Tampilkan postingan dengan label Letusan Gunung Merapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Letusan Gunung Merapi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 November 2010

Jumlah Korban Tewas Merapi Jadi 144 Orang

Jumlah Korban Tewas Merapi Jadi 144 Orang
Letusan Gunung Merapi pada 5 November dini hari disebut sebagai letusan terhebat.
SABTU, 6 NOVEMBER 2010, 18:37 WIB
Muhammad Chandrataruna

VIVAnews - Korban akibat letusan Merapi pada Jumat dini hari terus bertambah. Awan panas 'wedhus gembel' melumat warga di sejumlah lereng Merapi. Hingga kini tercatat 144 orang tewas.

Menurut Andi Arief, Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, korban meninggal akibat letusan gunung Merapi terus bertambah. Sampai sore ini, totalnya dilaporkan mencapai 144 orang.

"Pukul 16:30 WIB, total korban meninggal total 144 orang dengan rincian 127 korban dari DI Yogyakarta (termasuk erupsi 26 Oktober silam) dan Jawa Tengah 17 orang," demikian kata Andi Arief yang menginformasikan jumlah korban tewas di akun Twitter-nya, Sabtu 6 November 2010.

Jumlah korban kemungkinan akan terus bertambah. Tim SAR pun hingga saat ini masih terus mencari korban di daerah yang terkena dampak letusan Merapi.

Letusan Gunung Merapi yang terjadi pada 5 November dini hari disebut sebagai letusan terhebat. Letusan itu membuat abu vulkanik menyebar hingga ke Bandung.

Hingga Sabtu siang erupsi Merapi masih belum juga berhenti. Kolom material vulkanik mencapai kisaran 5 kilometer dari puncak. Sedang awan panas meluncur pada jarak sekitar 2 kilometer ke semua arah.

"Letusan Merapi saat ini termasuk uninterupted (terus menerus). Fluktuasi letusan tinggi dengan status Awas dengan KRB III 20 kilometer," ujar R Sukhyar, Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM,di kantor BPPTK, Yogyakarta. Area KRB III harus bebas dari penduduk.

Sifat dan letusan Merapi kali ini, menurut R Sukhyar, berbeda dan lebih besar dibanding letusan tahun 1997, 2001 maupun 2006. "Berdasarkan rekaman aktivitas Merapi selama ini, letusan kali ini hampir menyamai letusan tahun 1872," ujar R Sukhyar.

Selain letusan yang terus menerus, indikator lainnya adalah material yang dikeluarkan mencapai sekitar 100 juta meter kubik, energi yang dikeluarkan juga tergolong besar. Sedang Kepala BPPT Subandriyo menambahkan kawah baru yang terbentuk berdiameter 400 meter mendekati kawah letusan tahun 1872 yaitu 480x650 meter.

Sukhyar menambahkan pemantauan aktivitas Merapi masih terus dilakukan secara intensif. Tiga buah alat seismograf segara di pasang di pos Jrakah, Ketep dan Selo guna mendukung satu alat seiemograf yang masih bekerja saat ini yaitu di Plawangan. (umi)

• VIVAnews

Selasa, 26 Oktober 2010

Detik Demi Detik Letusan Gunung Merapi

Detik Demi Detik Letusan Gunung Merapi
Sifat letusan eksplosif diikuti suara dentuman.
SELASA, 26 OKTOBER 2010, 20:50 WIB
Heri Susanto

VIVAnews - Gunung Merapi telah menampakkan indikasi erupsi. Sore tadi, gunung Merapi keluarkan wedhus gembel alias awan panas.

Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono awan panas atau yang lebih dikenal warga sekitar sebagai wedhus gembel sudah terlihat sejak sore.

"Sifat letusan eksplosif diikuti suara dentuman. Arah letusan sesuai prediksi kita Barat-Barat Daya-Selatan-Tenggara," ujar staf khusus Presiden Bidang Bencana, Andi Arief dalam akun twitternya malam ini.

Berikut ini kronologi terjadinya letusan Merapi.

Menurut laporan Surono telah terjadi erupsi gunung Merapi mulai pukul 17.02 WIB berupa awan panas selama 9 menit.

Pukul 17.18, awan panas selama 4 menit.
Pukul 17.23, selama 5 menit
Pukul 17.30, selama 2 menit
Pukul 17:37, selama 2 menit
Pukul 17.42, selama 33 menit
Pukul 18.16, selama 5 menit
Pukul 18.21, selama 33 menit

Menurut Andi, data seismik gunung Merapi hingga pukul 17.00 WIB menunjukkan terjadi gempa guguran 317 kali, gempa multi phase 371 kali, gempa vulkanik 227 kali dan gempa tektonik 3 kali.

Berdasarkan informasi yang dirangkum Pusat Vulkanologi selama tiga hari menunjukkan data kegempaan cenderung terus meningkat.

Tercatat pada tanggal 23 Oktober 2010 terjadi 80 kali gempa vulkanik, 525 MP, 1 kali LF, dan 183 guguran.

Tanggal 24 Oktober 2010 tercatat 80 kali terjadi gempa vulkanik, 588 MP, 3 LF dan 194 guguran.

Pada tanggal 25 Oktober 2010 hingga pukul 24:00 WIB tercatat terjadi peningkatan gempa vulkanik menjadi 222 kali, 624 MP, 0 LF dan 454 kali guguran. Frekuensi terdengar suara guguran juga semakin tinggi.

“Dalam satu hari terdengar hingga mencapai 50 kali dengan arah guguran lebih menyebar dari sebelumnya”, ujar Surono.

***

Menyusul adanya dua korban terkena awan panas, otoritas berwenang dalam mitigasi bencana akan melakukan upaya paksa mengungsikan warga dari daerah bahaya.

"Kami akan lakukan upaya paksa, siapa pun harus patuh," kata Andi.

Kawasan dalam radius empat kilometer dari puncak Merapi harus sudah steril, kata Andi Arief. Kemudian radius 4 kilometer sampai 7 kilometer diminta mengungsi ke posko pengungsian.

• VIVAnews