Tampilkan postingan dengan label NTB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NTB. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juli 2010

Meteor Jenis Besi Jatuh di Bima, NTB

Meteor Jenis Besi Jatuh di Bima, NTB
Meteor yang berukuran sekitar sekepal tangan itu jatuh pada 3 Mei 2010.
JUM'AT, 7 MEI 2010, 11:06 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews - Selain di Duren Sawit, Jakarta Selatan, benda yang diduga kuat meteor juga jatuh di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sementara menyimpulkan meteor yang jatuh di Bima berjenis logam besi.

"Dari sifatnya kami menduga itu meteorit jenis besi," kata Profesor Astronomi dari Lapan, Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan
VIVAnews, Jumat 7 Mei 2010.

Meteor yang berukuran sekitar sekepal tangan itu jatuh pada Senin, 3 Mei 2010 sekitar pukul 20.30 waktu setempat, di Gunung Wawo, Bima, NTB. Saat jatuh, kata dia, meteor itu menimbulkan efek panas yang lebih besar dari meteor yang jatuh di Duren Sawit.

"Ketika jatuh, meteor di Bima itu melelehkan batuan di sekitarnya. Dia juga menciptakan lubang sekitar 50x50 centimeter," ujar peneliti yang biasa disapa Djamaluddin ini.

Lubang yang diciptakan dari hujaman meteor di area terbuka itu mencapai kedalaman sekitar 2 meter. Menurut Djamaluddin, saat kejadian, warga mengaku melihat benda itu jatuh dari langit dengan memancarkan cahaya. "Warga juga mengaku melihat benda itu sempat mengenai kabel listrik dan ranting-ranting pohon, sebelum menembus tanah," kata Djamaluddin.

Dari keterangan warga dan dampak kejadian, Lapan menduga kuat itu adalah meteor. "Kecepatan yang tinggi dari atas langit juga bisa disimpulkan itu meteor," kata Djamaluddin. (mt)

• VIVAnews

Sabtu, 08 Mei 2010

Gempa 5,9 SR di Kedalaman 10 Km Guncang NTB

Gempa 5,9 SR di Kedalaman 10 Km Guncang NTB


Gempa 5,9 SR di Kedalaman 10 Km Guncang NTB

VIVAnews - Gempa mengguncang provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa berkekuatan 5,9 pada skala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Raba, NTB.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 10.22 WIB, Sabtu 8 Mei 2010. Gempa berkekuatan 5,9 SR itu berpusat di kedalaman 10 kilometer (km).

Gempa dideteksi berada pada koordinat 8.09 Lintang Selatan (LS) dan 118.27 Bujur Timur (BT). Pusat gempa diketahui berada pada 68 km arah barat laut Raba, NTB.

Pusat gempa juga berjarak sekitar 104 km arah timur laut Sumbawa Besar atau 174 km arah timur laut Taliwang. Meski termasuk kategori dangkal, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Belum ada laporan kerusakan ataupun korban pada gempa ini. Petugas berwenang belum memberikan laporan lanjut dari gempa ini. (umi)

http://id.news.yahoo.com/viva/20100508/tpl-gempa-5-9-sr-di-kedalaman-10-km-gunc-fa55e98.html

Rabu, 05 Mei 2010

Benda Diduga Meteor Jatuh Meledak di NTB

Lagi, Benda Diduga Meteor Jatuh Meledak di NTB

Selasa, 4 Mei 2010 - 08:19 wib

(Foto: Yudha Hendrawan/RCTI)

BIMA - Setelah menghebohkan warga Duren Sawit, Jakarta Timur, benda yang diduga meteor kembali jatuh di pegunungan Wawo, Bima, Nusa Tengara Barat (NTB), Senin (3/5/2010), malam.


Benda tersebut meledak dua kali dan mengeluarkan cahaya warna-warni. Warga langsung berdatangan ke lokasi, berebut pecahan batu hitam mirip kaca yang berserakan di lokasi.

Sebuah lubang berdiameter 50 x 50 cm dengan kedalaman lebih dari dua meter hingga kini masih mengeluarkan hawa panas. Pepohonan yang ada di sekitar lokasi pun mengering akibat hawa panas itu.

“Pas saya masukan kayu dua meter ke dalam lubang, langsung jadi abu tidak tersisa sama sekali saking panasnya,” kata Muhdor, salah satu petugas Koramil setempat.

Syaiful, saksi lain menyebutkan, saat jatuh benda tersebut mengeluarkan suara dentuman keras dan mengeluarkan cahaya aneh yang terlihat dari Desa Ntori, desa terdekat yang berjarak sekira 1,5 kilo meter dari pegunungan Wawo.

Menurut Syaiful sebelum jatuh dia melihat benda itu seperti terbang dari langit dengan kecepatan tinggi dan jatuh meledak mengeluarkan cahaya kuning kemerahan menerangi hampir seluruh pegunungan Wawo. Bahkan, sebuah kabel listrik yang ada di sekitar lokasi, putus dihantam benda itu.

"Dia turun seperti kilat dan meledak. Ada cahaya dan hawa panas sampai ke dekat saya, bahkan mobil-mobil sampai berhenti,” kata Syaiful.

Hingga Selasa (4/5/2010) pagi ini, warga dari berbagai daerah masih berbondong melihat bekas ledakan benda yang diduga meteorit itu. Beberapa warga bahkan sempat berebut mengambil bongkahan batu hitam gemerlap seperti berlapis kaca itu.
(Yudha Hendrawan/RCTI/ded)

Senin, 09 November 2009

Gempa 6,7 SR di NTB Warga Panik Berhamburan keluar

Senin, 09/11/2009 03:53 WIB
Gempa 6,7 SR di NTB
Warga Panik Berhamburan keluar
Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta - Gempa berkekuatan 6,7 SR mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga sempat panik berhamburan keluar.

"Kita dapat laporan warga panik berhamburan keluar," ujar Hardi Petugas Analis pusat Gempa Nasional kepada detikcom, Senin (9/11/20009).

Berdasarkan situs Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Senin (9/11/2009), pusat gempa berada di Barat laut pada kedalaman 25 Km di 8.24 LS - 118.65 BT.

Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini.
(did/mad)

Gempa 6,7 SR di NTB 2 Orang Dikabarkan Tewas

Senin, 09/11/2009 07:36 WIB
Gempa 6,7 SR di NTB
2 Orang Dikabarkan Tewas, Fasilitas Umum Rusak
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta - Gempa yang berkekuatan 6.7 SR terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dikabarkan menelan 2 korban jiwa. Sejumlah bangunan juga diinformasikan rusak berat.

"Saya baru dengar ada 2 orang tewas, tapi belum bisa dikonfirmasi," kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes Rustam Pakkaya saat dihubungi lewat telepon, Senin (9/11/2009).

Rustam juga mendapat laporan ada beberapa fasilitas umum yang rusak di Bima. Di antaranya adalah jalan dan jembatan yang terputus.

"Kalau fasilitas kesehatan belum ada laporan kerusakan," ucapnya.

Berdasarkan situs Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), Senin (9/11/2009), gempa terjadi pukul 02.41 WIB, pusat gempa berada di barat laut pada kedalaman 25 km di 8.24 LS - 118.65 BT. Gempa tidak berpotensi tsunami.

(mad/nrl)

Korban Gempa NTB 178 Luka-luka, 282 Rumah Rusak

Senin, 09/11/2009 22:43 WIB
Korban Gempa NTB
Depkes: 178 Luka-luka, 282 Rumah Rusak
Rachmadin Ismail - detikNews

Jakarta
- Gempa bumi berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) yang terjadi di Bima, NTB mengakibatkan 1 orang tewas. Sementara 178 orang lainnya mengalami luka-luka.

"Luka 178 orang termasuk 7 luka berat/patah tulang," kata Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Depkes, Rustam S Pakaya dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Jakarta (9/11/2009).

Menurut Rustam, data tersebut berlaku hingga pukul 18.00 WIB. Sementara diketahui korban tewas bernama Isa (50) setelah sebelumnya dirawat selama 7 jam.

"Sarana kesehatan rusak berat ada 7 dan 282 rumah rusak," jelasnya.

Saat ini, kondisi di wilayah Bima sendiri telah aman dan terkendali. Sedangkan warga yang semula mengungsi telah kembali ke rumahnya masing-masing.
(ape/ape)

Selasa, 29 September 2009

500 Hektar Hutan NTB Kritis

500 Hektar Hutan NTB Kritis
SABTU, 26 SEPTEMBER 2009 | 09:55 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Sekitar 500 hektare areal hutan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam keadaan kritis akibat penebangan liar yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Hutan yang kritis itu berada di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan, sehingga sumber mata air di NTB berkurang drastis dari 700 sumber mata air kini tinggal sekitar 200 sumber mata air," kata Kepala Dinas Kehutanan NTB, Ir. Harina di Mataram, Sabtu (26/9).

Oleh karena itu, sejumlah daerah di NTB dikhawatirkan akan mengalami kekeringan, sehingga pemerintah dengan berbagai upaya terus mencegah kerusakan hutan sekaligus melakukan penghijauan.

"Pemerintah juga berupaya mencegah semakin berkurangnya sumber mata air dengan melakukan pembinaan kepada masyarakat," katanya.

Sekarang, ada sekitar lima pengusaha yang akan melakukan investasi di bidang kehutanan dengan luas areal lebih dari 25.000 hektare, termasuk hutan tanaman industri.

Selain itu, kegiatan penambangan, terutama di aliran sungai juga dibatasi, karena sejumlah limbah tambang yang terbuang ke sungai membuat sungai menjadi dangkal dan airnya macet.

"Yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan penghijauan di berbagai kawasan hutan dan sabuk-sabuk hijau bendungan yang ada di NTB, dengan menanam berbagai jenis pohon yang banyak menyimpan air seperti pohon bunut atau beringin, guna memenuhi kebutuhan air bersih," katanya.

Air bersih marupakan salah satu kebutuhan masyarakat yang mendesak, karena cakupan air bersih, terutama di pedesaan, hingga kini baru tersedia sekitar 30 persen, sementara di perkotaan layanan air bersih juga baru ada 60 persen.

"Layanan air bersih untuk perkotaan diambil dari berbagi sumber mata air seperti di Narmada dan hutan Suranadi, Lombok Barat berjarak sekitar 30 kilometer ke arah timur Mataram," katanya.


BNJ
Sumber : ANT

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/09/26/09555181/500.hektar.hutan.ntb.kritis