Tampilkan postingan dengan label Gunung Api. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Api. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 September 2011

5 Gunung Api Ini Masih Terlarang untuk Aktivitas Masyarakat

Selasa, 13/09/2011 18:38 WIB 

5 Gunung Api Ini Masih Terlarang untuk Aktivitas Masyarakat

Febrina Ayu Scottiati - detikNews


foto: ilustrasi.

Jakarta 
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih menetapkan 5 gunung berapi berstatus SIAGA atau level III. Konsekuensinya, masyarakat maupun wisatawan dilarang melakukan aktivitas disekitar gunung tersebut dalam radius tertentu.

Gunung-gunung itu yakni gunung api Tambora (NTB), Anak Ranakah (NTT), Papandayan (Jawa Barat), Karangetang dan Lokon (Sulawesi Utara).

"Rekomendasi dari meningkatnya aktivitas 5 gunung tersebut adalah masyarakat dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apa pun," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada rilis yang diterima detikcom, Selasa (13/9/2011).

Secara spesifik, larangan aktivitas bagi wisatawan dan masyarakat tersebut yaitu:

1. Radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Tambora.
2. Gunung Anak Ranakah yakni kawasan Lembah Sungai Wae Reno dan Wae Teko sejauh 7 km yang berarah Barat Laut, 1,5 km arah Barat dari puncak gunung Anak Ranakah, 1.5 km arah Timur dari puncak gunung Anak Ranakah, dan 1.5 km arah selatan dari puncak gunung Anak Ranakah.
3. Radius 2 km dari kompleks kawah Papandayan.
4. Radius 3 km dari Kawah Tompaluan, Gunung Lokon.
5. Pendakian di puncak melebihi ketinggian 500 m dpl dikawasan gunung Karangetang.

"Antisipasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk dari letusan gunung tersebut terus disiapkan. Jalur-jalur evakuasi telah disiapkan. Hingga saat ini belum perlu adanya pengungsian," tandas Sutopo.

Selain 5 gunung yang berpotensial meletus tersebut, BNPB juga mencatat 16 gunung berapi yang berstatus waspada atau level II. Gunung tersebut yakni Gunungapi Soputan, Ibu, Lewotobi Perempuan, Marapi, Bromo, Dieng, Gamkonora, Merapi, Sinabung, Talang, Kerinci, Krakatau, Semeru, Sangeangapi, Gamalama, dan Dukuno.

(feb/Ari)

Kamis, 15 Juli 2010

Ancaman Tsunami dari Gunung Api Bawah Laut

15 Juli 2010 | 18:33 wib | Nasional

Ditemukan Gunung Berapi di Perairan Sangihe

Ancaman Tsunami dari Gunung Api Bawah Laut

image

Jakarta, CyaberNews. Tim Indonesia Ekspedisi Sangihe Talaud (Index/Satal 2010) bekerja sama dengan Indonesia-Amerika Serikat menemukan cerobong gunung api di bawah laut dengan suhu cukup tinggi, yakni 300 hingga 400 deracat celcius. Jika gunung raksasa di dasar laut itu meletus, dapat berakibat kerusakan hebat disertai tsunami.

Ketua Tim Periset Indonesia dalam Index/Satal 2010, Sugiarta Wirasantosa mengatakan, hingga sampai saat ini tim ekspedisi bemum dapat memastikan sebera[a aktif gunung tersebut.

"Gunung tersebut berada di kedalaman sekitar 2.000 meter di perairan Sangihe Talaud, dan ada aktivasi vulkaniknya," kata Sugiarta.

Ekspedisi itu dimulai awal Juli 2010 dan direncanakan berlangsung sampai 10 Agustus 2010. Kegiatan yang melibatkan 32 ilmuwan Indonesia dan 12 ilmuwan Amerika Serikat itu juga menganalisis hasil-hasil eksplorasi bawah laut dengan kapal riset Okeanos Explorer.

Di jelaskannya, Kandungan larutan bersuhu tinggi dari perut bumi itu mengandung mineral, logam, dan gas, yang dipengaruhi suhu air laut dalam yang mencapai 2-4 derajat celsius. "Hal ini menimbulkan aliran larutan dari perut bumi itu memperoleh pendinginan mendadak," lanjutnya.

Biota Berwarna Mencolok

Menurut Sugiarta, pendinginan mendadak itu menimbulkan endapan yang akhirnya membentuk lapisan cerobong. Air laut di sekitarnya pun menjadi tidak terlampau dingin atau tidak terlampau panas sehingga menjadi ekosistem tersendiri dan bisa menjadi habitat bagi biota-biota laut tertentu.

"Berbagai jenis, mulai dari cacing-cacingan, udang, kepiting, dan ikan yang hidup di sekitar gunung tersebut semua berwarna sangat mencolok," katanya.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Soeharsono mengatakan, diperkirakan gunung api bawah laut serupa juga ada di perairan dangkal. "Di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat, malah terdapat aktivitas gunung api bawah laut dengan kedalaman 100-200 meter. Namun, eksplorasi ilmu pengetahuan tentang itu masih sangat sedikit," jelasnya.

( KCM /CN27 )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/07/15/59795/Ancaman-Tsunami-dari-Gunung-Api-Bawah-Laut