Tampilkan postingan dengan label Gempa Turki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gempa Turki. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

570 Orang Tewas Akibat Gempa Turki, 2.500 Terluka

Jumat, 28/10/2011 14:59 WIB 

570 Orang Tewas Akibat Gempa Turki, 2.500 Terluka

Rita Uli Hutapea - detikNews

AFP
Ankara - Jumlah korban jiwa akibat gempa dahsyat di Turki terus bertambah. Menurut Badan Penanganan Darurat dan Bencana Turki, sejauh ini sudah 570 orang yang dipastikan meninggal akibat gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter itu.

Badan pusat krisis pemerintah Turki itu seperti dilansir kantor berita
AFP, Jumat (28/10/2011) juga menyatakan, lebih dari 2.500 orang mengalami luka-luka akibat gempa yang terjadi pada Minggu, 23 Oktober lalu. Sementara hingga saat ini, sebanyak 187 orang telah berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan.

Data terbaru ini menunjukkan tambahan 20 korban jiwa dari angka terakhir yang dikeluarkan pemerintah pada Kamis, 27 Oktober malam waktu setempat.

Gempa yang terjadi pada 23 Oktober itu terjadi pada kedalaman 5 kilometer dengan pudat gempa berada di Ddesa Tabanli, sekitar 20 kilometer sebelah utara Provinsi Van, Turki timur. Ini merupakan gempa terdahsyat di Turki dalam kurun waktu satu dekade lebih.

Turki terletak di kawasan rawan gempa dan hampir setiap hari diguncang gempa-gempa kecil. Pada 1999 silam, dua gempa besar menewaskan lebih dari 20.000 orang di Turki barat laut. Gempa juga meluluhlantakkan Provinsi Van pada November 1976 dan menewaskan 5.291 orang.

(ita/vit)

Selasa, 25 Oktober 2011

Gempa Turki Meruntuhkan 55 Gedung, 138 Tewas


Gempa Turki Meruntuhkan 55 Gedung, 138 Tewas

Korban selamat kini dihadapkan dengan cuaca dingin, hampir mencapai titik beku.

SENIN, 24 OKTOBER 2011, 10:05 WIB
Denny Armandhanu
VIVAnews - Tim SAR dibantu warga berjuang menyisir reruntuhan, mencari korban selamat akibat gempa 7,2 skala Richter di tenggara Turki pada Senin, 24 Oktober 2011. Laporan terakhir menyebutkan korban telah mencapai ratusan, ramalan sebelumnya, korban bisa mencapai 1.000 orang,.

Dilansir dari laman CNN, tim SAR semalaman memeriksa di antara puing menggunakan senter, sekop, peralatan berat dan tangan telanjang untuk mengangkat reruntuhan. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan 55 gedung runtuh di dua wilayah terparah terkena gempa, Ercis dan Van.

Dilaporkan, sebanyak 138 orang ditemukan tewas di dua wilayah tersebut, sementara itu 350 lainnya terluka. Warga belum berani masuk ke dalam rumah dan memilih tidur di pinggir jalan, khawatir gempa susulan yang sebelumnya terjadi sebanyak 20 kali akan terulang lagi. Gempa susulan terbesar mencapai kekuatan 6 skala Richter.

Kondisi mereka juga dikhawatirkan menurun akibat kedinginan. Suhu di Turki saat ini dilaporkan hampir mencapai titik beku. Sebelumnya, pejabat pusat pemantauan Kandili Observatory, Mustafa Erdik, memperkirakan gempa akan menewaskan sedikitnya 500-1.000 orang.

Gempa terjadi pada Minggu, 23 Oktober 2011, pukul 1.41 waktu setempat. Menurut Pusat Geologi Amerika Serikat, gempa 7,2 skala Richter tersebut terletak 19 km dari Van dengan kedalaman 7,2 km.
Gempa bumi di Turki bukanlah hal yang luar biasa, namun gempa kemarin merupakan salah satu yang terbesar. Sebelumnya, gempa 7,6 skala Richter di Izmit, Turki, terjadi pada 1999, menewaskan 17.000 orang. Pada tahun yang sama, gempa 7,2 skala Richter juga terjadi di Duzce, Turki, menewaskaskan 894 orang.
• VIVAnews

Korban Gempa Turki Hadapi Udara Dingin

Korban Gempa Turki Hadapi Udara Dingin

Pencarian korban saat ini berkonsentrasi di kota Ersic yang paling parah terdampak gempa.

SELASA, 25 OKTOBER 2011, 19:05 WIB
Arry Anggadha, Indrani Putri
VIVAnews - Tim penyelamat terus berlomba dengan waktu untuk menemukan para korban gempa Turki yang masih terkubur reruntuhan. Hingga saat ini jumlah korban tewas mencapai 366 jiwa, korban luka sebanyak 1301 jiwa, dan puluhan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa gempa juga menyebabkan kerugian material berupa robohnya 2.000 gedung, seperti dimuat laman MSN pada Selasa 25 Oktober 2011. Di kota Van yang menjadi pusat gempa sebesar 7,2 skala Richter, para pasukan penyelamat terus bekerja siang dan malam mencari tubuh-tubuh tak bernyawa di bawah puing.

Para korban yang berada di jalan harus berjuang melawan udara dingin menusuk kulit dengan hanya berbekal selimut tebal dan makanan bantuan. Beberapa di antara mereka turut membantu mencari korban yang masih belum ditemukan.

"Gempa membuat hidup kami jadi seperti di neraka. Kami berada di luar, udaranya sangat dingin, dan tak ada tenda untuk tempat berteduh," kata Emin Kayram, salah seorang korban. "Rasanya seperti kiamat," kata Mesut Ozan Yilmaz, korban luka yang sempat terkubur hidup-hidup selama 32 jam.

Pencarian korban saat ini berkonsentrasi di kota Ersic yang paling parah terdampak gempa. Para korban masih takut kembali ke rumah karena khawatir masih akan ada gempa susulan lagi.

Pusat Penanggulangan Bencana dan Bulan Sabit Merah Turki dikritik karena dianggap lalai dan lamban dalam memberikan bantuan tenda, selimut, dan makanan. Para korban mengeluhkan jumlah bantuan yang berbanding terbalik dengan jumlah mereka.

Namun beberapa negara, bahkan yang berseteru dengan Turki sekalipun, bersedia mengulurkan tangan untuk meringankan beban para korban. Amerika Serikat, Azerbaijan, Iran, Bulgaria, Israel, Yunani, dan Armenia mengirimkan bantuan walaupun Turki menyatakan saat ini masih bisa bertahan.
• VIVAnews

http://dunia.vivanews.com/news/read/258739-korban-gempa-turki-hadapi-udara-dingin

Senin, 24 Oktober 2011

Minggu, 23/10/2011 21:44 WIB 

Korban Tewas Gempa Turki Diperkirakan 500-1.000 Orang

Irwan Nugroho - detikNews


Foto: Reuters
Ankara - Gempa besar yang mengguncang timur laut Turki menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Observatorium Gempa Kandilli memperkirakan 500-1.000 orang tewas akibat gempa tersebut.


Gempa sebesar 6,6 SR itu menghentak timur Provinsi Van. US Geological Survey menyebut gempa itu berkekuatan 7,6 SR dan terjadi di kedalaman 94,5 Km.


"Kami memperkirakan ratusan orang meninggal. Bisa 500-1.000 orang," kata Direktur Observatorium Kandilli, Mustafa Erdik, seperti dikutip reuters, Minggu (23/10/2011).


Pejabat di Kantor Perdana Menteri Turki membenarkan gempa yang terjadi pada pukul 10.41 waktu setempat itu menyebabkan kematian warga. Di samping itu, beberapa bangunan juga dilaporkan roboh digoyang gempa.


Deputi PM Turki, Besir Atalay, menambahkan, setidaknya 10 bagunan di Kota Van serta 25-30 bagunan di dekat distrik Ercis hancur.


Sementara reporter reuters di Hakkari, kota yang berjarak 100 Km selatan Van, melaporkan, gempa terasa cukup kuat di tempatnya berada. Dia dapat merasakan gedung bergoyang selama kurang lebih 10 detik.
Namun, tidak ada korban jiwa di Hakkari.


Dua gempa besar pernah melanda Turki pada tahun1999 lalu. Gempa tersebut menyebabkan 20,000 warga Turki meninggal dunia.
(irw/irw) 

Selasa, 09 Maret 2010

Sekitar 41 Tewas Akibat Gempa Turki

Sekitar 41 Tewas Akibat Gempa Turki

Bangunan hancur akibat gempa yang mengguncang wilayah timur Turki, Senin (08/03). REUTERS/Anatolian News Agency/Omer Fansa

TEMPO Interaktif, Ankara - Gempa bumi dengan kekuatan 6,0 skala richter yang menghantam wilayah timur Turki Senin (8/3), menewaskan sedikitnya 41 orang dan merobohkan rumah-rumah sedikitnya enam desa kecil.

Desa-desa yang terkena dampak gempa itu berada dekat kota Kovancilar, menggulingkan batu atau bata rumah dan menara mesjid, seperti dilaporkan pada media mengutip pejabat setempat. Yang paling parah terkena adalah daerah Okcular, sekitar 17 orang dilaporkan tewas dan rumah hancur rata dengan tanah.

Pemerintah pusat mengatakan sekitar 100 orang juga terluka dalam gempa yang terjadi pada pukul 4:32 di propinsi Elazig, sekitar 550 kilometer sebelah timur ibukota Ankara.

Saat kejadian banyak orang masih terlelap. Gempa berpusat di dekat desa Basyurt, dan diikuti lebih dari 30 gempa susulan, dan yang berkekuatan 5,5 skala Richter.

Gempa juga dirasakan di provinsi tetangga Tunceli, Bingöl, dan Diyarbakir yang mengakibatkan penduduk mengungsi ke jalan-jalan dalam keadaan panik dan menghabiskan malam di luar rumah. Beberapa orang terluka karena panik dan melompat dari jendela atau balkon.

Direktur Observatorium Kandilli, Mustafa Erdik, mengingatkan agar penduduk tidak memasuki rumah-rumah yang rusak, karena gempa susulan kemungkinan masih terus terjadi selama berhari-hari.


AP | HAYATI MAULANA NUR

http://www.tempointeraktif.com/hg/eropa/2010/03/08/brk,20100308-230985,id.html

Senin, 08/03/2010 22:40 WIB
Jumlah Korban Gempa Turki Bertambah Jadi 57 Orang
Rachmadin Ismail - detikNews

Okcular - Gempa berkekuatan 6.0 Skala Richter (SR) yang mengguncang kawasan Turki telah merenggut korban jiwa hingga 57 orang. Angka ini terus bertambah seiring dengan proses evakuasi yang terus berjalan.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/3/2010), tim SAR setempat masih melakukan penyelamatan terhadap para korban yang masih tertimbun bangunan. Beberapa korban sulit dievakuasi karena saat kejadian masih tertidur lelap.

Di antara korban yang tewas adalah anak-anak. Jumlahnya ada 4 orang, sementara 9 anak lain dalam kondisi kritis.

"Saat semuanya mulai bergetar pelan-pelan. Lalu berlanjut keras. Saya sangat takut dam mulai menangis," kata Zeynap Yuksel, salah seorang remaja yang desanya mengalami kondisi paling parah akibat gempa.

Selain korban jiwa, gempa juga mengakibatkan sejumlah bangunan umum runtuh. Tercatat 3 masjid di wilayah itu rusak dan tidak dapat dipergunakan.

Gempa tersebut melanda Elazig pada pukul 04.32 waktu setempat. Saat guncangan terjadi, kepanikan dan ketakutan tampak terlihat dari warga yang berhamburan ke jalan.
(mad/nvc)