Tampilkan postingan dengan label Majalaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Majalaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Februari 2010

Lima Rumah Jebol di Majalaya

Jumat, 19/02/2010 11:16 WIB
Banjir di Kabupaten Bandung
Lima Rumah Jebol di Majalaya
Baban Gandapurnama - detikBandung



ilustrasi/dok.detikbandung
Bandung - Sedikitnya lima rumah di sejumlah desa di Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami rusak berat akibat musibah banjir. Hujan yang terjadi sore hingga malam tadi membuat air Sungai Citarum meluap dan merendam ratusan rumah setinggi satu meter.

Koordinator Komunikasi dan Informasi
Garda Caah Rescue Riki Waskito mengatakan berdasarkan catatan yang diterimanya, rumah warga yang rusak akibat diterjang banjir itu berada di Desa Sukamaju dan Desa Majalaya.

"Di RW 20, Desa Sukamaju, ada dua rumah yang rusak berat. Sementara 34 rumah hanya terendam, itu terdiri dari 42 KK. Kalau di RW 13/c, Desa Majalaya, Kampung Atirompe, rumah yang terendam ada sekitar 20. Sementara data yang rusak ada tiga rumah, itu termasuk rumah kepala RW-nya," jelas Riki kepada detikbandung, Jumat (19/2/2010). Menurut Riki, rumah yang rusak berat itu jebol dindingnya.

Riki menambahkan, di RW 3 Desa Majasetra, hampir semua rumah warga terendam. "Hampir 80 persen rumah di tempat tersebut terendam. Di RW 3 itu terdiri dari 270 KK," ujarnya.

"Yang rusak parah itu 50 persen tidak bisa dipergunakan rumahnya. Dindingnya jebol. Untuk antisipasi, warga sekitar mengungsi ke rumah kerabat atau tetangganya yang rumahnya lebih aman," jelasnya.

Kondisi saat ini, kata Riki, air sudah mulai surut. Dalam musibah banjir tersebut, tidak ada korban meninggal dan luka. Kecamatan Majalaya memang menjadi langganan banjir bila hujan deras terjadi. Warga berharap pemerintah segera bertindak.

"Harapan warga, pemerintah terkait segera melaksanakan normalisasi Sungai Citarum secara menyeluruh. Selain itu ditambah penyuluhan serta penanganan sampah di masyarakat, penghijauan, perbaikan drainase dan lainnya," ujarnya.

(bbn/lom)

Sabtu, 26 Desember 2009

Majalaya Masih Tertutup Lumpur

Sabtu, 26/12/2009 09:52 WIB
Majalaya Masih Tertutup Lumpur
Baban Gandapurnama - detikBandung

Bandung - Banjir yang melanda Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung pada Kamis malam (24/12/2009) masih menyisakan endapan lumpur yang tebal di rumah warga dan jalanan hingga hari ini, Sabtu (26/12/2009).

Koordinator Komunikasi dan Informasi Garda Caah Rescue Riki Waskito mengatakan hingga saat ini warga Kecamatan Majalaya masih berupaya membersihkan sisa endapan lumpur.

"Ya, sebagian warga masih ada yang bersih-bersih lumpur," jelasnya saat berbincang dengan detikbandung melalui ponsel, Sabtu (26/12/2009).

Pasca banjir menerjang, kata Riki, bantuan dari Pemkab Bandung sudah mengalir sejak kemarin. Di antaranya ke Desa Sukamaju dan Desa Majalaya. Namun, dirinya belum mengetahui apakah distribusinya merata atau tidak.

"Kalau masalah distribusinya saya belum tahu. Namun, kalau bantuan seperti makanan sudah berlangsung sejak kemarin sore," ujar Waskito.

(bbn/ern)

Jumat, 25/12/2009 10:55 WIB
Majalaya Terendam Banjir
Belasan Rumah Dilaporkan Roboh
Tya Eka Yulianti - detikBandung



Bandung - Banjir yang terjadi di Majalaya Kabupaten Bandung, semalam, Kamis (24/12/2009) mengakibatkan belasan rumah roboh. Namun belum dipastikan bagaimana kondisi robohnya rumah tersebut. Hal itu diungkapkan Koordinator Komunikasi dan Informasi Garda Caah Rescue, Riki Waskito.

"Berdasarkan informasi yang masuk ada banyak rumah yang roboh. Tapi kami belum tahu robohnya itu apakah seluruhnya atau hanya sebagian tembok atau bentengnya," ujar Riki kepada detikbandung saat dihubungi melalui telepon selularnya, Jumat (25/12/2009).

Riki menyebut informasi yang diterimanya yaitu di RT 2 RW 5 Desa Sukamaju Kecamatan Majalaya lebih dari 10 rumah roboh dan di RW 3 RW 03 Desa Tanggulun Kecamatan Ibun, sekitar 3 rumah juga roboh. Hingga kini Riki belum mengetahui pasti kondisi rumah-rumah tersebut karena belum melakukan pengecekan.

"Semalam sulit mengecek karena gelap, listrik dipadamkan," terangnya.

Banjir disebabkan meluapnya Sungai Citarum menurut Riki terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Selama 5 jam, warga terendam air dengan ketinggian yang bervariasi. Yang tertinggi bahkan mencapai lebih dari 2 meter.
(tya/tya)