ada yang tahu apa yang bisa diakibatkan badai ini. Kami tak tahu di mana akan terjadi, kami hanya menyiapkan apa yang bisa kami lakukan," ujar Cory Naquin, salah seorang warga, sambil menumpukkan karung pasir.

Gubernur Missisippi Haley Barbour juga mengumumkan negara bagiannya dalam keadaan siaga. Sejumlah wilayah di selatan Mississippi diperkirakan akan terkena dampak Badai Lee.

Badai Lee diperkirakan akan mencapai daratan Amerika dalam 48 jam ke depan. Saat ini, badai ini berada di sekitar perairan Mexico dengan kehangatan sekitar 90 derajat. Badai juga diperkirakan akan semakin menguat dalam 24 jam ke depan.

Menurut Pusat Badai Nasional di Miami, badai ini dikabarkan sudah menghantam sejumlah kilang minyak di kawasan Teluk Mexico. Namun, sejumlah petugas di kilang minyak sudah dievakuasi sebelumnya. Kemudian, kemungkinan tiba di daratan Amerika Serikat sekitar Minggu pagi. Morgan City akan menjadi kota pertama yang 'disambangi' Badai Lee.

Selagi mempersiapkan kemungkinan buruk, Walikota Lousiana City Mitch Landrieu meminta warganya tidak panik. "Formasi badai sudah terbentuk di Teluk Mexico merupakan bencana untuk kami. Ini sudah sangat dekat dan tak bisa diperkirakan memang," ujarnya.  (sj)
• VIVAnews

Sabtu, 03 September 2011

Dampak Badai Lee di AS Makin Meluas


Dampak Badai Lee di AS Makin Meluas

"Hujan kali ini deras, namun tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Katrina."

SABTU, 3 SEPTEMBER 2011, 17:05 WIB
Syahid Latif, Indrani Putri
Badai Irene (AP Photo/Winslow Townson)
VIVAnews - Hujan deras mulai mengguyur beberapa wilayah di Amerika Serikat (AS) yang terdampak badai Lee. Tempat-tempat usaha mulai mengalami kerugian karena di musim liburan ini, di mana seharusnya mereka ramai pengunjung.
Dilansir dari kantor berita Associated Press (AP) pada Sabtu, 3 September 2011, peringatan bahaya badai Lee sebelumnya telah disebar dari negara bagian Mississippi hingga Texas. Seiring dengan turunnya hujan, imbauan waspada banjir diperluas hingga ke Alabama dan Florida Panhandle.

Badai Lee diperkirakan menyebabkan longsor di pantai pusat Louisiana pada akhir Sabtu ini. Setelahnya, badai tropis ini akan menuju wilayah timur dengan kecepatan yang menurun, sehingga hujan akan lebih banyak turun di kota-kota yang dilewatinya.

"Hujan kali ini deras, namun tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan Katrina," kata Malcolm James, seorang warga New Orleans yang pada 2009 rumahnya disapu oleh Katrina. "Hujannya masih terhitung ringan. Keadaan bisa saja lebih buruk."

Hingga Jumat malam 2 September 2011, curah hujan mencapai 2,5 inci di beberapa wilayah Gulf Coast, termasuk Boothville, Louisiana, dan Pascagoula, Mississippi. Total curah hujan bervariasi mulai kurang dari satu inci hingga lebih dari dua inci di New Orleans.

Akibat badai Lee, peringatan Hari Buruh yang awalnya akan dilangsungkan di berbagai tempat terpaksa dibatalkan. Orang-orang di berbagai wilayah terdampak juga telah dievakuasi. (art)
• VIVAnews