Tampilkan postingan dengan label Cina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cina. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Agustus 2010

Korban longsor di Cina naik tajam

Rabu, 11/08/2010 08:26 WIB
Korban longsor di Cina naik tajam
BBCIndonesia.com - detikNews
Tentara dan personel PMK dikerahkan untuk mencari dan menolong korban tanah longsor Gansu

Lebih dari 700 orang dipastikan tewas setelah tanah longsor di Cina barat daya hari Sabtu, dan lebih dari 1.000 masih hilang.

Jumlah terbaru ini menjadi banjir paling parah di Cina dalam masa 10 tahun terrsebut salah satu musibah dengan korban terbanyak di negara tersebut.

Jumlah korban yang diumumkan hari Selasa adalah 337 orang, dan para pejabat Cina mengatakan jumlah korban masih mungkin bertambah.

Upaya menemukan lebih dari 1.000 orang yang masih dinyatakan hilang tengah berlanjut.

Bangunan diterjang arus lumpur yang begitu dahsyat sehingga banyak bangunan bertingkat lumat seperti kertas, kata wartawan BBC Chris Hogg di Provinsi Gansu.

Dia mengatakan penolong tanpa alat bantu berusaha menemukan dan menolong korban di kawasan pegunungan terpencil yang berada dibelahan barat daya Cina tersebut.

Seorang pria berusia 52 tahun ditarik dari puing-puing bangunan lebih dari 50 jam setelah petaka melanda.

Tim penolong di tempat lain mengatakan mereka mendengar tanda-tanda kehidupan yang sangat lemah, lapor media pemerintah.

HUJAN LEBAT

Perdana Menteri Cina Wen Jiabao menyeru penolong agar melanjutkan pencarian sampai mereka menemukan semua korban hidup.

Namun, harapan untuk menemukan korban hidup semakin tipis dengan berlalunya waktu.

Hujan lebat diprediksi akan turun dalam beberapa hari ke depan dan ini bisa menghambat operasi kemanusiaan, dan juga ada kemungkinan tanah longsor terjadi lagi, kata wartawan BBC Michael Bristow di Beijing.

Tanah longsor di Zhouqu yang terpencil dipicu oleh hujan lebat yang menerjang wilayah tersebut Sabtu malam.

Lapisan lumpur tebal mengubur kawasan seluas 5 km kali 500 m, lapor kantor berita resmi Cina, Xinhua.

Bongkahan tanah longsor menyumbat sungai, yang kemudian meluap dan menghanyutkan batu cadas dan lumpur ke lereng bukit dan ke pemukiman.

Tentara meledakkan bongkahan tanah longsor yang menyumbat sungai Bailong di Zhouqou. Langkah ini menurunkan permukaan air di danau yang muncul akibat tanah longsor.

Ribuan warga dievakuasi dari desa-desa di bagian hilir sungai yang mungkin ditelan air banjir jika bendungan alam itu jebol.

(bbc/bbc)

Kamis, 29 Juli 2010

Mayat belasan bayi dibuang di Cina

Mayat belasan bayi dibuang di Cina

peta lokasi Jining, Cina

Dua pekerja rumah sakit ditahan di belahan timur Cina setelah mayat 21 bayi dan janin ditemukan dibuang di tepi sungai, lapor media pemerintah.

Para pejabat mengatakan keluarga bayi tersebut telah mengupah Zhu Zhenyu and Wang Zhijun untuk membuang mayat tersebut, tapi mereka membuangnya di dekat sungai Guangfu.

Tiga pejabat rumah sakit telah diskors atau dipecat, kata laporan media.

Tindakan tersebut diambil, sementara pihak berwenang mencoba mengendalikan kemarahan publik atas ditemukannya di Provinsi Shandong.

Rekaman televisi memperlihatkan beberapa jasad tergeletak di tanah di dekat sungai, terbenam dalam lumpur, sementara petugas layanan darurat menyisir tempat tersebut.

Seorang warga setempat yang melihat mayat-mayat tersebut mengatakan mula-mula dia menduga dia melihat boneka.

"Kemudian saya dapati itu memang bayi. Ketika saya terus berjalan lebih jauh lagi, saya temukan lebih banyak mayat," kata pria tersebut kepada wartawan.

Delapan mayat dilaporkan mengenakan pita identifikasi yang memperlihatkan mereka berasal dari fasilitas rumah sakit Jining Medical University.

Zhong Haitao, seorang pejabat senior pada biro kesehatan Jining, mengatakan mayat-mayat tersebut mungkin janin aborsi atau bayi yang meninggal di rumah sakit.

Aborsi adalah praktik umum di Cina, sebagian akibat kebijakan satu anak. Kremasi juga sangat mahal untuk keluarga miskin.

Warga setempat khatwair bahwa pasok air minum mungkin telah tercemar oleh pembuangan mayat.

Namun, pihak berwenang mengatakan sungai tersebut bukan sumber air bersih dan tidak tercemar.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2010/04/100401_chinababies.shtml