Tampilkan postingan dengan label Lumajang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lumajang. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Desember 2010

Diterjang Ombak 2 Meter, Wisatawan di Lumajang Dilarang Mandi Laut

Senin, 13/09/2010 09:15 WIB
Diterjang Ombak 2 Meter, Wisatawan di Lumajang Dilarang Mandi Laut
Santi Rahayu - detikSurabaya



Pantai di Lumajang/Santi R
Lumajang - Diterjang ombak setinggi 2 meter, masyarakat dilarang mandi di laut. Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan seperti terseret ombak.

Pantai-pantai yang diterjang ombak tinggi antara lain pantai Bulurejo, di Kecamatan Tempursari, pantai Dampar dan pantai Bambang di Kecamatan Pasirian serta Pantai Witgalih di Kecamatan Yosowilangun.

Pada lebaran seperti ribuan masyarakat mendatangi pantai-pantai tersebut. Polisi pun melakukan pengamanan di sekitar obyek wisata dengan mengerahkan 20 anggota di setiap pos penjagaan

Tim SAR mengatakan jika ombak setinggi 2 meter menerjang kawasan pantai Selatan Lumajang, yang menjadi obyek wisata tujuan selama libur lebaran.

"Hal ini, untuk memastikan keamanan pengunjung yang selama libur lebaran ini tidak terjadi insiden menonjol di sana. Diharapkan, penambahan personil yang bertugas memastikan serta menghimbau pengunjung, untuk tidak mandi di pantai, bisa menghindarkan terjadinya insiden tenggelam atau terseret ombak," kata Kapolres Lumajang AKBP Tejo Wijanarko ketika dikonfirmasi detiksurabaya.com, Senin (13/9/2010).

Pantauan di lapangan masih ada saja pengunjung yang nekat menceburkan diri di pantai meski ombak menerjang keras. Kenekatan pengunjung ini, berkali-kali diperingatkan petugas, melalui posko pengamanan dengan mempergunakan alat pengeras suara. Sejauh ini tidak ditemukan insiden tenggelam atau pengunjung yang terseret ombak.

(wln/wln)

Senin, 10 Mei 2010

Korban Banjir Sungai Jatiroto Kesulitan Bahan Makanan

Minggu, 09/05/2010 23:33 WIB
Korban Banjir Sungai Jatiroto Kesulitan Bahan Makanan
Harry Purwanto - detikSurabaya


Lumajang - Warga korban banjir akibat meluapnya Sungai Jatiroto, Lumajang malam ini mengaku kesulitan bahan makanan dan air bersih. Pasalnya, persedian makanan dan perabotan dapur banyak yang hilang akibat terseret banjir.

"Kami kelaparan mas, masih belum ada bantuan dari pemerintah, persediaan makanan dibawa banjir," kata Joko Rukmono, salah seorang warga Perumnas Jatiroto Blok B 14, pada detiksurabaya.com, Minggu (09/05/2010) malam.

Warga mengaku akibat banjir setiggi 1,5 meter, perlengkapan dan perabotan rumah menjadi basah. Sehingga warga malam ini memilih duduk dan membersih rumahnya masing-masing.

"Saya bersih-bersih rumah mas dan memindahkan pakaian yang kering ke atas lemari, kalau tidur di pos kampling saja" ujar Sujudi, warga lainya.

Sementara itu, Sekretaris Satlak PB Pemkab Lumajang, Wisu Wasono Adi, saat ditemui di lokasi banjir mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pengamanan pada wilayah banjir dan melakukan pendataan. Jika pendataan rumah yang terkena banjir selesai, pihaknya baru akan segera mengirimkan bantuan makanan dan minuman.

"Kami masih data, untuk bantuan kami akan kirim," kata Wisu.

Satlak PB Lumajang saat ini mendirikan posko bencana banjir di Jatiroto, tepat di pintu masuk Perumnas.
(bdh/bdh)

Sungai Jatiroto Meluap, Ratusan Rumah Disapu Banjir

Minggu, 09/05/2010 22:45 WIB
Sungai Jatiroto Meluap, Ratusan Rumah Disapu Banjir
Harry Purwanto - detikSurabaya


Lumajang - Ratusan rumah warga di Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Lumajang, direndam banjir setinggi 1,5 meter. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Jatiroto akibat mendapat kirim air dari Gunung Lamongan, Minggu (9/05/2010).

Data yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com, rumah yang terendam di Desa Jatiro berada di Perumnas Jatiroto sebanyak 357 KK, Perumahan Sampit 65 KK dan Dusun Sembon sebanyak 75 KK.

Untujk menghindari banjir susulan, warga memilih mengungsi ke tempat lebih tinggi seperti, di jalan dan jembatan Sungai Jatiroto. Hingga saat ini korban jiwa belum diketahui.

Kepala Desa Jatiroto, Nujum, mengatakan banjir terjadi saat adzan Magrib, sekitar pukul 17.30 WIB. Air Sungai Jatiroto meluap dan menjebol tanggul. banjir yang terparah di Perumas Jatiroto air tidak hanya mengenang melainkan mengalir dengan deras bak sungai.

"Warga panik saat air begitu deras masuk rumah, dan seketika itu warga mengungsi," kata Nujum, pada detiksurabaya.com saat memantau lokasi banjir.

Pantaun detiksurabaya com hingga pukul 21.00 WIB, banjir yang menggenangi rumah warga berangsur-angsur surut. Namun di sejumah titik di Perumnas dan Perumahan Sampit masih ada genangan air. Bahkan, saat warga kembali ke rumahnya, mereka mengaku banyak kehilangan perabotan rumah tangga.

"Waduh alat untuk masak digowo banjir, opo mane makanan koyok beras wes teles kabe," ujar Bu Sutiami, warga Perumnas Blok B 12 Desa Jatiroto.

Saat banjir terjadi, puluhan personel TNI dan Polisi melakukan pengamanan di wilayah Jatiroto. Karena saat banjir terjadi, penerangan listrik di rumah warga padam. Pengamanan ini dilakukan untuk menghidari hal yang tidak diinginkan.

"Kami kerahkan 28 anggota Koramil dan Mako besar dan puluhan Polisi juga bantu mas,' kata Danramil 0821 Lumajang, Letkol (Inf) Imam Supardi di lokasi.

(bdh/bdh)

Selasa, 15 September 2009

Longsor di Lumajang

Selasa, 15/09/2009 20:33 WIB
Longsor di Lumajang
51 Rumah dan 1 Mushola Rusak, 1 Kecamatan Terisolasi
Harry Purwanto - detikSurabaya


Lumajang
- Korban tanah longsor di Lumajang, Jawa Timur bertambah. Jumlah rumah menjadi 51 dan sebuah mushola. Bahkan ada 4 titik badan jalan yang menghubungkan antara Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari,terputus akibat tertimbun tanah.

Seluruh badan jalan, tertutup longsoran tebing dengan lebar rata-rata 10 meteran. Peristiwa ini bukan kali pertama yang terjadi di lokasi setempat. Sebelumnya, 6 November 2008, peristiwa longsor yang sama juga pernah terjadi. Sehingga kecamatan Tempurasri terisolir dari pasokan sembako.

Data yang berhadil dihimpun detiksurabaya.com, sebanyak 31 rumah di Desa Kaliuling Kecamatan Tempursari dan 20 rumah di Desa Tamanayu Kecamatan Pronojiwo rusak.

Menurut Komandan SAR Lumajang Nugroho Dwi Atmoko, ruas jalan yang menjadi akses penghubung antara wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Tempursari juga terputus lantaran tertimbun tanah. Untuk sementara jalur dibuka untuk kendaraan roda dua dan timbunan dibersihkan mengunakan alat seadanya.

"Besok kita gunakan alat berat, seperi bego dan buldoser," ungkap Nugroho yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum LUmajang ditemui di lokasi, Selasa (15/9/2009).

Pembersihan jalur tranportasi Pronojiwo–Tempurasru dilakukan secara gotong royong melibatkan warga, TNI dan anggota Polres Lumajang yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP Dedi Prasetyo.

"Pembukaan jalur kita maksimal dengan tenaga manusia dulu, baru besok gunakan alat berat," tutur Dedy.

Upaya membuka akses jalan dari timbunan longsoran tebing ini, cukup sulit dilakukan. Pasalnya, kondisi lokasi longsor basah dan becek karena hujan belum juga berhenti.

Intesitas guyuran hujan yang masih terjadi di dua kecamatan tersebut, warga mulai khawatir ada longsoran susulan. Bahkan Satlak PB Lumajang mengimbau warga untuk lebih berhati-hati jika hujan masih terus menguyur hingga larut malam.

(gik/gik)