Rabu, 23 Februari 2011

Weaker New Zealand quake packed a deadlier punch

Weaker New Zealand quake packed a deadlier punch

Collapsed buildings and debris along Manchester Street on February 22, 2011 in Christchurch, New Zealand.  (Photo by Martin Hunter/Getty Images)

Rescue workers climb onto the collapsed Pyne Gould Guinness Building in central Christchurch, New Zealand, Tuesday, Feb. 22 2011. A powerful earthquakAP – Rescue workers climb onto the collapsed Pyne Gould Guinness Building in central Christchurch, New Zealand, …

LOS ANGELES – The latest New Zealand earthquake was a deadly combination of distance, depth and timing.

While weaker than the one that rocked the area last September, it did more damage and cost lives, primarily because of its location.

Tuesday's magnitude-6.3 quake was centered about 3 miles from the populated hub of Christchurch, toppling buildings, killing dozens and trapping others. It was also only about 3 miles deep and occurred during the middle of a workday when commercial buildings were filled with employees.

The jolt "is squarely beneath the city itself," said seismologist Egill Hauksson of the California Institute of Technology. "All the old historic buildings are being shaken more violently than they were built to withstand."

Scientists classified it as an aftershock of the powerful magnitude-7 that struck last Sept. 4.

No one died in that early morning quake — which was 11 times stronger — mainly because it was centered farther away, about 30 miles west of the city center. It was also twice as deep as Tuesday's aftershock. Shallower quakes tend to be more damaging.

While New Zealand has strict building codes, Christchurch has a number of pre-World War II buildings that were badly damaged by the September quake, which also triggered landslides in the area.

Another reason why this latest quake was more deadly is because buildings that were previously weakened by ground shaking were more likely to suffer damage or even collapse this time around, said Tom Jordan, who heads the Southern California Earthquake Center.

Many cities on the U.S. West Coast face similar seismic risks, experts say.

The West Coast has similar soil as New Zealand, which can turn to mush during an earthquake and worsen damage done by shaking, said Robert Yeats, professor emeritus of geology at Oregon State University.

"New Zealand has some of the most progressive building codes in the world. They are better prepared for an earthquake like this than many U.S. cities would be," Yeats said in a statement.

Since September, about half a dozen aftershocks greater than magnitude-5 have rattled Christchurch. Tuesday's was the largest aftershock to date.

"You can have an aftershock months after the main shock," said geophysicist Paul Earle of the U.S. Geological Survey in Golden, Colo. "Just because a few months have gone by doesn't mean you can't have a large, damaging earthquake."

___

Online:

U.S. Geological Survey: http://earthquake.usgs.gov/

http://news.yahoo.com/s/ap/20110222/ap_on_sc/us_sci_new_zealand_earthquake_science

Korban gempa Selandia Baru bertambah

Rabu, 23/02/2011 08:11 WIB
Korban gempa Selandia Baru bertambah
BBCIndonesia.com - detikNews


gempa selandia baru

Relawan dan petugas penyelamat masih mencari 300 orang yang dinyatakan hilang.

Jumlah korban yang tewas akibat bencana gempa bumi di kota Christchurch, Selandia Baru terus bertambah hingga hari ini (23/2).

Perdana Menteri Selandia Baru, John Key menyatakan korban tewas akibat bencana gempa yang terjadi pada hari Selasa kemarin terus bertambah hingga 75 orang.

Sebelumnya pemerintah negara itu juga sudah menyatakan darurat national pasca terjadinya bencana tersebut.

Saat ini 55 korban yang meninggal dalam peristiwa tersebut sudah berada di kamar jenazah rumah sakit setempat sementara sekitar 20 korban tewas lainnya akibat gempa berkekuatan 6,3 skala ricter ini masih berada dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Polisi mengatakan sejumlah jenazah banyak yang tergeletak di sepanjang jalan akibat persiwtiwa ini.

ALAT SEDERHANA

Untuk menyelamatkan korban dalam peristiwa ini pemerintah Selandia Baru sudah mengerah 500 orang yang terdiri dari anggota kepolisian, petugas penyelamat, tentara, relawan dan staf pemadam kebakaran.

Hampir semuanya melakukan pencarian hingga larut malam dan melakukannya tanpa bantuan alat berat, bahkan banyak yang menggunakan tangan kosong untuk menmukan sejumlah korban yang diduga masih tertimbun dalam reruntuhan bangunan.

Dalam proses penyelamatan kemarin mereka berhasil menemukan 48 korban selamat. Meski demikian polisi mengatakan saat ini masih ada lagi sekitar 300 orang yang dinyatakan hilang.

Kerusakan akibat gempa bumi 6,3 skala richter itu dilaporkan lebih parah dibandingkan dengan gempa besar pada September lalu, dengan kekuatan 7,1 skala richter namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Bagi warga Selandia Baru, bencana gempa yang di Christchurch kali ini merupakan yang terburuk sejak gempa yang terjadi di Teluk Hawke, North Island pada tahun 1931 dan menewaskan 256 orang.


(bbc/bbc)

Selasa, 22 Februari 2011

Gempa di Selandia Baru Sangat Kuat, Walikota Terlempar

Selasa, 22/02/2011 11:50 WIB
Gempa di Selandia Baru Sangat Kuat, Walikota Terlempar video foto
Ken Yunita - detikNews


ABC Online
Christchurch - Sejumlah warga kota Christchurch, yang baru saja diguncang gempa berkekuatan 6,3 skala richter (SR) menceritakan pengalaman yang tidak mengenakkan. Sejumlah orang mengaku hanya bisa berteriak ketakutan saat guncangan kuat terjadi.

Walikota Christchurch, Bob Parker, juga menceritakan pengalamannya. "Gempa tadi sangat-sangat kuat. Saat itu saya sedang berada di lantai paling atas gedung dewan. Saya terlempar sejauh beberapa meter," begitu cerita Parker seperti dilansir situs ABC, Selasa (22/2/2011).

Parker menceritakan, sejumlah orang yang berada di satu gedung dengannya telah mengalami luka-luka. Ada juga sejumlah korban yang mengalami luka-luka yang cukup serius sehingga perlu dilarikan ke rumah sakit.

"Saya tahu orang-orang di gedung kami luka-luka dan saya dengar beberapa dilaporkan mengalami luka serius," lanjut Parker.

Sementara itu seorang pendeta di Gereja Katedral yang mengalami kerusakan juga menceritakan bagaimana kuatnya gempa yang berpusat di sekitar 10 km barat daya Christchurch itu.

"Ini gempa besar. Kami tidak tahu bagaimana jika ada orang-orang yang ada di reruntuhan ini," katanya.

Saksi mata yang lain menyebutkan sejumlah orang terjebak dalam reruntuhan gedung. Ada juga mobil-mobil yang tertimpa tiang-tiang yang ambruk. Sementara itu korban-korban yang luka-luka terlihat sedang mendapat pertolongan di jalan-jalan kota terbesar kedua Selandia Baru tersebut.

Seorang wanita yang terlihat masih shock menceritakan gempa yang terjadi pukul 12.51 waktu setempat itu sangat mengerikan. "Tadi sangat mengerikan, itu pengalaman yang paling mengejutkan yang pernah kualami," katanya.

"Suamiku tidak sedang di rumah, dia sedang di luar waktu itu dan dia terlempar di rimbunan tanaman sayuran di kebun," katanya seperti diceritakan kepada Radio Selandia Baru.

(ken/nrl)

Korban Tewas Berjatuhan di Selandia Baru Akibat Gempa

Selasa, 22/02/2011 11:09 WIB
Korban Tewas Berjatuhan di Selandia Baru Akibat Gempa video foto
Ken Yunita - detikNews


ABC Online
Christchurch - Gempa kuat yang melanda salah satu kota terbesar di Selandia Baru menyebabkan banyak korban jiwa. Korban tewas berjatuhan akibat tertimpa bangunan atau gedung yang runtuh.

Polisi setempat menyebutkan sejumlah korban tewas sedang dievakuasi dari Central City. Korban-korban itu ditemukan di sejumlah lokasi. Ada juga dua bus yang tertimpa bangunan yang runtuh.

Demikian dilansir ABC News, Selasa (22/2/2011). Diperkirakan korban akan bertambah karena sejumlah tempat yang mengalami kerusakan belum dievakuasi.

Sementara itu televisi terus menampilkan gambar-gambar korban gempa. Sejumlah korban yang selamat namun mengalami luka-luka terlihat dievakuasi dari gedung-gedung yang runtuh atau rusak akibat goncangan berkekuatan 6,3 skala richter (SR) itu.

Gempa kuat ini merupakan yang kedua kalinya dalam lima bulan terakhir. Selain meruntuhkan gedung, gempa juga memicu kebakaran di sejumlah gedung dan bangunan yang berada di kota tersebut.

US Geological Survey menyebutkan, gempat terjadi pukul 12.51 waktu setempat dengan kedalaman gempa hanya 4 km. Gempa itu berpusat di sekitar 10 km barat daya Christchurch. Pada September lalu, kota tersebut juga telah mengalami kerusakan hebat setelah diguncang gempa berkekuatan 7,1.

Selandia Baru adalah wilayah yang berada di antara Samudera Pasifik dan lempeng tektonik Indo-Australia, rata-rata lebih dari 14.000 gempa bumi setahun terjadi di sini, di mana sekitar 20 gempa yang biasanya besarnya di atas 5,0 SR.
(ken/nrl)

Gempa 6,3 SR Guncang Selandia Baru, Gedung Ambruk

Selasa, 22/02/2011 09:10 WIB
Gempa 6,3 SR Guncang Selandia Baru, Gedung Ambruk video
Andi Saputra - detikNews


ABC Online
Christchurch - Gempa berkekuatan 6,3 skala richter (SR) mengguncang kota terbesar kedua di Selandia Baru, Christchurch, pagi ini. Gempa ini merupakan gempa kedua kalinya dalam lima bulan terakhir yang menumbangkan bangunan dan orang-orang terperangkap di reruntuhan gedung serta memicu kebakaran.

Seperti dikutip Reuters, Selasa, (22/2/2011), TV lokal menunjukkan mayat yang diambil dari puing-puing yang berserakan di pusat kota. Meski tidak jelas apakah mereka masih hidup atau telah meninggal tapi polisi setempat melaporkan banyak korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurut US Geological Survey, peritiwa tersebut terjadi pukul 12.51 waktu setempat, Senin (21/2/2011) dengan kedalaman pusat gempa hanya 4 km.

"Ini sangat besar, ini sangat besar," kata reporter televisi yang melaporkan di antara reruntuhan gereja katedral yang telah hancur menjadi pecahan batu.

"Saya tidak tahu apakah ada orang di bawah reruntuhan ini," katanya, sebelum dia muncul untuk menambahkan dengan suara tenang, "Saya kira begitu."

Gempa itu berpusat sekitar 10 km barat daya Christchurch, yang telah mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 7,1 pada September lalu.

"Ada banyak kerusakan, TV kami telah hancur dan ada keretakan besar di rumah. Tetangga telah kehilangan pagar bata," kata Nicholas Hextall, yang tinggal di Christchurch melalui sambungan telepon. Akibat gempa ini listrik dan air telah mati.

Selandia Baru adalah wilayah yang berada di antara Samudera Pasifik dan lempeng tektonik Indo-Australia, rata-rata lebih dari 14.000 gempa bumi setahun terjadi di sini, di mana sekitar 20 gempa yang biasanya besarnya di atas 5,0 SR. (asp/mad)

Dilanda Gempa 6,3 SR, Kota di Selandia Baru Bak Zona Perang

Selasa, 22/02/2011 12:59 WIB
Dilanda Gempa 6,3 SR, Kota di Selandia Baru Bak Zona Perang video foto
Ken Yunita - detikNews


Getty Images
Wellington - Gempa berkekuatan 6,3 skala richter (SR) yang baru saja mengguncang Selandia Baru, rupanya benar-benar membuat sebagian wilayah porak-poranda. Walikota Christchurch, Bob Parker bahkan menggambarkan kotanya bak kota peperangan.

"Banyak korban yang mungkin tewas, banyak juga yang luka-luka. Akan banyak orang di kota ini yang sedih," kata Parker seperti dikatakannya pada Televisi Australia yang dilansir Reuters, Selasa (22/2/2011).

Suasana berantakan juga terlihat saat sejumlah helikopter tampak terbang rendah di atas kota. Helikopter-helikopter itu tampak menjatuhkan plastik besar berisi air untuk mencoba memadamkan api yang membakar sebuah gedung perkantoran yang tinggi.

Selain itu, tampak juga sejumlah crane yang dioperasikan untuk menyelamatkan para pekerja yang terjebak di gedung perkantoran yang lain. Sejumlah pagar gedung juga runtuh sehingga membuat orang-orang yang berada di sekitarnya berhamburan menghindar.

Pemerintah setempat telah memerintahkan sejumlah rumah sakit untuk menyiapkan ruangan untuk para korban gempa. Belum bisa dipastikan ada berapa korban tewas dan luka dalam peristiwa yang terjadi saat makan siang tersebut. Ambulans masih terus hilir mudik di setiap penjuru kota terbesar kedua Selandia Baru itu.

"Seorang perempuan berpegangan padaku agar tidak jatuh, tapi kami terdorong dan terpisah. Jalan Colombo yang merupakan jalan utama, sangat berantakan. Ada banyak air di mana-mana menyiram tanah lapang," kata John Gurr, seorang teknisi kamera yang sedang berada di pusat kota saat goncangan terjadi.

Gempa kuat ini merupakan yang kedua kalinya dalam lima bulan terakhir. Selain meruntuhkan gedung, gempa juga memicu kebakaran di sejumlah gedung dan bangunan yang berada di kota tersebut.

US Geological Survey menyebutkan, gempat terjadi pukul 12.51 waktu setempat dengan kedalaman gempa hanya 4 km. Gempa itu berpusat di sekitar 10 km barat daya Christchurch. Pada September lalu, kota tersebut juga telah mengalami kerusakan hebat setelah diguncang gempa berkekuatan 7,1.

Selandia Baru adalah wilayah yang berada di antara Samudera Pasifik dan lempeng tektonik Indo-Australia, rata-rata lebih dari 14.000 gempa bumi setahun terjadi di sini, di mana sekitar 20 gempa yang biasanya besarnya di atas 5,0 SR.
(ken/fay)

Kisah Dramatis Korban Selamat Gempa Selandia Baru

Selasa, 22/02/2011 15:59 WIB
Kisah Dramatis Korban Selamat Gempa Selandia Baru foto
Ken Yunita - detikNews


Getty Images
Jakarta - Di setiap musibah atau bencana alam, hampir selalu ada kisah-kisah penyelamatan korban yang dramatis. Begitu juga saat gempa dahsyat melanda kota terbesar kedua di Selandia Baru, Christchurch.

Salah satu korban yang mengaku mendapat 'keajaiban' adalah Rip Ramby yang saat gempa terjadi sedang berada di lantai tujuh Gedung Canterbury TV (CTV) yang berada di Jalan Madras. Saat itu, Ramby dan sejumlah rekannya sedang meeting.

"Saat itu kami sedang meeting di salah satu sudut ruangan saat gempa terjadi dan tak lama tiba-tiba gedung seperti kehilangan keseimbangan," cerita Ramby kepada Radio Selandia Baru seperti dilansir NZHerald, Selasa (22/2/2011).

Ramby menceritakan, 10 orang yang berada di ruangan tersebut tidak punya ide untuk menyelamatkan diri. Mereka hanya pasrah dan menunggu guncangan berhenti. "Susah untuh mengatakan apa yang terjadi," katanya.

Saat guncangan berhenti, barulah sejumlah orang yang berada satu ruangan dengannya mencoba berdiri dan mencari tahu apa yang terjadi. Dan Ramby sangat kaget saat mengetahui ruangan tempat mereka berada ternyata berada sangat dekat dengan tanah.

"Ketika itu berhenti, salah satu dari kami bisa melihat keluar, gedung ini ini ternyata sangat dekat dengan tanah. Kami berada sangat dekat dengan tanah," kata Ramby.

Ramby dan sejumlah rekannya pun lantas mencoba mencari pertolongan pada orang-orang yang berada di jalanan. Awalnya mereka hanya menonton saja. "Mereka lantas datang dan menolong kami keluar dari rongsokan gedung," katanya.

Menurut Ramby, korban pertama yang ditolong adalah seorang ibu bersama bayinya. Ramby pun berterima kasih kepada para penyelamat yang luar biasa gagah berani itu. Dari gedung itu dilaporkan tidak ada korban yang meninggal dunia, dua orang luka-luka, salah satunya kritis.

Kisah dramatis lain juga datang dari Tupi Emery, ayah tiga anak. Pria yang juga menunggu kelahiran anak keempatnya itu terjebak di dalam reruntuhan selama lima jam.

Selama Tupi Emery terjebak, ibunya, Tania, tampak khawatir di luar gedung. Saat itu, Emery akan menemui dokter yang berada di lantai empat gedung, sedang Tania sedang mencari makan siang saat gempa datang.

"Sungguh, tadi saya berpikir dia telah pergi," kata Tania. Namun pikiran itu menghilang saat Emery terus menerus mengirimkan pesan pendek untuknya.

Saat terjebak, Emery mengaku mendengar banyak teriakan minta tolong dari gedung yang sama. Selama belum dievakuasi, banyak penolong yang menanyakan bagaimana kondisinya saat itu.

"Hidup," kata Emery saat para penolong menanyakan kondisinya. Emery pun berterima kasih kepada para penolong yang telah membantunya dan juga para korban yang lain. Emery mengalami luka robek dan bakar.

Gempa di Selandia Baru berdampak hebat karena pusat gempa hanya sedalam 4 km. Musibah terjadi di tengah hari, saat sebagian besar masyarakat beraktivitas di tempat kerja.
(ken/nrl)