Tampilkan postingan dengan label Merapi Awas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Merapi Awas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Oktober 2010

Debu Gempa Vulkanik Rambah Hutan dan Rumah Warga di Lereng Merapi

Selasa, 26/10/2010 17:56 WIB
Debu Gempa Vulkanik Rambah Hutan dan Rumah Warga di Lereng Merapi
Parwito - detikNews



Magelang - Debu akibat gempa vulkanik Gunung Merapi telah merambah hutan dan desa di sekitar lereng gunung tersebut. Akibatnya, kawasan hutan yang semula hijau kini tampak memutih.

Demikian pula dengan atap rumah warga di Desa Ngargomulyo, Desa Babadan, Desa Krinjing Desa Kemiran, Desa Kaliurang. Desa-desa tersebut merupakan desa terdekat dengan puncak merapi.

"Pohon-pohon di hutan dan rumah saya gentengnya sudah terlihat keputih-putihan," kata Giono (45), warga Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Magelang, Selasa (26/10/2010).

Hal yang sama juga disampaikan Sarjono (34), warga Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Magelang. Menurutnya debu sudah turun siang tadi. Saat itu dirinya sendirian menjaga rumahnya yang kosong karena istrinya mengungsi ke Tempat Pengungsian Akhir (TPA) Tanjung.

Sejumlah petugas di pos penjagaan, seperti Pos Babadan, Kecamatan Dukun, Magelang dan Pos Ngepos, Kecamatan Srumbung, Magelang, mengatakan fenomena hujan abu belum terjadi. Menurut mereka, debu yang bertebangan itu disebabkan guguran lava.

"Itu bukan hujan abu, tetapi akibat guguran lava yang meluncur ke bawah. Kemudian material yang dibawa oleh luncuran lava menimbulkan asap dan debu serta terbawa angin,"tegas Yulianto, petugas Pos Babadan.

Hal yang sama disampaikan, Safari (52), petugas Pos Ngepos, Kecamatan Srumbung, Magelang. Dia menegaskan hujan abu belum terjadi.

"Bukan, belum terjadi hujan abu. Hanya ekses material yang dibawa oleh luncuran lava yang menjadi debu," tegas Safari.

Menurut Safari, sesuai dengan buku pedoman yang berjudul "Pengantar vulkanisme Dasar Gunungapi" karangan Kepala BPPTK Jogjakarta SUbandrio, hujan abu akan menyebabkan kerusakan lahan pertanian, rumah-rumah, transportasi darat, polusi udara dan terganggunya jalur penerbangan.

"Tapi sampai sekarang belum ada keluhan warga sekitar lereng Merapi terkait banyaknya debu yang merambah di hutan dan rumah penduduk yang dekat dengan puncak Merapi," ungkap Safari.


(djo/djo)

Senin, 25 Oktober 2010

Merapi Awas, Warga Dievakuasi ke Barak

Merapi Awas, Warga Dievakuasi ke Barak
Sejak pukul 07.00 WIB tadi pagi, warga dievakuasi menggunakan armada truk.
SENIN, 25 OKTOBER 2010, 08:53 WIB
Elin Yunita Kristanti

VIVAnews -- Terhitung sejak pukul 06.00 WIB hari ini, Senin 25 Oktober 2010, status Gunung Merapi dinaikkan dari Siaga menjadi Awas.

Setelah mendapatkan surat pemberitahuan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknlogi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Pemerintah Sleman mengambil langkah cepat. Warga yang berada di daerah rawan bencana Gunung Merapi III langsung dievakuasi.

“Sejak pukul 07.00 WIB tadi proses evakuasi warga telah berlangsung yang dilakukan dari titik kumpul warga dengan menggunakan armada truk yang telah disiapkan oleh Pemkab Sleman,” kata Kabag Humas, Pemkab Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Endah Sri Widiastuti, Senin 25 Oktober 2010.

Warga diminta tak terlalu memikirkan hewan peliharaannya dan urung mengungsi.

"Karena Pemkab Sleman akan mengganti hewan piaraan yang mati akibat terkena erupsi Merapi," kata Endah.

Selain itu, proses belajar sekolah-sekolah yang berada di kawasan daerah rawan bencana III juga dihentikan. Semua murid maupun guru serta staf yang ada diminta untuk segera melakukan evakuasi ke barak-barak pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah.

"Kami juga menutup akses jalan menuju Merapi baik akses dari sisi barat dan juga dari sisi timur," tambah dia.

Endah menyatakan karena evakuasi telah dimulai dan masyarakat akan menghuni barak-barak pengungsian yang disediakan maka instansi terkait saat ini telah menyuplai berbagai kebutuhan para pengungsi termasuk melengkapi fasilitas yang masih kurang di barak-barak pengungsian.

Masyarakat diminta proaktif, khususnya bagi mereka yang memiliki kendaraan roda empat, diminta membantu proses evakuasi.

"Kita sangat berharap peran serta masyarakat secara aktif dalam proses evakuasi ini. Bagi petugas juga minta dalam memberikan informasi kepada masyarakat status merapi awas agar tidak tegang karena nantinya masyarakat juga akan ketakutan,” paparnya. (hs)

Laporan: KDW| Yogyakarta

• VIVAnews