Tampilkan postingan dengan label Jalur Pacitan-Ponorogo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalur Pacitan-Ponorogo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Desember 2010

Pacitan Dikepung Banjir, Jalur Pacitan-Ponorogo Lumpuh Total

Senin, 06/12/2010 20:25 WIB
Pacitan Dikepung Banjir, Jalur Pacitan-Ponorogo Lumpuh Total
Purwo S - detikSurabaya



File detiksurabaya.com
Pacitan - Bencana banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Arjosari, Pacitan, Senin (6/12/2010). Selain merendam pemukiman dan areal persawahan, banjir juga menghambat jalur lalu lintas Pacitan-Ponorogo di Dusun Pajaran. Akibatnya, antrean kendaraan sepanjang hampir 2 Km pun tak dapat dihindari.

Pantauan detiksurabaya.com, hingga pukul 20.00 WIB di Jalan Raya Pacitan - Ponorogo ruas Desa Pagutan ketinggian air masih setinggi perut orang dewasa. Sementara di pemukiman ketinggian air rata-rata mencapai 50 cm.

"Air mulai meluap sore tadi dan langsung menggenangi jalan raya serta masuk ke pekarangan warga," kata Basuki (45), warga Dusun Pajaran, Desa Pagutan kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Menurut Basuki, banjir yang melanda daerahnya merupakan bencana tahunan. Hanya saja, musibah yang terjadi kali ini merupakan yang terbesar. Basuki pun mengaku trauma dengan peristiwa sebelumnya. Sehingga, untuk antisipasi dirinya mengamankan sejuah barang berharga.

"Semua sudah kami kami amankan ke tempat yang lebih tinggi. Sebab tampaknya permukaan air bertambah tinggi," imbuhnya.

Selain melanda Desa Pagutan, banjir juga menghantam beberapa desa lain di sekitar Kecamatan Arjosari. Seperti Jatimalang, Gembong dan Semo. Di beberapa lokasi tersebut, luapan air yang berasal dari Sungai Grindulu menenggelamkan lahan pertanian dan merusak fasilitas milik warga.

"Kandang ayam punya saya hanyut terbawa arus air," kata Hendra (29), warga Semo kepada detiksurabaya.com.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kebupaten Pacitan Mulyono mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim evakuasi. Mereka terdiri personel baywatch, tagana maupun kesbanpolinmas. Dalam melaksanakan btugas mereka dibantu aparat kepolisian dan TNI.

"Kita upayakan penyelamatan warga dulu. Sebab beberapa rumah warga sudah kemasukan air," tuturnya.

Teknisnya, lanjut Mulyono, warga yang terjebak dalam genangan air akan diangkut dengan peluru karet. Selanjutnya mereka akan dibawa ke tempat lebih tinggi.

Sedangkan terkait lumpuhnya arus lalu lintas, kedepan pihaknya akan mengusulkan kepada pemprov agar meninggikan jalan yang menjadi kantong banjir tersebut.
(fat/fat)

Pacitan Dikepung Banjir, Jalur Pacitan-Ponorogo Lumpuh Total

Senin, 06/12/2010 20:25 WIB
Pacitan Dikepung Banjir, Jalur Pacitan-Ponorogo Lumpuh Total
Purwo S - detikSurabaya



File detiksurabaya.com
Pacitan - Bencana banjir menggenangi sejumlah wilayah di Kecamatan Arjosari, Pacitan, Senin (6/12/2010). Selain merendam pemukiman dan areal persawahan, banjir juga menghambat jalur lalu lintas Pacitan-Ponorogo di Dusun Pajaran. Akibatnya, antrean kendaraan sepanjang hampir 2 Km pun tak dapat dihindari.

Pantauan detiksurabaya.com, hingga pukul 20.00 WIB di Jalan Raya Pacitan - Ponorogo ruas Desa Pagutan ketinggian air masih setinggi perut orang dewasa. Sementara di pemukiman ketinggian air rata-rata mencapai 50 cm.

"Air mulai meluap sore tadi dan langsung menggenangi jalan raya serta masuk ke pekarangan warga," kata Basuki (45), warga Dusun Pajaran, Desa Pagutan kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Menurut Basuki, banjir yang melanda daerahnya merupakan bencana tahunan. Hanya saja, musibah yang terjadi kali ini merupakan yang terbesar. Basuki pun mengaku trauma dengan peristiwa sebelumnya. Sehingga, untuk antisipasi dirinya mengamankan sejuah barang berharga.

"Semua sudah kami kami amankan ke tempat yang lebih tinggi. Sebab tampaknya permukaan air bertambah tinggi," imbuhnya.

Selain melanda Desa Pagutan, banjir juga menghantam beberapa desa lain di sekitar Kecamatan Arjosari. Seperti Jatimalang, Gembong dan Semo. Di beberapa lokasi tersebut, luapan air yang berasal dari Sungai Grindulu menenggelamkan lahan pertanian dan merusak fasilitas milik warga.

"Kandang ayam punya saya hanyut terbawa arus air," kata Hendra (29), warga Semo kepada detiksurabaya.com.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kebupaten Pacitan Mulyono mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim evakuasi. Mereka terdiri personel baywatch, tagana maupun kesbanpolinmas. Dalam melaksanakan btugas mereka dibantu aparat kepolisian dan TNI.

"Kita upayakan penyelamatan warga dulu. Sebab beberapa rumah warga sudah kemasukan air," tuturnya.

Teknisnya, lanjut Mulyono, warga yang terjebak dalam genangan air akan diangkut dengan peluru karet. Selanjutnya mereka akan dibawa ke tempat lebih tinggi.

Sedangkan terkait lumpuhnya arus lalu lintas, kedepan pihaknya akan mengusulkan kepada pemprov agar meninggikan jalan yang menjadi kantong banjir tersebut.
(fat/fat)

Senin, 17 Mei 2010

Jalur Pacitan-Ponorogo Lumpuh

Senin, 17/05/2010 08:07 WIB
Jalur Pacitan-Ponorogo Lumpuh
Lalu Lintas Dialihkan ke Jalur Alternatif
Oto Nugraha Adi - detikSurabaya

File: detiksurabaya.com

Pacitan - Longsor yang melanda di jalur Pacitan-Ponorogo membuat arus lalin terganggu. Kendaraan roda empat dari Pacitan menuju Ponorogo dan sebaliknya diarahkan ke jalur alternatif.

Kendaraan dari Pacitan diarahkan melalui rute Arjosari-Nawangan-Purwantoro-Ponorogo. Sementara dari Ponorogo menuju Pacitan diarahkan melalui jalur Tegalombo-Kasihan-Tulakan. Pemisahan jalur ini untuk menghindari penumpukan.

"Kami bekerjasama dengan polres Ponorogo dan Wonogiri. Karena jalan alternatif yang ada kondisinya memang sempit dan banyak tikungan tajam, lalu lintas ke dua arah kami kami bagi," kata Kapolres Pacitan AKBP Wahyono kepada detiksurabaya.com, Senin (17/5/2010).

Wahyono mengungkapkan meskipun jalan alternatif dapat difungsikan, namun untuk kendaraan besar seperti truk dan bus disarankan mengambil jalur Pacitan-Baturetno-Wonogiri. Rute tersebut cukup lebar dan relatif lurus. "Kami imbau pengguna jalan tetap berhati-hati," tambahnya.

Sementara itu, pantauan detiksurabaya.com pembersihan bongkohan batu dan tanah mulai dikerjakan. Sebuah alat berat diterjunkan untuk memecah bongkahan batu.

(wln/wln)