Minggu, 10 Juli 2011

Magnitude 7.6 - KERMADEC ISLANDS REGION

Magnitude 7.6 - KERMADEC ISLANDS REGION

2011 July 06 19:03:16 UTC

Versión en Español

Earthquake Details

  • This event has been reviewed by a seismologist.
Magnitude7.6
Date-Time
Location29.312°S, 176.204°W
Depth20 km (12.4 miles)
RegionKERMADEC ISLANDS REGION
Distances163 km (101 miles) E of Raoul Island, Kermadec Islands
347 km (215 miles) NE of L'Esperance Rock, Kermadec Islands
913 km (567 miles) S of NUKU`ALOFA, Tonga
1185 km (736 miles) NE of Auckland, New Zealand
Location Uncertaintyhorizontal +/- 14.1 km (8.8 miles); depth +/- 4.4 km (2.7 miles)
ParametersNST=620, Nph=625, Dmin=168.1 km, Rmss=1.02 sec, Gp= 18°,
M-type=teleseismic moment magnitude (Mw), Version=B
Source
  • USGS NEIC (WDCS-D)
Event IDusc0004pbm
  • Did you feel it? Report shaking and damage at your location. You can also view a map displaying accumulated data from your report and others.

Gempa 7,1 SR, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami

Minggu, 10/07/2011 08:57 WIB
Gempa 7,1 SR, Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami

Laurencius Simanjuntak - detikNews

Tokyo - Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk pantai Pasifik di wilayah utara Jepang, setelah gempa 7,1 SR menghantam wilayahnya. Peringatan itu dikeluarkan Badan Meteorologi Jepang, Minggu (10/7/2011).

Seperti dilansir AFP, Badan Meteorologi mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur Iwate, Miyagi, dan Fukushima, setelah gempa 7,1 SR mengguncang pulau besar Honshu pada 09.57 waktu setempat atau 00.57 GMT.

Badan Geologi AS, yang juga memperkirakan kekuatan gempa sebesar 7,1 SR, mengatakan gempa di lepas pantai itu berpusat di kedalaman 6,2 mil. Wilayah gempa itu secara umum sama denga area gempa 9 SR yang mengguncang Jepang dan menyebabkan tsunami pada 11 Maret lalu.

(lrn/lrn)

Kamis, 07 Juli 2011

VIDEO: Badai Pasir Raksasa Landa Amerika

VIDEO: Badai Pasir Raksasa Landa Amerika

Badai pasir 'Habub' memiliki ketinggian mencapai 8.000 hingga 10.000 kaki.

KAMIS, 7 JULI 2011, 07:04 WIB
Eko Huda S

VIVAnews - Sebuah badai pasir raksasa melanda kawasan Phoenix, negara bagian Arizona, Amerika Serikat, Selasa 5 Juli 2011 malam waktu setempat. Badai yang dikenal dengan nama 'Habub' ini menimbulkan tumbangnya pepohonan dan kerusakan lainnya.

Berdasarkan data dari radar, ketinggian badai pasir itu mencapai 8.000 hingga 10.000 kaki. Badai ini disertai dengan tiupan angin kencang.

Kecepatan badai mencapai 112 km/jam. Radius badai kali ini hingga 48 km. Habub kali ini menyebabkan jarak pandang sangat terbatas. Sehingga, Bandara Internasional Sky Harbour ditutup akibat badai ini.

Badai Habub ini biasa terjadi antara bulan Mei hingga September. Badai kali ini merupakan badat terbesar yang pernah terjadi di Arizona.

Lihat videonya
di sini.

• VIVAnews

FOTO: Badai Pasir Raksasa Landa Arizona

FOTO: Badai Pasir Raksasa Landa Arizona

Badai yang menyebabkan 'tembok' pasir ini datang bagaikan ombak menerjang suatu kota.

RABU, 6 JULI 2011, 16:49 WIB
Bayu Galih

VIVAnews - Badai pasir raksasa melanda wilayah Phoenix, Arizona, Amerika Serikat, Selasa malam, 5 Juli 2011, waktu setempat. Badai Haboob ini menyebabkan angin kencang dan memperpendek jarak pandang warga sekitar.

Badai ini juga membentuk 'tembok' yang terbuat dari pasir dan debu. 'Tembok' pasir dan debu ini terjadi akibat dorongan angin hingga 69 mil per jam atau 110 kilometer per jam.

Badai yang menyebabkan 'tembok' pasir ini datang bagaikan ombak menerjang suatu kota. Jarak pandang warga pun menjadi berkurang.

Lihat fotonya di galeri foto yang ada di
tautan ini.

Badai Haboob terbentuk setiap tahunnya pada musim panas. Selain di Arizona, badai ini juga umum terjadi di gurun Sahara dan semenanjung Arab.

• VIVAnews

Sabtu, 02 Juli 2011

Penggundulan tak Terkendali, Habitat Rangkong Terancam Punah

Penggundulan tak Terkendali, Habitat Rangkong Terancam Punah

Burung rangkong (Foto: Republika)

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR--Habitat Rangkong Indonesia terancam hilang akibat eksploitasi hutan yang membuat sumber pakannya menjadi berkurang.

"Kegiatan penggundulan hutan tanpa tebang pilih membuat sumber pakan Rangkong banyak yang rusak. Kondisi ini membuat rangkong semakin terjepit dan mulai kehilangan habitatnya," kata Dwi Mulyawati Bird Conservation Officer Burung Indonesia dalam siaran pers yang dikirim melalui pesan elektroniknya, Sabtu.

Dwi mengatakan, Rangkong merupakan hidupan liar yang sangat berjasa pada regenerasi hutan. Tanpa Rangkong, diperkirakan hutan akan segera hancur dan potensi yang terkandung didalamnya ikut tergusur.

Banyak jenis pohon yang kelanjutan hidupnya bergantung pada hewan pemakan buah dalam penyebaran bijinya. "Menurut para peneliti Rangkong dijuluki sebagai petani hutan karena kehebatannya menebar biji," kata Dwi.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan seekor Rangkong dapat terbang dalam radius 100 km persegi. Artinya, burung yang termasuk dalam keluarga Bucerotidae ini dapat menebar biji hingga 100 km jauhnya.

Penelitian yang dilakukan di kawasan hutan produksi menunjukkan, sumber pakan Rangkong menyusut hingga 56 persen karena berkuranganya pohon pakan sebanyak 76 persen.

Berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN), dari 13 jenis Rangkong yang ada di Indonesia, Julang Sumba (Aceros everetti) merupakan jenis terancam punah yang masuk pada kategori rentan (Vulnerable/VU).

Di Indonesia, Rangkong disebut juga dengan Julang, Enggang, atau Kangkareng "Jenis yang hanya dijumpa di Pulau Sumba ini diperkirakan hanya tersisa kurang dari 4.000 ekor dengan kepadatan rata-rata enam ekor per km persegi," ujar Dwi.

Dwi menambahkan, Rangkong merupakan jenis burung yang melakukan kegiatan tersebutt. Tanpa peran Rangkong, bisa dipastikan jenis pohon tertentu akan lenyap karena induk pohon yang menua akan mati tanpa pengganti.

Buah Ara merupakan salah satu pakan favorit Rangkong yang tersedia hampir sepanjang tahun.

Diperkirakan, ada 200 jenis pohon Ara yang menjadi pakan utama Rangkong. Dan bila dibanding burung lainnya, Rangkong dianggap paling mampu dalam menebarkan biji ara, karena daya jelajahnya yang tinggi.

"Menurut Margaret F. Kinnaird dan Timothy G. O`Brien, peneliti Rangkong dan hutan tropis, terdapat korelasi erat antara Rangkong dengan hutan yang sehat," kata Dwi.

Burung Rangkong termasuk dalam Famili Bucerotidae, kelompok burung berukuran besar yang mudah dikenali, terutama dari cula (casque) pada pangkal paruhnya. Di seluruh dunia terdapat 55 jenis yang tersebar di kawasan tropis Asia dan Afrika.

Tercatat ada 13 jenis Rangkong yang ada di Indonesia. Sembilan jenis di Sumatera: Enggang Llihingan, Enggang Jambul, Julang Jambul-Hitam, Julang Emas, Kangkareng hitam, Kangkareng Perut-Putih, Rangkong Badak, Rangkong Gading, dan Rangkong Papan. Empat jenis lagi berada di Sumba (Julang Sumba), Sulawesi (Julang dan Kangkareng Sulawesi), serta Papua (Julang Papua). Kalimantan memiliki jenis Rangkong yang sama seperti Sumatera, kecuali Rangkong Papan.

Burung Indonesia adalah organisasi nirlaba dengan nama lengkap Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Birdlife Indonesia Association) yang menjalin kemitraan dengan BirdLife International, yang berkedudukan di Inggris.


http://id.berita.yahoo.com/penggundulan-tak-terkendali-habitat-rangkong-terancam-punah-143047260.html

Jumat, 01 Juli 2011

Gempa 5,3 SR Guncang Cilacap

Jumat, 01/07/2011 22:09 WIB
Gempa 5,3 SR Guncang Cilacap
Moksa Hutasoit - detikNews


Jakarta - Gempa 5,3 SR menguncang Cilacap, Jawa Tengah. BMKG memastikan gempa ini tidak menimbulkan gelombang tsunami.

Berdasarkan informasi dari situs BMKG, Jumat (1/7/2011), gempa 5,3 SR ini terjadi tepat pukul 21.33 WIB. Lokasinya berada di 8.73 LS - 108.66 BT. Tingkat kedalaman gempa adalah 25 Km.

Lokasi persinya berada di 118 km sebelah barat daya Cilacap atau 158 sebelah barat daya Purwokerto.

Seorang pembaca
detikcom, Zaren menuturkan jika gempa ini terjadi selama 30 detik. "Terjadi gempa kecil di Cilacap sekitar 30 detik," tulis Zaren melalui fasilitas Info Anda.

(mok/mok)

Gempa 5,6 SR Guncang Bengkulu

Rabu, 29/06/2011 12:45 WIB
Gempa 5,6 SR Guncang Bengkulu
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

Gempa 5,6 SR Guncang Bengkulu
Ilustrasi
Jakarta - Wilayah Bengkulu dilanda gempa bumi berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) siang ini. Gempa ini dinyatakan tak berpotensi tsunami.

Menurut informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi, Klimatogi, dan Geofisika, Rabu (29/6/2011), gempa terjadi pada pukul 11.19 WIB. Pusat gempa berada di kedalaman 30 kilometer dari permukaan laut.

Lokasi gempa ini tercatat berada di koordinat 5.24 Lintang Selatan dan 101.63 Bujur Timur atau berada di 175 kilometer sebelah barat daya Bengkulu.

Hingga kini, belum diketahui adanya kerusakan atau korban jiwa akibat gempa ini.

(nvc/fay)