Tampilkan postingan dengan label Thailand. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Thailand. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2011

Militer Cina Kirim Bantuan ke Thailand


Militer Cina Kirim Bantuan ke Thailand


Liputan6.com, Bangkok: Tentara Pembebasan Rakyat Cina akan mengirimkan bantuan untuk angkatan bersenjata Thailand dalam upaya menanggulangi banjir di Megeri Gajah Putih. Demikian pernyataan yang dikeluarkan Departemen Pertahanan Cina pada Sabtu (15/10).
Laman Xinhua mewartakan, barang-barang bantuan itu termasuk 24 speed boat dan perahu karet, enam generator berbahan bakar diesel dan 200 lampu darurat. Rencananya, seluruh bantuan itu akan diterbangkan ke ibu kota Thailand, Bangkok, pada hari ini. Pengiriman bantuan ini sebagai ungkapan simpati Cina dan perawatan untuk korban-korban di daerah yang dilanda banjir, serta menunjukkan persahabatan antara kedua militer.
Menurut Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, sebanyak 297 orang telah dikonfirmasi tewas dan dua orang dinyatakan hilang akibat banjir yang menggenangi Thailand bagian utara selama hampir tiga bulan. Ribuan kantong pasir juga disusun di sepanjang kanal di ujung utara Bangkok, dalam upaya mempertahankan kota dari banjir [baca: Bangkok Bertahan dari Banjir].(JAY/ANS)

Kamis, 04 November 2010

Banjir landa Malaysia dan Thailand

Rabu, 03/11/2010 09:26 WIB
Banjir landa Malaysia dan Thailand
BBCIndonesia.com - detikNews


Banjir Thailand

Penduduk di kota Hat Yai terjebak banjir

Puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal di Malaysia utara dan Thailand selatan akibat banjir yang melanda dua wilayah tersebut.

Di kota Hat Yai, Thailand, air setinggi tiga meter mengganggu transportasi darat dan merendam jalan-jalan utama. Pasokan listrik pun terputus dan banyak kendaraan yang terjebak.

Sementara itu, di Malaysia utara, sekitar 28.000 orang telah kehilangan tempat tinggal dan satu bandar udara ditutup karena landasan pacu terendam air banjir.

Banjir ini datang setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut selama berhari-hari. Sedikitnya 100 orang tewas akibat banjir yang melanda Thailand utara di bulan Oktober.

Hat yai adalah pusat kota komersil utama di Thailand selatan.

Pemerintah Thailand telah mengerahkan tentara dan satu-satunya kapal induk yang mereka punya untuk menolong para penduduk di daerah banjir.

Kapal induk tersebut berlabuh di kota Hat Yai dan berfungsi untuk membawa bahan bantuan.

Di Malaysia utara, banjir melanda negara bagian Perlis dan Kedah dimana puluhan ribu penduduk telah dievakuasi.

Menteri Utama Perlis, Mohamad Isa Sabu mengatakan banjir di daerahnya "sangat buruk". Media lokal melaporkan sedikitnya satu orang tewas dan satu lagi dinyatakan hilang di negara bagian Kedah.


(bbc/bbc)


http://www.detiknews.com/read/2010/11/03/092618/1484793/934/banjir-landa-malaysia-dan-thailand?881101934

Kamis, 28 Oktober 2010

59 Tewas Akibat Banjir di Thailand

59 Tewas Akibat Banjir di Thailand

Tribunnews.com - Rabu, 27 Oktober 2010 18:16 WIB

59 Tewas Akibat Banjir di Thailand
ist
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, BANGKOK ---Sedikitnya 59 orang tewas akibat banjir di wilayah utara, timur dan tengah Thailand, Rabu (27/10/2010). Sementara itu, 3,2 juta orang lainnya menderita kerugian fisik dan materil.

Menurut laporan Emergency Medical Institute of Thailand (NIEM) pada Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand, bahwa ada 59 orang yang tewas itu berada pada 18 provinsi di Thailand.

Sementara itu, Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana melaporkan bahwa 36 provinsi di dataran utara, timur dan tengah Thailand saat ini terendam air, sementara di 11 propinsi lainnya telah surut.

Untuk diketahui, hujan menguyur Thailand sejak awal Oktober lalu hingga wilayah itu mengalami banjir.




Selasa, 26 Oktober 2010

Sudah 56 Tewas lantaran Banjir

Sudah 56 Tewas lantaran Banjir
Selasa, 26 Oktober 2010 | 18:08 WIB
KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDI
Wat Arun merupakan salah satu tujuan wisata di Bangkok, Thailand, yang kerap dikunjungi para wisatawan mancanegara karena merupakan ikon pariwisata Thailand setelah Grand Palace, seperti tampak pada Rabu (4/8/2010).
TERKAIT:
BANGKOK, KOMPAS.com - Lembaga Kesehatan Darurat Thailand, Selasa (26/10/2010) melaporkan jumlah korban banjir terburuk di Thailand selama beberapa dasawarsa terakhir mencapai 56 orang di 17 provinsi. Korban terbanyak, 10 orang, terjadi di provinsi Lopburi, di susul sembilan di Nakhon Ratchasima.

Sementara itu, dari 34 provinsi yang dilanda banjir, situasi di sembilan provinsi telah kembali normal. Sedangkan, 25 provinsi lainnya masih terus terendam, kata departemen penanggulangan bencana dan mitigasi Thailand dalam laporan situasi terakhir banjir, yang telah berlangsung 10-26 Oktober.

Menteri pada Kantor Perdana Menteri, Satit Wonghnongtaey, selaku ketua komote menyaksikan pemberian bantuan kepada para korban banjir. Dia mengatakan ia akan minta anggaran 280 juta bath (9,3 juta dollar AS) untuk penduduk yang dihantam banjir pada sidang kabinet Selasa.

Anggaran itu untuk bantuan darurat fasilitas-fasilitas yang diperlukan, terutama wc yang dapat dipindah-pindahkan, perahu karet, dan perahu motor.

Mengenai kekurangan karung-karung pasir, komite akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk memberikan penambahan 500.000 karung pasir lagi, sebagai tambahan untuk 1.000.000 karung pasir yang diberikan oleh Departemen Penanggulangan Bencana dan Mitigasi.

Satit menambahkan bahwa dia juga akan mengusulkan kepada kabinet untuk melonggarkan peraturan-peraturan untuk mempercepat bantuan kepada korban banjir, di samping memberikan bantuan keuangan secara tranparan.

Sebagai provinsi pusat yang menangani jumlah limpahan air dan gelombang tinggi, tingkat air di Sungai Chao Phraya di Jembatan Phra Phutta Yodfa, Bangkok, mencatat ketinggian 2.10 meter pada pukul 09:09 Selasa. Tingkat air kemudian menyusut tapi diperkirakan akan naik lagi pada pukul 16:44 waktu setempat.

Toko-toko di dermaga Prachan telah direndam banjir dan karung-karung pasir tak mampu membendung limpahan air dari sungai. Masyarakat di permukiman dekat Tha Chang juga dilanda banjir, namun mereka masih membuka toko.

Banjir paling dahsyat menghantam provinsi timur laut Nakhon Ratchasima, Maharat Nakhonratchasima Hospital, yakni rumah sakit terbesar di provinsi itu. Rumah sakit tersebut kembali memberikan pelayanan penuh pada Selasa setelah dilanda banjir selama sembilan hari.

Sekitar 100 orang pergi ke rumah sakit itu Selasa pagi, meskipun banjir masih setinggi 30-40 sentimeter. Tapi, rumah sakit itu dicapai melalui jembatan dan truk-truk sebagai alat transportasi para pengunjung.

Penulis: Josephus Primus | Editor: Josephus Primus | Sumber : ANT, AAP, ONA

Rabu, 07 April 2010

Kepanikan Gempa di Indonesia hingga ke Thailand

Kepanikan Gempa di Indonesia hingga ke Thailand
Rabu, 7 April 2010 | 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan di atas 7 skala Richter di utara Sumatera, Indonesia, hari ini memicu Thailand memberlakukan siaga tsunami. Laporan US Geological Survey (USGS) menyebutkan, gempa bumi terletak di kedalaman 46 kilometer sebelah utara Sumatera.

Thailand memperingatkan penduduk di wilayah pesisir untuk pindah ke lokasi yang aman. Pusat Peringatan Bencana Nasional sempat memperingatkan risiko tinggi terjadinya tsunami di Pantai Andaman yang diterjang tsunami Samudra Hindia pada 2004 yang menewaskan sekitar 5.400 orang di Thailand.

Sejak saat itu Thailand memasang sistem peringatan berteknologi canggih yang didesain untuk memastikan para pengusaha dan wisatawan soal keamanan Pantai Andaman dari ancaman tsunami. Namun, Thailand kemudian mencabut siaga tsunami hari ini pukul 07.20, dengan keterangan bahwa gempa tersebut hanya menimbulkan gelombang kecil.

"Kami mencabut siaga tsunami pada pukul 07.20 setelah kami menemukan tidak ada risiko besar terjadi tsunami," kata Sarun Dabbhasuta, Direktur Pusat Peringatan Bencana Nasional Thailand.


Penulis: JIM | Editor: jimbon | Sumber : AFP

http://internasional.kompas.com/read/2010/04/07/08022484/Kepanikan.Gempa.di.Indonesia.hingga.ke.Thailand

Major Quake Hits Indonesia, Thailand Raises Tsunami Alert

Major Quake Hits Indonesia, Thailand Raises Tsunami Alert
Rabu, 7 April 2010 | 06:52 WIB
wordpress.com

JAKARTA, KOMPAS.com - A major 7.8-magnitude quake hit Indonesia’s northern Sumatra early Wednesday, US seismologists said, triggering a tsunami alert in nearby Thailand but no immediate reports of damage or injuries. The quake struck at a depth of 46 kilometres (29 miles), just off northern Sumatra, at 5:15 am (2215 GMT Tuesday), according to the US Geological Survey (USGS).

Thailand warned people in coastal areas to evacuate to a safe place. The National Disaster Warning Centre there said there was a high risk of a tsunami on the Andaman Coast, which was battered by an Indian Ocean tsunami in 2004 that killed an estimated 5,400 people in Thailand alone.

Since then, Thailand has installed a high-tech warning system designed to reassure tourists and businesses that the country’s beaches are safe. The Pacific Tsunami Warning Center issued a watch for local tsunamis in Sumatra, saying sea levels indicated a tsunami was generated, but it said a widespread destructive tsunami was not expected. Indonesia sits on the Pacific “Ring of Fire,” where the meeting of continental plates causes high volcanic and seismic activity.

A massive tsunami hit Indonesia and other countries in the Indian Ocean rim in 2004, killing about 220,000 people, most of them in Aceh province in northern Sumatra. A 7.6-magnitude quake in West Sumatra province in September last year killed about 1,000 people, according to official figures.

Editor: jimbon | Sumber : AFP


http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/04/07/0652558/Major.Quake.Hits.Indonesia..Thailand.Raises.Tsunami.Alert

Jumat, 11 Desember 2009

Desa Itu Akhirnya Tenggelam Akibat Pemanasan Global

Desa Itu Akhirnya Tenggelam Akibat Pemanasan Global
SELASA, 8 DESEMBER 2009 | 19:31 WIB

KHUN SAMUTCHINE, KOMPAS.com - Satu kuil Buddha yang dikelilingi oleh air adalah sisa terakhir dari satu desa yang sirna ditelan laut di Thailand, pemandangan tragis yang kembali terulang di seluruh Asia dan dunia.

Sebanyak 60 keluarga dipaksa pergi dari perkampungan nelayan yang dulu sangat indah, Khun Samutchine, saat laut - yang menjadi andalan hidup warga setempat - merambah ke daratan sampai lebih dari 20 meter setiap tahun.

"Saya tinggal di tanah orang lain, saya tak dapat meninggalkan desa karena saya sangat miskin," kata Noo Wisuksin (71), sambil menunjuk kei air yang pernah menjadi lokasi rumahnya beberapa dasawarsa lalu.

Ia adalah seorang dari 25 juta orang, yang terancam di delta sungai Chao Phraya, sungai luas di Thailand. Delta itu tenggelam karena terbendungnya aliran sungai dan dibersihkannya hutan bakau, saat perubahan iklim menaikkan permukaan air laut.

Dalam 30 tahun belakangan, air laut di Khun Samutchine telah menelan lebih dari satu kilometer lahan dan Noo telah memindahkan rumahnya ke belakang sebanyak delapan kali guna menghindari gelombang yang naik.

Di dekatnya terletak kuil Khun Samut, yang nyaris ditinggalkan, tenggelam di laut dan hanya dapat dimasuki melalui jalan yang terbuat dari beton. Satu jalur tiang listrik muncul ke permukaan air, terhampar di situ-situ saja.

Pembuatan bendungan di daerah hulu di sepanjang sungai tersebut yang mengalir ke Teluk Thailand telah mencegah endapan, sehingga mengganggu keseimbangan akibat kekuatan erosi air laut, demikian dilaporankan kantor berita Prancis, AFP.

"Pembersihan hutan bakau yang tumbuh lamban untuk pembuatan lahan udang dan garam telah mempercepat kerusakan," katanya.

Lebih jauh ke pantai, desa Kok Karm dengan susah-payah berhasil mengubah arus untuk saat ini dengan menggunakan bahan tradisional yang murah.

Warga Vorapol Dounglomchan tampil dengan rancangan yang memanfaatkan batang bambu untuk menciptakan penghalang yang memerangkap endapan dari air laut dan menghentikan endapan lumpur dihanyutkan gelombang.

"Manfaat bambu ialah kami menaruh bahan alamiah ke alam," kata Narin Boonruam, sekretaris perhimpunan nelayan provinsi.

Tetapi bambu tersebut takkan banyak bemanfaat jika permukaan air laut naik lebih jauh lagi. Satu studi baru-baru ini yang disiarkan di jurnal ilmiah Nature menetapkan delta itu di dalam kategori risiko tinggi.

"Jika kami tidak memasang perlindungan apa pun terhadap erosi pantai, lebih dari separuh provinsi Bangkok akan sirna," kata Panada Tedsiri, penyelenggara Thai Community Foundation, satu organisasi non-pemerintah.

Saat para pemimpin dunia mempersiapkan pertemuan perubahan iklim, para pegiat mengatakan politisi perlu menangani cara menanggulangi erosi juga karena hal itu mempengaruhi masyarakat di seluruh dunia.

"Itu adalah bencana yang merayap. Setiap hari, erosi memiliki dampak yang tak terlihat pada banyak orang," kata Tara Buakamsri, manager aksi bagi Greenpeace Asia Tenggara."Itu melipatgandakan, bukan hanya erosi, tapi juga perubahan iklim," katanya.

Di Malaysia, para pejabat mengatakan hampir 30 persen garis pantai menderita akibat erosi melalui pertumbuhan penduduk, urbanisasi, produksi gas dan minyak, dan perkembangan pariwisata.

Di India, sebanyak 1.500 kilometer atau 26 persen garis pantai utama menghadapi erosi serius dan dengan aktif berkurang, demikian dikatakan Bank Pembangunan Asia.

Negara bagian wisata Goa telah mendirikan penghalang yang ramah di sepanjang dua hambaran pantai putihnya, tapi majelis lokal awal 2009 mendengar, lebih dari 10 persen garis pantai jatuh ke dalam laut.

Bangladesh, yang berada di dataran rendah, akan menjadi salah satu negara yang paling parah mengalami pukulan akibat perubahan iklim.

Panel Antar-Pemerintah PBB mengenai Perubahan Iklim (IPCC) menyatakan, naiknya permukaan air laut akan melahap 17 persen seluruh lahan di Bangladesh paling lambat 2050, sehingga sedikitnya 20 juta dari 144 juta warganya kehilangan tempat tinggal.

"Di Vietnam, kenaikan permukaan air laut satu meter hingga 2100 akan mempengaruhi 10 persen penduduk, lebih dari sembilan juta orang, dan hampir 38 persen lahan di Delt Sungai Mekong, tempat penghasil beras," demikian data di dokumen pembahasan PBB yang disiarkan awal Desember.

Pemerintah Australia memperingatkan, pada November kenaikan permukaan air laut merendam 250.000 rumah paling lambat pada 2100, dan bandar udara, rumah sakit serta stasiun pembangkit listrik juga terancam.

Greenpeace mengatakan bekerja sama dengan masyarakat untuk menemukan rencana aksi lokal - seperti pohon bambu di Thailand - untuk menanggulangi erosi.

Namun, Greenpeace menambahkan pertemuan puncak Kopenhagen juga mesti mempertimbangkan masalah itu.

"Pertemuan puncak Kopenhagen harus tampil dengan kesepakatan yang adil dan sangat kuat dalam menangani masalah ini serta meliputi berbagai keadaan seperti erosi," kata pegiat Greenpeace.

Editor: bnj

Sumber : ANT, AFP

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/12/08/19314361/desa.itu.akhirnya.tenggelam.akibat.pemanasan.global

Rabu, 30 September 2009

Peringatan Tsunami Dikeluarkan untuk Indonesia, Malaysia, Thailand, India

abu, 30/09/2009 17:47 WIB
Peringatan Tsunami Dikeluarkan untuk
Indonesia, Malaysia, Thailand, India
Nurul Hidayati - detikNews

Jakarta
- Gempa 7,6 Skala Richter yang berpusat di 57 km Pariaman, Sumbar, berpotensi tsunami. Peringatan tsunami ini disampaikan oleh Pusat Peringatan Tsunami Pasifik.

Peringatan diberikan pada Indonesia, India, Thailand dan Malaysia. Demikian dilansir AFP, Rabu (30/9/2009).

(nrl/nrl)