Tampilkan postingan dengan label evakuasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label evakuasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 November 2010

Warga Bromo akan Dievakuasi Bila Semburan Kerikil Capai Batas Aman

Sabtu, 27/11/2010 14:24 WIB
Warga Bromo akan Dievakuasi Bila Semburan Kerikil Capai Batas Aman
Zainal Effendi - detikSurabaya





Probolinggo - Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan mengeluarkan rekomendasi evakuasi warga. Evakuasi akan dilakukan jika material vulkanik berupa kerikil mencapai kawasan rawan bencana I yang berjarak 3 Km dari kawah Bromo.

"Rekomendasi evakuasi akan dikeluarkan jika material vulkanik berupa kerikil atau hujan abu mencapai ring I," kata Kepala Bidang Mitigasi Bencana Geologi PVMBG, Gede Suantika kepada wartawan di media center di kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Cemorolawang, Sabtu (27/11/2010).

Dia mengungkapkan dari data seismik selama 12 jam terakhir, Gunung Bromo masih mengalami letusan minor (kecil) yang durasinya sekitar 6 jam. "Untuk ketinggian abu vulkanik yang disemburkan saat ini mengalami penurunan. Hanya 500 meter dengan tekanan sedang. Sedang abu yang menyebar masih ke arah barat daya," tambahnya.

Hingga pukul 12.00 WIB, Gunung Bromo mengalami gempa tremor amplitudo 30 milimeter. Sedangkan gempa vulkanik dangkal sebanyak 20 kali dengan amplitudo 36 milimeter.

Dari pantauan detiksurabaya.com, kondisi Gunung Bromo saat ini diselimuti kabut tebal. Sehingga aktivitas semburan abu tidak terlihat secara kasat mata. Sementara cuaca di sekitar wisata Bromo mendung disertai gerimis.
(ze/fat)

Minggu, 20 Juni 2010

Sabtu, 19/06/2010 12:16 WIB
Lebih dari 1,4 Juta Orang Dievakuasi di China Akibat Ancaman Banjir
Rita Uli Hutapea - detikNews

Ilustrasi (AFP)
Beijing - Lebih dari satu juta orang yang tinggal di sepanjang sungai-sungai di China selatan telah dievakuasi. Mereka dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Evakuasi ini dilakukan seiring terus meningkatnya permukaan air sungai hingga ke level membahayakan akibat hujan lebat yang terus mengguyur wilayah tersebut.

Menurut data pemerintah China, seperti diberitakan media pemerintah,
China Daily dan dilansir kantor berita AFP,Sabtu (19/6/2010), lebih dari 1,4 juta warga yang tinggal di tepi-tepi sungai dan daerah dataran rendah harus dipindahkan ke tempat lain.

Dikatakan Zhang Zhitong, wakil direktur Kantor Pengendalian Banjir Negara, permukaan air sungai terbesar kedua di China, Pearl River, telah mencapai batas bahaya pada Kamis, 17 Juni lalu.

Hujan deras terus mengguyur sebagian wilayah China selatan sejak Minggu, 13 Juni lalu hingga menimbulkan banjir besar dan tanah longsor. Setidaknya 69 orang telah tewas dalam bencana alam itu.

Menurut pemerintah China, sebanyak 44 orang hingga kini belum ditemukan. Bencana itu juga telah menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai 6,5 miliar yuan.

Badan Pusat Meteorologi Nasional mengingatkan serangan hujan badai akan kembali terjadi. "Akan terjadi hujan lebat hingga tiga hari mendatang, dan badan pengendalian banjir akan menghadapi tantangan besar," demikian statemen Pusat Meteorologi Nasional.
(ita/ita)