Jumat, 02 April 2010

Banjir Cileuncang Masuk Bencana di Bandung?

Rabu, 31/03/2010 09:53 WIB
Banjir Cileuncang Masuk Bencana di Bandung?
Tya Eka Yulianti - detikBandung



Bandung - Banjir cileuncang atau genangan air hujan sudah bukan hal aneh lagi di Bandung. Anggota DPRD Kota Bandung menilai penyebabnya adalah sistem drainase yang buruk, namun kenapa pula Pemkot mengatakan cileuncang adalah bencana?

Dalam rapat kerja yang digelar Komisi A DPRD Kota Bandung dengan sejumlah SKPD di lingkungan Pemkot Bandung, Selasa (30/3/2010), muncul pernyataan bahwa banjir cileuncang yang seringkali menyergap Kota Bandung masuk dalam salah satu bencana. Tepatkah banjir cileuncang masuk dalam kategori bencana?

Rapat kerja yang digelar DPRD Kota Bandung ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Taufik Rahman, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Iming Ahmad, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan, dan Pemberdayaan Masyarakat Askary Wirantaatmaja, Kabag Kesra Edi Haryadi serta sejumlah staf dari dinas-dinas tersebut.

Usai Kepala Dinas Bina Marga Iming Ahmad menyampaikan paparannya tentang banjir cileuncang di Kota Bandung, anggota komisi A Untung Mulyanto menyatakan tak setuju jika banjir cileuncang dikategorikan sebagai bencana.

"Kalau banjir cileuncang itu bukan bencana dong, itu kan akibat drainase yang tidak baik. Jadi masuknya tanggungjawab DBMP," ujar Untung.

Menurutnya, apa yang dilaporkan DBMP dalam rapat tersebut bukanlah bencana, melainkan progres kinerja mereka.

"Banjir cileuncang kan bukan hal yang terjadi tiba-tiba. Ada penyebabnya. Masa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (yang dibahas pembentukannya dalam rapat tersebut-red) menangani banjir cileuncang," tambanhnya.

Sementara itu anggota komisi A lainnya, Lia Noer Hambali mengatakan banjir cileuncang memang sudah bisa dikategorikan bencana lokal. Karena dari segi kualitas, banjir cileuncang kini sudah tebilang parah.

"Banjir cileuncang tidak lagi semata kaki, tapi sudah sampai selutut, ini kan sudah parah. Malah jadi rutin setiap tahunnya. Bencana lokal ya iya, tapi itu karena sistem drainase yang buruk," kata Lia.

Lebih lanjut dikatakan Lia, untuk membuat BPBD Pemkot seharusnya telebih dahulu membuat Perda Managemen Penanggulangan Bencana. Nantinya dalam perda tersebut diatur pembentukan BPBD dan kewenangannya.

"Jangan dulu pembentukkan badan, perda managemen penanggulangan bencana dulu," ujarnya.

Menanggapi itu, Kepala DBMP Iming Ahmad menyatakan bahwa banjir cileuncang masuk kategori bencana karena telah mengakibatkan kerugian harta dan jiwa.

"Banjir cileuncang mengakibatkan masyarakat mengalami kerugian, itu masuk bencana," kata Iming yang ditemui usai rapat.

(tya/lom)

36 Bencana Terjadi di Bandung

Jumat, 02/04/2010 12:38 WIB
3 Bulan Pertama di 2010, 36 Bencana Terjadi di Bandung
Tya Eka Yulianti - detikBandung



Bandung - Selama 3 bulan pertama di tahun 2010, di Kota bandung telah terjadi sedikitnya 36 kejadian bencana. Total korban pun mencapai ribuan jiwa. Jika dibandingkan dengan tahun 2009, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Siti Masnun menilai bencana di 2010 jumlahnya lebih banyak.

"Dari Januari sampai pertengahan Maret 2010 saja sudah ada 36 kejadian, di 2009 sepertinya tidak sebanyak itu," ujar Siti saat dihubungi wartawan, Jumat (2/4/2010).

Tercatat ada 11 kejadian kebakaran dengan korban 430 KK atau 874 jiwa, 14 kejadian banjir dengan korban 116 KK atau 1763 jiwa, 10 kali kejadian longsor dengan korban 15 KK atau 45 jiwa dan 1 kali kejadian puting beliung dengan korban 5 KK atau 15 jiwa.

"Tahun 2009 lalu, yang paling banyak tercatat adalah kejadian banjir dan kebakaran." imbuhnya. Namun Siti mengaku tak mengetahui pasti berapa jumlah kejadian bencana yang terjadi selama 2009.
(tya/bbn)

Ramayana Kebayoran Lama Terbakar, Api Makin Membesar

Jumat, 02/04/2010 11:28 WIB
Ramayana Kebayoran Lama Terbakar
Api Makin Membesar, Bagian Atas Gedung Rontok
Ayu Fitriana - detikNews

Foto: Ramayana terbakar (Elvan/detikcom)
Jakarta - Kobaran Api di pusat perbelanjaan Ramayana kompleks Pasar Kebayoran Lama makin membesar. Bahkan sisi kanan bagian gedung rontok setelah sebelumnya sisi bagian kiri juga rontok.

Pantauan detikcom, Jumat (2/4/2010), kobaran api terus membakar lantai tiga gedung Ramayana. Bahkan kobaran api merembet ke lantai 2 gedung tersebut.

Untuk memadamkan api, 4 unit mobil pemadam kebakaran didatangkan lagi dari Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Timur. Sebelumnya sudah 35 unit mobil pemadam kebakaran disiagakan sehingga total 41 mobil PMK dikerahkan.

Hingga pukul 11.25 WIB, api masih terus berkobar bahkan makin membesar. Petugas masih kesulitan memadamkan api lantaran pasokan air susah didapatkan.
(anw/asy)

Ramayana Kebayoran Lama Terbakar, Warga Berjubel

Jumat, 02/04/2010 12:24 WIB
Ramayana Kebayoran Lama Terbakar
Warga Berjubel, Pedagang Tutup Kios dan Nonton Kebakaran
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

(Foto: Elvan Dany/detikcom)
Jakarta - Kebakaran Gedung Ramayana, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, semakin ramai. Warga sekitar lokasi kebakaran terus berdatangan. Bahkan Kios-kios yang berjualan di sekeliling lokasi sampai menutup kiosnya karena ingin menonton.

Pantauan detikcom di lokasi kejadian, Jumat (2/4/2010), kondisi kebakaran semakin gelap. Selain cuaca terlihat mendung, asap yang keluar dari lantai 2 dan lantai 3 gedung kian mengepul.

Sekitar kurang lebih ratusan warga sudah berkerumun di sekeliling pusat perbelanjaan Ramayana tersebut. Mereka penasaran ingin melihat bagamaina petugas pemadam kebakaran memadamkan api. Karena sejak pukul 07.30 WIB, api masih berkobar.

Sejumlah personel kepolisian juga didatangkan lagi ke lokasi. Personel kepolisian tambahan ini bertugas untuk menghalangi warga yang ingin menonton pemadam kebakaran secara dekat. Namun warga masih terus bersikeras ingin menyaksikan secara dekat.

Selain menonton, warga juga asyik menikmati dagangan kaki lima yang di sekitar lokasi. Sementara ini petugas pemadam kebakaran terus menyemprotkan air ke lantai 3 sambil mendobrak dinding lantai 3. Sekitar kurang lebih 75 persen lantai 3 sudah habis terbakar si jago merah.

Tak lama, tiba-tiba saja angin di sekitar lokasi menggiring asap kepulan kebakaran itu ke warga yang menonton. Sehingga ratusan warga yang menonton mengusap matanya. Bahkan ada beberapa anak kecil yang ikut melihat, mengeluarkan air matanya karena pedih terkena asap tebal hitam itu. Tak kuat dengan kepulan asap kebakaran, warga satu per satu membubarkan diri.
(gus/asy)

Ramayana Kebayoran Lama Terbakar, Api Makin Membesar

Jumat, 02/04/2010 10:30 WIB
Ramayana Kebayoran Lama Terbakar
Api Makin Membesar, Petugas Kesulitan Cari Sumber Air
Ayu Fitriana - detikNews


Jakarta
- Kebakaran yang terjadi di pusat perbelanjaan Ramayana kompleks Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan belum juga padam. Petugas kesulitan memadamkan api lantaran susah mencari sumber air.

"Kita kesulitan mendapatkan sumber air, jadi sekarang kita nunggu air yang kita ambil dari Kali Pesanggrahan," kata Kasudin Damkar Jakarta Selatan, Subejo, di lokasi kebakaran, Jumat (2/4/2010).

Para petugas tidak berani masuk ke dalam gedung Ramayana karena masih berbahaya. "Ini kita juga nggak berani masuk karena bahaya banget. Jadi kita memadamkannya cuma dari luar dulu saja," imbuhnya.

Pantauan detikcom pukul 10.25 WIB, api terus merambat hingga ke dalam gedung. Petugas pemadam kebakaran pun dibagi ke beberapa sisi bangunan.
(anw/asy)

Ramayana Kebayoran Lama Terbakar, Api Diduga Akibat Korsleting Listrik

Jumat, 02/04/2010 10:03 WIB
Ramayana Kebayoran Lama Terbakar
Api Diduga Akibat Korsleting Listrik, Lalin Semakin Macet
Ayu Fitriana - detikNews

Jakarta
- Kebakaran yang melanda Gedung Ramayana di Pasar Kebayoran Lama diduga akibat korsleting listrik. Hingga pukul 10.00 WIB, api masih berkobar di gedung 3 lantai tersebut.

"Kemungkinan korsleting listrik," kata petugas keamanan Ramayana, Djamaludin di lokasi kejadian, Jumat (2/4/2010).

Sementara itu, salah seorang pedagang Henri menuturkan, kebakaran ini terjadi sejak pukul 07.30 WIB. Pemilik toko sepatu ini sempat berusaha menyelamatkan barang dagangannya di lantai 1. Namun, tidak berhasil.

"Sekarang keburu dihalangin petugas. Saya nggak bisa masuk lagi. Mana nggak ada asuransi," lanjutnya.

Kemacetan arus lalu lintas di lokasi juga semakin parah. Terlabih di flyover Kebayoran Lama. Hal ini disebabkan ada pengendara motor yang sengaja parkir di flyover tersebut hanya untuk melihat kebakaran.

Belum ada kepastian tentang korban dalam kebakaran ini. Petugas pemadam kebakaran masih terus berusaha memadamkan api.
(mad/anw)

Asap Hitam Mengepul dari Gedung Ramayana Lantai 3

Jumat, 02/04/2010 09:09 WIB
Kebakaran di Kebayoran Lama
Asap Hitam Mengepul dari Gedung Ramayana Lantai 3
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta
- Kebakaran yang melanda kawasan Pasar Kebayoran Lama diketahui berpusat di Gedung Ramayana. Asap hitam pekat membumbung tinggi dari gedung tersebut, khususnya dari lantai 3.

"Saya melihatnya dari flyover Kebayoran Lama. Tinggi banget asepnya," kata salah seorang pembaca detikcom, Ena, saat dihubungi lewat telepon, Jumat (2/4/2010).

Asap hitam itu memang terlihat dari beberapa wilayah di Kebayoran Lama. Termasuk di jalan layang. Akibatnya, sejumlah pengendara yang melintas sempat berhenti sejenak untuk menyaksikan kebakaran tersebut.

"Makanya agak tersendat ke arah Blok M. Yang ke arah Ciledug juga macet karena banyak yang nonton," tutupnya.

Kebakaran diketahui berlangsung sejak pukul 07.30 WIB. Belum jelas apa penyebab kebakaran ini. Korban jiwa juga belum bisa dipastikan.

(mad/mad)