Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singapura. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Juni 2011

Tak Cuma Jalanan Singapura, Banjir Juga Genangi Tanglin Mall

Minggu, 05/06/2011 12:55 WIB
Tak Cuma Jalanan Singapura, Banjir Juga Genangi Tanglin Mall
Nurul Hidayati - detikNews
 Tak Cuma Jalanan Singapura, Banjir Juga Genangi Tanglin Mall
STOMP
Singapura - Tak cuma jalanan di Singapura bagian tengah dan barat yang kebanjiran akibat hujan sangat deras pada Minggu (5/6/2011) pagi. Sejumlah gedung tertutup di Jalan Tanglin juga jadi korban. Seorang warga, Anne, melaporkan air membanjiri basement 1 Tanglin Mall dalam waktu kurang dari 3 menit.

Hal itu dilaporkan Anne pada media citizen journalism setempat, STOMP. Warga bernama Lyn juga melihat banjir menggenangi tempat parkir di Forum Galleria dan basement 1.

"Keluarga kami pergi ke Forum Galleria untuk menyaksikan pertunjukan Dora the Explorer. Kami terkejut menemukan tempat parkir dan basement 1 banjir dan berlumpur. Air juga menetes dari lift. Kami langsung pergi untuk keselamatan anak-anak kami," ujarnya.

"Banyak mobil yang terhenti, mobil polisi, ambulans, pemadam kebakaran terlihat di sepanjang Jalan Tanglin," ujarnya.


(nrl/vit)

Kamis, 17 Juni 2010

Banjir Singapura, 60% Curah Hujan 1 Bulan Turun dalam 3 Jam

Kamis, 17/06/2010 01:12 WIB
Banjir Singapura
60% Curah Hujan 1 Bulan Turun dalam 3 Jam
Mega Putra Ratya - detikNews

Foto: Strait Times/STOMP

Jakarta
- Singapura dilanda banjir karena curah hujan yang cukup tinggi, 100 milimeter (mm) dalam 3 jam. Curah hujan itu adalah 60 persen rata-rata curah hujan selama bulan Juni 2010.

Demikian hasil pengukuran Badan Air Nasional Singapura seperti dikutip dalam channelnewsasia.com, Kamis (17/6/2010). PUB juga akan menyelidiki penyebab banjir tersebut.

Penyelidikan hanya dapat dilakukan ketika tingkat air di saluran telah sepenuhnya mereda.

Sementara itu, PUB dan para pekerja kontraktor yang sedang membersihkan puing-puing di jalan membantu para pemilik bangunan yang terkena dampak banjir untuk memompa keluar air dari ruang bawah tanah. PUB menyarankan masyarakat untuk berhati-hati karena banjir masih mungkin terjadi kembali jika terjadi curah hujan yang tinggi.

Singapore Sipil Defence Force (SCDF) mengatakanm, mereka mengirim dua mobil pemadam kebakaran ke persimpangan Orchard Road dan Paterson Road.

Mereka membantu sekitar 60 penumpang dari dua bus SBS Transit double-decker dan sekitar 10 orang dari enam mobil yang terjebak di kendaraan mereka. Tidak ada yang teluka dari peristiwa ini dan personil SCDF berhasil membawa anak-anak keluar dari mobil.

(mpr/nwk)

Rabu, 30 September 2009

Gempa Terasa di Singapura

Rabu, 30/09/2009 18:00 WIB
Gempa 7,6 SR di Sumbar
Gempa Terasa di Singapura, Penghuni Apartemen Ultra Mansion Panik
Arifin Asydhad - detikNews

Jakarta
- Gempa dahsyat berkekuatan 7,6 SR di Sumatera Barat yang terjadi pukul 17.27 WIB juga dirasakan di Singapura. Bahkan, penghuni Apartemen Ultra Mansion panik. Mereka sempat dievakuasi ke lantai dasar.

"Tadi terasa getarannya. Keluar kamar, ternyata orang-orang sudah pada turun. Kami diminta turun ke lantai dasar," kata Bening, salah seorang penghuni Apartemen Ultra Mansion yang berada di kawasan Derbyshire Road, saat dihubungi
detikcom, Rabu (30/9/2009).

Saat itu Bening berada di kamarnya di lantai 12. "Sedang ngobrol dengan teman saya, tiba-tiba kaget ada getaran. Lantai seperti bergoyang," kata dia.

Para penghuni apartemen kemudian dievakuasi ke lantai dasar. Beberapa menit kemudian setelah dirasa aman, para penghuni sudah diperbolehkan masuk kamarnya lagi. "Sekarang sudah di kamar saya di lantai 12 lagi," ujar Bening ketika dihubungi pukul 17.45 WIB.

Seorang WNI lainnya yang sudah dua tahun bekerja di Seagate Singapura, Fanny T, juga mengaku merasakan getaran kuat. "Saya merasakan gempa yang cukup lama sekitar 1 menit di tempat kerja saya yang berada di Ang Mo Kio Avenue 5. Meja terasa digoyang-goyang," ujar Fanny kepada
detikcom.

Menurut Fanny, cukup banyak kawan-kawannya di Singapura yang merasakan gempa tersebut. "Awalnya mereka merasakan pusing karena belum makan malam. Maklum di sini jam 6:25 pm sudah waktunya pulang. Tapi setelah dikonfirmasi lagi dengan kawan-kawan yang lain merasakan hal yang sama," ujar Fanny yang bekerja di bidang IT ini.

(asy/nrl)