Tampilkan postingan dengan label Tokyo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokyo. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2011

Radioaktif Telah Jangkau Tokyo

Radioaktif Telah Jangkau Tokyo
Tapi tingkat radiasi ini belum dianggap mengancam kesehatan warga.
SELASA, 15 MARET 2011, 13:48 WIB
Denny Armandhanu

VIVAnews - Zat radioaktif di atas batas normal mulai terdeteksi di ibukota Jepang, Tokyo, diduga akibat ledakan tiga reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di prefektur Fukushima.

Sairi Koga, petugas dari pemerintahan Metropolitan Tokyo, dilansir dari lamanAssociated Press, Selasa, 15 Maret 2011, mengatakan ada aktivitas peningkatan radiasi di kota yang berpenduduk 39 juta orang tersebut.

Tapi walaupun di atas batas normal, tingkat radiasi ini belum dianggap mengancam kesehatan warga. "Kami memonitor tingkat radiasi lebih tinggi dari batas normal pada Selasa pagi di Tokyo. Tapi tingkatan ini belum akan berpengaruh terhadap tubuh manusia," ujarnya.

Tokyo terletak sekitar 250km sebelah barat daya dari lokasi PLTN. Diduga, radiasi terbawa oleh angin yang bertiup dari utara ke selatan melalui Tokyo.

Kadar radiasi di udara meningkat pasca ledakan pada tiga reaktor nuklir di instalasi PLTN Dai-ichi, prefektur Fukushima. Di tempat tersebut, pendingin reaktor mati akibat padamnya arus listrik. Dikhawatirkan, inti reaktor akan meleleh yang dapat menyebarkan radiasi lebih besar lagi.

Sebanyak 170.000 orang dari radius 20km dari lokasi itu telah diungsikan. Sementara itu, warga yang berada di radius lebih jauh diperintahkan tetap berada di dalam rumah, dan tidak keluar.

Kantor berita Kyodo mengungkapkan peningkatan tingkat radiasi juga terjadi di beberapa wilayah di Jepang. Di prefektur Ibaraki, dekat dengan Fukushima, kadar radiasi mencapai 100 kali lipat lebih tinggi dari biasanya.

Di prefektur Kanagawa, tingkat radiasi 10 kali lipat lebih tinggi dari biasanya. Sama halnya dengan prefektur Saitama, didaerah ini radiasi mencapai 40 kali lipat lebih tinggi.

Ichihara, prefektur Chiba, radiasi dua sampai empat kali lipat peningkatannya. Sementara itu, di prefektur Tochigi, radiasi meningkat 33 kali lipat.(np)

• VIVAnews

Jumat, 11 Maret 2011

Wuih! 30 Menit Setelah Gempa, Gedung-gedung di Tokyo Masih Bergoyang

Jumat, 11/03/2011 15:14 WIB
Wuih! 30 Menit Setelah Gempa, Gedung-gedung di Tokyo Masih Bergoyang foto
Rita Uli Hutapea - detikNews
Wuih! 30 Menit Setelah Gempa, Gedung-gedung di Tokyo Masih Bergoyang
BBC

Tokyo - Gempa yang mengguncang Jepang benar-benar dahsyat. Guncangan gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter (SR) tersebut sangat dirasakan warga di Tokyo.

Di Tokyo, guncangan gempa dirasakan selama beberapa menit. Namun 30 menit setelah gempa tersebut, gedung-gedung tinggi di Tokyo masih terus bergoyang.

"Saya ketakutan dan saya masih takut," cetus Hidekatsu Hata, manajer sebuah restoran di daerah Akasaka, Tokyo.

"Saya tidak pernah mengalami gempa sedahsyat ini sebelumnya," tuturnya seperti dikutip Reuters, Jumat (11/3/2011).

Akibat gempa ini, jaringan telepon tidak bekerja. Listrik pun padam. Sejauh ini belum diketahui sejauh mana kerusakan akibat gempa ini.

"Saya takut kita akan segera mengetahui soal kerusakan, mengingat gempa begitu kuat," ujar Yosuke Oi dari Badan Penjaga Pantai Jepang.

Gempa-gempa susulan dilaporkan terus terjadi. Akibat gempa ini, sebuah kilang minyak di dekat Tokyo terbakar.

(ita/nrl)

Gempa 8,8 SR, Kebakaran & Kepanikan Landa Tokyo

Gempa 8,8 SR, Kebakaran & Kepanikan Landa Tokyo

Anton Suhartono
Jum'at, 11 Maret 2011 14:33 wib

Ilustrasi (ema.gov.au)
Ilustrasi (ema.gov.au)

TOKYO - Gempa dahsyat berkekuatan 8,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Jepang hari ini membuat warga di Kota Tokyo panik. Kebakaran juga terlihat di beberapa lokasi di ibu kota Negara tersebut.

Stasiun televisi NHK seperti dikutip Reuters, Jumat (11/3/2011) melaporkan asap dan api terlihat di beberapa gedung di Odaiba, pinggiran Kota Tokyo. Sementara kereta peluru yang mengarah ke utara kota dihentikan.

Kepanikan melanda Tokyo dan warga yang tinggal di pesisir pantai. Mereka berusaha menyelamatkan diri. Kepanikan bertambah setelah adanya peringatan gelombang tsunami setinggi 10 meter akan menerjang Tokyo. Prediksi ketinggian gelombang memang berbeda-beda. Di Pulau Honshu misalnya dikabarkan gelombang setinggi 17 kaki atau sekira 6 meter.

Asap hitam juga terlihat di kawasan industri di Yokohama. Stasiun televisi NHK melaporkan kapal-kapal dari laut, mobil-mopbil, serta truk mengambang terbawa gelombang di kamaichi, sebelah utara Jepang.

Seorang kontributor Reuters di Jepang Linda Seig menuturkan bahwa gempa ini adalah yang terdahsyat selama 20 tahun terakhir. “Ini mungkin yang terburuk selama saya berada di Jepang lebih dari 20 tahun lalu,” ucapnya.
(ton)


http://international.okezone.com/read/2011/03/11/413/433901/gempa-8-8-sr-kebakaran-kepanikan-landa-tokyo

Senin, 05 Juli 2010

Gempa 6,3 SR Guncang Jepang Liputan 6 Liputan 6 - 36 menit lalu * Kirim * Kirim via YM * Cetak Liputan6.com, Tokyo: Gempa berkekuatan 6

Gempa 6,3 SR Guncang Jepang

Liputan6.com, Tokyo: Gempa berkekuatan 6,3 Skala Ritchter mengguncang Jepang utara pada Senin (5/7) pagi. Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa tersebut tidak menimbulkan bahaya tsunami.

Bencana alam itu terjadi pada pukul 07.08 di lepas pantai Iwate--sekitar 500 kilometer dari sebelah utara Tokyo--dengan pusat gempa berada di 30 km di bawah permukaan laut. Sementara Takahiro Fujibayashi, pejabat polisi Iwate, mengatakan belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa.

"Aku merasakan getarannya, namun tidak ada yang jatuh dari rak buku setelah gempa," kata Takahiro. Jepang merupakan salah satu negara di dunia yang paling rawan terkena gempa. Pada 1995 silam, gempa 7,2 SR yang menghantam kota pelabuhan di barat Kobe telah menewaskan 6.400 orang.(AP/AYB)

http://id.news.yahoo.com/lptn/20100705/twl-gempa-6-3-sr-guncang-jepang-7dafc38.html

Minggu, 16 Agustus 2009

Kebakaran di Pembangkit Nuklir Jepang

Kamis, 13/11/2008 15:40 WIB
Kebakaran di Pembangkit Nuklir Jepang, 1 Pekerja Terluka
Rita Uli Hutapea - detikNews

AFP

Tokyo
- Terjadi kebakaran di sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang utara. Akibatnya, seorang pekerja terluka. Untunglah tidak terjadi kebocoran radiasi dalam insiden itu.

Para petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan kobaran api sekitar sejam setelah asap putih terlihat keluar dari reaktor. Saat insiden itu terjadi, reaktor tersebut telah ditutup untuk pemeriksaan rutin.

Demikian disampaikan operator reaktor nuklir, Tohoku Electric Power seperti dilansir kantor berita
AFP, Kamis (13/11/2008).

"Seorang pekerja mengalami luka-luka bakar ringan tapi tidak terekspos radiasi," kata juru bicara perusahaan tersebut. Diimbuhkan bahwa tak ada kebocoran di luar lingkungan reaktor.

Pembangkit nuklir tersebut berlokasi di Kota Onagawa, sekitar 350 kilometer sebelah utara Tokyo. Pembangkit nuklir tersebut memiliki dua reaktor lainnya yang beroperasi secara normal.

Pihak operator belum bisa memastikan penyebab kebakaran tersebut.

Jepang yang memiliki sumber daya alam terbatas itu, hampir sepertiga kebutuhan energinya bergantung pada tenaga nuklir. Namun serentetan insiden telah menimbulkan kekhawatiran publik.

Tahun 2007 lalu, goncangan gempa bumi menyebabkan ditutupnya Kashiwazaki-Kariwa, pembangkit nuklir terbesar di dunia. Saat itu terjadi kebakaran dan kebocoran radiasi kecil.
(ita/iy)

Gempa 6,4 SR Guncang Jepang

Minggu, 19/04/2009 04:39 WIB
Gempa 6,4 SR Guncang Jepang
Irwan Nugroho - detikNews

(www.ency.tcv.pl)

Jakarta
- Gempa cukup kuat menggetarkan Jepang. Sementara belum ada laporan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini.

Seperti dikutip dari reuters, Sabtu (19/4/2009), gempa berkekuatan 6,4 SR tersebut berpusat di bawah laut. Namun, BMG Jepang menyatakan gempa yang terjadi pukul 04.19 waktu setempat itu tidak berpotensi tsunami.

Gempa terjadi di 290 Km sebelah timur Kepulauan Kuril atau 940 mil timur laut Tokyo. Badan survei geologi Amerika Serikat (AS) mencatat gempa tersebut berkekuatan 6,6 SR.

(irw/irw)